11 Maret 2026

Menjaga Adab

Kuliah Subuh 12-3-2026

Menjaga Adab

Oleh: Ustadz Nahar Bustanul Arifin

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta kesempatan untuk berkumpul dalam majelis ilmu. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi adab dan akhlak. Bahkan para ulama mengatakan bahwa adab adalah keindahan dalam kehidupan seorang muslim. Dengan adab, seseorang akan dihormati, dicintai, dan hidupnya menjadi lebih berkah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadits ini kita mengetahui beberapa sifat seorang muslim yang harus dijaga, yaitu:

1. Berkata yang Baik atau Diam

Seorang muslim hendaknya menjaga lisannya. Jika yang akan diucapkan adalah kebaikan maka sampaikan, namun jika tidak, maka lebih baik diam. Karena banyak sekali dosa yang berasal dari lisan, seperti ghibah, fitnah, dan perkataan yang menyakiti orang lain.

2. Memuliakan Tetangga

Tetangga memiliki hak yang besar dalam Islam. Bahkan malaikat Jibril terus berwasiat kepada Nabi Muhammad SAW tentang tetangga sampai Nabi mengira tetangga akan mendapat hak waris.

Bentuk memuliakan tetangga antara lain:

- Tidak mengganggunya

- Menolong ketika membutuhkan

- Menjaga perasaan dan kenyamanannya

3. Memuliakan Tamu

Memuliakan tamu adalah bagian dari keimanan. Ketika tamu datang, sambutlah dengan ramah, hidangkan yang kita mampu, dan perlakukan dengan baik.

Adab Bertamu dalam Islam

Islam juga mengajarkan adab ketika kita berkunjung ke rumah orang lain, di antaranya:

Tidak bertamu pada waktu istirahat, seperti larut malam atau waktu siang saat orang biasanya beristirahat.

Memberi kabar terlebih dahulu, agar tuan rumah dapat mempersiapkan diri.

Tidak berlama-lama jika tuan rumah terlihat sibuk atau hendak pergi.

Jika tuan rumah terlihat mengantuk atau lelah, maka segera pamit dengan baik.

Dengan menjaga adab bertamu, hubungan persaudaraan akan tetap harmonis.

Menahan Amarah

Ada seorang sahabat yang meminta wasiat kepada Nabi Muhammad SAW. Maka Nabi bersabda:

“Laa taghdhob.” (Jangan marah).

(HR. Bukhari)

Sahabat itu mengulang pertanyaannya beberapa kali, namun Rasulullah tetap menjawab:

“Jangan marah.”

Yang dimaksud adalah marah yang tidak tepat atau berlebihan.

Secara umum, marah terbagi menjadi tiga:

1. Marah yang Seharusnya Ada, tapi Tidak Dilakukan

Contohnya ketika agama dihina, kebenaran diinjak-injak, atau kemungkaran terjadi tetapi seseorang malah diam saja. Ini adalah sikap yang tidak tepat.

2. Marah yang Berlebihan

Segala hal kecil ditanggapi dengan kemarahan. Misalnya hanya karena air minum sedikit tumpah mengenai baju, seseorang langsung marah besar. Ini adalah marah yang tercela.

3. Marah yang Terukur

Yaitu marah yang dikendalikan dan tidak berlebihan. Ini adalah marah yang dibolehkan.

Allah SWT memuji orang yang mampu menahan amarah dalam firman-Nya:

“Yaitu orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain.”

(QS. Ali Imran: 134)

Inilah ciri orang yang bertakwa.

Adab dalam Memperlakukan Makhluk Hidup

Islam juga mengajarkan adab bahkan kepada hewan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik dalam segala hal. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan hewan sembelihannya.”

(HR. Muslim)

Contohnya:

Jika membunuh ular yang berbahaya, cukup sekali bunuh, jangan disiksa.

Ketika menyembelih hewan, pisau harus tajam agar hewan tidak lama merasakan sakit.

Dalam penyembelihan, ada empat saluran di leher yang harus terputus, yaitu:

1. Saluran makanan

2. Saluran pernapasan

3. Dua pembuluh darah utama

Semua ini dilakukan agar proses penyembelihan cepat dan tidak menyiksa hewan.

Adab adalah Keindahan

Adab itu adalah estetika atau keindahan dalam hidup.

Sebagaimana:

Tentara yang akan berperang membawa senjata yang sudah siap, bersih, dan lengkap.

Petani yang ke sawah membawa cangkul dan arit yang sudah diasah.

Begitu juga ketika menyembelih hewan, pisau harus sudah diasah dan dipersiapkan dengan baik, agar hewan tidak terlalu lama merasakan sakit.

Darah yang menempel di pisau pun dibersihkan dengan kain atau serbet, bukan dilap pada tubuh hewan qurban. Itu bagian dari adab dalam Islam.

Penutup

Hadirin yang dirahmati Allah,

Adab adalah cerminan keindahan Islam. Dengan menjaga adab dalam perkataan, dalam bertamu, dalam menahan amarah, bahkan dalam memperlakukan hewan, kita menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh rahmat.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang berakhlak mulia dan beradab dalam setiap keadaan.

Wallahu a’lam bishawab.

Mohon maaf apabila dalam penyampaian kajian ini terdapat kekurangan dan kesalahan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda