Amalan di Malam Lailatul Qadar
Oleh: Ustadz Sabar Maulana
Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberi kesempatan untuk menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, terdapat satu malam yang sangat istimewa yang disebut Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)
Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar biasanya terjadi pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Banyak ulama berpendapat malam ke-27 paling besar kemungkinannya, namun sebenarnya waktunya dirahasiakan agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah di seluruh 10 malam terakhir.
Amalan Rasulullah SAW di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Dalam sebuah hadits disebutkan:
“Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menghidupkan malam-malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
1. I’tikaf
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW selalu melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan untuk mencari Lailatul Qadar.
Syarat utama i’tikaf adalah dilaksanakan di masjid, bukan di rumah atau di musholla kecil yang tidak digunakan untuk shalat berjamaah lima waktu.
2. Menghidupkan malam dengan sholat malam
Amalan yang sangat dianjurkan adalah qiyamul lail, seperti:
- Sholat Tahajud
- Sholat Witir
- Sholat Tasbih
- Sholat sunnah lainnya
Sebagian ulama menganjurkan memperbanyak sholat tasbih, terutama pada malam-malam ganjil seperti tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.
3. Memperbanyak doa dan istighfar
Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus ketika mencari Lailatul Qadar:
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
(HR. Tirmidzi)
4. Memperbanyak membaca Al-Qur’an
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, memperbanyak membaca, mentadabburi, dan mengamalkan Al-Qur’an sangat dianjurkan.
Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar
Umur umat Nabi Muhammad SAW relatif lebih pendek dibanding umat terdahulu, rata-rata sekitar 60–70 tahun.
Rasulullah SAW bersabda:
“Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun, dan sedikit yang melewati itu.”
(HR. Tirmidzi)
Karena umur yang pendek, Allah memberikan Lailatul Qadar. Satu malam ibadah di malam itu lebih baik daripada ibadah selama 1000 bulan (sekitar 83 tahun).
Keutamaan Istiqomah dalam Ibadah
Seorang muslim dianjurkan untuk istiqomah, yaitu terus-menerus dalam melakukan kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Orang yang istiqomah dalam kebaikan akan mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT.
Keharmonisan dalam Rumah Tangga
Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga.
Rasulullah SAW bersabda:
“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang sujud kepada orang lain, maka aku akan perintahkan seorang istri sujud kepada suaminya karena besarnya hak suami atas istrinya.”
(HR. Tirmidzi)
Namun hadits ini bukan berarti istri benar-benar harus sujud kepada suami, melainkan untuk menunjukkan besarnya kewajiban menghormati suami dalam rumah tangga.
Kunci seorang wanita untuk masuk surga adalah:
- Menjaga shalat
- Berpuasa di bulan Ramadhan
- Menjaga kehormatan diri
- Taat kepada suami dalam kebaikan
Ciri-ciri Istri Shalihah
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik wanita adalah yang apabila dipandang menyenangkan, apabila diperintah ia taat, dan apabila suami tidak ada ia menjaga dirinya dan harta suaminya.”
(HR. Abu Dawud)
Beberapa cirinya antara lain:
- Jika dipandang menyejukkan hati suami.
- Menjaga kehormatan diri dan pandangannya.
- Taat kepada suami dalam perkara yang baik.
- Menjaga amanah ketika suami tidak berada di rumah.
Dalam hadits juga disebutkan bahwa jika seorang istri menolak ajakan suami untuk berhubungan tanpa alasan yang dibenarkan, maka malaikat melaknatnya hingga pagi. (HR. Bukhari dan Muslim)
Berbuat Baik kepada Tetangga
Rasulullah SAW juga mengajarkan agar kita selalu berbuat baik kepada tetangga.
Beliau bersabda:
“Jibril terus-menerus menasihatiku untuk berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira tetangga akan mendapat bagian warisan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hal ini menunjukkan bahwa tetangga adalah orang terdekat yang harus kita jaga hubungan baiknya.
Penutup
Mari kita manfaatkan 10 hari terakhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, karena kita tidak tahu apakah kita masih akan bertemu Ramadhan tahun depan.
Perbanyak:
- Sholat malam
- Membaca Al-Qur’an
- Berdoa dan beristighfar
- Bersedekah
- Memperbaiki akhlak kepada keluarga dan tetangga
Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan menerima seluruh amal ibadah kita.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda