12 January 2013

KARYA TULIS ILMIAH HASIL PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) TAMAN KANAK-KANAK PADA PENGEMBANGAN SENI


KARYA TULIS ILMIAH
HASIL PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
TAMAN KANAK-KANAK PADA PENGEMBANGAN SENI

JUDUL
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS (KOLASE)
ANAK TK KELOMPOK B MELALUI PENERAPAN METODE
DEMONSTRASI DAN PEMBERIAN TUGAS
DENGAN BERBAGAI MEDIA

Disusun Untuk Mengikuti
Lomba Karya Ilmiah Inovatif Pembelajaran Guru

Disusun Oleh :
Nama             : FUTICHA TURISQOH
NUPTK          : 3560752653300052
Jabatan          : Guru
Unit Kerja      : TKIT Miftahul Ulum Gumayun

TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU (TKIT)
MIFTAHUL ULUM GUMAYUN
Jl. Raya Slawi – Jatibarang Km 4 Gumayun – Dukuhwaru – Tegal
TAHUN 2011
KATA PENGANTAR

            Puji syukur Kehadirat Allah Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan naskah Karya Ilmiah tanpa halangan suatu apapun.
            Maksud penyusunan naskah ini adalah untuk mengikuti Lomba Karya Ilmiah Inovatif Pembelajaran Guru Tahun 2011. Karya Ilmiah ini merupakan hasil pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di TKIT Miftahul Ulum Gumayun, dan merupakan harapan bagi setiap guru TK untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak TK, di antaranya pembuatan kolase, di mana pembelajaran melalui PTK pada pengembangan seni ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas anak. Dan untuk menunjang keberhasilan dari pembelajaran ini di antaranya adalah keuletan, yang disertai dengan sikap sabar dan teliti yang penuh rasa tanggung jawab dari guru dalam menghadapi anak didik.
ii
 
            Proses penyusunan Karya Ilmiah ini hingga selesai dengan baik tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Maka dari itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Sekolah TKIT Miftahul Ulum Gumayun yang telah mendukung keikutsertaan penulis dalam mengikuti perlombaan Karya Ilmiah tersebut. Tidak terlupakan juga teman-teman guru di TKIT Mifthul Ulum Gumayun yang telah banyak membantu dengan memberikan dukungan moril atas terselesainya Karya Ilmiah ini, dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah berjasa dalam penyusunan Karya Ilmiah ini.
            Peneliti menyadari bahwa Karya Ilmiah ini belum sempurna, untuk itu tidak menutup kemungkinan saran dan kritik yang membangun agar dapat memberikan khazanah dalam Karya Ilmiah ini. Semoga Karya Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi dunia pendidikan. Amin…..

                                                                                    Tegal, Juli 2011
                                                                                          Penulis












iii
 
 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  ……………………………………………………    i
KATA PENGANTAR ………………………………………………….    ii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………   iv
BAB I  PENDAHULUAN ……………………………………………..    1           
  1. Latar Belakang ……………………………………………….     1
  2. Rumusan Masalah……………………………………………..  3
  3. Tujuan Penelitian……………………………………………...   3
  4. Manfaat Penelitian…………………………………………….   3
BAB II  KAJIAN PUSTAKA………………………………………......     5
  1. Pengertian Motorik Halus…………………………………….    5
  2. Metode Demonstrasi dan Pemberian Tugas…………………6
  3. Media……………………………………………………………   6
  4. Kolase…………………………………………………………..    6
  5. Hipotesis……………………………………………………….  12
BAB III  PELAKSANAAN PENELITIAN…………………………….  13
  1. Subjek Penelitian……………………………………………..  13
  2. Deskripsi Penelitian…………………………………………..  13
BAB IV  HASIL DAN PEMBAHASAN………………………………. 34
  1. Hasil Penelitian……………………………………………….. 34
  2. Pembahasan………………………………………………….   37
BAB V  PENUTUP……………………………………………………   40
  1. Kesimpulan……………………………………………………  40
  2. Saran dan Tindak Lanjut…………………………………….  40
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….   42
iv
 
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
1.  Latar Belakang
            Pendidikan Taman Kanak - kanak merupakan pendidikan anak usia dini pada jalur formal yang melayani anak usia 4 – 6 tahun. Tujuan Pendidikan Taman Kanak–kanak adalah membantu berbagai potensi, yang meliputi sikap, perilaku, bahasa, kognitif, fisik motorik dan seni untuk siap memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
            Untuk mencapai atau mewujudkan hal–hal tersebut sangatlah dibutuhkan guru yang profesional, sarana dan prasarana yang memadai, salah satunya adalah media yang menarik dalam kegiatan pembelajaran.
1
 
            Seperti yang terjadi pada Taman Kanak–kanak TKIT Miftahul Ulum Gumayun Kecamatan Dukuhwaru Kelompok B Tahun Ajaran 2010/2011 semester kedua pengembangan seni khususnya pada indikator kolase dengan berbagai media sebagian anak kesulitan, sehingga anak kurang mencapai apa yang diharapkan guru. Berdasarkan pengamatan yang terjadi di kelas, hasil belajar anak pada indikator tersebut kurang memuaskan. Banyak anak yang merasa bosan saat diberikan kegiatan tersebut, dan juga banyak anak yang tidak mau menyelesaikan kegiatan atau tugas yang diberikan guru.
            Dengan metode penelitian tindakan kelas diharapkan peningkatan hasil belajar anak dalam kegiatan kolase dengan berbagai media dapat tercapai dengan optimal. Kegiatan kolase juga berkaitan dengan kemampuan motorik halus anak. Oleh sebab itu diharapkan dengan kegiatan kolase melalui penggunaan media kain perca dengan metode demonstrasi dan pemberian tugas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak.

