Golongan yang Diharamkan dari Api Neraka
Oleh: Ustadz Mukhlisin
Alhamdulillฤh, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan kesehatan, sehingga kita masih diberi kesempatan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan hingga hari yang ke-25 ini.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat kelak. Aamiin.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Tidak terasa kita sudah memasuki hari-hari terakhir di bulan Ramadhan. Banyak orang yang berpuasa, tetapi belum tentu semuanya mendapatkan pahala puasa secara sempurna. Rasulullah SAW bersabda bahwa ada orang yang berpuasa, namun yang ia dapatkan hanyalah lapar dan dahaga.
Oleh karena itu, dalam menjalankan puasa kita harus berhati-hati. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan yang sia-sia, perbuatan yang tidak baik, serta menjaga hati dan lisan.
Selain itu, tujuan besar kita di bulan Ramadhan adalah mencari dan meraih malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, semangat ibadah seharusnya semakin meningkat, bukan justru semakin melemah. Kita perbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, dan bersedekah.
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa pada hari-hari terakhir Ramadhan ada hamba-hamba Allah yang dibebaskan dari api neraka, yaitu mereka yang bersungguh-sungguh dalam ibadahnya.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa api neraka diharamkan bagi beberapa golongan manusia, di antaranya:
1. Hayyin
Yaitu orang yang memiliki ketenangan dalam dirinya. Ia bersikap tenang, tidak mudah marah, tidak keras dalam bersikap, dan memiliki ketentraman lahir maupun batin. Hatinya lembut, jiwanya tenang, dan sikapnya tidak menyakiti orang lain.
2. Layyin
Yaitu orang yang lemah lembut dan rendah hati (tawadhu’). Ia tidak sombong, tidak merasa paling benar, dan selalu menghormati orang lain. Orang yang layyin biasanya mudah memaafkan, tidak kasar dalam berbicara, dan selalu berusaha menjaga perasaan orang lain.
3. Orang yang mudah memberi kemudahan kepada orang lain
Orang yang suka membantu, memberi solusi, dan tidak mempersulit urusan orang lain. Ia senang menolong, meringankan beban orang lain, serta membawa manfaat bagi sesama.
4. Orang yang dekat dengan masyarakat
Yaitu orang yang tidak hidup secara eksklusif atau menjauh dari lingkungan. Ia mudah bergaul, peduli terhadap sesama, serta hadir di tengah masyarakat untuk memberi kebaikan dan manfaat.
Orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut, ditambah dengan keimanan yang kuat dan kesungguhan dalam beribadah, termasuk golongan yang diharamkan dari api neraka.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Menjelang hari raya Idul Fitri, kita juga memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah sebaiknya diberikan dengan makanan pokok yang baik, misalnya beras yang layak dan berkualitas. Orang tua juga wajib mengeluarkan zakat untuk anak-anaknya yang belum mampu atau belum menikah.
Ketika Ramadhan hampir berakhir, seharusnya hati seorang mukmin merasa sedih, karena akan berpisah dengan bulan yang penuh rahmat, penuh ampunan, dan penuh pahala yang dilipatgandakan. Kita tidak tahu apakah tahun depan kita masih bisa bertemu dengan Ramadhan lagi atau tidak.
Maka dari itu, mari kita manfaatkan sisa hari-hari Ramadhan ini dengan memperbanyak amal ibadah, memperbaiki diri, serta memohon ampun kepada Allah SWT.
Akhirnya, saya juga memohon maaf apabila selama menyampaikan kajian ini terdapat kata-kata yang kurang berkenan. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, menerima amal ibadah kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka.
Wallฤhu a’lam bish-shawฤb.
Semoga bermanfaat.