Tips Hidup Berkah
Oleh: Ustadz Sabar Maulana
Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan baik.
Memasuki pekan kedua bulan Ramadhan, kita berada pada fase maghfirah (ampunan). Ini adalah waktu yang sangat berharga untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Seorang muslim harus selalu optimis terhadap rahmat Allah. Sebesar apa pun dosa kita, Allah SWT akan mengampuni selama kita bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha), kecuali dosa syirik jika tidak bertaubat sebelum meninggal.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. An-Nisa: 48)
Perubahan Menuju Kebaikan
Perubahan seorang manusia dapat diibaratkan seperti ulat yang berubah menjadi kupu-kupu.
Ulat dijauhi manusia karena dianggap menjijikkan. Namun ketika ia berproses menjadi kepompong, lalu berubah menjadi kupu-kupu yang indah, justru manusia mencarinya karena keindahannya.
Begitu juga dengan manusia.
Jika seseorang mau bertaubat dan memperbaiki diri, Allah dapat mengubah kehidupannya menjadi lebih baik dan mulia.
Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Wafat
Ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ:
“Wahai Rasulullah, kedua orang tuaku telah meninggal dunia. Apakah masih ada cara bagiku untuk berbakti kepada mereka?”
Rasulullah ﷺ menjawab:
Mendoakan dan memohonkan ampun untuk keduanya
Menunaikan janji-janji mereka
Memuliakan sahabat-sahabat mereka
Menyambung silaturrahim dengan keluarga dan kerabat mereka
(HR. Abu Dawud)
Ini menunjukkan bahwa bakti kepada orang tua tidak berhenti ketika mereka wafat.
Amalan yang Mendatangkan Keberkahan Hidup
Suatu ketika Rasulullah ﷺ sedang dalam perjalanan. Lalu ada seseorang bertanya:
“Wahai Rasulullah, amalan apa yang dapat mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan saya dari neraka?”
Rasulullah ﷺ kemudian menjelaskan beberapa amalan penting:
1. Menyembah Allah dan Menjauhi Syirik
Hal paling utama adalah bertauhid kepada Allah SWT dan menjauhi segala bentuk syirik.
Kita harus menyadari bahwa segala kekuatan berasal dari Allah.
Jangan merasa hebat karena kemampuan diri sendiri.
Allah-lah yang memberikan:
- kekuatan
- kesehatan
- kemampuan
- rezeki
Semua yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah SWT.
2. Mendirikan Sholat Lima Waktu
Sholat adalah ibadah wajib yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun.
Jika seseorang tidak mampu sholat dengan berdiri, maka boleh:
duduk
jika tidak mampu duduk, maka berbaring
Namun sholat tetap harus dilakukan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah sholat.”
(HR. Tirmidzi)
Nikmat kesehatan yang Allah berikan sebenarnya adalah rezeki besar, karena dengan tubuh yang sehat kita dapat menjalankan sholat dengan sempurna.
Banyak orang yang bahkan tidak memiliki kaki, sehingga harus membeli kaki palsu agar bisa beraktivitas.
Karena itu kita harus banyak bersyukur kepada Allah.
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan:
Dalam urusan dunia, lihatlah orang yang berada di bawah kita agar kita mudah bersyukur.
Dalam urusan ilmu dan kebaikan, lihatlah orang yang lebih tinggi agar kita termotivasi untuk memperbaiki diri.
3. Menunaikan Zakat
Zakat adalah salah satu cara agar harta kita menjadi berkah.
Zakat terbagi menjadi dua:
1. Zakat Fitrah
Dibayarkan sebelum sholat Idul Fitri
Jika diberikan setelah sholat Id, maka hanya dianggap sedekah biasa
Karena itu zakat fitrah harus disalurkan sebelum sholat Id kepada mustahiq (orang yang berhak menerima).
Dilaksanakan setahun sekali pada bulan Ramadhan.
2. Zakat Mal
Yaitu zakat dari harta yang telah mencapai nisab (batas minimal) dan telah dimiliki selama satu tahun (haul).
Contohnya:
Jika seseorang memiliki harta senilai 90 juta rupiah, dan setelah satu tahun jumlah tersebut masih mencapai nisab, maka wajib dikeluarkan zakatnya.
Zakat akan:
- membersihkan harta
- menambah keberkahan
- menjauhkan dari bala
Jika seseorang menahan zakat, maka bisa jadi Allah memberikan teguran dalam hidupnya.
4. Menyambung Silaturrahim
Silaturrahim adalah amalan yang sangat besar pahalanya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturrahim.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Orang yang suka menyambung silaturrahim biasanya memiliki hati yang lembut dan disukai banyak orang.
Sebaliknya, memutus silaturrahim dapat membuat hati menjadi keras.
Dalam Islam, seseorang tidak boleh mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan Mendamaikan Orang
Mendamaikan dua orang yang berselisih adalah amalan yang sangat mulia.
Sering kali mendamaikan orang yang bertengkar itu sulit, tetapi pahalanya sangat besar karena dapat mendekatkan kita kepada surga.
Sedekah yang paling utama bahkan adalah memberi kepada orang yang kita tidak sukai, bukan hanya kepada teman dekat.
Ini adalah bentuk latihan untuk membersihkan hati dari kebencian.
Penutup
Perlu kita ingat bahwa surga bukan untuk orang yang hidupnya tanpa masalah, tetapi untuk orang yang bersungguh-sungguh berjuang dalam ketaatan kepada Allah di tengah ujian kehidupan.
Orang yang berusaha memperbaiki diri, bersabar dalam ujian, dan terus mendekatkan diri kepada Allah, insyaAllah akan mendapatkan hidup yang berkah di dunia dan keselamatan di akhirat.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang:
- istiqamah dalam ibadah
- rajin bersilaturrahim
- ikhlas dalam beramal
- dan mendapatkan keberkahan hidup di dunia serta surga di akhirat.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda