25 Februari 2026

Waktu yang Berfaidah

Kuliah Subuh 26-2-2026

Waktu yang berfaidah
Oleh: Ustadz Nahar Bustanul Arifin 

Semoga di hari kedelapan di bulan Ramadhan ini kita tetap bisa menjalankan ibadah puasa.

Baca sholawat Mawaddah

Nabi Saw memerintahkan kita untuk meninggalkan sesuatu yang meragukan.
Dalam kehidupan ini kita selalu menghadapi berbagai pilihan, harus dilakukan atau tidak.

Di HP banyak grup, banyak yang nge-share info musibah, ini benar atau tidak, agar jangan dishare. Benar atau tidaknya informasi, jangan langsung dishare.
Informasi Indomaret Gift, Alfamart Gift, lalu isi formulir sampai akhirnya tertipu.
Info SMS berhadiah juga jangan sampai tertipu. Yang main HP, hati-hati, jangan nge-share informasi yang belum tentu benarnya, sebab bisa jadi itu berita hoax.

Terkait dengan makanan, jika meragukan, itu termasuk subhat.
Jika jalan-jalan melihat mangga jatuh, atau nemu mangga seplastik lalu dimakan, itu jadi subhat.

Ketika dalam hal subhat, jika kita hati-hati, itu namanya "waro", orangnya namanya "wira'i". Ada 2 sifat waro:

1. Wira'i tingkat dasar, yaitu menghindari sesuatu yang haram. Contoh: seorang perempuan hamil yang sedang ngidam mangga, melihat mangga tetangga 

2. Wira'i Sholihin, atau wira'i-nya orang sholeh, yaitu: menghindari hal-hal yang subhat. Contoh: ada pedagang kain (Hasan Bisri) yang mau kulakan kain di pasar, lalu dengar berita harga kain naik, datang ke pasar, lalu nanya ke penjual, dan di nota harganya tetap, tidak naik, lalu Hasan Bisri menanyakan harganya benar apa tidak. Penjual mengikhlaskan, tapi Hasan Bisri tidak mau, karena takut itu subhat.

3. Waro'ul Muttaqin: waro'nya orang bertaqwa, yaitu menghindari hal-hal yang halal tapi jadi mudhorot dan membuat hatinya hasad.
Contoh, orang yang tidak mau membuka status WA karena takut hatinya sakit/iri.
Contoh lagi, ibu2 belanja sayur sambil ghibah, kita menghindari ngumpul karena takut ikutan ngerumpi.

4. Waro'ush shiddiqin: waro'nya orang yang menghindari hal-hal yang sia-sia dengan tujuan lillahi ta'ala.

Hadits: Sebagian kebaikan seorang muslim adalah salah satunya menghindari hal-hal yang tidak ada faidahnya.

Sifat kehidupan di dunia itu bosan dan lelah.
Piknik terus juga bosan dan lelah. 
Makan enak terus juga bosan.
Main HP terus juga lama-lama bosan dan lelah, yang akhirnya jadi tidak sehat.
Tidur terus juga bosan dan lelah.
Sholat terus juga bosan dan lelah.
Nikmatnya sholat terus jika ada jeda, misal dari dhuhur jeda asar, dari magrib jeda isya.

Membaca Al-Qur'an lebih berfaidah daripada nonton TV terus atau dijeda dengan sholat Dhuha. Karena itu jangan melakukan sesuatu yang berlebih-lebihan, karena ujung-ujungnya bosan dan lelah.

Ada kisah sahabat (Ibnul hakim) yang lebih suka makan roti dicemplungin ke air biar menelannya cepat (menghargai waktu).

Imam Nawawi, menghadiri majlis ta'lim sehari full sampai 12 majlis ta'lim.

Imam Ath-Thobari sehari menulis kitab tafsir sehari berlembar-lembar, menggunakan waktu sebaik mungkin. 

Kualitas penggunaan waktu para ulama benar-benar luar biasa, berbeda sekali dengan orang-orang di zaman sekarang.

Berislam Secara Kaffah

Kuliah Subuh 25-2-2026

Berislam secara kaffah 
Oleh: Ustadz Subhan 

QS. Al-Baqarah ayat 208: masuklah ke dalam Islam secara total (kaffah).
Tidak dibatasi waktu dan tempat, harus taqwa kepada Allah SWT.

Takutlah kepada Allah dimanapun kamu berada.
Tidak hanya di masjid, tapi ketika di pasar, di kantor, di sawah, atau dimanapun harus berislam secara kaffah.

Kita taat, taqwa, iman, jangan pilih2 waktu atau musiman, sebab kita tidak bebas dari pengawasan Allah. Meskipun kita tinggal di rumah suwung, Allah tetap bisa mengawasi.

Jujur atau tidak, orang lain tidak tahu, tapi Allah Maha Tahu.
Pintu surga untuk orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan bernama Ar-Royyan.

Dalam menjalankan ibadah atau ajaran Islam jangan sebagian2, tapi menyeluruh (kaffah/total).

Jika sholatnya tidak diaplikasikan dalam kehidupan, berarti menjalankan Islamnya belum kaffah.

Manfaatkan bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya.

Amalan muta'addi: amal yang manfaatnya untuk orang lain. Seperti amal orang yang mewakafkan tanahnya untuk kepentingan umat, seperti pembangunan masjid.

Kaum Anshor, kaum Muhajirin, kaum Nasrani, dan kaum Yahudi berkumpul jadi satu, dan ada warga yang memiliki sumur dengan air melimpah, yaitu sahabat Utsman.. Ketika musim kemarau, air sumur tersebut dapat digunakan oleh banyak orang hingga kini.

Birrul Walidain

Kuliah Subuh 24-2-2026

Birrul Walidain Walidain 
Oleh: Ustadz Sabar Maulana 

Memasuki puasa di hari ke-enam, kita akan belajar tentang birrul walidain.
Birrul walidain itu berbakti kepada orang tua.

Seluruh dosa bisa diampuni, kecuali syirik (menyembah selain Allah).
Beriman kepada Allah harus berbakti kepada orang tua, sebab ridhonya Allah tergantung pada ridho orang tua.

Kisah: seorang pemuda penggembala kambing yang berpenampilan buruk dan dijauhi masyarakat, namun mendapat tempat di langit karena berbakti kepada orang tua.

Amalan yang disukai oleh Allah:
1. Sholat tepat waktu 
2. Berbuat baik pada orang tua 

Hadits: orang pertama yang harus kita hormati adalah ibumu, lalu ayahmu.

Sebagus-bagusnya birrul walidain yaitu menyambung silaturrahim keluarga atau teman-teman orang tua yang sudah meninggal, dengan cara: 
1. Mendoakannya 
2. Meminta maaf 
3. Menjalankan wasiat orang tua 
Meninggalkan sholat 3x berturut-turut akan..
4. Memuliakan teman-teman orang tua 

Keistimewaan Hadir di Majlis Ta'lim

Kuliah Subuh 23-2-2026

Keistimewaan Hadir di Majlis Ta'lim
Oleh: Ustadz Fadhil

Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT.
Semoga kita diberi kesehatan selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.


Selama di bulan Ramadhan, kita harus banyak bersyukur, sebab bisa menjalankan puasa di bulan Ramadhan.
Ramadhan itu bulan panen kaum muslimin.


Jika menanam tanaman setahun kemudian panennya sedikit itu rugi.
Sesungguhnya amal ibadah manusia di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan menjadi 10x lipat hingga 700x lipat.
Karena itu kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan kebaikan di bulan Ramadhan.


Hadir di majlis ta'lim juga termasuk ibadah yang pasti diterima oleh Allah SWT.


Ada 2 keistimewaan jika hadir di majlis ta'lim:
1. Diampuni segala dosanya, kecuali dosa2 besar.
2. Memiliki Fadhilah yang utama melebihi melakukan sholat 1000 rakaat.


QS. Almujadalah: 11 => orang-orang berilmu akan ditingkatkan derajatnya oleh Allah SWT, akan dimudahkan jalannya menuju surganya Allah.


Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi kaum muslimin. Jika ingin dunia, harus ada ilmunya, dan jika ingin akhirat juga harus ada ilmunya.


Yang pertama kali diajarkan pada mu'alaf juga ilmu, seperti ilmu cara sholat.
Orang yang bersalaman akan diampuni dosanya, di telapak tangannya ada urat kasih sayang.

 
Ta'lim atau tausiyah di medsos kita hanya mendapatkan ilmunya, tapi tidak mendapatkan fadhilah (keistimewaan) sebagai di majlis ta'lim.
Hadir di majlis ta'lim seperti sedang berjihad di jalan Allah SWT.