14 Maret 2026

Golongan yang Diharamkan Api Neraka


Kuliah Subuh 15-3-2026

Golongan yang Diharamkan dari Api Neraka
Oleh: Ustadz Mukhlisin

Alhamdulillฤh, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan kesehatan, sehingga kita masih diberi kesempatan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan hingga hari yang ke-25 ini.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat kelak. Aamiin.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Tidak terasa kita sudah memasuki hari-hari terakhir di bulan Ramadhan. Banyak orang yang berpuasa, tetapi belum tentu semuanya mendapatkan pahala puasa secara sempurna. Rasulullah SAW bersabda bahwa ada orang yang berpuasa, namun yang ia dapatkan hanyalah lapar dan dahaga.

Oleh karena itu, dalam menjalankan puasa kita harus berhati-hati. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan yang sia-sia, perbuatan yang tidak baik, serta menjaga hati dan lisan.

Selain itu, tujuan besar kita di bulan Ramadhan adalah mencari dan meraih malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, semangat ibadah seharusnya semakin meningkat, bukan justru semakin melemah. Kita perbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, dan bersedekah.

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa pada hari-hari terakhir Ramadhan ada hamba-hamba Allah yang dibebaskan dari api neraka, yaitu mereka yang bersungguh-sungguh dalam ibadahnya.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa api neraka diharamkan bagi beberapa golongan manusia, di antaranya:

1. Hayyin
Yaitu orang yang memiliki ketenangan dalam dirinya. Ia bersikap tenang, tidak mudah marah, tidak keras dalam bersikap, dan memiliki ketentraman lahir maupun batin. Hatinya lembut, jiwanya tenang, dan sikapnya tidak menyakiti orang lain.

2. Layyin
Yaitu orang yang lemah lembut dan rendah hati (tawadhu’). Ia tidak sombong, tidak merasa paling benar, dan selalu menghormati orang lain. Orang yang layyin biasanya mudah memaafkan, tidak kasar dalam berbicara, dan selalu berusaha menjaga perasaan orang lain.

3. Orang yang mudah memberi kemudahan kepada orang lain
Orang yang suka membantu, memberi solusi, dan tidak mempersulit urusan orang lain. Ia senang menolong, meringankan beban orang lain, serta membawa manfaat bagi sesama.

4. Orang yang dekat dengan masyarakat
Yaitu orang yang tidak hidup secara eksklusif atau menjauh dari lingkungan. Ia mudah bergaul, peduli terhadap sesama, serta hadir di tengah masyarakat untuk memberi kebaikan dan manfaat.

Orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut, ditambah dengan keimanan yang kuat dan kesungguhan dalam beribadah, termasuk golongan yang diharamkan dari api neraka.

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Menjelang hari raya Idul Fitri, kita juga memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah sebaiknya diberikan dengan makanan pokok yang baik, misalnya beras yang layak dan berkualitas. Orang tua juga wajib mengeluarkan zakat untuk anak-anaknya yang belum mampu atau belum menikah.

Ketika Ramadhan hampir berakhir, seharusnya hati seorang mukmin merasa sedih, karena akan berpisah dengan bulan yang penuh rahmat, penuh ampunan, dan penuh pahala yang dilipatgandakan. Kita tidak tahu apakah tahun depan kita masih bisa bertemu dengan Ramadhan lagi atau tidak.

Maka dari itu, mari kita manfaatkan sisa hari-hari Ramadhan ini dengan memperbanyak amal ibadah, memperbaiki diri, serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Akhirnya, saya juga memohon maaf apabila selama menyampaikan kajian ini terdapat kata-kata yang kurang berkenan. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, menerima amal ibadah kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka.
Wallฤhu a’lam bish-shawฤb.
Semoga bermanfaat.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Kuliah Subuh 21 Februari 2026

Keutamaan Bulan Ramadhan
Oleh: Ustadz Nuha

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga kita masih dapat dipertemukan dengan bulan yang penuh kemuliaan, yaitu bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan adalah pemimpin dari seluruh bulan, karena pada bulan inilah diturunkan Al-Qur’an, kitab suci yang menjadi petunjuk bagi umat manusia. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang merupakan pemimpin para nabi, dan pertama kali diturunkan di kota Mekkah, kota yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Keutamaan bulan Ramadhan sangat besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang meninggalkan puasa Ramadhan tanpa udzur syar’i, maka ia berdosa besar. Bahkan disebutkan bahwa jika seseorang tidak berpuasa tanpa alasan yang dibenarkan, maka ia tidak akan mampu mengganti keutamaannya walaupun berpuasa sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, setiap muslim yang memenuhi syarat wajib menjalankan puasa Ramadhan.

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT berfirman bahwa setiap amal kebaikan manusia akan dilipatgandakan pahalanya, bahkan bisa mencapai tujuh ratus kali lipat. Hal ini menunjukkan betapa besar rahmat dan karunia Allah SWT kepada hamba-Nya yang beribadah di bulan Ramadhan.

Karena itu, kita harus menyambut bulan Ramadhan dengan perasaan gembira dan penuh syukur. Bahkan disebutkan bahwa umat-umat terdahulu banyak yang iri kepada umat Nabi Muhammad SAW, karena mereka tidak mendapatkan keutamaan bulan Ramadhan sebagaimana yang kita rasakan sekarang.

Rasulullah SAW juga bersabda bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Hal ini menunjukkan betapa mulianya orang yang berpuasa di sisi Allah SWT.

Pada bulan Ramadhan terjadi banyak keistimewaan, di antaranya:
- Setan-setan dibelenggu
- Pintu-pintu neraka ditutup
- Pintu-pintu surga dibuka lebar

Kata Ramadhan sendiri bermakna pembakaran, yaitu pembakaran dosa-dosa manusia yang bertaubat dan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

Di bulan Ramadhan, berbagai amalan kecil pun menjadi sangat bernilai. Orang yang memperbanyak dzikir kepada Allah akan diampuni dosa-dosanya. Bahkan disebutkan bahwa tidurnya orang yang berpuasa bernilai ibadah, meskipun memperbanyak tidur tanpa tujuan ibadah tetap dimakruhkan.

Diamnya orang yang berpuasa dari perkataan yang sia-sia juga dinilai sebagai tasbih kepada Allah SWT. Selain itu, doa orang yang berpuasa adalah doa yang mustajab, yang akan dikabulkan oleh Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat.

Bulan Ramadhan juga memiliki sejarah yang sangat agung, karena pada bulan ini Allah SWT menurunkan kitab-kitab kepada para nabi-Nya. Oleh sebab itu, umat Islam diwajibkan menjalankan puasa pada bulan yang penuh keberkahan ini.

Ramadhan juga dikenal sebagai bulan kesabaran. Orang yang berpuasa harus mampu menahan lapar, dahaga, serta menahan emosi dan hawa nafsu. Balasan bagi orang yang sabar adalah surga yang telah Allah siapkan.

Selain itu, Ramadhan adalah bulan kepedulian dan saling membantu. Pada bulan ini Allah menambahkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan:
- ampunan dosa
- dibebaskan dari api neraka
- mendapatkan pahala yang sama seperti orang yang berpuasa tersebut.

Bahkan meskipun hanya memberikan sebutir kurma atau seteguk air, Allah tetap memberikan pahala yang besar kepada orang yang berbagi.

Karena itu, berbagi takjil atau makanan berbuka puasa merupakan amalan yang sangat dianjurkan, karena dapat menjadi sebab seseorang dibebaskan dari api neraka.

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa bulan Ramadhan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
- Sepuluh hari pertama adalah rahmat dari Allah SWT
- Sepuluh hari kedua adalah ampunan (maghfirah)
- Sepuluh hari terakhir adalah pembebasan dari api neraka

Dalam sebuah nasihatnya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak empat perkara di bulan Ramadhan, yaitu dua perkara untuk mencari ridha Allah dan dua perkara untuk memenuhi kebutuhan kita sebagai hamba.

Dua perkara untuk mencari ridha Allah:
1. Mentauhidkan Allah (memperbanyak kalimat Laa ilaaha illallah)
2. Memohon ampun kepada Allah (istighfar)
Dua perkara untuk kebutuhan kita: 
1. Memohon kepada Allah agar dimasukkan ke dalam surga
2. Memohon perlindungan dari siksa api neraka

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa keadaan orang yang berpuasa, seperti bibir yang kering karena menahan lapar dan dahaga, akan menjadi saksi di akhirat kelak, bahkan akan bercahaya seperti lampu yang menerangi sekitarnya.

Oleh karena itu, marilah kita memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, memperbanyak ibadah, memperbanyak sedekah, memperbanyak dzikir, serta menjaga akhlak dan kesabaran. 

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka di bulan yang penuh berkah ini.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

13 Maret 2026

Silaturrahim

Kuliah Subuh 14-3-2026

Silaturrahim
Oleh: Ustadz Nuha Muvid

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan. Dengan nikmat tersebut kita masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Semoga setiap amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan kita semua mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW di hari kiamat kelak. Aamiin.

Kita juga patut bersyukur karena dapat beribadah di negeri yang aman, nyaman, dan tenteram. Sementara di beberapa negara lain masih terjadi peperangan dan berbagai kesulitan. Oleh karena itu, kesempatan beribadah ini harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Tidak terasa kita telah memasuki hari ke-25 bulan Ramadhan. Semakin mendekati akhir Ramadhan, seharusnya kita semakin meningkatkan ibadah, bukan justru sibuk mempersiapkan hari raya semata. Pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah dan mencari Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Para ulama tidak dapat memastikan secara pasti kapan datangnya Lailatul Qadar. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Memuliakan Tamu dan Menyambung Silaturrahim

Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.”

Memuliakan tamu adalah bagian dari tanda keimanan kepada Allah SWT. Jika ada tamu yang datang dan mengetuk pintu rumah kita, maka hendaknya kita segera membukakan pintu dan menyambutnya dengan baik. Jangan sampai kita menunda-nunda atau bahkan enggan menerima tamu.

Rasulullah juga bersabda bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya menyambung tali persaudaraan (silaturrahim) dan tidak memutuskannya.
Jika hubungan persaudaraan sudah terputus, maka kita diperintahkan untuk menyambungnya kembali. Sedangkan jika hubungan tersebut masih baik, maka jangan sampai kita melakukan sesuatu yang dapat merusaknya.

Amalan yang Dicintai dan Dibenci Allah

Ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah SAW:
“Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?”
Rasulullah menjawab:
“Beriman kepada Allah.”
Sahabat itu bertanya lagi, “Lalu apa lagi wahai Rasulullah?”
Rasulullah menjawab:
“Menyambung silaturrahim.”
Kemudian sahabat tersebut bertanya lagi:
“Amalan apa yang paling dibenci oleh Allah?”
Rasulullah menjawab:
1. Menyekutukan Allah (syirik), yaitu menggantungkan hidup kepada selain Allah.
2. Memutuskan tali silaturrahim.
3. Meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar.

Dari hadits ini kita memahami bahwa memutuskan silaturrahim termasuk dosa besar, bahkan menjadi perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah setelah syirik.
Selain itu, kezaliman dan memutuskan silaturrahim termasuk dosa yang cepat mendapatkan balasan di dunia.

Wasiat Rasulullah kepada Abu Dzar
Sayyidina Abu Dzar RA pernah meminta nasihat kepada Rasulullah SAW. Rasulullah kemudian memberikan beberapa wasiat penting, di antaranya:
1. Dalam urusan dunia, lihatlah orang yang berada di bawah kita agar kita menjadi orang yang bersyukur.
Sedangkan dalam urusan ibadah, lihatlah orang yang lebih baik agar kita termotivasi untuk memperbaiki diri.
2. Mencintai dan dekat dengan orang-orang miskin, sehingga kita memiliki rasa empati kepada mereka.
3. Menyambung hubungan kekerabatan (silaturrahim) dan peduli kepada keluarga serta kerabat.
4. Tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela ketika kita berada di jalan kebenaran.
5. Berani mengatakan kebenaran meskipun terasa pahit.
6. Memperbanyak membaca kalimat:
“La haula wa la quwwata illa billah”
Karena kalimat tersebut merupakan salah satu simpanan pahala dari surga.

Keutamaan Menyambung Silaturrahim

Menyambung tali silaturrahim hukumnya wajib bagi setiap muslim. Bahkan ketika seseorang menyakiti kita atau berlaku zalim kepada kita, kita tetap dianjurkan untuk menjaga dan menyambung hubungan tersebut.

Dengan menyambung silaturrahim, diharapkan hati yang semula keras dapat menjadi lunak, sehingga tercipta kembali perdamaian dan saling memaafkan.

Rasulullah SAW bersabda bahwa ada tiga amalan yang membuat seseorang dihisab dengan ringan oleh Allah, yaitu:
1. Memberi kepada orang yang tidak pernah memberi kepada kita.
2. Menyambung hubungan dengan orang yang telah memutuskan silaturrahim.
3. Memaafkan orang yang pernah menzalimi kita.

Rasulullah juga menjelaskan bahwa:
“Orang yang menyambung silaturrahim bukanlah orang yang hanya membalas kebaikan orang lain. Tetapi orang yang ketika hubungan kekerabatannya diputuskan, ia tetap berusaha menyambungnya kembali.”
Artinya, silaturrahim yang sejati adalah memperbaiki hubungan yang telah rusak.

Manfaat Silaturrahim

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang gemar bersedekah dan menyambung silaturrahim akan mendapatkan banyak keutamaan, di antaranya:
1. Umurnya dipanjangkan oleh Allah SWT.
2. Rezekinya dilapangkan.
3. Dijauhkan dari berbagai musibah dan keburukan.
4. Wafat dalam keadaan husnul khatimah.

Karena itu, menjelang hari raya Idul Fitri hendaknya kita memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari dan mengunjungi kerabat atau saudara yang sudah lama tidak berhubungan, memperbaiki hubungan yang pernah renggang, serta saling memaafkan.

Kisah Hikmah

Pada zaman Nabi Daud AS, ada seorang yang menurut catatan malaikat maut akan meninggal dalam waktu enam hari lagi. Namun setelah enam hari berlalu, orang tersebut ternyata masih hidup.
Ketika diteliti, ternyata orang tersebut telah menyambung silaturrahim dengan kerabatnya yang sebelumnya terputus. Karena perbuatannya itu, Allah SWT menambah umur orang tersebut hingga dua puluh tahun lagi.

Ini menunjukkan betapa besar keutamaan menyambung silaturrahim.
Sebaliknya, orang yang gemar memutuskan hubungan persaudaraan diancam tidak akan dapat masuk surga.

Ada pula kisah tentang seseorang yang menitipkan uang 1000 dinar kepada seorang yang dianggap saleh ketika berhaji. Setelah kembali dari Arafah, ia mendengar bahwa orang yang dititipi tersebut telah meninggal dunia.
Setelah dicari-cari, diketahui bahwa orang tersebut ternyata mendapat azab karena memutuskan hubungan dengan saudaranya yang miskin dan tidak pernah membantunya.

Kisah ini menjadi pelajaran bahwa memutus silaturrahim dapat menyeret seseorang kepada azab Allah.

Penutup

Oleh karena itu, marilah kita menjaga dan mempererat tali persaudaraan. Jangan sampai kita menjadi orang yang memutuskan silaturrahim, karena perbuatan tersebut sangat dibenci oleh Allah SWT.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang gemar menyambung silaturrahim, dilapangkan rezekinya, dipanjangkan umurnya dalam kebaikan, dan diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

12 Maret 2026

Keutamaan Bulan Ramadhan

Kuliah Subuh 13-3-2026

Keutamaan Bulan Ramadhan
Oleh: Ustadz Imam

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat kesehatan kepada kita semua. Dengan nikmat tersebut kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabatnya, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman. Semoga kelak kita semua mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW di yaumil akhir.

Sholawat yang tadi kita lantunkan adalah Sholawat Badar, yang mengingatkan kita pada peristiwa besar dalam sejarah Islam yaitu Perang Badar. Perang Badar adalah perang yang sangat tidak seimbang. Jumlah tentara kaum muslimin hanya sekitar 313 orang, sedangkan tentara kaum kafir Quraisy sekitar 1000 orang dengan perlengkapan perang yang jauh lebih lengkap.

Secara logika manusia, tentu kaum muslimin sangat sulit memenangkan peperangan tersebut. Namun dengan pertolongan Allah SWT, kaum muslimin memperoleh kemenangan. Allah SWT menurunkan bantuan berupa pasukan malaikat untuk menolong kaum muslimin.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:
"Ingatlah ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan permohonanmu: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."
(QS. Al-Anfal: 9)

Peristiwa ini mengajarkan kepada kita bahwa pertolongan Allah akan datang kepada orang-orang yang beriman dan bersungguh-sungguh dalam ketaatan kepada-Nya.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dan penuh keistimewaan. Banyak keutamaan yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW di bulan ini.

1. Puasa sebagai Perisai dari Api Neraka
Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa adalah perisai."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa disebut junnah, yaitu tameng atau perisai yang melindungi seseorang dari api neraka dan dari perbuatan dosa.

Dalam bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Namun kita sering melihat masih ada orang yang melakukan dosa di bulan Ramadhan. Hal ini karena orang tersebut tidak memiliki junnah yang kuat, yaitu tidak menjaga puasanya dengan baik.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari:
- berkata kasar
- berbohong
- ghibah
- marah
- dan perbuatan maksiat lainnya.

Jika puasa dijaga dengan baik, maka ia akan menjadi perisai bagi kita di akhirat nanti.

2. Pahala Amal Dilipatgandakan
Di bulan Ramadhan, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:
"Setiap amal anak Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatkan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Termasuk di dalamnya adalah membaca Al-Qur'an. Setiap huruf yang kita baca akan mendapatkan pahala yang besar.

Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh."
(HR. Tirmidzi)

Karena itu, bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak tilawah Al-Qur'an.

3. Siang dan Malam Ramadhan Penuh Ampunan
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh maghfirah (ampunan) dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di malam hari, seperti:
- Sholat Tarawih
- Sholat Tahajjud
- Sholat Witir
- Qiyamullail
- Dzikir dan istighfar
- Membaca Al-Qur'an

Semua amal tersebut menjadi sarana untuk mendapatkan ampunan Allah SWT.

Penutup

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dan penuh keberkahan. Oleh karena itu, sangat merugi dan bahkan terhina seseorang yang melewati bulan Ramadhan tetapi tidak memanfaatkannya untuk memperbanyak amal kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sungguh merugi seseorang yang masuk bulan Ramadhan lalu keluar darinya sebelum dosa-dosanya diampuni."
(HR. Tirmidzi)

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mampu memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.