Kuliah Subuh 18-3-2025
Oleh: Ust. Subhan
Semua agama punya ciri khas dalam mengundang ummatnya untuk beribadah, sebagaimana Islam mengundang ummatnya untuk sholat dengan azan. Namun selain Islam belum jelas cara mengundangnya. Kaum Nasrani mengundang jamaahnya dengan lonceng, Yahudi dengan terompet.
Kisah sahabat Nabi yang bermimpi mendengar lafal azan adalah Abdullah bin Zaid.
Diceritakan bahwa setelah Rasulullah ﷺ dan para sahabat hijrah ke Madinah, mereka mencari cara untuk memanggil umat Islam untuk shalat berjamaah. Beberapa usulan muncul, seperti menggunakan lonceng seperti orang Nasrani atau meniup terompet seperti orang Yahudi, tetapi Rasulullah tidak menyetujuinya.
Suatu malam, Abdullah bin Zaid bermimpi melihat seseorang mengajarkan kepadanya lafal azan. Di pagi harinya, ia segera menemui Rasulullah ﷺ dan menceritakan mimpinya. Rasulullah ﷺ kemudian bersabda:
"Itu adalah mimpi yang benar. Pergilah kepada Bilal, sampaikan kepadanya lafal azan yang engkau dengar dalam mimpi, karena suaranya lebih lantang daripada suaramu."
Lalu, Bilal bin Rabah mulai mengumandangkan azan pertama kali di Madinah dengan suara merdunya, dan sejak saat itu azan menjadi panggilan resmi untuk shalat dalam Islam.
Kisah ini diriwayatkan dalam hadits yang sahih oleh Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah.
Hadis:
"Barangsiapa yang mengumandangkan azan selama tujuh tahun dengan mengharap pahala dari Allah, maka akan dicatat baginya kebebasan dari api neraka."
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam Sunan Tirmidzi (235) dan juga oleh Ibnu Majah (728).
Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa muazin akan mendapatkan pahala yang besar, termasuk ampunan dosa dan kesaksian makhluk yang mendengarnya. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seorang muazin akan diampuni dosanya sejauh suara azannya, dan setiap makhluk hidup yang mendengarnya, baik yang basah maupun yang kering, akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat."
(HR. An-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Ahmad)
Hadis-hadis ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang mengumandangkan azan dengan ikhlas, karena azan adalah panggilan untuk ibadah dan salah satu syiar Islam yang agung.
Hadis yang Anda maksud adalah:
"Barang siapa menjadi muazin selama 12 tahun, maka wajib baginya surga. Dan setiap hari, baginya 60 kebaikan dengan azannya dan 30 kebaikan dengan iqamahnya."
Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (728) dan Ahmad (6791).
Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan seorang muazin yang dengan ikhlas menyerukan panggilan shalat selama bertahun-tahun. Selain mendapatkan pahala harian dari azan dan iqamah, Allah menjanjikannya surga sebagai balasan atas pengabdian tersebut.
Ada 3 golongan yang akan dijaga oleh Alloh dari siksa api neraka:
1. Orang yang mati syahid karena perang
2. Muazin
3. Orang mukmin yang meninggal di hari Jumat
Hadis yang menyebutkan tiga golongan yang akan dijaga oleh Allah dari siksa api neraka dengan rincian:
Orang yang mati syahid karena perang
Muazin
Orang mukmin yang meninggal pada hari Jumat
Disebutkan dalam beberapa riwayat dengan redaksi berbeda. Berikut beberapa hadis yang mendukung poin-poin tersebut:
1. Orang yang Mati Syahid
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Orang yang mati syahid akan diberikan enam keistimewaan oleh Allah: diampuni dosa-dosanya sejak pertama kali darahnya mengalir, diperlihatkan tempatnya di surga, dijaga dari siksa kubur, diberi keamanan dari ketakutan terbesar (hari kiamat), dipakaikan mahkota kehormatan, dan dinikahkan dengan 72 bidadari serta bisa memberi syafaat kepada 70 anggota keluarganya."
(HR. Tirmidzi, no. 1663; Ibnu Majah, no. 2799)
2. Muazin (Orang yang Mengumandangkan Azan)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seorang muazin akan diampuni dosanya sejauh suara azannya, dan setiap makhluk yang mendengarnya, baik yang basah maupun yang kering, akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat."
(HR. An-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Ahmad)
Dalam riwayat lain:
"Barang siapa yang mengumandangkan azan selama 7 tahun dengan mengharap pahala dari Allah, maka akan dicatat baginya kebebasan dari api neraka."
(HR. Tirmidzi, no. 235, dan Ibnu Majah, no. 728)
3. Orang Mukmin yang Meninggal pada Hari Jumat
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau malam Jumat, kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah (azab) kubur."
(HR. Ahmad, no. 6546; Tirmidzi, no. 1074; dan Ibnu Majah, no. 1083 – dinilai hasan oleh Al-Albani)
Di hari kiamat nanti saat para muazin bersujud, orang yang tidak mau menjawab kumandang azan, saat mau sujud dicegah oleh malaikat Allah SWT.
Salah satu hadis yang sering dikaitkan dengan hal ini adalah:
Hadis tentang Orang yang Tidak Menjawab Azan
Diriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwa pada hari kiamat nanti, orang-orang yang di dunia enggan menjawab panggilan azan akan terhalang dari sujud di hadapan Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Pada hari kiamat, ketika Allah menampakkan diri-Nya kepada manusia, mereka semua akan bersujud. Namun, orang yang di dunia tidak mau sujud (meninggalkan shalat) akan terhalang dari sujud, dan punggungnya menjadi kaku seperti besi."
(HR. Muslim, no. 183)
Hadis ini menunjukkan bahwa mereka yang tidak menjawab panggilan Allah (azan) dan meninggalkan shalat akan mengalami kehinaan di hari kiamat, bahkan tidak mampu bersujud saat orang-orang beriman bersujud.
Keutamaan Muazin di Hari Kiamat
Sebaliknya, muazin memiliki keutamaan besar, seperti dalam hadis:
"Muazin adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat."
(HR. Muslim, no. 387)
Maksud "paling panjang lehernya" adalah sebagai simbol kehormatan dan kemuliaan, karena mereka yang mengumandangkan azan menyeru manusia untuk mendekat kepada Allah.
Besok di padang mahsyar ada golongan yang akan diberikan naungan/payung dari Allah SWT, yaitu:
1. Pemimpin yang adil
2. Muazin yang istiqomah
3. Orang yang membaca Alquran dan menjaga malam-malamnya dengan bacaan Alquran minimal 200 ayat.
Dalam berbagai riwayat, ada beberapa golongan yang disebutkan akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat.
1. Pemimpin yang Adil
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari di mana tidak ada naungan selain naungan-Nya: (1) Pemimpin yang adil, (2) Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, (3) Orang yang hatinya terpaut dengan masjid, (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya, (5) Laki-laki yang diajak berzina oleh wanita berkedudukan dan cantik, tetapi ia berkata, ‘Aku takut kepada Allah,’ (6) Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan tangan kanannya, (7) Orang yang berdzikir kepada Allah dalam kesendirian hingga menetes air matanya.”
(HR. Bukhari, no. 660; Muslim, no. 1031)
Pemimpin yang adil disebut pertama dalam hadis ini, menunjukkan betapa besar keutamaannya.
2. Muazin yang Istiqamah
Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Para muazin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat."
(HR. Muslim, no. 387)
Maksud dari "paling panjang lehernya" adalah mereka akan diberi kemuliaan dan keistimewaan pada hari kiamat, termasuk kemungkinan mendapat naungan Allah karena mereka adalah orang-orang yang selalu menyeru manusia kepada ibadah.
3. Orang yang Membaca Al-Qur'an dan Menjaga Malamnya dengan 200 Ayat
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hakim, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa membaca 200 ayat di malam hari, maka ia akan dicatat sebagai orang yang tidak lalai."
(HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, no. 1160)
Selain itu, ada hadis yang menyebutkan keutamaan membaca Al-Qur'an di malam hari:
"Barang siapa yang membaca Al-Qur’an dengan istiqamah, maka Al-Qur’an akan menjadi syafaat baginya pada hari kiamat."
(HR. Muslim, no. 804)
Yang mendengar azan tidak hanya manusia, tapi semua makhluk Allah. Oleh karena itu, saat azan dikumandangkan para setan akan lari terbirit-birit, karena azan adalah hal yang paling dibenci oleh setan. Setelah kumandang azan selesai, setan akan kembali bekerja menggoda manusia.
Hadis ini memang disebutkan dalam beberapa riwayat shahih.
1. Semua Makhluk Mendengar Azan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah mendengar suara muazin, baik jin, manusia, maupun sesuatu apa pun, kecuali mereka akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat."
(HR. Bukhari, no. 609 dan Ahmad, no. 8492)
Hadis ini menunjukkan bahwa seluruh makhluk Allah, termasuk jin dan hewan, mendengar azan dan akan menjadi saksi bagi muazin di hari kiamat.
2. Setan Lari Saat Azan Dikumandangkan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Apabila azan dikumandangkan, setan akan lari terbirit-birit sampai ia tidak mendengar suara azan. Jika azan selesai, ia kembali. Dan jika iqamah dikumandangkan, ia lari lagi. Setelah iqamah selesai, ia kembali lagi untuk mengganggu seseorang dengan was-was (bisikan) hingga seseorang tidak menyadari berapa rakaat yang telah ia kerjakan dalam shalatnya."
(HR. Bukhari, no. 608; Muslim, no. 389)
Hadis ini menunjukkan bahwa azan sangat dibenci oleh setan, sehingga ia akan menjauh saat azan berkumandang dan kembali menggoda manusia setelahnya.
Kesimpulan:
- Semua makhluk mendengar azan, termasuk jin dan hewan, dan mereka akan menjadi saksi pada hari kiamat.
- Setan sangat takut pada azan dan akan lari menjauh, tetapi akan kembali menggoda manusia setelah azan selesai.
- Ini menunjukkan betapa pentingnya azan sebagai syiar Islam dan perlindungan bagi umat Muslim dari gangguan setan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda