06 Maret 2026

Persatuan Umat Islam

Kuliah Subuh 6-3-2026

Persatuan Umat Islam
Oleh: Ustadz Imam

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, nikmat, dan kesehatan kepada kita semua, sehingga sampai hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta umatnya hingga akhir zaman. Semoga kita semua termasuk umat yang kelak mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat. Aamiin.

Saat ini kita telah memasuki hari ke-16 di bulan Ramadhan. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua sehingga dapat menjalankan ibadah puasa hingga selesai satu bulan penuh, serta menerima seluruh amal ibadah kita, bukan hanya puasanya saja.

Semoga yang sudah rajin membaca Al-Qur'an semakin ditingkatkan lagi tilawahnya, dan yang sudah mulai membiasakan shalat malam semoga semakin istiqamah melaksanakannya.

Makna Persatuan Umat Islam

Materi kajian kali ini adalah tentang persatuan umat Islam.
Allah SWT telah menjadikan seluruh kaum muslimin sebagai saudara seiman. Meskipun berbeda bangsa, bahasa, dan negara, tetapi kita dipersatukan oleh aqidah yang sama, yaitu iman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara."
(QS. Al-Hujurat: 10)

Karena itu, sudah seharusnya kita saling menyayangi, saling membantu, dan saling menjaga sesama saudara muslim.
Namun kenyataannya sangat miris. Banyak di antara sesama muslim justru berselisih, bermusuhan, bahkan dengan tetangga sendiri. Padahal sesama muslim adalah saudara yang seharusnya saling menjaga ukhuwah.

Pentingnya Ukhuwah Islamiyah

Persatuan umat Islam adalah kekuatan besar. Jika umat Islam bersatu, maka mereka akan menjadi umat yang kuat.
Sebaliknya, jika umat Islam terpecah belah, maka musuh-musuh Islam akan dengan mudah melemahkan mereka.

Setan sendiri sangat takut kepada orang yang kuat imannya. Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa setan sangat takut jika bertemu dengan sahabat Umar bin Khattab, karena kuatnya iman dan keteguhan beliau.

Karena itu, untuk mencapai ketaqwaan kepada Allah SWT, kita harus belajar saling mencintai dan menyayangi sesama saudara muslim.

Upaya Memecah Belah Umat Islam
Salah satu strategi musuh-musuh Islam sejak dahulu adalah memecah belah umat Islam.

Isu-isu yang sering diangkat adalah perbedaan mazhab, kelompok, dan aliran. Contohnya adalah perbedaan antara Sunni dan Syiah yang sering dimanfaatkan untuk memecah persatuan umat.
Padahal perbedaan tersebut sering kali dibesar-besarkan agar umat Islam tidak bersatu.

Ahlussunnah Wal Jamaah

Golongan Ahlussunnah wal Jamaah adalah umat Islam yang berpegang pada:
- Al-Qur'an
- Hadits Rasulullah SAW
- Ijma' dan pemahaman para sahabat

Dalam masalah fiqih, Ahlussunnah wal Jamaah mengikuti empat madzhab utama, yaitu:
1. Imam Abu Hanifah
2. Imam Malik
3. Imam Syafi'i
4. Imam Ahmad bin Hanbal

Di Indonesia, khususnya dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU), kebanyakan umat mengikuti mazhab Imam Syafi'i.
Namun jika seseorang mengikuti mazhab Hanafi, Maliki, atau Hanbali, semuanya tetap termasuk dalam Ahlussunnah wal Jamaah.

Sekilas Tentang Syiah

Dalam sejarah Islam, terdapat pula kelompok yang dikenal dengan Syiah, yaitu kelompok yang berpendapat bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib adalah khalifah yang paling berhak menggantikan Rasulullah SAW setelah beliau wafat.
Mereka meyakini kepemimpinan umat Islam seharusnya berada pada Sayyidina Ali dan keturunannya.

Dalam perkembangan sejarahnya, Syiah memiliki beberapa firqah atau kelompok, di antaranya:
1. Syiah Ghulat (ekstrem)
Kelompok yang berlebihan hingga menuhankan Ali bin Abi Thalib dan mengkafirkan sebagian sahabat Nabi.
2. Syiah Ismailiyah
3. Syiah Zaidiyah
4. Syiah Imamiyah (Itsna ‘Asyariyah)

Dalam sejarah juga pernah terjadi tuduhan kepada Imam Syafi'i bahwa beliau adalah Syiah karena kecintaannya kepada Ahlul Bait (keluarga Nabi).
Namun Imam Syafi'i menjawab:
“Jika mencintai keluarga Nabi dianggap sebagai Syiah, maka saksikanlah bahwa aku adalah seorang Syiah.”
Ucapan ini menunjukkan bahwa mencintai Ahlul Bait adalah bagian dari ajaran Islam, bukan berarti keluar dari Ahlussunnah.

Menyikapi Konflik di Dunia Islam

Saat ini dunia juga menyaksikan berbagai konflik yang melibatkan negara-negara di Timur Tengah, termasuk konflik antara Israel, Amerika Serikat, Iran, dan juga penderitaan rakyat Palestina.
Sebagai umat Islam, kita tidak boleh bersikap acuh tak acuh terhadap penderitaan saudara-saudara kita di dunia Islam.

Sejarah mencatat bahwa wilayah Palestina pernah berada di bawah kekuasaan Inggris. Pada masa itu Inggris memberikan izin kepada orang-orang Yahudi untuk tinggal di Palestina. Seiring waktu jumlah mereka semakin banyak hingga akhirnya terjadi konflik perebutan wilayah yang hingga sekarang masih berlangsung.
Banyak umat Islam di berbagai negara merasakan penderitaan yang panjang akibat konflik tersebut.

Karena itu, sebagai umat Islam kita harus memiliki kepedulian terhadap saudara-saudara kita, meskipun mereka berasal dari negara atau kelompok yang berbeda.

Menjaga Persatuan di Tengah Perbedaan
Dalam Islam memang terdapat berbagai organisasi dan kelompok, seperti:
- Nahdlatul Ulama (NU)
- Muhammadiyah
- dan lainnya

Perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi sebab permusuhan. Selama masih berpegang kepada Al-Qur'an dan Sunnah, maka kita tetap saudara seiman.

Yang paling penting adalah menjaga ukhuwah Islamiyah, saling menghormati perbedaan, dan tidak mudah saling menyalahkan.

Penutup

Persatuan umat Islam adalah kekuatan besar yang harus dijaga bersama.
Jangan sampai kita mudah terpecah hanya karena perbedaan pendapat, kelompok, ataupun mazhab. Sebaliknya, kita harus memperkuat persaudaraan, kasih sayang, dan kepedulian sesama muslim.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang menjaga persatuan umat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan mendapatkan keberkahan di bulan Ramadhan ini.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda