Tampilkan postingan dengan label PKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKS. Tampilkan semua postingan

16 Februari 2019

Penguatan SPKK dan Caleg Perempuan




Penguatan SPKK (Seksi Perempuan Ketahanan Keluarga) dan Caleg Perempuan
Bersama Ketua BPKK DPW
Ibu Zubaidah
BPKK PKS Kab. Tegal
Ahad, 17 Februari 2019

By: Futicha Turisqoh, S. Pd. I

STRATEGI PEMENANGAN DAN PENDAMPINGAN CALEG AKHWAT

Direktorat penggalangan suara perempuan pemilih

Jika kita berat sholat malam, latihlah sampai bisa sholat malam.
Jika kita berat berinfaq, latihlah sampai bisa berinfaq.

Jika itu sudah menjadi kebutuhan, maka akan tumbuh rasa ikhlas dan bahagia dengan sendirinya.

Jika tidak ada pemilu, mungkin kita tidak akan mau bergerak. Pemilu menggenjot kita untuk aktif bergerak dan melatih keikhlasan.

Ust. Yoyoh: "Kalau kita marah dalam mendidik anak, membatasi gerak anak, maka anak pun akan menilai negatif dalam cara mendidik anak dan hasilnya pun tidak baik."

Urgensi kemenangan:
Asas:
- Risalah Rasulullah SAW (QS. Asy Syuraa 13)
- Iqamatuddin

Manhaj:
- Tahapan awal sebagai langkah operasional
- Perbaikan pemerintahan dilakukan secara konstitusional

Proses:
- Pilkada dan Pilpres
- Pemilu Legislatif

Jika ada daerah yang frame-nya sudah mengakar dan salah, misal: daerah yang sudah menganggap Jokowi sebagai titisan Ratu Adil, maka caleg PKS harus terjun langsung untuk mengenalkan dirinya. Kenalkan dirinya, bukan partainya, jika memang warga tidak suka dengan PKS.

Semua proses politik di Indonesia itu melalui Pileg, dan yang menentukan yudikatif adalah DPR. Semua kemenangan melalui hasil voting. Mau tidak mau, suara terbanyaklah yang menang.
Artinya: mau tidak mau kita harus menang. Suara kita harus banyak kalau mau memenangkan percaturan politik di negeri ini.

Urgensi kemenangan:
- Risalah Rasulullah SAW (QS. Asy Syura: 13)
- Iqamatuddin

Manhaj:
- Tahapan awal: langkah operasional
- Perbaikan pemerintahan dilakukan secara konstitusional

Proses:
- Pilkada dan Pilpres
- Pemilu legislatif

Tarbiyah:  Ideologis (Baik -buruk) =>
- pragmatis,
- keuntungan => ikatan hati
- jumlah suara

Pilkada pun letak kemenangannya ada di partai. Makanya jangan phobia dengan politik. Pilkada dan pilpres, suara kita harus banyak.

Kemenangan penuh berkah:
Kalau berkah, sedikit serasa banyak.

Orang kaya belum tentu bisa menikmati.
Kisah: saat susah jual sate keliling, jika sisa untuk anak dan dirinya, namun ketika kaya malah tidak bisa makan sate, sebab gula darahnya tinggi.
Jika kena syaraf kejepit, tidak boleh tidur di kasur empuk, harus di kasur yang keras.

Pragmatis: "Kalau ingin didukung, ya bagi-bagi uang".
Boleh ngasih uang, tapi harus dicoblos.

Yang milih PKS, jangan sekali-kali hanya karena ikatan hati, tapi arahkan sampai ke ideologis.
Tapi saat kondisi-kondisi tertentu, tidak salah hanya mengandalkan ikatan hati.

Saksi-saksi harus direkrut dan ditarbiyahi, supaya tidak asal-asalan dalam bekerja.
Pergiliran kemenangan: (QS. Al Imron: 140)

Maksimalkan ikhtiar
2019 insya Allah giliran PKS menang.

Baksos dan Direct Selling yang dilakukan PKS, sudah banyak ditiru oleh partai lain. Hanya flash mob yang belum ditiru.

Kita dalam rangka iqamatuddin, supaya agama Islam yang dimenangkan. Sebab umat Islam di Indonesia banyak, tapi agama Islam tidak ditegakkan. Syari'at agama Islam diinjak-injak. Sebagaimana di Ughyur, itu memprihatinkan.

Kalau orang-orang dholim berkuasa, syari'at Islam susah ditegakkan.

Jika kita tidak bisa ngomong, tidak bisa DS, ikut flash mob..yang penting kita ikut berperan/bergerak demi kemenangan Islam.

Intifadhoh yang melempar batu, meski cuma batu bisa membuat musuh mati jika Allah menghendaki.
Kita bisa menang kalau kita mau berusaha.

Kekuatan sumber daya materi bukan penentu kemenangan. (QS. At Taubah: 25). Banyak yang disangka jadi aleg, tapi gak jadi. Sebaliknya, yang disangka gak jadi, ternyata jadi.

Faktor kemenangan:
- Pertolongan Allah (QS. Al Imron: 123) => Allah memenangkan orang-orang mukmin yang lemah ketika perang Badar. Karena itu, bertaqwalah kepada Allah dan mensyukurin-Nya.

- Kualitas Pelaku, aktivis dakwah (Al Imron: 110) => umat Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan beriman kepada Allah.
Akhlak aktivis layak dimenangkan oleh Allah.

- Istiqomah dalam berjuang (Al Ahzab: 23) => orang-orang mukmin yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, hingga gugur pun tetap tidak merubah janjinya.

Gerakkan semua binaan, jangan kader melulu. Manistatho'tu, semaksimal kemampuan, bukan hanya semampunya saja.

- Bekerja dalam barisan (Al Ash Shaaf: 4) => kita harus kerja bersama-sama, tidak kerja sendiri-sendiri. Komandonya satu. Jangan turun sebelum ada perintah.
Kerja organisasi: teratur, terstruktur, dan terukur.

Gagal dalam perencanaan sama dengan merencanakan kegagalan.

Kegiatan apapun, seperti baksos, DS, flash mob, jangan hanya bagi stiker atau kalender, tapi sediakan konsumsi atau amunisi lain yang layak. Dan semua itu harus disyurokan.

Kita adalah PKS, PKS adalah kita
Pemilu milik semua: kader - struktur - caleg - relawan - masyarakat

Usahakan PKS ada di mana-mana, di kanan, kiri, depan, belakang, ada PKS.

Mulai sekarang flash mob tiap hari. Caleg tiap hari pakai identitas PKS, bisa kerudung kuning kunyit, sal PKS, atau apapun yang menonjolkan identitas PKS.

Motor utama pemenangan:
Relawan - Caleg => kader - struktur
Caleg =>
- caleg satu tingkat (relawan)
- caleg beda tingkat (relawan)
Bagaimanapun caranya, asal positif, yang penting PKS menang.

Flash Mob ternyata cara jitu untuk mempopulerkan PKS.

Sosialisasi di mana pun boleh, meski oleh caleg satu tingkat atau beda tingkat, tidak boleh muncul rasa tidak suka atau tidak enak. Yang penting tujuan kita: mengenalkan dan memenangkan PKS.

Cara unik PKS yang bisa ditiru: tukar botol air dengan sayur, cukur gratis di pinggir jalan, dan lain-lain.

Waktu kita pendek
Kesempatan kita mahal
Tantangan kita banyak
Peluang kita besar
Pertolongan Allah dekat
Surga menanti

Menembak seperti seorang Sniper, bukan seperti Rambo

Jangan orientasi pada partai "ansih/mung" (hanya) yaitu partai yang hanya memburu kursi/jabatan, tidak ada unsur dakwah, sebab PKS bukan partai "ansih".

Kita menerima takdir itu karena yakin yang terbaik dari Allah.
Kita punya lahan banyak untuk dakwah. Komunikasi yang baik itu modal utama kemenangan kita.









06 Juni 2018

Mengapa Harus Membenci PKS?

MENGAPA HARUS MEMBENCI PKS..?

***

Gak ngerti juga dengan pemikiran para pendukung sebelah mengapa harus membenci PKS. Jika tolak ukurnya adalah tindakan korupsi kader parpol, PKS masih menempati urutan buncit sebagai partai yang paling banyak menghasilkan kader korup. Di atas PKS masih bertahan para partai besar yang berkoar sangat nasionalis, juga partai agama yang mempunyai basis massa terbesar.

Mengapa kasus korupsi partai PKS sering di blow up?

Karena ekspektasi pada PKS justru paling besar di miliki oleh para pembenci PKS sendiri. Jika ukurannya partai agama, PKS sangat berbeda dengan PKB PAN, dan PPP. PKS dinilai oleh mereka memang membawa nilai islamis pada pergerakan kadernya.

Kader mereka sangat berpendidikan, bukan berasal dari figur yang terkenal karena jabatan di masyarakat. Karena di nilai PKS paling berpeluang membawa Islam kaffah yang kampungan yang sangat di benci kalangan islamphobia, maka PKS wajib di jadikan lawan oleh mereka.

Para sekuler dan liberal sangat membenci Islam kaffah alias islam kampung, mereka benci kewajiban berjilbab itu ada, mereka benci jika umat Islam semakin mencintai dan menjalankan syariat agamanya. Dalam bayangan mereka, jika PKS bisa menjadi partai no. 1 di Indonesia, maka Indonesia akan menjadi negara terbelakang. Karena pastinya Indonesia akan mempunyai kebijkan yang islamis.

Segala propaganda di sebar dan di boomingkan jika pelakunya adalah PKS. Kasus korupsi yang sudah biasa menjangkiti kader parpol, sepertinya sangat istimewa ketika kader PKS tersangkanya . Bila parpol lain yang tersangkut korupsi, itu sudah bisa. Namun jika PKS yang jadi pelakunya, hebohnya luar dalam..mereka seperti menemukan mainan yang bisa mereka pamerkan ke semua orang .

Semuanya bersatu memperburuk citra PKS, masalah kecil bisa jadi hesar jika PKS ada di dalamnya.

Mulai tuduhan partai korupsi, hingga yang terakhir PKS di tuduh sebagai partai yang mendukung terorisme dengan modal pemberitaan di media berita. Harapan mereka, dengan kliping tsb bisa menghancurkan PKS, syukur2 jika bisa bubarkan PKS.

Mardani Ali Sera berkata "PKS terlalu besar jika harus berhadapan dengan mereka para pembencinya". Ketika Faisal Assegaf melaporkan PKS atas dugaan dukungan pada terorisme, mardani alisera menjawab ringan.

"Silahkan menilai, siapa PKS dan siapa FA"

PKS adalah partai besar, sejak mereka terbentuk hingga saat ini, PKS sudah ikut menyumbang bagi pembangunan Indonesia. Dengan puluhan kader yang jadi kepala daerah serta ratusan yang duduk di parlemen, apakah level apabila PKS harus mendengarkan ocehan seorang manusia yang sedang lapar Seperi FA?

Siapa FA, apa yang telah di hasilkan FA bagi Indonesia? Dan apa yang telah di hasilkan PKS bagi Indonesia..? Tentu saja gak level jika membandingkan se ekor tikus dengan burung elang. Not terong to wortel.

Islamphobia yang mereka tularkan pada umat memang menjangkiti pada sedikit saudara Muslim dan menilai PKS adalah partai yang busuk. Mereka yang terjangkiti virus islamphobia adalah mereka saudara seiman yang sedang tipis imannya karena mudah terperdaya omongan dusta.

Ada tuduhan apabila PKS memimpin, maka ritual agama seperti tahlilan akan di babat habis . Hal ini di sebarkan untuk meniadakan dukungan PKS yang berasal dari kalangan NU. Padahal, kader PKS sendiri banyak dari kalangan NU. Mustahil apabila itu terjadi, buktinya kepala daerah yang berasal dari kader PKS, apakah ada keluarkan kebijakan hapus tahlilan di daerah mereka..?

Ada tuduhan, apabila PKS memimpin nanti Indonesia akan menjadi negara islam. Ini juga tuduhan yang tidak mendasar. Banyak Bupati dan walikota dari PKS, apakah mereka memakai sistim syariat Islam dalam hukum di daerahnya..?

Ada tuduhan PKS adakah partai terkorup, seperti di awal tulisan ini, masih banyak parpol yang duduki peringat juara korupsi di bandingkan PKS. Jika saja KPK mau merilis daftar parpol yang tersangkut korupsi...pasti PKS menduduki urutan terakhir . KPK tidak akan rilis daftar itu, karena KPK tau...rilis dafatr itu justru akan menaikkan nama PKS karena PKS memang paling sedikit kadernya tersangkut kasus korupsi.

Tuduhan yang terakhir adalah menyangkut dukungan pada aksi terorisme dan radikalisme. Ocehan kelaparan FA menjadi awal Dr kehebohan jagat Maya, tuduhan mendukung terorisme dan radikalisme justru menjadi mentah ketika PKS justru mendukung revisi UU terorisme.

Mereka yang membenci PKS adalah mereka yang khawatir dengan PKS. Mereka yang marah pada PKS sebenarnya mereka yang takut dengan PKS.

Mereka takut jika PKS menjadi tumbuh besar.
Mereka khawatir jika PKS menjadi partai idola umat

Ketika PKS tumbuh besar dan mendapatkan kepercayaan dari umat, maka pekerjaan mereka akan semakin berat. Pekerjaan menjadikan Indonesia menjadi negara yang melupakan nilai-nilai Islam. Pekerjaan yang menempatkan agama berada di tingkat paling bawah dalam hidup bermasyarakat.

Mereka punya misi, dan misi itu akan menjadi berat karena PKS masih berdiri dengan gagahnya. Maka itu tugas mereka adalah terus hinakan PKS, terus downgrade PKS, dan terus berbicara negatif tentang PKS agar masyarakat semakin tercuci otaknya bahwa PKS adalah partai yang menjual agama di balik baju putih kebesaran mereka.

Ulil Abshar dedengkot islam liberal pernah berkata..

"Tugas kita adalah melakukan kritik terus menerus agar ideologi islamis di  Indonesia yang dibawa PKS tidak meluas pengaruhnya "

Ada sebuah permainan yang mereka kerjakan dan PKS adalah lawan yang harus di hancurkan dari permainan itu. Dalam permainan itu, mereka dibantu oleh kekuatan media berita . Jangan heran apabila PKS menjadi bulan-bulanan media berita ketika mereka tersandung sebuah masalah.

Sama halnya dengan FPI yang selalu di beritakan buruk. Kebaikan FPI tidak pernah tersiarkan oleh media informasi, namun saat terkait kasus...#BOOOM, seluruh media bahkan media baru lahir saja bisa mengulasnya berulang-ulang. Tujuannya, agar berita keburukan itu terus tersebar dan dibaca dan di dengar oleh masyarakat luas.

Syukurnya, PKS bukankah partai ayam sayur yang bisa di hantam dengan mudah. Kekuatan mereka terletak pada kesolidan kader dan simpatisan-nya. Saat PKS di hantam, saat itu juga para kader dan simpatisan bahu membahu memberikan pemahaman pada masyarakat bahwa tuduhan itu tidak benar . Melakukan kegiatan sosial dan juga kerohanian terus di lakukan para kader dan simpatisan sebagai jenjang menjalin komunikasi.

Komunikasi yang terjalin baik, sangat ampuh menangkal isu dan fitnah yang menghantam PKS. Justru PKS saat ini menjadikan segala fitnah pada mereka sebagai senjata untuk mereka arahkan kembali pada penyebarnya.

Semakin di serang, justru PKS mendapatkan banyak simpati. Semakin di kecam, justru PKS mendapatkan etalase gratis untuk memajang diri dengan melakukan klarifikasi.

Pendekatan yang di lakukan kader PKS pada umat adalah dengan senyuman, ajakan berbalas genggaman. Gak heran jika aksi yang dilakukan PKS banyak mendapatkan pujian dari masyarakat.

Seperti kata Lae- ku Azwar Siregar dahulu..Bila Ada Satu Alasan Membenci PKS, Maka Ada Seribu Alasan Mencintai PKS.

Salam PKS, Salam Cinta.

*Dari saya yang bukan kader PKS.

👉To el Faizal Assegaf

23 Februari 2014

LAGI-LAGI PKS MENGGELAR BAKSOS






Ahad, 23 Februari 2014 pukul 08.00 WIB DPC PKS Kecamatan Dukuhwaru menggelar acara bakti sosial dalam rangka sosialisasi calon legislatif dari PKS di Dapil 1 (Kec. Slawi, Dukuhwaru, Lebaksiu), tepatnya di Desa Pedagangan RT 05 RW 02. Acara baksos terdiri dari penyediaan sembako murah, baju bekas layak pakai, dan santunan anak yatim.
Acara dibuka oleh Bp. Kartono selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan tilawah Quran oleh Bp. Syaifurrohman. Kemudian sambutan ketua penyelenggara, yang juga Ketua DPC PKS Kec. Dukuhwaru, Bp. Sakuri. Beliau berharap warga setempat yang merupakan bagian dari Dapil 1 untuk memilih caleg DPRD dari PKS pada saat pemilu legislatif nanti, 9 April 2014, di antaranya: Bp. Musthofa Sami’an (dengan nomor urut 1), Bp. Romdoni (nomor urut 2), Wahyuningsih (nomor urut 3), Sudarto (nomor urut 4), Futicha Turisqoh (nomor urut 5), Vivi (nomor urut 6), dan Toto Waryanto (nomor urut 7).
Acara baksos sudah kesekian kalinya digelar oleh PKS yang memang selalu dekat dan melayani masyarakat. Bisa dikatakan, PKS identik dengan simbol baksos, dimana kegiatan sosialnya ada di mana-mana. Dan baksos kali ini pun disambut antusias oleh warga setempat. Banyak yang berebut beli baju bekas layak pakai, juga berburu sembako murah. Anak yatim yang dapat santunan pun berbondong-bondong hadir memenuhi undangan. Para caleg DPRD Kab. Tegal dari PKS Dapil 1 pun ikut hadir meramaikan acara. Alhamdulillah, acara berjalan lancar hingga selesai pukul 11.00 WIB.
****