Saling Memaafkan
Oleh: Ustadz Sabar Maulana
Alhamdulillah, kita telah memasuki hari ke-27 di bulan Ramadhan. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, diampuni dosa-dosa kita, dan dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar.
Sholawat yang sering kita anggap sederhana, ternyata memiliki kekuatan luar biasa. Di setiap majelis atau jam’iyah, sholawat selalu dilantunkan. Mengapa? Karena sholawat membuat hati tenang, suasana menjadi hidup, dan kita tidak mudah jenuh dalam beribadah.
Renungan Umur Manusia (Filosofi Jawa)
Umur selikur (21): mulai duduk di kursi kehidupan (waktunya bekerja dan berjuang)
Umur selawe (25): mulai memikirkan pasangan (waktunya menikah)
Umur seket (50): mulai melemah (waktunya menjaga kesehatan)
Umur sewidak (60): tanda mendekati akhir kehidupan.
Ini menjadi pengingat bahwa hidup kita sangat singkat. Maka jangan sampai waktu habis hanya untuk dunia.
Lailatul Qadar & Kesibukan Manusia
Sebagian ulama berpendapat, jika awal puasa jatuh pada hari Kamis, maka kemungkinan Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-25. Namun yang terpenting bukan menebak tanggalnya, melainkan menghidupkan seluruh malam di 10 hari terakhir.
Sayangnya, banyak manusia justru sibuk dengan:
- Mudik
- Belanja baju baru
- Persiapan dunia lainnya
Padahal yang utama adalah meningkatkan ibadah.
Makna Fitri yang Sebenarnya
Bukanlah orang yang disebut kembali fitri itu karena memakai baju baru,
tetapi orang yang bertambah ketaqwaannya kepada Allah SWT.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an, bahwa ciri orang bertaqwa adalah:
- Bersedekah dalam keadaan lapang maupun sempit
- Mampu menahan amarah
- Mudah memaafkan kesalahan orang lain
Sedekah Itu Luas, Tidak Hanya Uang.
Sedekah tidak selalu berupa harta. Di antaranya:
- Senyum yang tulus
- Membahagiakan orang lain
- Menahan amarah
- Memaafkan kesalahan orang
Bahkan, ada kisah seorang pemabuk yang gemar bersedekah, dan Allah tetap melihat kebaikan dalam amalnya. Ini menunjukkan bahwa sekecil apapun kebaikan, sangat bernilai di sisi Allah.
Keutamaan Memaafkan
Memaafkan adalah bagian dari sedekah.
Orang yang tidak mau memaafkan, masih membawa dosa dalam hatinya.
Dua orang yang berjabat tangan dan saling memaafkan, maka berguguran dosa-dosanya.
Namun luar biasanya, meminta maaf memiliki pahala yang lebih besar, karena:
- Butuh kerendahan hati
- Mengalahkan ego
- Membersihkan diri dari kesombongan
Kalau kita malu meminta maaf, tanyakan pada diri: Lebih baik malu sesaat, atau menanggung dosa lebih lama?
Cara Meluluhkan Hati Orang
Jika ada orang yang belum mau memaafkan:
- Datangi dengan baik
- Beri hadiah kecil (oleh-oleh)
- Ajak makan bersama
Karena hati manusia bisa luluh dengan kelembutan dan kebaikan.
Pondasi Masuk Surga
Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ menjelaskan amalan yang dapat memasukkan seseorang ke surga:
1. Mentauhidkan Allah
Tidak menyekutukan Allah dengan apapun (menjauhi syirik).
Termasuk praktik perdukunan, santet, dan semacamnya adalah dosa besar.
2. Mendirikan Sholat
Sholat wajib 5 waktu tidak boleh ditinggalkan.
Dalam kondisi apapun, selama sadar, tetap wajib sholat.
Amalan pertama yang dihisab di akhirat adalah sholat
Sholat juga menjadi penghapus dosa, diawali dengan wudhu yang membersihkan lahir dan batin.
Penutup
Mari kita jadikan akhir Ramadhan ini sebagai momentum:
- Membersihkan hati
- Memperbanyak ibadah
- Saling memaafkan
Karena bisa jadi, inilah Ramadhan terakhir kita.
Jangan pulang ke hari kemenangan dengan membawa dendam.
Pulanglah dengan hati yang bersih, karena itulah kemenangan yang hakiki.