2.  Identifikasi Masalah
            Seperti yang telah diuraikan dalam latar belakang di atas masalah yang diidentifikasi adalah ;
    1. Sebagian anak kesulitan dalam melakukan kegiatan kolase dengan berbagai media.
    2. Keengganan anak melakukan kegiatan motorik halus dalam membuat kolase dengan berbagai media.

3.  Analisis Masalah
2
 
                  Dari identifikasi masalah di atas, masalah yang akan dipecahkan adalah sebagian anak kesulitan dalam melakukan kegiatan kolase dengan berbagai media.
                  Masalah kurangnya hasil belajar anak pada indikator tersebut disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan kurang tepat dan media yang digunakan kurang menarik. Masalah tersebut akan dicoba dipecahkan melalui penggunaan media kain perca dengan metode demonstrasi dan pemberian tugas.

B.  Rumusan Masalah
                  Berdasarkan analisis di atas, Rumusan Masalah yang ada adalah "Apakah dengan metode demonstrasi dan pemberian tugas serta penggunaan berbagai media dapat meningkatkan kemampuan membuat kolase anak di Taman Kanak - kanak TKIT Miftahul Ulum Gumayun Kelompok B?”

C.  Tujuan Penelitian
                        Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan metode demonstrasi dan pemberian tugas dengan berbagai media dalam mengembangkan ketrampilan motorik halus (kolase) anak di TKIT Miftahul Ulum Gumayun.

D.  Manfaat Penelitian
  1. Manfaat bagi Anak
3
 
      Meningkatkan hasil belajar anak pada kegiatan kolase dengan       berbagai media.
  1. Manfaat bagi Guru
    1. Meningkatkan kemampuan Guru sebagai fasilitator dan motivator.
    2. Memberi gambaran pada Guru tentang cara pembelajaran membuat kolase
3.    Manfaat bagi Sekolah
      Meningkatkan kualitas / mutu TK yang bersangkutan.















4
 
 

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.   Pengertian Motorik Halus
                  Motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot – otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih, tidak terlalu membutuhkan tenaga, akan tetapi membutuhkan koordinasi yang cermat serta ketelitian. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret–coret, menyusun balok, menggunting, menulis, dan sebagainya. Perkembangan motorik ini sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal.
                  Perkembangan motorik halus anak Taman Kanak–kanak ditekankan pada koordinasi gerakan motorik halus, dalam hal ini berkaitan dengan kegiatan meletakkan atau memegang suatu objek dengan menggunakan jari tangan. Pada usia 4 tahun koordinasi gerakan motorik halus anak sangat berkembang, bahkan hampir sempurna. Pada usia 5 atau 6 tahun koordinasi gerakan motorik halus berkembang pesat. Pada masa ini anak telah mampu mengkoordinasikan gerakan visual motorik, seperti mengkordinasikan gerakan mata dengan tangan, lengan, dan tubuh secara bersamaan, antara lain dapat dilihat pada waktu anak menulis/menggambar.
5
 
 

B.   Metode Demonstrasi dan Pemberian Tugas
                        Menurut Muhibbin Syah, 2000 (dalam Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini), Metode Demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang kejadian, aturan dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
                        Menurut Moeslichatoen, 2004 (dalam Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini) hal–hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan tugas kepada anak adalah :
1.    Pemberian tugas adalah proses integral dalam kegiatan pengembangan, maka tujuan tugas merupakan bagian penting sehingga tugas yang diberikan dapat dilakanakan dengan sebaik-baiknya.
2.    Pemberian tugas tidak sekedar menyibukkan anak melainkan dapat memberikan sumbangan terhadap tujuan belajar yang diharapkan.
3.    Pemberian tugas harus memberikan pengenalan kepada anak untuk bekerja dengan lebih baik.
4.    Pemberian tugas harus menantang pengembangan kreativitas.
5.   
6
 
Pemberian tugas harus menumbuhkan kesadaran diri sendiri bukan untuk pendidik.
C.   Media
                  Menurut Pamadhi, Hajar dan Sukardi S. Evan (2008) Media adalah bahan yang dapat digunakan untuk menuangkan gagasan seseorang seperti kertas, kanvas, kain, papan tripleks, haid barel, keramik, kaleng, plastik, spon, daun, pita, serta bahan yang lainnya.
                  Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media adalah komponen sumber belajar siswa yang dapat mendorong siswa untuk belajar, sehingga dapat mendorong anak untuk berimajinasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki melalui kegiatan bermain.

D.   Kolase
                        Kolase berasal dari bahasa Perancis, yaitu "Coller" yang berarti lem / tempel, jadi bisa dikatakan Kolase adalah sebuah teknik menempel unsur-unsur yang berbeda (bisa berupa kain, kertas, kayu, dan lain-lain) ke dalam sebuah frame sehingga menghasilkan sebuah karya seni yang baru.
                        Secara umum kolase adalah teknik menggabung beberapa objek menjadi satu. Tidak hanya asal jadi, tapi objek – objek itu harus mampu bercerita untuk menciptakan kesan tertentu.
7
 
                        Kolase merupakan perkembangan lebih lanjut dari seni lukis. Di mana pada awal abad ke-20 para perupa sering menambahkan (menempelkan) unsur-unsur yang berbeda ke dalam lukisan mereka seperti potongan-potongan kain, kayu ataupun kertas koran, namun memang ada perbedaan yang sangat signifikan antara seni kolase dan seni lukis. Di dalam karya seni kolase selain aspek formal seni yang dikedepankan meliputi nilai-nilai dasar keindahan, tata penyusunan objek ke dalam frame (layout), kontur, bentuk objek dan warna sebagaimana yang biasa disodorkan oleh karya seni lukis dan desain grafis tetapi juga aspek ilustratif yaitu meliputi aspek konten material dan bentuk gambar kolase itu sendiri.
                        Hal ini akan  menimbulkan kesan yang berbeda dari penikmat seni/audience ketika mengapresiasi karya kolase, karena disodori keunikan yang ditimbulkan oleh penyusunan material-material yang berbeda di dalam sebuah frame karya seni, hal yang tidak dapat dijumpai dari seni lukis.

      Awal Perkembangan Kolase

8
 
                        Kolase sebagai karya seni dimulai oleh para pelukis beraliran KUBISME yaitu Georges Braque dan Pablo Picasso. Menurut Guggenheim Museum's Braque mulai mengaplikasikan teknik kolase ke dalam lukisan arangnya dengan bahan-bahan yang diolah dari gulungan kayu oak dan potongan kertas. Sesaat setelah itu Picasso mulai mengikutinya dengan medium yang baru. Pada tahun 1912 dalam lukisan "Still Life with Chair Caning (Nature-morte á la chaise canée)". Picasso mengaplikasikan potongan-potongan kertas minyak ke dalam kanvas.
                        Para seniman SUREALISME mulai mengembangkan teknik kolase itu sendiri dengan istilah CUBOMANIA, yaitu kolase yang dibuat dengan memotong gambar ke dalam kotak-kotak dan kemudian disusun ulang secara acak susunannya. Hal yang oleh Rene Paserson disebut INIMEDIA. Dan ada juga teknik kolase yang disebut etrécissements dengan tokohnya Richard Genovese dan Marcel Marien yang mengaplikasikan teknik robekan pada lapian atas lukisan sehingga memunculkan citra dari lapisan yang ada di bawahnya. Dewasa ini teknik ini lebih dikenal dengan teknik masking pada seni grafis.
     
Contoh Gambar Kolase untuk Anak TK:

9
 
Kolase dengan media kapas dan benang wol
Kolase dengan media kertas marmer
Kolase dengan media daun pisang kering
           
10
 
Kolase dengan media kain dan benang
           
Kolase dengan media kertas foto
Kolase dengan media kain perca berdasarkan pola
11
 
            Kolase dengan media kertas dan kolase dengan media benang
Kolase dengan media biji-bijian
Kolase dengan media kain perca berdasarkan pola

E.   Hipotesis
12
 
            Hipotesis dalam penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut: Melalui penggunaan berbagai media dengan metode demonstrasi dan pemberian tugas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus (kolase) anak pada Kelompok B TKIT Miftahul Ulum Gumayun.
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN

A.   Subjek Penelitian :
  1. Tempat Penelitian               : TKIT MIFTAHUL ULUM GUMAYUN
                                                        KECAMATAN DUKUHWARU
                                                        KABUPATEN TEGAL
  1. Alamat Penelitian                : Desa Gumayun
                                                        Kecamatan Dukuhwaru
                                                        Kabupaten Tegal
  1. Kelompok                              : B
  2. Indikator Pengembangan  : Pengembangan Seni Pada Indikator
                                                        Kolase Dengan Berbagai Media
5.  Tema                                       : Lingkunganku
6.  Jumlah Siswa                       : 47 Anak (Kel. B1 & B2)
7.  Jadwal Penelitian                 : 5 – 9 April 2011
B.  Deskripsi Penelitian
13
 
            Untuk memudahkan dalam mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guna mengatasi permasalahan pengembangan seni pada indikator kolase dengan berbagai media, maka penulis merencanakan penelitian selama  5  hari berturut-turut. Penelitian dilaksanakan melalui 4 tahap dalam PTK yaitu  merencanakan, melaksanakan observasi/pengamatan dan refleksi.
            Prosedur pelaksanaan PTK yang dilakukan penulis adalah :
  1. Melaksanakan refleksi, berdiskusi dengan teman sejawat, dan meminta saran/bimbingan dari supervisor untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis masalah dan merumuskan masalah
  2. Menyusun penelitian
  3. Melaksanakan tindakan penelitian
  4. Menganalisis data yang diperoleh pada waktu melaksanakan tindakan penelitian kemudian menarik kesimpulan.
      Penelitian ini bertujuan untuk perbaikan pembelajaran di TKIT Miftahul Ulum Gumayun Kabupaten Tegal Kelompok B. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan motorik halus kolase dengan menggunakan berbagai media melalui metode demonstrasi dan pemberian tugas pada anak kelompok B TKIT Miftahul Ulum Gumayun Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2010/2011 yang sesuai dengan tingkat perkembangan motorik halus anak.
Deskripsi penelitian selama  5  hari tersebut dituliskan hanya secara garis besarnya saja, secara detail terdapat pada lampiran.
a.                                          Satuan Kegiatan Harian 1
1)    Perencanaan:
1.   
14
 
Merumuskan tujuan perbaikan kemampuan motorik halus kolase dengan berbagai media melalui metode demonstrasi dan pemberian tugas pada anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2010/2011.
2.    Membuat Satuan Kegiatan Harian (SKH yang telah ditandatangani oleh Kepala Sekolah TKIT Miftahul Ulum Gumayun)
3.    Mengadakan diskusi dengan teman sejawat tentang permasalahan kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan kolase dengan menggunakan biji-bijian
4.    Merencanakan pengelolaan kelas
5.    Merencanakan langkah-langkah kegiatan perbaikan
2)    Menyediakan alat dan bahan yang mendukung perbaikan kegiatan kemampuan kolase dengan biji-bijian
3)    Pelaksanaan Tindakan:
1.    Kegiatan Awal ± 30 menit
a.    Baris. Anak berbaris di depan kelas.
b.    Masuk kelas, duduk di tempat duduk masing-masing.
c.    Anak mengucapkan salam dan guru menjawabnya.
d.    Sebelum belajar anak berdoa secara bersama-sama dipandu guru.
2.    Kegiatan Inti ± 60 menit
15
 
Langkah-langkah kegiatan kolase:
a.    Guru menyiapkan media biji-bijian yang digunakan untuk membuat kolase dan membagikan kepada masing-masing anak.
b.    Setelah semua siswa sudah menerima biji-bijian maka guru meminta masing-masing siswa kelompok B untuk mengikuti langkah membuat kolase yang didemonstrasikan oleh guru.
c.    Guru mengawasi anak yang melaksanakan kegiatan.
d.    Guru membimbing anak yang mengalami kesulitan dalam membuat kolase dengan biji-bijian.
3.    Istirahat ± 30 menit
a.    Anak-anak bermain di luar kelas di bawah pengawasan guru
b.    Bel berbunyi anak-anak berbaris untuk cuci tangan
c.    Berdoa sebelum makan, makan bekal yang disediakan oleh sekolah
d.    Selesai makan anak-anak membereskan semua perlengkapannya
e.    Berdoa sesudah makan yang dipandu oleh guru
4.    Kegiatan Akhir ± 30 menit
a.   
16
 
Guru melakukan tanya jawab tentang materi kolase dengan biji-bijian
b.    Guru mengevaluasi/membahas kegiatan hari ini yaitu tentang kolase dengan menggunakan biji-bijian
c.    Guru memberikan saran-saran
d.    Selesai pembelajaran anak-anak berdoa pulang dan dipandu oleh guru
e.    Anak-anak mengucapkan salam dan guru menjawab
4)    Observasi
Dari hasil kegiatan pembelajaran, kemampuan kolase dengan biji-bijian pada anak kelompok B di TkIT Miftahul Ulum Gumayun Kabupaten Tegal ternyata tidak sesuai dengan harapan guru, hal ini ditunjukkan bahwa anak-anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun kurang antusias dalam membuat kolase dengan biji-bijian yang diberikan oleh guru.
5)    Refleksi
a.    Apakah kegiatan pembelajaran yang telah saya lakukan sesuai dengan indikator yang saya tentukan?
- Ya, karena dalam kegiatan pembelajaran harus disesuaikan dengan indikator yang terdapat dalam kurikulum TK
b.   
17
 
Apakah kelemahan-kelemahan saya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran (penugasan materi, penggunaan media dan sumber belajar, pengguanaan metode pembelajaran, penataan kegiatan, pengelolaan kelas, komunikasi dan pendekatan terhadap anak, penggunaan waktu, serta penilaian proses dan hasil belajar)?
- Masih kurang dalam penggunaan media (media kurang menarik)
c.    Bagaimana memperbaiki kelemahan saya tersebut?
- Memperbanyak alat peraga, media pembelajaran, buatlah agar lebih menarik untuk anak
d.    Bagaimana reaksi anak terhadap pengelolaan kelas yang saya lakukan?
- Perlakuan saya terhadap anak, cara saya mengatasi masalah, memotivasi anak dan sebagainya, anak merasa senang, nyaman dan tidak membosankan karena mereka terbimbing oleh guru
b.                                      Satuan Kegiatan Harian 2
1). Perencanaan:
1.    Merumuskan tujuan perbaikan kemampuan motorik halus kolase dengan berbagai media melalui metode demonstrasi dan pemberian tugas pada anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2010/2011.
2.   
18
 
Membuat Satuan Kegiatan Harian (SKH yang telah ditandatangani oleh Kepala Sekolah TKIT Miftahul Ulum Gumayun)
3.    Mengadakan diskusi dengan teman sejawat tentang permasalahan kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan kolase dengan menggunakan daun pisang kering
4.    Merencanakan pengelolaan kelas.
5.    Merencanakan langkah-langkah kegiatan perbaikan.
6.    Menyediakan alat dan bahan yang mendukung perbaikan kegiatan kemampuan kolase dengan daun pisang kering
2). Pelaksanaan Tindakan:
1.    Kegiatan Awal ± 30 menit
a.    Baris. Anak berbaris di depan kelas.
b.    Masuk kelas, duduk di tempat duduk masing-masing.
c.    Anak mengucapkan salam dan guru menjawabnya.
d.    Sebelum belajar anak berdoa secara bersama-sama dipandu guru.
2.    Kegiatan Inti ± 60 menit
Langkah-langkah kegiatan kolase:
a.    Guru menyiapkan media daun pisang kering yang digunakan untuk membuat kolase dan membagikan kepada masing-masing anak.
b.   
19
 
Setelah semua siswa sudah menerima daun pisang kering maka guru meminta masing-masing siswa kelompok B untuk mengikuti langkah membuat kolase yang didemonstrasikan oleh guru.
c.    Guru mengawasi anak yang melaksanakan kegiatan.
d.    Guru membimbing anak yang mengalami kesulitan dalam membuat kolase dengan daun pisang kering.
3.    Istirahat ± 30 menit
a.    Anak-anak bermain di luar kelas di bawah pengawasan guru
b.    Bel berbunyi anak-anak berbaris untuk cuci tangan
c.    Berdoa sebelum makan, makan bekal yang disediakan oleh sekolah
d.    Selesai makan anak-anak membereskan semua perlengkapannya
e.    Berdoa sesudah makan yang dipandu oleh guru
4.    Kegiatan Akhir ± 30 menit
a.    Guru melakukan tanya jawab tentang materi kolase dengan daun pisang kering
b.    Guru mengevaluasi/membahas kegiatan hari ini yaitu tentang kolase dengan menggunakan daun pisang kering
c.    Guru memberikan saran-saran
d.    Selesai pembelajaran anak-anak berdoa pulang dan dipandu oleh guru
e.    Anak-anak mengucapkan salam dan guru menjawab
20
 
3). Observasi
Dari hasil kegiatan pembelajaran, kemampuan kolase dengan daun pisang kering pada anak kelompok B di TkIT Miftahul Ulum Gumayun Kabupaten Tegal ternyata cukup sesuai dengan harapan guru, hal ini ditunjukkan bahwa anak-anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun cukup antusias dalam membuat kolase dengan daun pisang kering yang diberikan oleh guru.
4). Refleksi
a.    Bagaimana reaksi anak terhadap metode pembelajaran yang saya lakukan?
- Anak bersemangat dan berperan aktif selama kegiatan pembelajaran sedang berlangsung
b.    Apakah kelemahan-kelemahan saya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran?
- Masih kurang dalam penataan kegiatan
c.    Apakah kelebihan-kelebihan saya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran?
- Kelebihannya dalam penggunaan metode pembelajaran
d.    Apakah anak dapat memahami penjelasan yang saya berikan?
- Ya, karena dalam kegiatan mengajar menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak.
21
 
 

c. Satuan Kegiatan Harian 3
1). Perencanaan:
1.    Merumuskan tujuan perbaikan kemampuan motorik halus kolase dengan berbagai media melalui metode demonstrasi dan pemberian tugas pada anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2010/2011.
2.    Membuat Satuan Kegiatan Harian (SKH yang telah ditandatangani oleh Kepala Sekolah TKIT Miftahul Ulum Gumayun)
3.    Mengadakan diskusi dengan teman sejawat tentang permasalahan kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan kolase dengan menggunakan kapas dan benang wol
4.    Merencanakan pengelolaan kelas.
5.    Merencanakan langkah-langkah kegiatan perbaikan.
6.    Menyediakan alat dan bahan yang mendukung perbaikan kegiatan kemampuan kolase dengan kapas dan benang wol
2). Pelaksanaan Tindakan:
1.    Kegiatan Awal ± 30 menit
a.    Baris. Anak berbaris di depan kelas.
b.    Masuk kelas, duduk di tempat duduk masing-masing.
c.   
22
 
Anak mengucapkan salam dan guru menjawabnya.
d.    Sebelum belajar anak berdoa secara bersama-sama dipandu guru.
2.    Kegiatan Inti ± 60 menit
Langkah-langkah kegiatan kolase:
a.    Guru menyiapkan media kapas dan benang wol yang digunakan untuk membuat kolase dan membagikan kepada masing-masing anak.
b.    Setelah semua siswa sudah menerima kapas dan benang wol maka guru meminta masing-masing siswa kelompok B untuk mengikuti langkah membuat kolase yang didemonstrasikan oleh guru.
c.    Guru mengawasi anak yang melaksanakan kegiatan.
d.    Guru membimbing anak yang mengalami kesulitan dalam membuat kolase dengan kapas dan benang wol.
3.    Istirahat ± 30 menit
a.    Anak-anak bermain di luar kelas di bawah pengawasan guru
b.    Bel berbunyi anak-anak berbaris untuk cuci tangan
c.    Berdoa sebelum makan, makan bekal yang disediakan oleh sekolah
d.    Selesai makan anak-anak membereskan semua perlengkapannya
e.   
23
 
Berdoa sesudah makan yang dipandu oleh guru
4.    Kegiatan Akhir ± 30 menit
a.    Guru melakukan tanya jawab tentang materi kolase dengan kapas dan benang wol
b.    Guru mengevaluasi/membahas kegiatan hari ini yaitu tentang kolase dengan menggunakan kapas dan benang wol
c.    Guru memberikan saran-saran
d.    Selesai pembelajaran anak-anak berdoa pulang dan dipandu oleh guru
e.    Anak-anak mengucapkan salam dan guru menjawab
3). Observasi
Dari pengamatan yang dilakukan oleh guru, ternyata siswa sudah ada peningkatan kemampuan anak untuk kolase dengan kapas dan benang wol, meskipun dijumpai beberapa anak ada yang masih kesulitan dalam membuat kolase dengan media kapas dan benang wol.

4). Refleksi
a.    Apakah media pembelajaran sudah sesuai dengan indikator yang telah saya tentukan?
24
 
- Ya, karena dalam penggunaan media pembelajaran harus sesuai dengan indikator agar anak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar sesuai dengan yang diharapkan.
b.    Hal-hal unik (positif atau negative) apa yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran yang saya lakukan ?
- Hal positif: bagi anak yang mampu mengikuti kegiatan pembelajaran yang saya berikan mereka merasa senang dan bangga.
- Hal negatif: bagi anak yang kurang senang dengan kegiatan yang saya berikan, dia tidak mengikuti kegiatan tersebut, hanya mengganggu temannya.
c.    Bagaimana reaksi anak terhadap penilaian yang saya berikan?
- Anak merasa senang/bangga karena penilaian yang saya berikan sesuai dengan kemampuan anak.
d.  Bagaimana reaksi anak terhadap pengelolaan kelas yang saya lakukan?
- Perlakuan saya terhadap anak, cara saya mengatasi masalah, memotivasi anak dan sebagainya, anak merasa senang, nyaman dan tidak membosankan karena mereka terbimbing oleh guru.
d. Satuan Kegiatan Harian 4
25
 
1). Perencanaan:
1.    Merumuskan tujuan perbaikan kemampuan motorik halus kolase dengan berbagai media melalui metode demonstrasi dan pemberian tugas pada anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2010/2011.
2.    Membuat Satuan Kegiatan Harian (SKH yang telah ditandatangani oleh Kepala Sekolah TKIT Miftahul Ulum Gumayun)
3.    Mengadakan diskusi dengan teman sejawat tentang permasalahan kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan kolase dengan menggunakan kertas marmer
4.    Merencanakan pengelolaan kelas.
5.    Merencanakan langkah-langkah kegiatan perbaikan.
6.    Menyediakan alat dan bahan yang mendukung perbaikan kegiatan kemampuan kolase dengan kertas marmer.
2). Pelaksanaan Tindakan:
1.    Kegiatan Awal ± 30 menit
a.    Baris. Anak berbaris di depan kelas.
b.    Masuk kelas, duduk di tempat duduk masing-masing.
c.    Anak mengucapkan salam dan guru menjawabnya.
d.    Sebelum belajar anak berdoa secara bersama-sama dipandu guru.
2.   
26
 
Kegiatan Inti ± 60 menit
Langkah-langkah kegiatan kolase:
a.    Guru menyiapkan media kertas marmer  yang digunakan untuk membuat kolase dan membagikan kepada masing-masing anak.
b.    Setelah semua siswa sudah menerima kertas marmer maka guru meminta masing-masing siswa kelompok B untuk mengikuti langkah membuat kolase yang didemonstrasikan oleh guru.
c.    Guru mengawasi anak yang melaksanakan kegiatan.
d.    Guru membimbing anak yang mengalami kesulitan dalam membuat kolase dengan kertas marmer.
3.    Istirahat ± 30 menit
a.    Anak-anak bermain di luar kelas di bawah pengawasan guru
b.    Bel berbunyi anak-anak berbaris untuk cuci tangan
c.    Berdoa sebelum makan, makan bekal yang disediakan oleh sekolah
d.    Selesai makan anak-anak membereskan semua perlengkapannya
e.    Berdoa sesudah makan yang dipandu oleh guru
4.    Kegiatan Akhir ± 30 menit
a.   
27
 
Guru melakukan tanya jawab tentang materi kolase dengan kertas marmer
b.    Guru mengevaluasi/membahas kegiatan hari ini yaitu tentang kolase dengan menggunakan kertas marmer
c.    Guru memberikan saran-saran
d.    Selesai pembelajaran anak-anak berdoa pulang dan dipandu oleh guru
e.    Anak-anak mengucapkan salam dan guru menjawab
3). Observasi
Dari pengamatan yang dilakukan oleh guru, ternyata siswa sudah ada peningkatan kemampuan anak untuk kolase dengan kertas marmer, hal ini ditunjukkan bahwa siswa bisa membuat kolase, meskipun masih dijumpai beberapa siswa ada yang masih salah dalam memuat kolase dengan media kertas marmer.
4). Refleksi
a.    Apakah media pembelajaran sudah sesuai dengan indikator yang telah saya tentukan?
- Ya, karena dalam penggunaan media pembelajaran harus sesuai dengan indikator agar anak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar sesuai dengan yang diharapkan.
b.   
28
 
Hal-hal unik (positif atau negative) apa yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran yang saya lakukan ?
- Hal positif: bagi anak yang mampu mengikuti kegiatan pembelajaran yang saya berikan mereka merasa senang dan bangga.
- Hal negatif: bagi anak yang kurang senang dengan kegiatan yang saya berikan, dia tidak mengikuti kegiatan tersebut, hanya mengganggu temannya.
c.    Bagaimana reaksi anak terhadap penilaian yang saya berikan?
- Anak merasa senang/bangga karena penilaian yang saya berikan sesuai dengan kemampuan anak.
d.  Bagaimana reaksi anak terhadap pengelolaan kelas yang saya lakukan?
- Perlakuan saya terhadap anak, cara saya mengatasi masalah, memotivasi anak dan sebagainya, anak merasa senang, nyaman dan tidak membosankan karena mereka terbimbing oleh guru.
e. Satuan Kegiatan Harian 5
1). Perencanaan:
1.   
29
 
Merumuskan tujuan perbaikan kemampuan motorik halus kolase dengan berbagai media melalui metode demonstrasi dan pemberian tugas pada anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2010/2011.
2.    Membuat Satuan Kegiatan Harian (SKH yang telah ditandatangani oleh Kepala Sekolah TKIT Miftahul Ulum Gumayun)
3.    Mengadakan diskusi dengan teman sejawat tentang permasalahan kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan kolase dengan menggunakan kain perca
4.    Merencanakan pengelolaan kelas.
5.    Merencanakan langkah-langkah kegiatan perbaikan.
6.    Menyediakan alat dan bahan yang mendukung perbaikan kegiatan kemampuan kolase dengan kain perca.
2). Pelaksanaan Tindakan:
1.    Kegiatan Awal ± 30 menit
a.    Baris. Anak berbaris di depan kelas.
b.    Masuk kelas, duduk di tempat duduk masing-masing.
c.    Anak mengucapkan salam dan guru menjawabnya.
d.    Sebelum belajar anak berdoa secara bersama-sama dipandu guru.
2.    Kegiatan Inti ± 60 menit
Langkah-langkah kegiatan kolase:
a.   
30
 
Guru menyiapkan media kain perca  yang digunakan untuk membuat kolase dan membagikan kepada masing-masing anak.
b.    Setelah semua siswa sudah menerima kain perca maka guru meminta masing-masing siswa kelompok B untuk mengikuti langkah membuat kolase yang didemonstrasikan oleh guru.
c.    Guru mengawasi anak yang melaksanakan kegiatan.
d.    Guru membimbing anak yang mengalami kesulitan dalam membuat kolase dengan kain perca.
3.    Istirahat ± 30 menit
a.    Anak-anak bermain di luar kelas di bawah pengawasan guru
b.    Bel berbunyi anak-anak berbaris untuk cuci tangan
c.    Berdoa sebelum makan, makan bekal yang disediakan oleh sekolah
d.    Selesai makan anak-anak membereskan semua perlengkapannya
e.    Berdoa sesudah makan yang dipandu oleh guru
4.    Kegiatan Akhir ± 30 menit
a.    Guru melakukan tanya jawab tentang materi kolase dengan kain perca
b.    Guru mengevaluasi/membahas kegiatan hari ini yaitu tentang kolase dengan menggunakan kain perca
c.   
31
 
Guru memberikan saran-saran
d.    Selesai pembelajaran anak-anak berdoa pulang dan dipandu oleh guru
e.    Anak-anak mengucapkan salam dan guru menjawab
3). Observasi
Dari hasil kegiatan pembelajaran, kemampuan kolase dengan kain perca pada anak kelompok B di TkIT Miftahul Ulum Gumayun Kabupaten Tegal ternyata tidak sesuai dengan harapan guru, hal ini ditunjukkan bahwa anak-anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun kurang antusias dalam membuat kolase dengan kain perca yang diberikan oleh guru.
4). Refleksi
a.    Apakah materi kolase yang saya sajikan sesuai dengan tingkat perkembangan anak?
- Ya, karena apabila materi kolase yang telah saya sajikan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak maka anak akan kesulitan.
b.    Apakah alat penilaian yang saya gunakan sesuai dengan tingkat perkembangan anak?
32
 
- Ya, karena alat penilaian yang saya gunakan seperti observasi, percakapan, penugasan, unjuk kerja dan hasil karya sesuai dengan kegiatan dan media pembelajaran yang mengacu pada tingkat perkembangan anak.
c.    Bagaimana reaksi anak terhadap penilaian yang saya berikan?
- Anak merasa senang/bangga karena penilaian yang saya berikan sesuai dengan kemampuan anak.
d.  Bagaimana reaksi anak terhadap pengelolaan kelas yang saya lakukan?
- Perlakuan saya terhadap anak, cara saya mengatasi masalah, memotivasi anak dan sebagainya, anak merasa senang, nyaman dan tidak membosankan karena mereka terbimbing oleh guru.
e. Apakah kegiatan penutup yang saya lakukan dapat meningkatkan penguasaan anak terhadap materi yang saya sampaikan?
- Ya, karena dalam kegiatan penutup saya memberikan kegiatan umpan balik (mengulas kegiatan hari itu) dan menunjukkan hasil karya anak.

     




33
 
 

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.   Hasil Penelitian
                        Dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang telah dilakukan oleh guru pada Satuan Kegiatan Harian tentang kemampuan membuat kolase dengan berbagai media didapatkan hasil sebagai berikut :
                  Tabel 4.1 Hasil Nilai Anak Kelompok B TKIT Miftahul Ulum Gumayun pada pembuatan kolase ;
No
Nama
SKH 1
SKH 2
SKH 3
SKH 4
SKH 5
1
Adinda
2
A. Lutfi
3
Aliffida
4
Bintang
5
M. Eka
6
Emilda
7
F. Dzakwan
8
F. Aqil
9
Fajar
10
Galuh
11
Ilham
12
M. Kevin
34
 
13
M. Farrizul
14
Nabila
15
Nagata
16
Nadilah  
17
Nayla
18
Nida
19
Rival
20
Salsa
21
Sekar
22
Salma
23
Rahmah
24
Wafa
25
Nazwa
26
Ya’isy
27
Aini
28
Alfi
29
A. Liani
30
Azka
31
Azka L.
32
F. Aby
33
Fernanda
34
Farah
35
 
35
J. Azkiya
36
M. Ghani
37
M. Nur
38
Nesa
39
Nadhif
40
Nabilah
41
Naufal
42
Naya
43
Rahma
44
Sekar F.
45
S. Ardel
46
Thalitha
47
Yuniar

Keterangan :
  =  nilai yang didapat anak-anak kurang
  =  nilai yang didapat anak-anak cukup
  =  nilai yang didapat anak-anak baik
36
 
                        Berdasarkan Tabel 4.1 didapatkan hasil bahwa kemampuan kolase anak-anak kelompok B TKIT Miftahul Ulum Gumayun mengalami peningkatan yang signifikan dan sudah sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini terlihat dengan banyaknya dijumpai siswa yang mendapatkan nilai baik. Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan membuat kolase anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun sesuai dengan yang diharapkan guru. Dan hasil Karya Kolase dengan kain perca dari salah satu siswa yang paling rapi adalah karya Nayla Malva Fidela dari kelomok B1:

B.   Pembahasan
37
 
                        Salah satu bentuk satuan pendidikan prasekolah di jalur pendidikan sekolah adalah Taman Kanak-kanak. Eksistensi dan esensi lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak ini dalam kerangka pembangunan Pendidikan Nasional secara resmi diakui dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 27 tahun 1990. Menurut PP No. 27 tahun 1990, "Penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-kanak dimaksudkan untuk membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, perilaku, pengetahuan, ketrampilan, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, serta untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya."
38
 
                        Dari hasil penelitian tindakan kelas pada Satuan Kegiatan Harian menunjukkan bahwa kemampuan kolase anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.1, di mana pelaksanaan tindakan guru dengan menggunakan media kain perca dan membagikannya kepada masing-masing anak, kemudian masing-masing anak diminta untuk mempraktekkan langsung yang didemonstrasi Guru. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada SKH 1 didapatkan hasil kemampuan kolase dengan media biji kacang hijau dan kacang kedelai pada anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun 70,21 % mendapatkan nilai baik , 4,25 % memperoleh nilai cukup, dan 25,53 % mendapatkan nilai kurang. Pada SKH 2 didapatkan hasil kemampuan kolase dengan media ampas kelapa pada anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun 72,34 % mendapatkan nilai baik , 21,27 % memperoleh nilai cukup, dan 6,38 % mendapatkan nilai kurang. Pada SKH 3 didapatkan hasil kemampuan kolase dengan media kapas dan benang wol pada anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun 74,46% mendapatkan nilai baik , 25,53 % memperoleh nilai cukup, dan 0% mendapatkan nilai kurang. Pada SKH 4 didapatkan hasil kemampuan kolase dengan media kertas marmer pada anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun 89,36 % mendapatkan nilai baik , 10,63 % memperoleh nilai cukup, dan 0 % mendapatkan nilai kurang. Sedangkan pada SKH 5 didapatkan hasil kemampuan kolase dengan media kain perca pada anak kelompok B di TKIT Miftahul Ulum Gumayun 93,61 % mendapatkan nilai baik , 6,38 % memperoleh nilai cukup, dan 0 % mendapatkan nilai kurang.
Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini mampu meningkatkan kemampuan anak dalam membuat kolase dengan berbagai media. Adanya pembelajaran ini, anak dapat melatih kemampuan motorik halus anak dan mengembangkan kreativitas anak. Selain itu, guru pun dapat mengetahui apakah anak sudah mampu untuk membuat kolase, dan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi kolase dengan berbagai media. Tindakan ini hanya dilakukan dalam satu hari, karena tujuan yang diinginkan telah tercapai dan kemampuan anak mengalami peningkatan.







39
 
 

BAB V
PENUTUP

A.   Kesimpulan
1.  Melalui penggunaan media dengan metode demonstrasi dan pemberian tugas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus (kolase) anak pada kelompok B TKIT Miftahul Ulum Gumayun.
2.  Penelitian dilaksanakan di TKIT Miftahul Ulum Gumayun dengan tujuan untuk perbaikan pembelajaran di TKIT Mifathul Ulum Gumayun Kabupaten Tegal kelompok B, yang tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan motorik halus kolase anak melalui tahapan-tahapan dalam PTK.
3.  Kemampuan kolase anak-anak kelompok B TKIT Miftahul Ulum Gumayun sudah cukup optimal/baik sesuai dengan yang diharapkan.
     
B.   Saran dan Tindak Lanjut
40
 
Berdasarkan hasil kesimpulan, ada beberapa hal yang sebaiknya diterapkan oleh guru dalam meningkatkan kualitas mengajarnya, khususnya dalam pengembangan seni dan fisik motorik anak kolase dengan berbagai media. Adapun saran-saran penulis sebagai berikut :
1.    Gunakanlah alat peraga yang tepat dan menarik sesuai dengan materi kegiatan sehingga pembelajaran dapat menghasilkan hasil belajar yang optimal.
2.    Dalam memberikan tugas pada anak terlebih dahulu guru harus memperkenalkan media yang akan digunakan, dan gunakanlah media yang menarik bagi anak sehingga anak antusias terhadap kegiatan yang akan dilakukan. Dengan demikian akan membantu kemampuan anak dalam membuat kolase agar lebih meningkat.
3.    Lihatlah emosi dan perasaan anak, jangan biarkan anak berebut, tapi untuk mencoba bersama. Buatlah kelompok kecil agar anak maksimal dapat mencoba semua secara bergantian dengan teratur.
4.    Fasilitas dalam pembelajaran sangat diperlukan guna memotivasi anak dalam menumbuhkan kemampuan kolase anak.
5.    Pemberian nilai itu sangat penting, di samping sebagai hadiah, juga dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan belajar serta sebagai laporan untuk orang tua di rumah.
6.    Segala sesuatu yang diperoleh selama kegiatan PTK yang sekiranya dapat meningkatkan kemampuan anak, sebaiknya disampaikan kepada teman-teman sejawat atau Kelompok Kerja Guru (KKG). Sehingga teman yang lain mendapatkan masukan terhadap strategi mengajarnya.
41
 
Itulah beberapa kesimpulan dan saran yang dapat penulis sampaikan, semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri pada khususnya, dan bagi rekan-rekan guru seprofesi pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA












42
 
 

7 comments:

  1. Anonymous28/7/13 19:51

    MAKASIH BANYAK,TEMAN YANG NGGAK PELIT ILMU,MUDAH2HAN ALLOH YANG MEMBALAS KEBAIKAN MU INI,INI SANGAT BERGUNA BAGI

    fROM tk RAudHATUL hikMAh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama... Thanx ya, sudah berkunjung ke sini... ^_^

      Delete
  2. trimksh bnyk ilmunya sy sangt terbantu tpi sayang tidk dilamprkn smua conth atau gambar masing2 kolase ccm satu yg ditamplkn

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, tidak semua yang bisa saya tampilkan, cz itu masih karya sederhana, belum direvisi ^_^

      Delete
  3. Terima kasih ya bu atas ilmu nya semoga bermanfaat bagi semuanya.....

    ReplyDelete
  4. Siti Qomariyah1/11/13 23:43

    Jazakillah, semoga ilmunya dapat menjadi amal jariyah sampai hari akhir nanti...Allahumma amiin. Salam kenal dari teman seprofesi (Ustadzah Siti,TKIT Mu'adz Bin Jabal Kotagede Yogyakarta)

    ReplyDelete
  5. Siti Qomariyah1/11/13 23:45

    Jazakillah atas ilmunya, semoga dapat menjadi amal jariyah. Amiin. Salam kenal dari teman seprofesi. (Ustadzah Siti TKIT Mu'adz Bin Jabal Kotagede Yogyakarta)

    ReplyDelete

Komentar Anda