Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

16 Mei 2026

Hidup Tetap Berjalan

Ada masa ketika seseorang benar-benar yakin bahwa cinta akan tinggal selamanya, bahkan setelah maut memisahkan. Kita sering mendengar janji tentang pasangan yang akan “sehidup semati”, tentang kesetiaan yang tak akan terganti. Namun hidup berjalan dengan caranya sendiri. Waktu mengubah luka, kesepian mengubah hati, dan manusia tetaplah manusia yang membutuhkan teman untuk melanjutkan hidup.

Dulu aku pernah berpikir, ada orang-orang yang akan tetap setia sendiri setelah kehilangan pasangannya. Aku mengira temanku adalah salah satunya. Sosok yang tampak begitu mencintai, begitu tulus mengenang, begitu kuat mempertahankan kenangan. Tapi hari ini, ia memilih menikah lagi.

Awalnya terasa aneh. Seolah kisah cinta yang dulu terlihat begitu dalam ternyata bisa tergantikan. Namun semakin dipikirkan, aku sadar bahwa hidup memang tidak berhenti pada kehilangan. Tidak semua orang sanggup berjalan sendirian dalam waktu yang panjang. Dan itu bukan berarti cintanya dulu palsu.

Menjadi janda bukan perkara mudah. Di balik senyum yang terlihat tegar, ada banyak beban yang harus dipikul sendirian. Ada rasa sepi yang panjang, ada tanggung jawab hidup yang melelahkan, ada tekanan dari lingkungan, bahkan fitnah yang kadang datang tanpa alasan. Apa pun yang dilakukan sering kali salah di mata orang lain. Terlalu sering keluar rumah dianggap mencari perhatian, terlalu diam dianggap menyimpan sesuatu. Begitulah beratnya hidup yang dijalani seorang perempuan sendirian.

Karena itu, memilih menikah lagi bukanlah sebuah pengkhianatan terhadap masa lalu. Kadang itu adalah cara seseorang bertahan hidup, menjaga hati agar tidak terus tenggelam dalam kesepian, dan mencari teman untuk melanjutkan sisa perjalanan hidupnya.

Mungkin pada akhirnya kita harus menerima bahwa kisah “sehidup semati” bukan berarti tidak pernah membuka hati lagi setelah ditinggal pergi. Bisa jadi maknanya adalah mencintai dengan sungguh-sungguh selama masih bersama, lalu belajar ikhlas ketika hidup meminta kita terus berjalan.

Sebab hidup memang tidak selalu sesuai dengan cerita yang kita bayangkan. Tetapi meski hati pernah patah, waktu tetap bergerak. Dan manusia, mau tidak mau, harus tetap melanjutkan hidup.

05 Juli 2017

Antri di Loket Tilang

Kamis, 06 Juli 2017, pukul 07.00 WIB

Seperti ini diriku di sini, menunggu waktu namaku dipanggil. Ini kali pertama aku berada di sini, di kantor Kejaksaan Negeri Slawi. Aku harus disidang, kata polwan yang menilangku waktu itu. Meski sekarang faktanya berbeda, tidak ada sidang-sidangan. Penggunaan bahasa pada kata "sidang" menurutku sangat berlebihan, dan itu cukup membuat takut orang yang kena tilang. Padahal hanya cukup ngantri dan nunggu dipanggil, dari nomor urut 1-10, 10-20, dan seterusnya untuk mengambil miliknya kembali. 

Nomor urutku 26, jadi tidak terlalu lama menunggu dipanggil untuk mengambil STNK-ku kembali.

Aku tak sendiri. Aku bersama warga lain pun sudah mengantri sejak pagi, bahkan aku sendiri berangkat dari rumah pukul 06.30 WIB. Hebat kan? Di saat teman-temanku sedang santai di rumah atau pun bersenang-senang menikmati liburan, aku sudah berada di sini, menanti panggilan, bak layaknya berada di penampungan, duduk suka-suka di bawah, di pinggiran kantor, di samping loket tilang. Kedengarannya lucu, tapi inilah yang terjadi. Jangan tertawa ya temans, tertawa karena mengasihaniku, hehe... biar aku tak tersinggung.

Sebulan yang lalu aku ditilang di depan SMK YPE Slawi, pukul 07.30 WIB, gara-gara SIM-ku ternyata sudah kadaluarsa. Hufftt...! Ini pelajaran buatku, karena tak pernah ngecek SIM, masih aktif atau tidak. Teman-teman jangan sepertiku yah? Hehe..

Tapi jangan khawatir, sebab aku sudah bikin SIM baru lagi. Meski habis 500 ribu, tapi langsung jadi pada hari itu juga. Alhamdulillah...

Nomor 21-30 dipanggil. Aku pun segera beranjak dari tempat dudukku. Kusodorkan kupon nomor urutku kepada petugas. Setelah membayar 80 ribu, STNK-ku pun dikembalikan. Alhamdulillah, masih ada kembalian 20 ribu. Lumayan, bisa untuk beli bensin, hehe ....