25 Februari 2026

Sejarah Puasa

Kuliah Subuh 20-2-2026

Sejarah Puasa dalam Islam
Oleh: Ustadz Imam

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang diberi kekuatan untuk menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan.

Pada kesempatan kuliah subuh ini, marilah kita niatkan majelis ilmu ini lillāhi ta‘ālā, semata-mata karena Allah SWT. Dengarkan apa yang disampaikan, ambil hikmahnya, jangan melihat siapa yang menyampaikan, karena kebenaran datangnya dari Allah SWT.

Untuk mengawali majelis ini, mari kita bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, agar hati kita menjadi tenang, tidak mengantuk, dan semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat kelak.
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

Dalil Perintah Puasa

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:
“Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyām kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.”
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menunjukkan bahwa puasa bukan hanya diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad SAW, tetapi juga telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu.

Puasa pada Umat Nabi-Nabi Terdahulu

1. Puasa Nabi Adam AS
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa ketika Nabi Adam AS dan Siti Hawa diturunkan ke bumi, mereka merasakan beratnya kehidupan di dunia. Tubuh mereka terkena panas matahari sehingga warna kulit berubah.

Kemudian Allah SWT memberikan petunjuk agar mereka berpuasa sebagai bentuk taubat dan pendekatan diri kepada Allah. Puasa menjadi sarana membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Puasa Nabi Nuh AS
Ketika Nabi Nuh AS menghadapi peristiwa banjir besar, beliau dan para pengikutnya dianjurkan untuk berpuasa dan berdoa kepada Allah agar diberi keselamatan dan pertolongan.
Puasa menjadi bentuk kesabaran dan keteguhan iman dalam menghadapi ujian besar dari Allah SWT.

3. Puasa Nabi Daud AS
Puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud AS, yaitu puasa selang-seling:
sehari berpuasa
sehari tidak berpuasa

Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud. Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa ini dikenal dengan Puasa Daud.

4. Puasa Nabi Musa AS dan Bani Israil
Ketika Nabi Musa AS bersama Bani Israil diselamatkan dari kejaran pasukan Raja Fir'aun, mereka bersyukur kepada Allah dengan berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram).
Hari itu menjadi hari kemenangan dan keselamatan bagi Nabi Musa dan kaumnya.

5. Puasa Asyura pada Masa Rasulullah SAW
Ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa.
Kemudian Rasulullah SAW juga memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari tersebut.

Pada awalnya puasa Asyura bersifat wajib, namun setelah turun QS. Al-Baqarah ayat 183 yang mewajibkan puasa Ramadhan, maka puasa Asyura berubah menjadi sunnah (tidak wajib).

Perkembangan Hukum Puasa Ramadhan
Ketika puasa Ramadhan pertama kali diwajibkan, para sahabat merasakan beratnya menjalankan puasa, terutama karena:
- Cuaca di Jazirah Arab sangat panas.
- Buka puasa hanya satu kali.
- Jika seseorang sudah tidur setelah berbuka, lalu bangun kembali, maka tidak boleh makan lagi dan harus melanjutkan puasa tanpa sahur.

Hal ini membuat sebagian sahabat tidak kuat menahan lapar dan kelelahan, bahkan ada yang sampai pingsan karena sangat beratnya aturan saat itu.
Akhirnya Allah SWT memberikan keringanan dan kemudahan bagi umat Islam.

Turunnya Keringanan dalam Puasa
Allah SWT kemudian menurunkan ayat yang memberikan kemudahan, yaitu dalam QS. Al-Baqarah ayat 187, yang menjelaskan bahwa:
- Boleh makan dan minum sampai waktu fajar.
- Disunnahkan sahur.
- Diperbolehkan berhubungan suami istri pada malam hari di bulan Ramadhan.

Dengan turunnya ayat ini, ibadah puasa menjadi lebih ringan dan penuh rahmat bagi umat Islam.

Hikmah Puasa

Dari sejarah puasa tersebut kita dapat mengambil beberapa hikmah:
- Puasa adalah ibadah yang sudah ada sejak zaman nabi-nabi terdahulu.
- Puasa melatih kesabaran dan ketakwaan kepada Allah SWT.
- Puasa mengajarkan kita untuk bersyukur atas nikmat Allah.
Allah selalu memberikan kemudahan dalam setiap ibadah yang diperintahkan.

Penutup

Semoga dengan memahami sejarah puasa, kita semakin bersyukur dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan penuh kemudahan dibandingkan umat-umat terdahulu.

Semoga Allah SWT menerima ibadah puasa kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertakwa.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda