15 Maret 2026

Manusia Istimewa

Kuliah Subuh 16-3-2026

Manusia Istimewa
Oleh: Ustadz Fadhil

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan sehingga kita masih diberi kesempatan untuk beribadah kepada-Nya.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang manusia yang istimewa di sisi Allah SWT.

Hadits tentang Manusia yang Dicintai Allah
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban, dari sahabat Mu'adz bin Jabal, salah satu sahabat yang sangat cerdas, beliau pernah bertanya kepada Rasulullah SAW sebelum berpisah:
"Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT."

Sahabat lain, yaitu Ali bin Abi Thalib, juga pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:
"Siapakah manusia yang paling mulia?"
Rasulullah SAW menjawab:
"Manusia yang paling mulia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya."
Artinya, semakin panjang umur seseorang seharusnya semakin banyak pula amal kebaikan yang ia lakukan.

Karena itu jangan sampai ketika kita meninggal dunia yang tersisa hanya tulisan nama di batu nisan, tetapi tidak meninggalkan amal kebaikan.

Lisan yang Basah dengan Dzikir

Rasulullah SAW juga bersabda:
"Hendaklah lisannya senantiasa basah dengan dzikir kepada Allah."
Dari hadits ini kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

Jika seseorang banyak berdzikir, maka ia termasuk manusia yang dicintai oleh Allah SWT, dan orang yang dicintai Allah adalah manusia yang istimewa dan memiliki derajat tinggi di sisi-Nya.

Contoh dzikir yang dapat kita baca antara lain:
- Astaghfirullah
- Laa haula wa laa quwwata illa billah
- Subhanallah
- Alhamdulillah
- Allahu Akbar
- dan sebagainya 

Kisah Nabi Musa A.S.

Dalam sebuah hadits qudsi diceritakan tentang Nabi Musa AS, yang dikenal sebagai Kalimullah, yaitu nabi yang diajak berbicara langsung oleh Allah SWT.
Ketika Nabi Musa naik ke Bukit Thur (Tursina) untuk bermunajat kepada Allah, beliau bertanya:
"Wahai Allah, siapakah hamba-Mu yang paling Engkau cintai?"
Allah SWT menjawab:
"Jika engkau melihat hamba-Ku yang sedang berdzikir kepada-Ku, maka dialah yang Aku cintai. Dan jika ia tidak berdzikir kepada-Ku, maka ia termasuk orang yang Aku benci."

Artinya, ketika kita sedang berdzikir kepada Allah SWT, pada saat itu pula kita sedang mendapatkan cinta dari Allah SWT.

Hikmah Banyaknya Bacaan Dzikir

Mengapa dzikir dalam Islam banyak sekali bentuknya?
Karena Allah dan Rasul-Nya tidak ingin kita bosan dalam berdzikir.
Sebagaimana dalam shalat terdapat berbagai gerakan:
- Takbir
- Ruku
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- dan lain-lain 

Semua itu agar manusia tidak merasa jenuh dalam beribadah.
Demikian juga dzikir memiliki berbagai jumlah:
- 3 kali
- 33 kali
- 100 kali
- dan sebagainya 
Masing-masing memiliki fadhilah dan keutamaan tersendiri.

Keutamaan Orang yang Banyak Berdzikir

Dalam kisah Isra Mi'raj, Rasulullah SAW diperlihatkan berbagai kejadian pada hari kiamat, yang merupakan masa yang sangat berat bagi manusia.
Namun Rasulullah melihat ada orang yang dipayungi dan dikawal oleh para malaikat.
Ketika Rasulullah bertanya kepada Malaikat Jibril, beliau menjawab:
"Itu adalah salah satu dari umatmu wahai Rasulullah, yang semasa hidupnya lisannya selalu basah dengan dzikir kepada Allah SWT."

Dalam riwayat lain diceritakan bahwa Rasulullah pernah melihat seorang sahabat yang dikerumuni oleh setan-setan.
Namun tiba-tiba muncul cahaya yang melindunginya, sehingga setan-setan itu menjauh.
Ternyata cahaya itu berasal dari dzikir yang selalu ia ucapkan kepada Allah SWT.

Kebiasaan Baik yang Menentukan Akhir Kehidupan

Kita harus yakin bahwa setiap manusia pasti akan mengalami kematian.
Manusia kelak akan dibangkitkan dari alam kubur sesuai dengan amal yang biasa ia lakukan di dunia.

Jika seseorang terbiasa dengan amal baik, maka ia akan dibangkitkan dalam keadaan baik.
Karena itu biasakanlah mengucapkan kalimat-kalimat dzikir, bahkan ketika kita terkejut atau kaget, ucapkan istighfar atau innalilahi.
Jangan sampai yang keluar justru kata-kata yang tidak baik atau tidak sopan.

Memperbanyak Istighfar di Akhir Ramadhan

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, Rasulullah SAW menganjurkan:
Memperbanyak istighfar di akhir bulan Ramadhan.
Istighfar menjadi penutup ibadah kita agar semua amal yang kita lakukan di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT.
Seperti seseorang yang hendak meminta tanda tangan atau stempel dari pimpinan, tentu ia datang dengan kata-kata yang baik dan penuh sopan santun.
Demikian pula kita memohon kepada Allah agar amal kita diterima.

Menghidupkan Malam Hari Raya

Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha dengan dzikir dan ibadah.
Salah satunya dengan membaca takbir:
"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Allahu Akbar walillaahil hamd"

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang menghidupkan malam hari raya dengan ibadah, maka pada hari kiamat hatinya akan dihidupkan oleh Allah SWT.
Sayangnya pada malam hari raya sering kali setan-setan dilepaskan, sehingga banyak manusia sibuk dengan belanja, hiburan, dan hura-hura, hingga lupa berdzikir kepada Allah.
Na'udzubillahi min dzalik.

Amalan Menjelang dan Setelah Shalat Id

Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
- Membaca istighfar 100 kali sebelum shalat Id, agar lembaran catatan dosa kita dibersihkan.
- Setelah shalat Id hingga sebelum dzuhur, dianjurkan membaca
"Subhanallahi wabihamdihi" 300 kali, dengan harapan para ahli kubur yang shalih ikut mendoakan kita.

Penutup

Semoga ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT.
Dan semoga setelah Ramadhan kita tetap istiqamah dalam beribadah, terutama memperbanyak dzikir kepada Allah SWT, sehingga kita termasuk manusia yang dicintai dan dimuliakan oleh Allah SWT.
Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda