Di Antara Diam dan Cahaya
Gunung berdiri dalam hening yang agung,
menyimpan kisah waktu di lipatan awan.
Langit senja menurunkan warna lembut,
seakan doa turun perlahan ke bumi.
Danau membentang sebagai cermin jiwa,
menampung langit tanpa bertanya apa-apa.
Ia diam, namun jujur memantulkan segalanya,
seperti hati yang ikhlas menerima takdir-Nya.
Pepohonan berjajar dalam kesetiaan,
tak bersuara, namun tetap menunaikan peran.
Mengajarkan bahwa keteguhan tak selalu lantang,
cukup berdiri, tumbuh, dan bertahan.
Di hadapan ciptaan-Mu yang begitu sempurna,
aku belajar tentang sabar dan tawakal.
Bahwa hidup, seperti alam, punya waktunya sendiri,
tenang dalam rencana, indah dalam kehendak-Mu.
