01 January 2010

*cinta yang melampaui cinta



Catatan Latifatl Chasanah, Sel pukul 10:04

hanya copas dari FB saudara seiman , smg dapat menjungkir-balikkan pemaknaan cinta menuju bangunan cinta yang lebih dalam...

Jika kau ingin menghapus semua tentangku, lakukan sesukamu kecuali catatan ini. Remuk redamkan semua goresan dan memorimu tentangku, kecuali apa yang kutulis malam ini.

Aku mencintaimu. Aku mencintai kalian. Dan cintaku ini terbit dari hati yang dibelai ukhuwah karena Allah. Rabb yang menebarkan cinta kasih semau-Nya. Menghiasinya dalam hati setiap manusia, atau Mencabutnya.

Aku mencintaimu. Aku mencintai kalian. Dan cintaku ini tumbuh bersama janji akan merawat ukhuwah yang menyejukkan ini.

Akhi fiellah, Ukhti fiellah. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Sepanjang jalan kehidupan yang telah kulalui, tak ada kehangatan yang dapat menaklukkan ukhuwah fiellah ini. Tidak juga persaudaraan nasab. Tidak juga cinta.

Inilah doa yang ingin selalu kulantunkan, "Rabb, aku memang tak mahir merawat ketaatan kepada-Mu. Aku terlampau sering melukai syariat-Mu. Aku juga sering dikuasai emosi. Tapi aku punya dua hal, jika aku ikhlas dengan kedua hal itu maka jadikan mereka berguna untuk menolongku di akhirat nanti. Kedua hal itu adalah tauhid kepada-Mu dan perasaan cinta dalam ukhuwah islamiyah yang lebih menguasai perasaanku ketimbang hubungan yang lain."

Semoga kau tahu, hatiku bergetar tiap kali berdoa untuk keampunan semua kaum muslim, lelaki dan perempuan. Getar itu adalah cinta. Getar itu adalah kasih. Getar itu adalah sayang. Getar itu adalah pengukuhan bahwa kau tetap saudaraku dengan segala dosa dan kekuranganmu, makanya aku mendoakanmu. Rabbighfirlii wa liwaalidayya wa lilmuslimiin wal muslimaat.

Aku berdoa untukmu di dalam sujud, di depan mushaf setelah tilawah, di setiap sisi dinding Kakbah, di Arafah yang damai, di Raudhah yang tentram, di atas koran bekas di lapangan tempat salat hari raya, di belakang imam salat jenazah, di mana-mana.

Aku berdoa setiap kali melihat kaki-kaki kecil itu berlari ke masjid petang hari untuk mengaji. Setiap melihat adegan ketaatan. Pada waktu melihat semua orang menangis di tanah-tanah haram. Setiap memandang wajah-wajah antusias mendengar kajian-kajian Al-Qur'an atau Hadits. Kala terlihat jilbab besar di dalam bis kota, pasar, kampus, atau di mana saja. Saat melihat pemandangan indah wajah-wajah bersih yang konsisten menjaga Sunnah. Walau aku tak sebaik itu.

Aku mencintaimu. Aku mencintai kalian. Dan cintaku ini tak akan berkurang karena hal-hal yang sepele. Engkau tetap saudaraku selama engkau menjadi hamba-Nya. Apapun kekuranganmu. Tahukah engkau, setiap tasbih yang kulafazkan adalah pengukuhan betapa Allah-lah Zat Yang Maha Suci itu. Engkau tidak suci. Engkau berdosa sebagaimana aku pun berdosa. Engkau pernah bersalah kepadaku sebagaimana aku sering bersalah kepadamu. Tapi engkau adalah saudaraku. Aku mencintaimu dengan cinta yang melampaui cinta. Dengan ukhuwah.

Aku mencintaimu. Aku mencintai kalian. Dan cintaku ini tak pernah berhenti. Cintaku selalu kulantunkan bersama setiap ketaatanmu, setiap kali kau mempertegas tauhidmu, setiap kali kau saling menasehati dan saling bersabar, saling mencintai, saling membangun, saling menjaga ukhuwah yang hangat ini.

Sekali lagi, aku tak punya apa-apa untukmu selain itu. Maka, sekali lagi, tidak ada yang lebih berharga bagiku selain ukhuwah ini. Jika kau ingin aku menghapus semua tulisanku, aku akan lakukan kecuali tulisan ini. Inilah satu-satunya catatan yang aku paling ingin kau selalu membacanya.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=227012983818

No comments:

Post a Comment

Komentar Anda