13 Maret 2026

Silaturrahim

Kuliah Subuh 14-3-2026

Silaturrahim
Oleh: Ustadz Nuha Muvid

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan. Dengan nikmat tersebut kita masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Semoga setiap amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan kita semua mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW di hari kiamat kelak. Aamiin.

Kita juga patut bersyukur karena dapat beribadah di negeri yang aman, nyaman, dan tenteram. Sementara di beberapa negara lain masih terjadi peperangan dan berbagai kesulitan. Oleh karena itu, kesempatan beribadah ini harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Tidak terasa kita telah memasuki hari ke-25 bulan Ramadhan. Semakin mendekati akhir Ramadhan, seharusnya kita semakin meningkatkan ibadah, bukan justru sibuk mempersiapkan hari raya semata. Pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah dan mencari Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Para ulama tidak dapat memastikan secara pasti kapan datangnya Lailatul Qadar. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Memuliakan Tamu dan Menyambung Silaturrahim

Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.”

Memuliakan tamu adalah bagian dari tanda keimanan kepada Allah SWT. Jika ada tamu yang datang dan mengetuk pintu rumah kita, maka hendaknya kita segera membukakan pintu dan menyambutnya dengan baik. Jangan sampai kita menunda-nunda atau bahkan enggan menerima tamu.

Rasulullah juga bersabda bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya menyambung tali persaudaraan (silaturrahim) dan tidak memutuskannya.
Jika hubungan persaudaraan sudah terputus, maka kita diperintahkan untuk menyambungnya kembali. Sedangkan jika hubungan tersebut masih baik, maka jangan sampai kita melakukan sesuatu yang dapat merusaknya.

Amalan yang Dicintai dan Dibenci Allah

Ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah SAW:
“Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?”
Rasulullah menjawab:
“Beriman kepada Allah.”
Sahabat itu bertanya lagi, “Lalu apa lagi wahai Rasulullah?”
Rasulullah menjawab:
“Menyambung silaturrahim.”
Kemudian sahabat tersebut bertanya lagi:
“Amalan apa yang paling dibenci oleh Allah?”
Rasulullah menjawab:
1. Menyekutukan Allah (syirik), yaitu menggantungkan hidup kepada selain Allah.
2. Memutuskan tali silaturrahim.
3. Meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar.

Dari hadits ini kita memahami bahwa memutuskan silaturrahim termasuk dosa besar, bahkan menjadi perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah setelah syirik.
Selain itu, kezaliman dan memutuskan silaturrahim termasuk dosa yang cepat mendapatkan balasan di dunia.

Wasiat Rasulullah kepada Abu Dzar
Sayyidina Abu Dzar RA pernah meminta nasihat kepada Rasulullah SAW. Rasulullah kemudian memberikan beberapa wasiat penting, di antaranya:
1. Dalam urusan dunia, lihatlah orang yang berada di bawah kita agar kita menjadi orang yang bersyukur.
Sedangkan dalam urusan ibadah, lihatlah orang yang lebih baik agar kita termotivasi untuk memperbaiki diri.
2. Mencintai dan dekat dengan orang-orang miskin, sehingga kita memiliki rasa empati kepada mereka.
3. Menyambung hubungan kekerabatan (silaturrahim) dan peduli kepada keluarga serta kerabat.
4. Tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela ketika kita berada di jalan kebenaran.
5. Berani mengatakan kebenaran meskipun terasa pahit.
6. Memperbanyak membaca kalimat:
“La haula wa la quwwata illa billah”
Karena kalimat tersebut merupakan salah satu simpanan pahala dari surga.

Keutamaan Menyambung Silaturrahim

Menyambung tali silaturrahim hukumnya wajib bagi setiap muslim. Bahkan ketika seseorang menyakiti kita atau berlaku zalim kepada kita, kita tetap dianjurkan untuk menjaga dan menyambung hubungan tersebut.

Dengan menyambung silaturrahim, diharapkan hati yang semula keras dapat menjadi lunak, sehingga tercipta kembali perdamaian dan saling memaafkan.

Rasulullah SAW bersabda bahwa ada tiga amalan yang membuat seseorang dihisab dengan ringan oleh Allah, yaitu:
1. Memberi kepada orang yang tidak pernah memberi kepada kita.
2. Menyambung hubungan dengan orang yang telah memutuskan silaturrahim.
3. Memaafkan orang yang pernah menzalimi kita.

Rasulullah juga menjelaskan bahwa:
“Orang yang menyambung silaturrahim bukanlah orang yang hanya membalas kebaikan orang lain. Tetapi orang yang ketika hubungan kekerabatannya diputuskan, ia tetap berusaha menyambungnya kembali.”
Artinya, silaturrahim yang sejati adalah memperbaiki hubungan yang telah rusak.

Manfaat Silaturrahim

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang gemar bersedekah dan menyambung silaturrahim akan mendapatkan banyak keutamaan, di antaranya:
1. Umurnya dipanjangkan oleh Allah SWT.
2. Rezekinya dilapangkan.
3. Dijauhkan dari berbagai musibah dan keburukan.
4. Wafat dalam keadaan husnul khatimah.

Karena itu, menjelang hari raya Idul Fitri hendaknya kita memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari dan mengunjungi kerabat atau saudara yang sudah lama tidak berhubungan, memperbaiki hubungan yang pernah renggang, serta saling memaafkan.

Kisah Hikmah

Pada zaman Nabi Daud AS, ada seorang yang menurut catatan malaikat maut akan meninggal dalam waktu enam hari lagi. Namun setelah enam hari berlalu, orang tersebut ternyata masih hidup.
Ketika diteliti, ternyata orang tersebut telah menyambung silaturrahim dengan kerabatnya yang sebelumnya terputus. Karena perbuatannya itu, Allah SWT menambah umur orang tersebut hingga dua puluh tahun lagi.

Ini menunjukkan betapa besar keutamaan menyambung silaturrahim.
Sebaliknya, orang yang gemar memutuskan hubungan persaudaraan diancam tidak akan dapat masuk surga.

Ada pula kisah tentang seseorang yang menitipkan uang 1000 dinar kepada seorang yang dianggap saleh ketika berhaji. Setelah kembali dari Arafah, ia mendengar bahwa orang yang dititipi tersebut telah meninggal dunia.
Setelah dicari-cari, diketahui bahwa orang tersebut ternyata mendapat azab karena memutuskan hubungan dengan saudaranya yang miskin dan tidak pernah membantunya.

Kisah ini menjadi pelajaran bahwa memutus silaturrahim dapat menyeret seseorang kepada azab Allah.

Penutup

Oleh karena itu, marilah kita menjaga dan mempererat tali persaudaraan. Jangan sampai kita menjadi orang yang memutuskan silaturrahim, karena perbuatan tersebut sangat dibenci oleh Allah SWT.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang gemar menyambung silaturrahim, dilapangkan rezekinya, dipanjangkan umurnya dalam kebaikan, dan diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda