Karakteristik Muslim yang Baik
Oleh: Ustadz Nahar Bustanul Arifin
Alhamdulillah, kita telah memasuki hari ke-15 di bulan Ramadhan. Semoga kita semua diberi kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWT sehingga dapat menyempurnakan ibadah puasa hingga akhir Ramadhan.
Semoga setiap amal ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik.
Di zaman sekarang, kita juga perlu menjaga hati. Misalnya bagi orang yang mudah baper (terbawa perasaan), sebaiknya tidak terlalu sering melihat status media sosial atau status WhatsApp, karena terkadang hal itu bisa memicu prasangka atau perasaan yang tidak baik di dalam hati.
Padahal seorang muslim yang baik harus berusaha menjaga kebersihan hatinya.
Meneladani Akhlak Para Sahabat.
Salah satu sahabat yang terkenal dekat dengan Rasulullah SAW adalah Anas bin Malik. Beliau menjadi khadim (pembantu) Rasulullah sejak usia sekitar 10 tahun. Anas bin Malik tumbuh bersama Rasulullah dan menyaksikan langsung bagaimana akhlak beliau yang sangat mulia.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak dianggap beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini mengajarkan bahwa seorang muslim harus memiliki hati yang bersih dan senang melihat kebaikan pada orang lain.
Contohnya, ketika kita melihat saudara kita berdagang dan dagangannya laku keras, maka kita ikut merasa senang. Kita tidak merasa iri atau berharap agar usahanya gagal.
Inilah tanda hati yang sehat.
Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat
Salah satu karakteristik muslim yang baik adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berfaidah.
Rasulullah SAW bersabda bahwa di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya.
Termasuk di dalamnya adalah tidak terlalu mencampuri urusan orang lain atau tidak bersikap terlalu ingin tahu (kepo).
Bahaya Hasud (Dengki)
Seorang muslim juga harus berhati-hati terhadap penyakit hati, salah satunya hasud atau dengki.
Hasud adalah tidak suka melihat orang lain mendapatkan kenikmatan.
Contohnya:
- Ketika tetangga membeli mobil baru.
- Ketika seseorang memakai pakaian yang bagus.
- Ketika orang lain mendapatkan prestasi atau pengaruh.
Jika hati merasa tidak senang melihat kenikmatan orang lain, maka itu termasuk tanda hasud.
Ciri-ciri Hasud:
1. Tidak suka melihat orang lain mendapatkan kenikmatan, dan ingin kenikmatan itu berpindah kepada dirinya.
2. Tidak rela orang lain mendapatkan kenikmatan, seolah-olah hanya dirinya yang berhak merasakannya.
3. Tidak suka jika orang lain lebih tinggi dari dirinya, baik dalam hal harta, jabatan, atau prestasi.
Contoh sederhana:
Kita memiliki motor baru, tetapi ketika melihat tetangga membeli HP baru kita merasa tidak suka. Padahal masing-masing memiliki rezeki yang berbeda.
Karena itu kita harus memahami bahwa rezeki setiap orang sudah diatur oleh Allah SWT.
Prinsip Hidup Seorang Mukmin
Rasulullah SAW mengajarkan beberapa prinsip penting bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.
Ada tiga hal yang harus dijaga:
1. Jika beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkata baik atau diam.
Kadang kita mudah sekali berkomentar negatif. Misalnya saat menghadiri acara kondangan, kita mengomentari pengantin, makanan, atau isi berkat.
Di zaman sekarang, lisan tidak hanya berupa ucapan, tetapi juga tulisan di media sosial.
Karena itu seorang muslim harus berhati-hati dalam berbicara maupun menulis.
2. Jika beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangga.
Tetangga adalah orang yang paling dekat dengan kehidupan kita.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa tetangga adalah hingga 40 rumah di sekitar kita. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa tetangga adalah orang yang jika berbicara dari rumahnya masih terdengar oleh rumah kita.
Adab Bertetangga
Imam Al-Ghazali menjelaskan beberapa adab terhadap tetangga, di antaranya:
Ketika bertemu, mengucapkan salam.
Minimal tersenyum atau menyapa dengan ramah.
Jangan memasang wajah yang masam atau tidak peduli.
Dalam bertetangga juga tidak dianjurkan terlalu banyak berbicara atau terlalu lama mengobrol, karena dikhawatirkan pembicaraan menjadi tidak baik.
Selain itu, jangan terlalu banyak bertanya tentang urusan pribadi tetangga.
Misalnya:
- Habis dari mana?
- Bawa apa?
- Itu barang apa?
Cukup bertanya seperlunya saja, karena belum tentu orang yang ditanya merasa nyaman.
Sikap Baik kepada Tetangga
Beberapa bentuk memuliakan tetangga antara lain:
1. Takziyah ketika tetangga mendapat musibah, untuk menghibur dan mendoakan mereka.
2. Mengucapkan selamat ketika tetangga mendapat kabar baik, misalnya anaknya lulus sekolah atau wisuda.
3. Berbicara dengan lembut dan sopan, tidak keras atau menyakiti.
Jika ada masalah, menegur dengan cara yang baik dan halus.
Misalnya ketika anak tetangga bermain petasan di bulan Ramadhan dan mengganggu, maka menegurnya dengan cara yang lembut.
4. Jika tetangga mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, maka bersabar dan memaafkan adalah sikap yang lebih utama.
5. Menjaga Pandangan
Dalam bertetangga juga penting menjaga pandangan dan kehormatan diri.
Misalnya ketika melihat keluarga tetangga yang tidak menutup aurat dengan sempurna, kita harus tetap menjaga pandangan dan menjaga kehormatan diri.
Hindari juga imajinasi atau pikiran yang tidak baik, karena hal itu dapat merusak hati.
6. Saling Menolong
Jika tetangga membutuhkan bantuan, maka kita dianjurkan untuk menolong semampunya.
Misalnya:
Membantu ketika ada masalah di rumah.
Membantu ketika ada bahaya seperti ular atau kebocoran gas.
Membantu dalam hal-hal kecil yang bisa meringankan mereka.
3. Jika beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamu.
Memuliakan tamu adalah salah satu akhlak mulia dalam Islam.
Namun tamu juga harus memiliki adab, misalnya:
Tidak bertamu pada waktu yang tidak tepat, seperti larut malam ketika orang sedang beristirahat.
Tidak berlama-lama hingga merepotkan tuan rumah.
Penutup
Seorang muslim yang baik memiliki beberapa karakter utama, di antaranya:
- Mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.
- Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.
- Menjaga hati dari sifat hasud dan iri.
- Berkata baik atau memilih diam.
- Memuliakan tetangga.
- Memuliakan tamu.
Jika akhlak-akhlak ini kita jaga, maka insyaAllah kehidupan kita akan dipenuhi dengan ketenangan, keberkahan, dan persaudaraan yang baik.
Semoga Allah SWT membimbing kita semua agar menjadi muslim yang berakhlak mulia.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda