Hijau yang Mengajarkan Sabar
Di hamparan hijau yang tumbuh tanpa suara,
aku belajar tentang hidup
yang tak perlu riuh untuk berarti.
Daun-daun kecil saling menyapa angin,
tak saling mendahului,
tak pula saling iri—
semuanya tumbuh sesuai waktu.
Embun pagi menempel lembut,
seperti doa yang jatuh diam-diam
namun menyejukkan.
Wahai hijau,
kau mengajarkanku bahwa kuat
tak selalu tentang menjulang tinggi,
kadang cukup tentang bertahan
dan tetap hidup
di tanah yang sederhana.
Dan aku pun paham,
Tuhan menumbuhkan harapan
dengan cara yang sangat tenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda