08 Maret 2026

Amalan Paling Mulia

Kuliah Subuh 9-3-2026

Amalan Paling Mulia
Oleh: Ustadz Fadhil

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan sehingga kita masih diberi kesempatan menjalankan ibadah kepada-Nya.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.

Pada kesempatan ini kita membahas tentang amalan yang paling mulia di sisi Allah SWT.

Kemuliaan Iman

Amalan yang paling mulia adalah iman kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang amalan yang paling utama. Beliau bersabda:
“Amalan yang paling utama adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Iman merupakan karunia terbesar dari Allah SWT. Karena tidak semua orang yang diberi dunia juga diberi iman.

Allah memberikan dunia kepada siapa saja, baik kepada orang yang dicintai-Nya maupun yang tidak dicintai-Nya. Tetapi iman hanya diberikan kepada orang yang dicintai oleh Allah SWT.

Iman Bisa Bertambah dan Berkurang
Iman seseorang tidak selalu tetap, tetapi bisa bertambah dan bisa berkurang.

Allah SWT berfirman:
“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka.”
(QS. Al-Anfal: 2)

Iman bertambah dengan:
- ketaatan
- amal shalih
- dzikir dan ibadah

Dan iman berkurang ketika seseorang melakukan maksiat dan dosa.
Jika iman terus dibiarkan berkurang tanpa diperbaiki, maka dikhawatirkan iman itu bisa hilang. Na’udzubillāhi min dzālik.

Karena itu setiap muslim hendaknya selalu muhasabah (introspeksi diri) terhadap keadaan imannya.

Tanda Iman yang Mulia

Salah satu tanda iman yang paling mulia adalah ketika orang lain merasa aman dari gangguan kita.

Rasulullah SAW bersabda:
“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya:
- tidak menyakiti orang lain
- tidak memfitnah
- tidak menghina
- tidak melukai hati orang lain

Orang yang memiliki akhlak paling baik adalah orang yang paling mulia di sisi Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Tirmidzi)

Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Allah berfirman:
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiya: 107)

Menjaga Lisan

Salah satu bentuk iman adalah menjaga lisan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Banyak orang terjerumus ke dalam dosa karena lisannya. Bahkan lisan dapat menjadi sebab seseorang masuk neraka.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah tanpa ia sadari, karenanya ia terjatuh ke dalam neraka.”
(HR. Bukhari)
Karena itu seorang mukmin harus berhati-hati dalam berbicara.

Manusia Tidak Luput dari Dosa

Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa, karena manusia tempatnya salah dan lupa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.”
(HR. Tirmidzi)

Di akhir zaman, dosa sangat mudah dilakukan. Oleh karena itu kita harus memperbanyak taubat dan istighfar kepada Allah SWT.

Jihad yang Paling Mulia

Salah satu amalan mulia adalah jihad di jalan Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Jihad yang paling utama adalah seseorang yang berjuang di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Namun jihad tidak hanya berarti perang. Jihad juga berarti:
- melawan hawa nafsu
- memperbaiki diri
- istiqamah dalam ketaatan

Harapan Rasulullah kepada Umatnya
Rasulullah SAW sangat menginginkan umatnya menjadi umat yang mulia di sisi Allah SWT.

Umat yang:
- kuat imannya
- baik akhlaknya
- menjaga lisannya
- memberi rasa aman kepada orang lain
Sehingga ketika seorang muslim hadir di tengah masyarakat, ia menjadi rahmat dan membawa kebaikan bagi sekitarnya.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang memiliki iman yang kuat, akhlak yang mulia, dan amal yang diterima oleh Allah SWT.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

07 Maret 2026

Kekasih Iblis

Kuliah Subuh 8-3-2026

Kekasih Iblis
Oleh: Ustadz Mukhlisin

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT yang masih memberikan kesehatan, sehingga kita dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan baik.
Kini kita telah memasuki hari ke-17 di bulan Ramadhan, semoga seluruh ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT.

 Di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini, mari kita manfaatkan kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak taubat, serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Namun demikian, meskipun bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, godaan dari iblis tetap ada. Iblis selalu berusaha menjerumuskan manusia agar menjauh dari kebaikan.

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepada iblis tentang siapa saja golongan manusia yang paling ia sukai. Iblis menjawab bahwa kekasihnya ada sepuluh golongan manusia:

1. Pemimpin yang zalim
Pemimpin yang zalim terhadap rakyatnya adalah orang yang sangat disukai iblis.
Padahal Rasulullah SAW bersabda:
"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."

Pemimpin tidak hanya berarti pejabat atau penguasa. Setiap orang adalah pemimpin, minimal memimpin dirinya sendiri, memimpin keluarga, atau memimpin amanah yang diberikan kepadanya.
Kezaliman sekecil apa pun akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

2. Orang yang sombong
Kesombongan adalah sifat iblis. Iblis menolak sujud kepada Nabi Adam karena merasa dirinya lebih mulia.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi."
(HR. Muslim)

Kesombongan bisa berupa merasa paling benar, paling kaya, paling pintar, atau merendahkan orang lain.

3. Orang kaya yang tidak peduli kepada orang lain
Harta adalah amanah dari Allah. Orang kaya yang tidak peduli dengan orang miskin, tidak mau bersedekah, dan tidak membantu sesama adalah termasuk yang disukai iblis.

Padahal Rasulullah SAW mengajarkan agar kita peduli kepada lingkungan sekitar, membantu fakir miskin, dan memperbanyak sedekah.

4. Pedagang yang suka berbohong
Pedagang yang menipu, mengurangi timbangan, atau membohongi pembeli termasuk golongan yang dicintai iblis.
Padahal Rasulullah SAW bersabda:
"Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang shiddiq, dan para syuhada."

5. Orang yang suka mengadu domba
Orang yang senang menyebarkan fitnah, memecah belah persaudaraan, dan membuat orang lain bermusuhan juga termasuk kekasih iblis.
Padahal Islam mengajarkan persatuan dan ukhuwah.

6. Orang yang memutus silaturahmi
Memutus hubungan keluarga sangat dibenci oleh Allah, tetapi justru disukai oleh iblis.
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang memutus silaturahmi tidak akan masuk surga.

7. Orang yang malas beribadah
Orang yang meninggalkan shalat, malas beribadah, dan lebih sibuk dengan urusan dunia adalah orang yang sangat disukai iblis.
Padahal hidup kita di dunia hanyalah sementara.

8. Orang yang suka menunda taubat
Banyak orang berkata, “Nanti saja taubatnya ketika sudah tua.”
Padahal kematian bisa datang kapan saja.
Iblis sangat senang jika manusia terus menunda taubat.

9. Orang yang suka mengikuti hawa nafsu
Orang yang selalu mengikuti keinginan nafsunya tanpa mempedulikan halal dan haram juga termasuk kekasih iblis.
Padahal orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya.

10. Orang yang tidak peduli pada keluarganya
Orang yang sibuk dengan urusannya sendiri tetapi tidak memperhatikan keluarga, tidak mendidik anak-anaknya dalam kebaikan, juga termasuk orang yang disukai iblis.
Padahal keluarga adalah amanah yang harus dijaga.

Allah SWT berfirman:
"Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka."
(QS. At-Tahrim: 6)

Penutup

Oleh karena itu, di bulan Ramadhan ini mari kita introspeksi diri, memperbaiki akhlak, memperbanyak istighfar, dan meningkatkan amal ibadah.
Jangan sampai kita termasuk dalam golongan yang dicintai iblis.

Sebaliknya, jadilah hamba Allah yang taat, rendah hati, peduli kepada sesama, serta selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima amal ibadah kita, dan memberikan kita husnul khatimah.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Tips Hidup Berkah

Kuliah Subuh 3-3-2026

Tips Hidup Berkah
Oleh: Ustadz Sabar Maulana

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan baik.

Memasuki pekan kedua bulan Ramadhan, kita berada pada fase maghfirah (ampunan). Ini adalah waktu yang sangat berharga untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Seorang muslim harus selalu optimis terhadap rahmat Allah. Sebesar apa pun dosa kita, Allah SWT akan mengampuni selama kita bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha), kecuali dosa syirik jika tidak bertaubat sebelum meninggal.

Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. An-Nisa: 48)

Perubahan Menuju Kebaikan
Perubahan seorang manusia dapat diibaratkan seperti ulat yang berubah menjadi kupu-kupu.
Ulat dijauhi manusia karena dianggap menjijikkan. Namun ketika ia berproses menjadi kepompong, lalu berubah menjadi kupu-kupu yang indah, justru manusia mencarinya karena keindahannya.

Begitu juga dengan manusia.
Jika seseorang mau bertaubat dan memperbaiki diri, Allah dapat mengubah kehidupannya menjadi lebih baik dan mulia.

Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Wafat

Ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ:
“Wahai Rasulullah, kedua orang tuaku telah meninggal dunia. Apakah masih ada cara bagiku untuk berbakti kepada mereka?”

Rasulullah ﷺ menjawab:
Mendoakan dan memohonkan ampun untuk keduanya
Menunaikan janji-janji mereka
Memuliakan sahabat-sahabat mereka
Menyambung silaturrahim dengan keluarga dan kerabat mereka
(HR. Abu Dawud)

Ini menunjukkan bahwa bakti kepada orang tua tidak berhenti ketika mereka wafat.

Amalan yang Mendatangkan Keberkahan Hidup

Suatu ketika Rasulullah ﷺ sedang dalam perjalanan. Lalu ada seseorang bertanya:
“Wahai Rasulullah, amalan apa yang dapat mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan saya dari neraka?”

Rasulullah ﷺ kemudian menjelaskan beberapa amalan penting:

1. Menyembah Allah dan Menjauhi Syirik
Hal paling utama adalah bertauhid kepada Allah SWT dan menjauhi segala bentuk syirik.
Kita harus menyadari bahwa segala kekuatan berasal dari Allah.
Jangan merasa hebat karena kemampuan diri sendiri.
Allah-lah yang memberikan:
- kekuatan
- kesehatan
- kemampuan
- rezeki
Semua yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah SWT.

2. Mendirikan Sholat Lima Waktu
Sholat adalah ibadah wajib yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun.
Jika seseorang tidak mampu sholat dengan berdiri, maka boleh:
duduk
jika tidak mampu duduk, maka berbaring
Namun sholat tetap harus dilakukan.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah sholat.”
(HR. Tirmidzi)

Nikmat kesehatan yang Allah berikan sebenarnya adalah rezeki besar, karena dengan tubuh yang sehat kita dapat menjalankan sholat dengan sempurna.

Banyak orang yang bahkan tidak memiliki kaki, sehingga harus membeli kaki palsu agar bisa beraktivitas.
Karena itu kita harus banyak bersyukur kepada Allah.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan:
Dalam urusan dunia, lihatlah orang yang berada di bawah kita agar kita mudah bersyukur.
Dalam urusan ilmu dan kebaikan, lihatlah orang yang lebih tinggi agar kita termotivasi untuk memperbaiki diri.

3. Menunaikan Zakat
Zakat adalah salah satu cara agar harta kita menjadi berkah.
Zakat terbagi menjadi dua:
1. Zakat Fitrah
Dibayarkan sebelum sholat Idul Fitri
Jika diberikan setelah sholat Id, maka hanya dianggap sedekah biasa
Karena itu zakat fitrah harus disalurkan sebelum sholat Id kepada mustahiq (orang yang berhak menerima).
Dilaksanakan setahun sekali pada bulan Ramadhan.
2. Zakat Mal
Yaitu zakat dari harta yang telah mencapai nisab (batas minimal) dan telah dimiliki selama satu tahun (haul).
Contohnya:
Jika seseorang memiliki harta senilai 90 juta rupiah, dan setelah satu tahun jumlah tersebut masih mencapai nisab, maka wajib dikeluarkan zakatnya.

Zakat akan:
- membersihkan harta
- menambah keberkahan
- menjauhkan dari bala
Jika seseorang menahan zakat, maka bisa jadi Allah memberikan teguran dalam hidupnya.

4. Menyambung Silaturrahim
Silaturrahim adalah amalan yang sangat besar pahalanya.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturrahim.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Orang yang suka menyambung silaturrahim biasanya memiliki hati yang lembut dan disukai banyak orang.
Sebaliknya, memutus silaturrahim dapat membuat hati menjadi keras.
Dalam Islam, seseorang tidak boleh mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan Mendamaikan Orang
Mendamaikan dua orang yang berselisih adalah amalan yang sangat mulia.
Sering kali mendamaikan orang yang bertengkar itu sulit, tetapi pahalanya sangat besar karena dapat mendekatkan kita kepada surga.

Sedekah yang paling utama bahkan adalah memberi kepada orang yang kita tidak sukai, bukan hanya kepada teman dekat.
Ini adalah bentuk latihan untuk membersihkan hati dari kebencian.

Penutup

Perlu kita ingat bahwa surga bukan untuk orang yang hidupnya tanpa masalah, tetapi untuk orang yang bersungguh-sungguh berjuang dalam ketaatan kepada Allah di tengah ujian kehidupan.

Orang yang berusaha memperbaiki diri, bersabar dalam ujian, dan terus mendekatkan diri kepada Allah, insyaAllah akan mendapatkan hidup yang berkah di dunia dan keselamatan di akhirat.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang:
- istiqamah dalam ibadah
- rajin bersilaturrahim
- ikhlas dalam beramal
- dan mendapatkan keberkahan hidup di dunia serta surga di akhirat.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Jalan Menuju Surga

Kuliah Subuh 4-3-2026

Jalan Menuju Surga
Oleh: Ustadz Subhan

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan untuk terus memperbaiki diri dan menapaki jalan menuju ridha-Nya. Semoga setiap langkah kebaikan yang kita lakukan menjadi jalan yang mengantarkan kita menuju surga-Nya.

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT mengingatkan bahwa dosa syirik adalah dosa yang sangat besar, dan orang yang masih melakukan kesyirikan serta tidak bertaubat tidak akan masuk surga. Oleh karena itu, kita harus menjaga tauhid kita, tidak menyekutukan Allah dengan apa pun, dan senantiasa memurnikan ibadah hanya kepada-Nya.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT sendiri memerintahkan kaum mukminin untuk bershalawat kepada Rasulullah.
 Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Barang siapa yang membaca atau menjawab shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, maka Allah akan memberikan sepuluh kebaikan, menghapus sepuluh keburukan, dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat. Ini menunjukkan betapa besar keutamaan shalawat bagi umat Islam.

Rasulullah SAW juga memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah. Disebutkan bahwa Rasulullah SAW adalah orang pertama dari umat manusia yang akan masuk surga, sebelum para nabi lainnya. Hal ini menunjukkan kemuliaan beliau sebagai penutup para nabi sekaligus pemimpin seluruh umat manusia.

Selain itu, kita juga harus memperhatikan kondisi hati kita. Hati yang keras akan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah SWT. Sebaliknya, hati yang lembut akan mendekatkan kita kepada Allah.

Rasulullah SAW memberikan salah satu cara untuk melembutkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah, yaitu menyantuni anak-anak yatim. Jika seseorang ingin hatinya lembut dan doanya mudah dikabulkan oleh Allah, maka perhatikanlah anak-anak yatim di sekitarnya.

Menyantuni anak yatim tidak harus menunggu setahun sekali pada bulan Muharram. Justru Islam mengajarkan agar kita peduli kepada mereka kapan saja, selama kita mampu. Anak-anak yatim yang ada di sekitar kita bisa kita santuni dengan berbagai cara, seperti memberikan makanan, membantu kebutuhan mereka, atau memberikan sebagian rezeki yang Allah titipkan kepada kita.

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan bersama beliau di surga, kedekatannya seperti dua jari yang dirapatkan.
 Bayangkan betapa besar kemuliaan itu. Di surga saja sudah penuh kenikmatan, apalagi jika kita bisa hidup berdampingan dengan Rasulullah SAW.

Teladan ini juga dicontohkan oleh Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Beliau dikenal sebagai pribadi yang sangat lembut hatinya, gemar bergaul dengan orang-orang saleh, dan penuh kasih kepada anak-anak yatim serta orang-orang yang membutuhkan.

Oleh karena itu, ketika kita menyantuni anak yatim, berbuat baik kepada sesama, dan memperbanyak shalawat kepada Nabi, sesungguhnya kita sedang membangun dan menapaki jalan menuju surga.

Semoga Allah SWT melembutkan hati kita, memudahkan kita dalam berbuat kebaikan, serta memasukkan kita ke dalam surga-Nya bersama Rasulullah SAW.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.