Khouf (Takut kepada Allah)
Oleh: Ustadz Nuha Muvid
Materi kali ini membahas tentang khouf, yaitu rasa takut kepada Allah SWT. Rasa takut ini bukanlah ketakutan biasa, tetapi takut yang lahir dari iman dan kesadaran bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Menghisab setiap amal hamba-Nya.
Allah SWT berfirman:
"Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar beriman."
(HR. terkait makna ayat dalam Al-Qur'an)
Seorang mukmin hendaknya takut kepada Allah, bukan takut kepada manusia, bukan takut kepada suami, istri, atau orang lain. Takut kepada Allah adalah tanda kesempurnaan iman.
Rasulullah SAW adalah manusia yang paling takut kepada Allah SWT, padahal beliau adalah manusia yang paling mulia dan telah dijamin surga. Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi iman seseorang, semakin besar rasa takutnya kepada Allah.
Para ulama mengatakan:
Puncak kebijaksanaan seorang hamba adalah takut kepada Allah.
Rasa takut kepada Allah merupakan salah satu tanda tingginya keimanan seseorang.
Dua Rasa Takut dan Dua Rasa Aman.
Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah tidak akan memberikan kepada seorang hamba dua rasa takut dan dua rasa aman sekaligus.
Artinya:
Jika seseorang merasa aman di dunia dari azab Allah dan tidak takut berbuat dosa, maka ia akan merasa takut di akhirat.
Namun jika seseorang takut kepada Allah di dunia, maka Allah akan memberikan rasa aman kepadanya di akhirat.
Keutamaan Menangis karena Takut kepada Allah
Menangis karena takut kepada Allah adalah tanda hati yang hidup.
Disebutkan bahwa ketika seorang hamba gemetar dan pucat wajahnya karena takut kepada Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran seperti daun kering yang rontok dari pohonnya.
Ada pula kisah para ulama yang begitu takut kepada Allah hingga air mata mereka terus mengalir, bahkan disebutkan sampai berbekas pada wajahnya. Orang yang hatinya demikian, insyaAllah dijauhkan dari api neraka.
Tujuh Golongan yang Mendapat Naungan Arsy Allah:
Pada hari kiamat nanti, ketika tidak ada naungan selain naungan Allah, ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Arsy Allah, yaitu:
1. Pemimpin yang adil terhadap rakyatnya.
2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, lebih suka sholat, membaca Al-Qur'an, dan beribadah daripada tenggelam dalam kesenangan dunia.
3. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena Allah.
4. Seseorang yang diajak berbuat zina oleh wanita cantik dan berkedudukan, namun ia berkata: "Aku takut kepada Allah."
5. Orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya.
6. Orang yang hatinya terpaut dengan masjid.
7. Orang yang mengingat Allah ketika sendirian lalu meneteskan air mata.
Golongan ini sangat dicintai oleh Allah SWT.
Menangislah karena Takut kepada Allah
Menangislah karena takut kepada Allah, bukan karena masalah dunia.
Banyak manusia menangis karena kehilangan harta, disakiti orang lain, atau tidak memiliki uang. Namun air mata yang paling berharga adalah air mata karena takut kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda bahwa mata yang menangis karena takut kepada Allah tidak akan disentuh oleh api neraka.
Kisah Rasulullah SAW yang Menangis dalam Sholat:
Suatu malam Rasulullah SAW meminta kepada Aisyah r.a. untuk membiarkan beliau beribadah kepada Allah.
Aisyah sebenarnya ingin menemani beliau, tetapi Rasulullah ingin beribadah sendirian.
Beliau sholat dan menangis begitu lama hingga menjelang waktu subuh.
Ketika Bilal datang dan melihat Rasulullah menangis, Bilal bertanya:
"Wahai Rasulullah, mengapa engkau menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?"
Rasulullah menjawab:
"Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?"
Padahal Rasulullah adalah manusia yang paling mulia, tetapi beliau tetap banyak menangis dan beristighfar kepada Allah hingga 100 kali setiap hari.
Kisah Nabi Adam AS:
Nabi Adam AS adalah manusia pertama yang diciptakan langsung oleh Allah SWT. Para malaikat diperintahkan untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan kepadanya.
Namun ketika Nabi Adam memakan buah yang dilarang oleh Allah, beliau merasa sangat bersalah.
Disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa Nabi Adam menangis selama puluhan bahkan ratusan tahun karena menyesali kesalahannya kepada Allah.
Ini menunjukkan betapa besar rasa takut dan penyesalan para nabi kepada Allah.
Kisah Nabi Nuh AS:
Ketika Allah memerintahkan Nabi Nuh membuat kapal, beliau membuatnya di tempat yang tinggi, bahkan di atas gunung.
Orang-orang mengejeknya karena membuat kapal jauh dari laut.
Namun Nabi Nuh tetap taat kepada Allah.
Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa Nabi Nuh pernah merasa malu kepada Allah setelah ditegur, hingga beliau tidak berani menengadahkan wajahnya kepada langit dalam waktu yang lama karena rasa takut dan malu kepada Allah.
Kisah Nabi Daud AS:
Nabi Daud AS dikenal sebagai nabi yang sangat lembut hatinya.
Beliau sering menangis dalam sujudnya kepada Allah hingga disebutkan bahwa tanah tempat sujudnya basah oleh air mata.
Bahkan ada kisah yang menyebutkan sampai tumbuh rumput di tempat beliau sering bersujud karena banyaknya air mata yang jatuh.
Ini menunjukkan betapa dalamnya rasa takut dan taubat para nabi kepada Allah.
Bahaya Lalai di Zaman Sekarang
Di zaman sekarang, banyak tontonan dan media yang dapat merusak hati dan akhlak manusia.
Media sosial sering membuat manusia lalai, terutama anak-anak dan pemuda. Bahkan ada pihak yang menyarankan agar anak-anak yang masih kecil dibatasi dalam penggunaan gadget agar mental dan akhlaknya tidak rusak.
Karena itu kita harus menjaga diri dan keluarga dari pengaruh buruk yang menjauhkan kita dari Allah.
Gambaran Dahsyatnya Hari Kiamat
Pada hari kiamat nanti, seluruh manusia akan dikumpulkan di suatu tempat yang sangat luas.
Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk mendatangkan neraka Jahannam.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa neraka Jahannam dibawa dengan 70.000 tali, dan setiap tali ditarik oleh 70.000 malaikat.
Ketika neraka Jahannam didekatkan kepada manusia, terdengar suara dahsyat dari neraka itu hingga membuat semua makhluk ketakutan.
Para malaikat berlarian karena takut. Para nabi pun berlutut memohon keselamatan.
Padahal saat itu pintu neraka belum dibuka, baru didekatkan saja manusia sudah sangat ketakutan.
Ini menunjukkan betapa dahsyatnya azab Allah SWT.
Penutup
Mendengar kisah-kisah ini seharusnya membuat hati kita lebih takut kepada Allah dan lebih berhati-hati dalam menjalani hidup.
Jangan banyak tertawa dan lalai dari mengingat Allah. Jangan bangga membuka aib orang lain.
Sebaliknya, perbanyaklah:
- taubat
- istighfar
- ibadah
- dan mengingat Allah
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang takut kepada-Nya di dunia, sehingga Allah memberikan rasa aman kepada kita di akhirat.
Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda