28 May 2017

Boleh Gak Sih Ngupil dan Ngorek Telinga di Bulan Puasa?

Image: image: ayobuka.com


Saat hidung merasa tersumbat, kadang jari kita spontan mengupil. Lega rasanya jika kotoran yang menyumbat di hidung bisa lepas dan tidak mengganjal lagi di hidung. Begitu juga saat telinga kita serasa ada yang mengganjal dan sangat mengganggu, biasanya kita spontan mengoreknya dengan jari kelingking kita. Tapi, di bulan puasa kita harus hati-hati lho, karena bisa jadi malah membatalkan puasa. Sayang kan, kalau sampai puasanya batal?

Menurut Ustadz Jaka, pada dasarnya puasa bisa menjadi batal apabila ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh kita melalui lubang-lubang pada tubuh seperti mulut, hidung, telinga, anus, maupun kemaluan. Dan kaitannya dengan ngupil ataupun mengorek kuping, ada yang harus kita perhatikan.

Batal puasa disebabkan masuknya benda ‘ain (yang jelas, dapat dilihat) sekalipun hanya sedikit ke dalam (bagian) yang disebut Jauf; rongga dalam. (Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibary, Fath al-Mu’in).

Ngupil dibedakan menjadi dua:
  • Ngupil biasa, yakni ngupil yang tidak sampai ke dalam rongga hidung (1 buku lipatan jari), ini tidak membatalkan puasa.
  • Ngupil luar biasa, yaitu ngupil yang terlalu dalam hingga benda yang dimasukan ke hidung (jari) masuk pada bagian rongga hidung (lebih dari 1 buku lipatan jari), dan ngupil yang ini akan membatalkan puasa apabila dilakukan dengan sadar dan disengaja.
Berlaku juga untuk ngorek kuping. Kesimpulannya, ngupil dalam keadaan sadar maupun tidak sadar itu tidak membatalkan amalan puasa kamu, asal tidak memasukan alat ngupil lebih dari satu buku lipatan jari. Adapun jika lebih dari satu buku lipatan jari, itu akan membatalkan puasa. Dan balik lagi pada kenyataan, emang ada yang bisa ngupil lebih dalam dari satu buku lipatan jari?

Lebih jelasnya, hal-hal yang membatalkan puasa jumlahnya diringkas menjadi delapan:
  1. Masuknya sesuatu terhadap tujuh lubang yang ada pada tubuh kita, seperti mulut atau hidung, dengan cara dimasukan, dimakan, atau sebagainya, dan dengan dilakukan secara sengaja.
  2. Muntah dengan disengaja.
  3. Bersetubuh.
  4. Sengaja bersuka ria mengeluarkan air mani.
  5. Haidl.
  6. Nifas.
  7. Gila.
  8. Murtad (keluar dari agama Islam).
Berdasarkan dari beberapa kitab para ulama, maka dapat disimpulkan bahwa ngupil atau ngorek telinga itu hukumnya tidak membatalkan puasa. Hal ini selagi ngupil/ngoreknya dalam tahap wajar, dalam arti benda yang digunakan untuk ngupil tidak dimasukan terlalu dalam ke rongga hidung, sehingga melewati batas batang hidung. Karena kalau sudah melewati batas batang hidung itu sudah dianggap bukan dzahir badan, melainkan bathin badan dan dapat membatalkan puasa. Begitu juga dengan ngorek telinga.

Kesimpulannya, lubang hidung yang ada dalam batang hidung masih dianggap dzahir tubuh. Artinya belum dianggap bathin (bagian dalam) tubuh. Sehingga apabila ada sesuatu masuk ke daerah tersebut masih dianggap belum batal. Namun apabila sudah melewati daerah tersebut (haisyum/batang hidung) maka bisa membatalkan puasa karena sudah termasuk bathin. Jadi hati-hati bagi yang mau ngupil saat sedang puasa.

Artikel dikutip dari: https://jalantikus.com/
                                          http://chiyallmarzooqie.blogspot.co.id/

Gara-gara Mengejar Ayam, Seorang Ibu Meninggal dalam Keadaan Mengenaskan

 
Image: https://www.youtube.com/watch?v=_reHuxXyuh4
                 Pagi hari, selepas subuh, Bu Tina (bukan nama sebenarnya) bangun tidur. Hendak sholat subuh urung, karena melihat seekor ayam peliharaannya yang hendak dipotong lepas dari kandangnya. Didekati, sang ayam malah kabur keluar. Akhirnya Bu Tina pun keluar mengejarnya. Dalam gelap masih remang-remang karena masih pagi, Bu Tina kesusahan mengejarnya. Tidak biasanya si ayam ‘nggara’ (tidak mau diam, red), yang membuat Bu Tina makin kesal.
                   “Nih ayam ditangkap kok susah banget sih?”, gerutu Bu Tina.
                    Sambil berlari-lari terus mengejarnya, si ayam malah semakin menjauh. Semakin didekati, semakin menjauh. Karena kesal ingin segera menangkapnya, saat mulai dekat jaraknya dengan si ayam, Bu Tina langsung melompat dan menubruknya. Tapi tak disangka, saat melompat ternyata di depannya ada lubang kecil yang tak terlihat oleh Bu Tina, hingga ia pun jatuh terjerambab. Dan jatuhnya pun mengenai batu, yang membuatnya kesakitan dan menjerit keras-keras. Bu Tina pun langsung pingsan seketika.
                    Suaminya yang sedang dzikir selepas sholat subuh, kaget mendengar suara jeritan istrinya di luar. Ia tidak tahu kalau istrinya sudah bangun dan sedang mengejar-ngejar ayam. Ia pun segera beranjak keluar mencari istrinya. Karena di luar mulai terang, ia pun bisa menemukan istrinya yang sedang tergeletak karena pingsan. Suami Bu Tina kaget melihatnya. Tidak jauh dari Bu Tina, ayam yang sedang dikejarnya tengah berdiri dan berkokok keras, seolah memberi tahu warga ada orang pingsan di situ.    
                     Suami Bu Tina pun langsung membopongnya dan meletakkan tubuh Bu Tina di ranjang. Ia mencoba menyadarkannya namun lama tak kunjung siuman. Karena takut terjadi apa-apa, ia pun membawanya ke rumah sakit. Tapi naas, belum sempat diperiksa dokter, Bu Tina menghembuskan nafas terakhirnya. Rupanya, kepala Bu Tina yang terbentur batu saat jatuh, membuat kepalanya retak dan menimbulkan pendarahan di dalam kepalanya. 
                       Suami Bu Tina pun langsung shock menerima kenyataan itu. Yang membuatnya sedih, kenapa istrinya tidak sholat subuh dulu sebelum mengejar ayam. Padahal biasanya Bu Tina selalu sholat subuh terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas kesehariannya. Tapi ia berharap, Tuhan mengampuni istrinya atas kekhilafannya tersebut.
  *****
                      Hikmah dari kisah di atas, beribadahlah di awal waktu, karena kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nantinya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ini.
Kisah di atas merupakan kisah nyata yang terjadi pada tetangga teman penulis yang diceritakan kepada penulis.

24 May 2017

Hentikan Kebiasaan Ngupil Sekarang Juga, Sebab itu Berbahaya, Mau Tahu?



Hampir semua orang pernah mengupil. Apa sih upil dan ngupil? Upil itu terbentuk dari kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung melalui proses pernapasan. Debu dan kotoran yang masuk ke hidung ini akan disaring oleh filter atau bulu-bulu hidung. Kotoran yang tidak tersaring akan ditangkap oleh lendir yang ada di hidung. Lama kelamaan lendir ini akan mengeras dan terbentuklah upil. Sedangkan membersihkan hidung dari kotoran dengan menggunakan jari itu disebut mengupil, dan biasanya membuat seseorang bisa bernapas lebih baik karena tidak ada yang menghalangi jalur pernapasan.

Meski Prof Bischinger menganggap bahwa mengupil itu menyehatkan, namun tidak ditemukannya literatur ilmiahnya oleh ilmuwan manapun.

 "Saya belum pernah membaca literatur ilmiahnya," kata Dr Agus Subagio, SpTHT dari RS Puri Indah mengomentari pendapat tentang ngupil yang diklaim bisa menyehatkan tubuh, saat dihubungi detikHealth Jumat (3/5/2013).

Menurut Dr Agus, ngupil bukanlah perilaku yang sehat sehingga tidak perlu dijadikan kebiasaan. Selain jorok dan membuat orang di sekitar merasa tidak nyaman, ngupil juga berisiko melukai mukosa hidung dan memicu infeksi. Bahkan bisa merusak tulang rawan di hidung.

Membersihkan lapisan kerak yang ada di dalam hidung atau mengupil terkadang merupakan aktivitas yang menyenangkan. Namun, dokter spesialis telinga hidung tenggorokan menyarankan untuk tidak membersihkan hidung menggunakan jemari.

"Jari bisa saja mengandung virus, saat mengupil berarti memindahkan virus masuk ke dalam tubuh," terang dokter spesialis THT Rusdian Utama Roeslani saat ditemui dalam acara Bebas Gangguan Hidung Tersumbat di Jakarta pada Rabu (3/12/2014).

Menurutnya salah satu cara aman membersihkan hidung dengan mencuci hidung menggunakan air. "Bagi orang Islam saat wudhu kan diminta untuk membersihkan hidung dengan air dan menghirupnya kemudian dikeluarkan. Nah itu juga bisa jadi salah satu alternatif cara membersihkan hidung," terang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.
 Bisa juga dengan mengirigasi hidung menggunakan larutan garam. Cukup campurkan dua sendok teh garam ke dalam 200 cc air, lalu basuh hidung menggunakan larutan tersebut.

Mengupil tidak baik karena menimbulkan efek samping bagi kesehatan, di antaranya:
  1. Sering ngupil membuat infeksi lubang hidung
Infeksi di dalam lubang hidung adalah hal yang paling mungkin terjadi akibat kebiasaan sering mengupil. Sebagian besar orang mengupil dengan jarinya. Ketika jari yang dimasukkan ke dalam lubang hidung tidak bersih dan penuh bakteri, maka bakteri tersebut dapat berpindah dari jari bagian dalam hidung. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami infeksi vestibulus – bagian atas hidung yang cukup sensitif.

Tidak hanya itu, bakteri dan kuman penyakit ini dapat mempengaruhi dan menginfeksi bagian rambut folikel hidung. Rambut folikel hidung ini berfungsi untuk menyaring kotoran dari udara yang masuk ke hidung. Apabila bagian ini terganggu, maka hidung tidak lagi dapat dengan baik menyaring kotoran yang masuk melalui udara yang terhirup.
  1. Menimbulkan bisul di hidung bagian dalam
Masih terkait dengan infeksi yang mungkin terjadi akibat sering mengupil, diketahui juga bahwa bakteri yang paling banyak ditemukan saat seseorang ngupil adalah Staphylococcus Aureus. Jenis bakteri ini dapat mengakibatkan timbulnya jerawat atau bisul di dalam lubang hidung Anda. Saat jerawat atau bisul terbentuk di dalam hidung, maka saluran napas akan tersumbat dan mempengaruhi sistem pernapasan Anda.

Selain itu, infeksi ini bisa berbahaya bagi fungsi otak, karena pembuluh darah yang ada di dalam lubang hidung berkaitan dengan pembuluh darah di otak. Apabila infeksi yang terjadi cukup parah, maka bukan tidak mungkin fungsi otak juga akan terganggu.
  1. Berisiko mengalami mimisan
Mimisan atau keluarnya darah dari lubang hidung juga merupakan efek samping dari kebiasaan sering ngupil. Kondisi ini paling sering dan banyak terjadi pada anak-anak. Saat mengupil dengan jari, bisa saja kuku jari melukai bagian dalam hidung kemudian menyebabkan luka dan perdarahan. Hal tersebut akan memperbesar peluang untuk terjadinya infeksi di dalam lubang hidung.
  1. Perforasi septum
Perforasi septum adalah kondisi di mana sekat antara lubang hidung sebelah kanan dan kiri terbuka atau mengalami luka. Terlalu sering ngupil atau tanpa sengaja mengupil terlalu dalam bisa mengakibatkan seseorang mengalami hal ini. Biasanya perforasi septum ini akan menimbulkan mimisan serta pada kasus yang parah, perlu melakukan operasi untuk mengobatinya.
  1. Jorok dan tidak enak dilihat
Kebiasaan sering ngupil adalah kebiasaan yang buruk. Tidak hanya karena berdampak pada fungsi serta bentuk hidung saja, karena secara keseluruhan kebiasaan ini akan menimbulkan banyak kuman dan bakteri penyakit. Anda mungkin tidak sadar telah ngupil, kemudian tidak membiasakan diri untuk mencuci tangan dan menggunakan tangan tersebut untuk melakukan kegiatan lainnya. Padahal, dalam lubang hidung terdapat banyak sekali bakteri dan kuman yang bisa menyebabkan Anda mengalami penyakit infeksi.

Selain karena jorok dan dapat menyebabkan penyakit infeksi, kebiasaan sering ngupil juga dianggap tidak sopan, apalagi melakukannya di depan umum. Bukan tidak mungkin Anda akan menjadi bahan omongan dan objek lelucon bagi orang-orang di sekitar Anda.

Nah, serem kan, kalau kita masih melakukan kebiasaan mengupil? Jadi sebaiknya hentikan kebiasaan itu mulai sekarang juga. OK, semoga bermanfaat.

Artikel ini dikutip dari : http://solgasol.wordpress.com 
                                                 http://m.detik.com/health
                                                 http://m.liputan6.com/health 
                                                 http://jurnalisislam24jam.blogspot.com/

Memprihatinkan, Pesta Gay Kini Marak di Negeri Ini



Semakin hari kaum gay makin meresahkan. Pesta Gay yang dilakukan mereka pun kini tak hanya di rumah-rumah pada umumnya, bahkan di ruko-ruko pun mereka bebas berpesta. Ruko atau Rumah Toko yang seharusnya berfungsi sebagai tempat jual beli, kini mulai dijadikan tempat pesta oleh mereka.

Polisi sempat menggerebek sebuah ruko di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menjadi tempat pesta gay bertajuk 'The Wild One'. Pada Minggu (21/5/2017) malam, dan sebanyak 141 pria diangkut dari ruko tersebut. AKBP Nasriadi mengatakan para tamu masuk ke event tersebut dengan membayar Rp 185 ribu. Pesta gay itu berlangsung di 3 lantai ruko. Pesta Seks sesama jenis atau yang biasa disebut GAY merupakan sebuah EVENT yg bernama The Wild One.

Polisi melakukan penggerebekan sekitar pukul 19.30 WIB, Minggu (21/5) malam. Ada 141 orang yang diamankan dari pesta itu. Sejumlah barang bukti juga disita, di antaranya kondom dan uang tip untuk tarian striptis.

Mungkin kita bertanya-tanya: Gay merupakan gangguan kejiwaan atau bukan? Ada 2 pendapat yang berbeda:

Menurut dr.Andri, SpKJ,FAPM (Psikiater, Pengajar di FK UKRIDA, Fellow of Academy of Psychosomatic Medicine), LGBT itu bukan gangguan jiwa, berdasarkan PPDGJ III Homoseksual (Gay dan Lesbian) dan Biseksual TIDAK TERMASUK GANGGUAN JIWA.

Dan pendapat kedua,  menurut Republika.co.id, Danardi menyatakan, orang dengan homoseksual dan biseksual dapat dikategorikan sebagai Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK). ODMK sendiri adalah orang yang mempunyai masalah fisik, mental dan sosial, pertumbuhan, dan perkembangan, dan/atau kualitas hidup. Dengan demikian, kaum ini memiliki risiko mengalami gangguan jiwa. Penjelasan ini, kata dia, sudah tercantum jelas pada UU Nomor 18 Tahun 2014 tentang kesehatan jiwa pada pasal satu.

Selain itu, masih menurut Republika.co.id, Danardi juga mengungkapkan, ihwal Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang juga sudah tertera dalam UU dan pasal tersebut. ODGJ adaah orang yang mengalami gangguan pikiran, perilaku, dan perasaaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala. Atau, lanjutnya, perubahan perilaku yang bermakna dan dapat menimbulkan penderitaan serta hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.

“Menurut (PPDGJ)-III, transeksualisme masuk ke dalam gangguan jenis kelamin,” terang Danardi. Dengan kata lain, transeksualisme masuk ke dalam kategori ODGJ.

Terlepas dari 2 pendapat yang berbeda tersebut, yang jelas perilaku tersebut sangat tak lazim di negeri ini. Selain merusak tatanan keluarga, juga membahayakan bagi kesehatan, di antaranya bisa mengakibatkan:
1. Kanker anal (dubur)
Kemungkinan besarnya pelaku gay terkena kanker karena virus HPV (Human Papillomavirus). Dimana kemunculannya tersebut ditularkan dengan melakukan hubungan seksual seperti itu, yang akhitnya menjadi penyebab tubuh terkena kanker anal.
2. Kanker mulut
Dari informasi di situs Dallasvoice.com, dilakukan sebuah studi di New England Journal of Medicine, dan hasil penelitian yang dilakukan tersebut menemukan kesimpulan bahwa rokok bukanlah satu-satunya yang menjadi penyebab kanker mulut. Bahkan pihak yang berisiko paling tinggi terkena kanker mulut yaitu mereka yang melakukan oral seks dengan enam atau lebih dari partner seks yang berbeda-beda.
3. Meningitis (Radang selaput otak)
Sebuah penggalan tulisan di DetikHealth yang cukup menarik yaitu "New York Diserang Wabah Radang Otak karena Hubungan Seks Sembarangan".
4. Kanker pada lesbian
Sebuah penelitian yang dilakukan di Cancer Support Community, memperoleh hasil penelitian bahwa para lesbian mempunyai kualitas kesehatan yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang heteroseksual. Itu termasuk ketika berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. Wanita lesbian punya masalah dari kemampuan ketahanan tubuh yang lemah untuk menghadapi kanker.
5. HIV/AIDS
Virus HIV ini umumnya oleh orang-orang dikaitkan dengan masalah hubungan seksual bebas, termasuk sering berganti pasangan. Dan kaum gay ini punya resiko tinggi mendapatkan penyakit AIDS, yang penyakit virus ini membuat tubuh kehilangan kemampuan dalam mepertahankan dirinya.
6. Dampak sosial
Pada sebuah studi yang dilakukan, didapatkan data-data bahwa seorang gay punya pasangan antara 20-106 orang per tahunnya. Adapun pasangan zina (pasangan hetroseksual tetapi di luar pernikahan) tidak lebih dari 8 orang seumur hidupnya. Ditemukan bahwa sekitar 43% kaum gay tersebut selama hidupnya melakukan homo seksual dengan 500 orang bahkan lebih. Bahkan, diantaranya itu ada sekitar 28% yang melakukannya dengan lebih dari 1000 orang. Sekitar 79% dari mereka mengatakan bahwa pasangan sejenisnya itu merupakan orang yang tidak dikenalinya sama sekali. Tentunya fenomena gay ini menjadi sebuah hal yang mengerikan akibatnya bagi dampak kehidupan sosial.
7. Dampak Pendidikan
Untuk dampak pendidikan juga tidak kalah memprihatinkannya, dimana siswa atau siswi yang menganggap dirinya sebagai sebagai penyuka sesama jenis, menghadapi permasalahan putus sekolah 5 kali lebih besar dibandingkan dengan siswa normal. Hal ini terdapat terjadi karena mereka tidak nyaman di sekolah.
8. Dampak Keamanan
Kaum homo seksual memberikan peran sebesar 33% pelecehan seksual pada anak-anak di Negara Amerika Serikat, dimana yang cukup mencengangkan bahwa populasi kaum homo ini sebenarnya hanya 2% dari keseluruhan penduduk Amerika. Yang hal itu berarti bahwa 1 dari 20 kasus homo seksual bentuknya adalah pelecehan seksual pada anak-anak. Adapun 1 dari 490 kasus perzinaan bentuknya adalah pelecehan seksual pada anak-anak (Psychological Report, 1986, 58 pp. 327-337).
9. Dampak lainnya
Pelaku LGBT akan sangat rentan terkena virus, seperti HIV, sifilis, hepatitis, dan infeksi Chlamydia. Bahaya LGBT lainnya bagi kesehatan yaitu resiko terjadinya luka dan pembengkakan pada sistem pembuangan.

Ironis, jika negara yang sudah dikenal beradab kini dipenuhi oleh orang-orang tak beradab sebagaimana kaum gay.


Artikel dikutip dari: https://news.detik.com/
                                   http://www.kompasiana.com/psikosomatik_andri
                                   http://tips47.blogspot.com/2016/03/