Birrul Walidain (Berbakti kepada Orang Tua)
Oleh: Ustadz Sabar Maulana
Memasuki puasa di hari ke-enam bulan Ramadhan, marilah kita meningkatkan kualitas ibadah kita dengan mempelajari salah satu ajaran penting dalam Islam, yaitu birrul walidain, yakni berbakti kepada kedua orang tua.
Birrul walidain adalah sikap hormat, patuh, dan berbuat baik kepada ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Dalam Islam, kedudukan orang tua sangatlah mulia. Bahkan setelah perintah untuk menyembah Allah SWT, Allah langsung memerintahkan hamba-Nya untuk berbakti kepada orang tua.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 23:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua."
Hal ini menunjukkan bahwa beriman kepada Allah harus diiringi dengan berbakti kepada orang tua. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.
Seluruh dosa pada dasarnya dapat diampuni oleh Allah SWT jika seseorang bertaubat dengan sungguh-sungguh, kecuali dosa syirik, yaitu menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.
Ada sebuah kisah inspiratif tentang seorang pemuda penggembala kambing. Penampilannya sederhana bahkan dianggap buruk oleh masyarakat sehingga ia sering dijauhi. Namun di sisi Allah SWT, pemuda ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Hal itu karena ia sangat berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia merawat mereka dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Dari kisah ini kita belajar bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan karena penampilan atau kedudukan, tetapi karena amal dan ketakwaannya.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW disebutkan bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT di antaranya adalah:
1. Sholat tepat pada waktunya
2. Berbuat baik kepada kedua orang tua
3. Berjihad di jalan Allah
Rasulullah SAW juga pernah ditanya oleh seorang sahabat:
"Siapakah orang yang paling berhak untuk kita hormati?"
Beliau menjawab:
"Ibumu."
Kemudian ditanya lagi: "Lalu siapa?"
Beliau menjawab: "Ibumu."
Ditanya lagi: "Lalu siapa?"
Beliau menjawab: "Ibumu."
Baru kemudian beliau berkata: "Ayahmu."
Hal ini menunjukkan betapa besarnya jasa seorang ibu yang telah mengandung, melahirkan, menyusui, dan merawat anaknya dengan penuh pengorbanan.
Berbakti kepada orang tua tidak berhenti ketika mereka masih hidup saja. Ketika orang tua sudah meninggal dunia pun, kita tetap bisa melakukan birrul walidain dengan beberapa cara, di antaranya:
1. Mendoakan kedua orang tua agar Allah mengampuni dosa-dosanya dan menempatkan mereka di tempat terbaik.
2. Meminta maaf dan memohonkan ampunan untuk mereka kepada Allah SWT.
3. Menjalankan wasiat atau pesan baik yang pernah mereka sampaikan.
4. Memuliakan teman-teman serta kerabat orang tua, sebagai bentuk menjaga silaturrahim yang pernah dijalin oleh mereka.
Selain itu, seorang muslim juga harus menjaga kewajiban utamanya kepada Allah, yaitu shalat lima waktu. Dalam beberapa keterangan ulama disebutkan bahwa meninggalkan shalat dengan sengaja adalah dosa besar. Bahkan ada pendapat ulama yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan shalat berkali-kali dengan sengaja dapat terancam keluar dari agama Islam jika tidak segera bertaubat.
Oleh karena itu, di bulan Ramadhan ini mari kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan juga dengan kedua orang tua. Hormati mereka, bantu mereka, jangan berkata kasar, dan selalu doakan mereka setiap saat.
Semoga kita termasuk anak-anak yang berbakti kepada orang tua, sehingga mendapatkan ridha Allah SWT dan keberkahan dalam hidup kita.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda