Lukisan di Antara Duna dan Danau
Di antara bisu duna yang membelai langit,
dan air biru yang tak pernah bersuara,
alam menulis puisi tanpa kata,
dalam gelombang lembut dan pasir yang terbuka.
Cahaya pagi menari di permukaan,
mengurai bayang dalam keheningan,
angin pun enggan bersuara,
tak ingin mengganggu damai yang tercipta.
Langit begitu jernih,
seperti jiwa yang telah selesai menangis.
Tak ada jejak, tak ada arah,
hanya keindahan yang pasrah.
Oh gurun yang mendekap danau rahasia,
engkau seperti mimpi yang tak pernah terjaga.
Air dan pasir, dua dunia bersatu,
tanpa perlu bertanya: siapa lebih dulu?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda