18 Maret 2026

Saling Memaafkan

Kuliah Subuh 17-3-2026

Saling Memaafkan
Oleh: Ustadz Sabar Maulana

Alhamdulillah, kita telah memasuki hari ke-27 di bulan Ramadhan. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, diampuni dosa-dosa kita, dan dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar.

Sholawat yang sering kita anggap sederhana, ternyata memiliki kekuatan luar biasa. Di setiap majelis atau jam’iyah, sholawat selalu dilantunkan. Mengapa? Karena sholawat membuat hati tenang, suasana menjadi hidup, dan kita tidak mudah jenuh dalam beribadah.

Renungan Umur Manusia (Filosofi Jawa)

Umur selikur (21): mulai duduk di kursi kehidupan (waktunya bekerja dan berjuang)
Umur selawe (25): mulai memikirkan pasangan (waktunya menikah)
Umur seket (50): mulai melemah (waktunya menjaga kesehatan)
Umur sewidak (60): tanda mendekati akhir kehidupan.

Ini menjadi pengingat bahwa hidup kita sangat singkat. Maka jangan sampai waktu habis hanya untuk dunia.

Lailatul Qadar & Kesibukan Manusia
Sebagian ulama berpendapat, jika awal puasa jatuh pada hari Kamis, maka kemungkinan Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-25. Namun yang terpenting bukan menebak tanggalnya, melainkan menghidupkan seluruh malam di 10 hari terakhir.

Sayangnya, banyak manusia justru sibuk dengan:
- Mudik
- Belanja baju baru
- Persiapan dunia lainnya
Padahal yang utama adalah meningkatkan ibadah.

Makna Fitri yang Sebenarnya

Bukanlah orang yang disebut kembali fitri itu karena memakai baju baru,
tetapi orang yang bertambah ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, bahwa ciri orang bertaqwa adalah:
- Bersedekah dalam keadaan lapang maupun sempit
- Mampu menahan amarah
- Mudah memaafkan kesalahan orang lain

Sedekah Itu Luas, Tidak Hanya Uang.
Sedekah tidak selalu berupa harta. Di antaranya:
- Senyum yang tulus
- Membahagiakan orang lain
- Menahan amarah
- Memaafkan kesalahan orang

Bahkan, ada kisah seorang pemabuk yang gemar bersedekah, dan Allah tetap melihat kebaikan dalam amalnya. Ini menunjukkan bahwa sekecil apapun kebaikan, sangat bernilai di sisi Allah.

Keutamaan Memaafkan

Memaafkan adalah bagian dari sedekah.
Orang yang tidak mau memaafkan, masih membawa dosa dalam hatinya.
Dua orang yang berjabat tangan dan saling memaafkan, maka berguguran dosa-dosanya.

Namun luar biasanya, meminta maaf memiliki pahala yang lebih besar, karena:
- Butuh kerendahan hati
- Mengalahkan ego
- Membersihkan diri dari kesombongan

Kalau kita malu meminta maaf, tanyakan pada diri: Lebih baik malu sesaat, atau menanggung dosa lebih lama?

Cara Meluluhkan Hati Orang

Jika ada orang yang belum mau memaafkan:
- Datangi dengan baik
- Beri hadiah kecil (oleh-oleh)
- Ajak makan bersama
Karena hati manusia bisa luluh dengan kelembutan dan kebaikan.

Pondasi Masuk Surga

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ menjelaskan amalan yang dapat memasukkan seseorang ke surga:

1. Mentauhidkan Allah
Tidak menyekutukan Allah dengan apapun (menjauhi syirik).
Termasuk praktik perdukunan, santet, dan semacamnya adalah dosa besar.

2. Mendirikan Sholat
Sholat wajib 5 waktu tidak boleh ditinggalkan.
Dalam kondisi apapun, selama sadar, tetap wajib sholat.
Amalan pertama yang dihisab di akhirat adalah sholat
Sholat juga menjadi penghapus dosa, diawali dengan wudhu yang membersihkan lahir dan batin.

Penutup

Mari kita jadikan akhir Ramadhan ini sebagai momentum:
- Membersihkan hati
- Memperbanyak ibadah
- Saling memaafkan
Karena bisa jadi, inilah Ramadhan terakhir kita.

Jangan pulang ke hari kemenangan dengan membawa dendam.
Pulanglah dengan hati yang bersih, karena itulah kemenangan yang hakiki.

15 Maret 2026

Manusia Istimewa

Kuliah Subuh 16-3-2026

Manusia Istimewa
Oleh: Ustadz Fadhil

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan sehingga kita masih diberi kesempatan untuk beribadah kepada-Nya.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang manusia yang istimewa di sisi Allah SWT.

Hadits tentang Manusia yang Dicintai Allah
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban, dari sahabat Mu'adz bin Jabal, salah satu sahabat yang sangat cerdas, beliau pernah bertanya kepada Rasulullah SAW sebelum berpisah:
"Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT."

Sahabat lain, yaitu Ali bin Abi Thalib, juga pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:
"Siapakah manusia yang paling mulia?"
Rasulullah SAW menjawab:
"Manusia yang paling mulia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya."
Artinya, semakin panjang umur seseorang seharusnya semakin banyak pula amal kebaikan yang ia lakukan.

Karena itu jangan sampai ketika kita meninggal dunia yang tersisa hanya tulisan nama di batu nisan, tetapi tidak meninggalkan amal kebaikan.

Lisan yang Basah dengan Dzikir

Rasulullah SAW juga bersabda:
"Hendaklah lisannya senantiasa basah dengan dzikir kepada Allah."
Dari hadits ini kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

Jika seseorang banyak berdzikir, maka ia termasuk manusia yang dicintai oleh Allah SWT, dan orang yang dicintai Allah adalah manusia yang istimewa dan memiliki derajat tinggi di sisi-Nya.

Contoh dzikir yang dapat kita baca antara lain:
- Astaghfirullah
- Laa haula wa laa quwwata illa billah
- Subhanallah
- Alhamdulillah
- Allahu Akbar
- dan sebagainya 

Kisah Nabi Musa A.S.

Dalam sebuah hadits qudsi diceritakan tentang Nabi Musa AS, yang dikenal sebagai Kalimullah, yaitu nabi yang diajak berbicara langsung oleh Allah SWT.
Ketika Nabi Musa naik ke Bukit Thur (Tursina) untuk bermunajat kepada Allah, beliau bertanya:
"Wahai Allah, siapakah hamba-Mu yang paling Engkau cintai?"
Allah SWT menjawab:
"Jika engkau melihat hamba-Ku yang sedang berdzikir kepada-Ku, maka dialah yang Aku cintai. Dan jika ia tidak berdzikir kepada-Ku, maka ia termasuk orang yang Aku benci."

Artinya, ketika kita sedang berdzikir kepada Allah SWT, pada saat itu pula kita sedang mendapatkan cinta dari Allah SWT.

Hikmah Banyaknya Bacaan Dzikir

Mengapa dzikir dalam Islam banyak sekali bentuknya?
Karena Allah dan Rasul-Nya tidak ingin kita bosan dalam berdzikir.
Sebagaimana dalam shalat terdapat berbagai gerakan:
- Takbir
- Ruku
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- dan lain-lain 

Semua itu agar manusia tidak merasa jenuh dalam beribadah.
Demikian juga dzikir memiliki berbagai jumlah:
- 3 kali
- 33 kali
- 100 kali
- dan sebagainya 
Masing-masing memiliki fadhilah dan keutamaan tersendiri.

Keutamaan Orang yang Banyak Berdzikir

Dalam kisah Isra Mi'raj, Rasulullah SAW diperlihatkan berbagai kejadian pada hari kiamat, yang merupakan masa yang sangat berat bagi manusia.
Namun Rasulullah melihat ada orang yang dipayungi dan dikawal oleh para malaikat.
Ketika Rasulullah bertanya kepada Malaikat Jibril, beliau menjawab:
"Itu adalah salah satu dari umatmu wahai Rasulullah, yang semasa hidupnya lisannya selalu basah dengan dzikir kepada Allah SWT."

Dalam riwayat lain diceritakan bahwa Rasulullah pernah melihat seorang sahabat yang dikerumuni oleh setan-setan.
Namun tiba-tiba muncul cahaya yang melindunginya, sehingga setan-setan itu menjauh.
Ternyata cahaya itu berasal dari dzikir yang selalu ia ucapkan kepada Allah SWT.

Kebiasaan Baik yang Menentukan Akhir Kehidupan

Kita harus yakin bahwa setiap manusia pasti akan mengalami kematian.
Manusia kelak akan dibangkitkan dari alam kubur sesuai dengan amal yang biasa ia lakukan di dunia.

Jika seseorang terbiasa dengan amal baik, maka ia akan dibangkitkan dalam keadaan baik.
Karena itu biasakanlah mengucapkan kalimat-kalimat dzikir, bahkan ketika kita terkejut atau kaget, ucapkan istighfar atau innalilahi.
Jangan sampai yang keluar justru kata-kata yang tidak baik atau tidak sopan.

Memperbanyak Istighfar di Akhir Ramadhan

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, Rasulullah SAW menganjurkan:
Memperbanyak istighfar di akhir bulan Ramadhan.
Istighfar menjadi penutup ibadah kita agar semua amal yang kita lakukan di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT.
Seperti seseorang yang hendak meminta tanda tangan atau stempel dari pimpinan, tentu ia datang dengan kata-kata yang baik dan penuh sopan santun.
Demikian pula kita memohon kepada Allah agar amal kita diterima.

Menghidupkan Malam Hari Raya

Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha dengan dzikir dan ibadah.
Salah satunya dengan membaca takbir:
"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Allahu Akbar walillaahil hamd"

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang menghidupkan malam hari raya dengan ibadah, maka pada hari kiamat hatinya akan dihidupkan oleh Allah SWT.
Sayangnya pada malam hari raya sering kali setan-setan dilepaskan, sehingga banyak manusia sibuk dengan belanja, hiburan, dan hura-hura, hingga lupa berdzikir kepada Allah.
Na'udzubillahi min dzalik.

Amalan Menjelang dan Setelah Shalat Id

Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
- Membaca istighfar 100 kali sebelum shalat Id, agar lembaran catatan dosa kita dibersihkan.
- Setelah shalat Id hingga sebelum dzuhur, dianjurkan membaca
"Subhanallahi wabihamdihi" 300 kali, dengan harapan para ahli kubur yang shalih ikut mendoakan kita.

Penutup

Semoga ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT.
Dan semoga setelah Ramadhan kita tetap istiqamah dalam beribadah, terutama memperbanyak dzikir kepada Allah SWT, sehingga kita termasuk manusia yang dicintai dan dimuliakan oleh Allah SWT.
Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

14 Maret 2026

Golongan yang Diharamkan Api Neraka


Kuliah Subuh 15-3-2026

Golongan yang Diharamkan dari Api Neraka
Oleh: Ustadz Mukhlisin

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan kesehatan, sehingga kita masih diberi kesempatan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan hingga hari yang ke-25 ini.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat kelak. Aamiin.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Tidak terasa kita sudah memasuki hari-hari terakhir di bulan Ramadhan. Banyak orang yang berpuasa, tetapi belum tentu semuanya mendapatkan pahala puasa secara sempurna. Rasulullah SAW bersabda bahwa ada orang yang berpuasa, namun yang ia dapatkan hanyalah lapar dan dahaga.

Oleh karena itu, dalam menjalankan puasa kita harus berhati-hati. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan yang sia-sia, perbuatan yang tidak baik, serta menjaga hati dan lisan.

Selain itu, tujuan besar kita di bulan Ramadhan adalah mencari dan meraih malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, semangat ibadah seharusnya semakin meningkat, bukan justru semakin melemah. Kita perbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, dan bersedekah.

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa pada hari-hari terakhir Ramadhan ada hamba-hamba Allah yang dibebaskan dari api neraka, yaitu mereka yang bersungguh-sungguh dalam ibadahnya.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa api neraka diharamkan bagi beberapa golongan manusia, di antaranya:

1. Hayyin
Yaitu orang yang memiliki ketenangan dalam dirinya. Ia bersikap tenang, tidak mudah marah, tidak keras dalam bersikap, dan memiliki ketentraman lahir maupun batin. Hatinya lembut, jiwanya tenang, dan sikapnya tidak menyakiti orang lain.

2. Layyin
Yaitu orang yang lemah lembut dan rendah hati (tawadhu’). Ia tidak sombong, tidak merasa paling benar, dan selalu menghormati orang lain. Orang yang layyin biasanya mudah memaafkan, tidak kasar dalam berbicara, dan selalu berusaha menjaga perasaan orang lain.

3. Orang yang mudah memberi kemudahan kepada orang lain
Orang yang suka membantu, memberi solusi, dan tidak mempersulit urusan orang lain. Ia senang menolong, meringankan beban orang lain, serta membawa manfaat bagi sesama.

4. Orang yang dekat dengan masyarakat
Yaitu orang yang tidak hidup secara eksklusif atau menjauh dari lingkungan. Ia mudah bergaul, peduli terhadap sesama, serta hadir di tengah masyarakat untuk memberi kebaikan dan manfaat.

Orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut, ditambah dengan keimanan yang kuat dan kesungguhan dalam beribadah, termasuk golongan yang diharamkan dari api neraka.

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Menjelang hari raya Idul Fitri, kita juga memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah sebaiknya diberikan dengan makanan pokok yang baik, misalnya beras yang layak dan berkualitas. Orang tua juga wajib mengeluarkan zakat untuk anak-anaknya yang belum mampu atau belum menikah.

Ketika Ramadhan hampir berakhir, seharusnya hati seorang mukmin merasa sedih, karena akan berpisah dengan bulan yang penuh rahmat, penuh ampunan, dan penuh pahala yang dilipatgandakan. Kita tidak tahu apakah tahun depan kita masih bisa bertemu dengan Ramadhan lagi atau tidak.

Maka dari itu, mari kita manfaatkan sisa hari-hari Ramadhan ini dengan memperbanyak amal ibadah, memperbaiki diri, serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Akhirnya, saya juga memohon maaf apabila selama menyampaikan kajian ini terdapat kata-kata yang kurang berkenan. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, menerima amal ibadah kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka.
Wallāhu a’lam bish-shawāb.
Semoga bermanfaat.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Kuliah Subuh 21 Februari 2026

Keutamaan Bulan Ramadhan
Oleh: Ustadz Nuha

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga kita masih dapat dipertemukan dengan bulan yang penuh kemuliaan, yaitu bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan adalah pemimpin dari seluruh bulan, karena pada bulan inilah diturunkan Al-Qur’an, kitab suci yang menjadi petunjuk bagi umat manusia. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang merupakan pemimpin para nabi, dan pertama kali diturunkan di kota Mekkah, kota yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Keutamaan bulan Ramadhan sangat besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang meninggalkan puasa Ramadhan tanpa udzur syar’i, maka ia berdosa besar. Bahkan disebutkan bahwa jika seseorang tidak berpuasa tanpa alasan yang dibenarkan, maka ia tidak akan mampu mengganti keutamaannya walaupun berpuasa sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, setiap muslim yang memenuhi syarat wajib menjalankan puasa Ramadhan.

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT berfirman bahwa setiap amal kebaikan manusia akan dilipatgandakan pahalanya, bahkan bisa mencapai tujuh ratus kali lipat. Hal ini menunjukkan betapa besar rahmat dan karunia Allah SWT kepada hamba-Nya yang beribadah di bulan Ramadhan.

Karena itu, kita harus menyambut bulan Ramadhan dengan perasaan gembira dan penuh syukur. Bahkan disebutkan bahwa umat-umat terdahulu banyak yang iri kepada umat Nabi Muhammad SAW, karena mereka tidak mendapatkan keutamaan bulan Ramadhan sebagaimana yang kita rasakan sekarang.

Rasulullah SAW juga bersabda bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Hal ini menunjukkan betapa mulianya orang yang berpuasa di sisi Allah SWT.

Pada bulan Ramadhan terjadi banyak keistimewaan, di antaranya:
- Setan-setan dibelenggu
- Pintu-pintu neraka ditutup
- Pintu-pintu surga dibuka lebar

Kata Ramadhan sendiri bermakna pembakaran, yaitu pembakaran dosa-dosa manusia yang bertaubat dan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

Di bulan Ramadhan, berbagai amalan kecil pun menjadi sangat bernilai. Orang yang memperbanyak dzikir kepada Allah akan diampuni dosa-dosanya. Bahkan disebutkan bahwa tidurnya orang yang berpuasa bernilai ibadah, meskipun memperbanyak tidur tanpa tujuan ibadah tetap dimakruhkan.

Diamnya orang yang berpuasa dari perkataan yang sia-sia juga dinilai sebagai tasbih kepada Allah SWT. Selain itu, doa orang yang berpuasa adalah doa yang mustajab, yang akan dikabulkan oleh Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat.

Bulan Ramadhan juga memiliki sejarah yang sangat agung, karena pada bulan ini Allah SWT menurunkan kitab-kitab kepada para nabi-Nya. Oleh sebab itu, umat Islam diwajibkan menjalankan puasa pada bulan yang penuh keberkahan ini.

Ramadhan juga dikenal sebagai bulan kesabaran. Orang yang berpuasa harus mampu menahan lapar, dahaga, serta menahan emosi dan hawa nafsu. Balasan bagi orang yang sabar adalah surga yang telah Allah siapkan.

Selain itu, Ramadhan adalah bulan kepedulian dan saling membantu. Pada bulan ini Allah menambahkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan:
- ampunan dosa
- dibebaskan dari api neraka
- mendapatkan pahala yang sama seperti orang yang berpuasa tersebut.

Bahkan meskipun hanya memberikan sebutir kurma atau seteguk air, Allah tetap memberikan pahala yang besar kepada orang yang berbagi.

Karena itu, berbagi takjil atau makanan berbuka puasa merupakan amalan yang sangat dianjurkan, karena dapat menjadi sebab seseorang dibebaskan dari api neraka.

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa bulan Ramadhan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
- Sepuluh hari pertama adalah rahmat dari Allah SWT
- Sepuluh hari kedua adalah ampunan (maghfirah)
- Sepuluh hari terakhir adalah pembebasan dari api neraka

Dalam sebuah nasihatnya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak empat perkara di bulan Ramadhan, yaitu dua perkara untuk mencari ridha Allah dan dua perkara untuk memenuhi kebutuhan kita sebagai hamba.

Dua perkara untuk mencari ridha Allah:
1. Mentauhidkan Allah (memperbanyak kalimat Laa ilaaha illallah)
2. Memohon ampun kepada Allah (istighfar)
Dua perkara untuk kebutuhan kita: 
1. Memohon kepada Allah agar dimasukkan ke dalam surga
2. Memohon perlindungan dari siksa api neraka

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa keadaan orang yang berpuasa, seperti bibir yang kering karena menahan lapar dan dahaga, akan menjadi saksi di akhirat kelak, bahkan akan bercahaya seperti lampu yang menerangi sekitarnya.

Oleh karena itu, marilah kita memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, memperbanyak ibadah, memperbanyak sedekah, memperbanyak dzikir, serta menjaga akhlak dan kesabaran. 

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka di bulan yang penuh berkah ini.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.