Adab Berpuasa
Oleh: Ustadz Nahar Bustanul Arifin
Sholat jamaah jangan ditinggal.
Rasulullah memerintahkan untuk menjauhi larangan Allah.
Nisbatnya orang berpuasa: dilarang minum sama sekali, meski cuma setetes, dilarang makan meski sedikit.
Contoh minum khamr, meski setetes tetap saja haram.
Puasa Ramadhan itu wajib (kutiba), karena itu dari Al-Qur'an (ada SK-nya).
Kalian diwajibkan berpuasa.
Shiyam itu berpuasa tidak makan dan minum dari fajar hingga magrib, sedangkan shaum artinya lebih luas, tidak hanya menjauhi makan dan minum.
Kisah seorang sahabat yang bertanya pada istri2 nabi, ingin tahu kebiasaan nabi. Mereka berazam akan ini itu.
Agama itu mudah, tapi jangan dipermudah.
Agama itu gampang, tapi jangan "nggampangna"
Jangan suka banyak bertanya seperti kaum Bani Israil, yang banyak bertanya tentang sapi yang akan disembelih.
Sesuatu yang tidak usah ditanyakan jangan ditanyakan, sebab nanti jadi mempersulit diri.
Rusaknya orang dulu karena banyak bertanya dan suka memperselisihi para nabi.
Ketika bertanya fiqih ubudiyah itu tidak apa2.
Alloh itu baik, dan menerima segala sesuatu yang baik.
Sesuatu yang baik jika dicampuri dengan yang tidak baik akan menjadi tidak baik.
Misal sedekah tercampur dengan riya, itu tidak akan diterima Allah.
Harus murni lillahi ta'ala (karena Alloh).
Firman Allah: makanlah sesuatu yang baik, dan beramal sholehlah yang baik.
Misal pilih sayuran harus yang baik dan segar. Selain halalan juga thoyyiban.
Ketika kita disuruh memakan sesuatu yang baik, maka memberikan sesuatu ke orang lain juga harus yang baik.
Mungkin doamu tidak terkabul karena yang kamu makan ada unsur haramnya.
Mumpung sekarang memasuki bulan Ramadhan, bersihkan makanan dan pakaian yang tidak baik.
Misal mau bikin manisan mangga buat buka puasa, tapi nyengget mangganya milik tetangga tanpa ijin, itu jadi tidak berkah.
Semoga kita bisa menjalankan puasa di bulan Ramadhan dengan baik, aamiin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda