22 May 2011

KUINGIN CINTAMU , SELAMANYA

By : Puput Happy

Tadinya aku tak mempedulikannya, lelaki indah di mataku. Namun begitu melihat senyumnya, hatiku mulai terusik. Dia begitu menarik hatiku. Kelembutannya, tatapannya, dan diamnya telah memporak-porandakan segala isi hatiku, hingga banyak kata yang ingin kuucapkan padanya….

"Senyummu indah, dan aku menyukainya….", mungkin kata-kata itu yang harus kuungkapkan. Tapi…. Oh, tidak! Itu terlalu berlebihan….

"Kau baik. Sangat baik! Dan aku ingin dekat denganmu….", atau mungkin kata-kata ini jauh lebih baik. Tapi, benarkah? Jika dia baik, kenapa hatiku sering merasa tersakiti? Ah, rasanya tak baik aku menipu diri sendiri….

Ya sudahlah, mungkin lain kali saja kurangkai kata-kata indah untuknya. Atau lebih baik aku diam saja? Aku tak ingin membuka hatiku untuknya, sampai kapan pun. Terlalu malu rasanya jika dia mengetahuinya. Apalagi kudengar dia 'kan memetik sekuntum bunga. Sungguh, hatiku tercabik mendengarnya….

Dia hanyalah mimpi bagiku. Dan aku pun sadar, bahwa mimpi ini mustahil 'kan menjadi nyata. Kini ku harus membuang mimpi itu sejauh-jauhnya…..

Namun, senyumnya yang indah menari-nari lagi di tulisanku. Dia seolah memanggilku untuk menuliskan tentangnya kembali. Dan, kertas ini pun tergambar jelas rona wajahnya. Duh, senyumnya itu…. begitu indah menawan, bagai bulan purnama yang menerangi malam-malamku yang kelam. Duhai, andai rembulan itu milikku….

Ups! Penaku jatuh! Dan pena itu seakan tertawa melihatku. Aku pun tersentak. Rupanya kantuk tengah menyerangku. Kulihat huruf-huruf itu menyemut, tak jelas lagi kubaca. Aku pun menata kembali kata-kataku.

Sesaat aku tertegun. Kertasnya basah! Ada titik-titik air memenuhi lembaran tulisan. Menangiskah aku? Oh, Tuhan…. Apa yang telah kusedihkan? Bukankah hatiku masih punya cinta? Jika cinta itu masih ada, masih pantaskah ku meneteskan air mata?

Kini, kucoba 'tuk tersenyum…. Tuhan, jauhkan gambar dia dari hatiku. Aku tidak ingin memimpikannya lagi. Aku hanya ingin cintaMu, Tuhan…yang 'kan selalu mengisi hatiku, selamanya….

No comments:

Post a Comment

Komentar Anda