Kuliah Subuh 21-3-2025
Oleh: Ust. Imam
Alhamdulillah kita masih dapat melaksanakan puasa di hari ke-21 ini.
Bab keutamaan salam
Jika kita diberi kehormatan ucapan salam, jawablah ucapan salam tersebut dengan ucapan yang lebih baik lagi.
Misal, ucapan "Assalamualaikum", maka kita jawab " Wa'alaikumussalam warohmatullah", dan akan lebih baik lagi "wa'alaikumusalam warahmatullahi Wabarakatuhu"
Dalil yang menunjukkan wajibnya menjawab salam terdapat dalam Al-Qur'an dan Hadis, di antaranya:
1. Dalil dari Al-Qur'an
Allah berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 86:
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا
"Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau (minimal) balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu." (QS. An-Nisa: 86)
Ayat ini menunjukkan bahwa menjawab salam itu wajib minimal dengan yang setara, dan lebih baik jika bisa membalas dengan yang lebih baik.
2. Dalil dari Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
حَقُّ المُسْلِمِ عَلَى المُسْلِمِ سِتٌّ
Di antara hak Muslim atas Muslim lainnya adalah:
"Jika dia memberi salam, maka jawablah salamnya."
(HR. Muslim No. 2162)
Hadis ini menunjukkan bahwa menjawab salam adalah kewajiban seorang Muslim terhadap saudaranya.
Kesimpulan:
Memberi salam itu sunnah, tetapi menjawab salam itu wajib.
Jika salam diberikan kepada satu orang secara langsung, maka ia wajib menjawabnya.
Jika salam diberikan kepada sekelompok orang, maka minimal salah satu dari mereka harus menjawabnya.
Dalil tersebut yang menjadi kewajiban menjawab salam. Mengucap salam itu sunnah, tapi menjawab salam itu wajib (Fardlu kifayah)
Hadits: salam itu merupakan salah satu asmanya Allah SWT (assalam).
Mengucapkan salam kepada mukmin, maka malaikat akan mengucapkan sholawat sebanyak 70x. Dan malaikat akan melaknat orang yang tidak mau menjawab salam.
Para ulama berselisih pendapat tentang hukum mengucapkan salam pada non Muslim.
Menurut mazhab Imam Syafi’i, hukum mengucapkan salam kepada non-Muslim tidak dianjurkan, bahkan makruh. Namun, jika seorang non-Muslim mengucapkan salam terlebih dahulu, maka wajib dijawab dengan ucapan yang lebih ringan, seperti "Wa'alaikum" (Dan atas kalian juga).
Dalil dan Pendapat Imam Syafi'i:
Dalil dari Hadis Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلَامِ، فَإِذَا لَقِيتُمْ أَحَدَهُمْ فِي الطَّرِيقِ فَاضْطَرُّوهُ إِلَى أَضْيَقِهِ
"Janganlah kalian memulai salam kepada Yahudi dan Nasrani. Jika kalian bertemu mereka di jalan, persempitlah jalannya."
(HR. Muslim No. 2167)
Hadis ini menunjukkan bahwa tidak dianjurkan bagi Muslim untuk memulai salam kepada non-Muslim.
Jawaban Jika Non-Muslim Memberi Salam
Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا: وَعَلَيْكُمْ
"Jika Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) memberi salam kepada kalian, maka jawablah: 'Wa'alaikum' (Dan atas kalian juga)."
(HR. Bukhari No. 6258, Muslim No. 2163)
Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi'i menegaskan bahwa jika non-Muslim memberi salam, seorang Muslim hanya boleh menjawab dengan "Wa'alaikum", tidak lebih dari itu.
Kesimpulan Pendapat Mazhab Syafi'i:
Tidak dianjurkan memulai salam kepada non-Muslim. Hukumnya makruh.
Jika non-Muslim mengucapkan salam terlebih dahulu, maka cukup dijawab dengan "Wa'alaikum", tanpa tambahan doa keselamatan seperti kepada sesama Muslim.
Wallahu a'lam.
Menjawab salam dari ucapan salam non Muslim dengan ucapan "alaika", tidak usah ditambahi kalimat lain.
Menjawab salam yang benar adalah" Wa'alaikumussalam ", bukan "Wa'alaikumsalam ".
Banyak muslimin yang menjawab salam salah.
Jangan mengucapkan salam pada orang-orang Nasrani dan Yahudi.
Mengucapkan salam tandanya memuliakan orang lain. Seseorang yang imannya sempurna itu saling mengasihi dan menyayangi.
Mukmin yang suka cemberut dan bermusuhan tandanya imannya tidak sempurna.
Kita hidup harus akur/rukun, saling mengucapkan salam dan mendoakan.
Ada beberapa hadis tentang anjuran menebarkan salam. Berikut di antaranya:
1. Hadis tentang Menyebarkan Salam sebagai Tanda Keimanan
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
"Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian."
(HR. Muslim No. 54)
Hadis ini menunjukkan bahwa menyebarkan salam adalah bagian dari membangun rasa cinta dan persaudaraan dalam Islam.
2. Hadis tentang Salam sebagai Amal yang Baik
Rasulullah ﷺ ditanya: "Amalan Islam apakah yang terbaik?" Beliau menjawab:
تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلَامَ، عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
"Memberi makan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal."
(HR. Bukhari No. 28, Muslim No. 39)
Hadis ini mengajarkan bahwa salam tidak hanya untuk orang yang dikenal, tetapi juga untuk sesama Muslim secara umum.
3. Hadis tentang Salam sebagai Penyempurna Iman
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ مِنْ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَسْلِيمَهُ عَلَى مَنْ عَرَفَ وَمَنْ لَمْ يَعْرِفْ
"Sesungguhnya termasuk dalam Islamnya seseorang adalah dia mengucapkan salam kepada orang yang dia kenal maupun yang tidak dia kenal."
(HR. Bukhari No. 6236)
Hadis ini menunjukkan bahwa menebarkan salam adalah bagian dari keislaman seseorang.
Kesimpulan:
Menyebarkan salam adalah bagian dari kesempurnaan iman dan ajaran Islam.
Salam harus diberikan kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal, selama sesama Muslim.
Menyebarkan salam dapat menumbuhkan rasa cinta dan persaudaraan dalam Islam.
Semoga bermanfaat!
Karena itu, biasakan saling mengucapkan salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda