29 September 2012

PELATIHAN KURIKULUM TAMAN KANAK-KANAK





PELATIHAN KURIKULUM TAMAN KANAK-KANAK
KEPALA/GURU SWASTA
TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH
LPMP Semarang, Senin 3 - 8 Oktober 2011

By: Puput Happy (Futicha Turisqoh, S. PdI)

A.    Pembukaan pukul 19.45 WIB
Sambutan dari Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah (Bp. Kunto) yang diwakili oleh Joni Loran, M. Pd, bahwa usia TK itu 4-6 tahun.
Prinsip-prinsip pendidikan TK: PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan), dan kini menjadi PAIKEMMM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Mengasikkan, Menguatkan)
Guru TK tidak boleh marah! Guru TK harus ngguya-ngguyu. Jangan sekali-kali marah!
Setiap bahan harus sudah disiapkan oleh sekolah.

B.     Kebijakan Pemerintah dalam pengembangan PAUD
Oleh: Bp. Supomo
Pendidikan itu harus diberikan pada usia dini.
Guru TK harus mensukseskan program pemerintah.
Anak TK jangan dikenakan rok mini, sebagai antisipasi mencegah pelecehan seksual.
Dulu TK digabung dengan SD, tapi sekarang PAUD berdiri sendiri.
PAUD terdiri dari satuan-satuan:
1.      TPA à 0 – 2 tahun
2.      KB à 2 – 4 tahun
3.      TK à 4 – 6 tahun
SPS (Satuan PAUD Sejenis): TPQ dan yang sejenis seperti Sekolah Minggu.
Pemerintah melaunching (memperkenalkan) PAUDisasi à gerakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas peserta didik.
Ada program PAUD terpadu yang pada prinsipnya: suatu lembaga PAUD yang menyediakan satu fasilitas atau lebih.
Pemerintah berharap TK juga menyediakan Kelompok Bermain (KB) atau penitipan anak. Sebab, untuk ke depannya, TK yang tidak ada KB-nya atau sebaliknya, KB yang tidak ada TK-nya tidak akan diberi bantuan.
Jika ada 2 TK/KB yang berdekatan, usahakan disatukan dalam satu manajemen supaya rukun, tidak timbul persaingan.
Ada program PAUD terpadu yang pada prinsipnya sebuah lembaga PAUD yang meenyediakan satu atau lebih fasilitas.
Pemerintah berharap TK juga menyediakan Kelompok Bermain atau Taman Penitipan Anak..
Kalau ada 2 TK/KB yang berdekatan, usahakan disatukan dalam satu managemen supaya rukun.
Dalam mendirikan PAUD dibutuhkan kebesaran jiwa.
Tahun 2025 sudah Standar Mutu Nasional.
Anak TK belum waktunya diajarkan membaca dan berhitung, tapi diperkenalkan calistung (huruf dan angka) sambil bermain. TK tidak diperkenankan adanya wisuda.
Ketika mengoperasikan calistung, jangan dipaksakan, tapi hanya mengadvokasi (mendampingi) iu boleh, tapi atas kemauan anak, bukan paksaan. Sebab ada usia psikologi dan ada usia kronologis.
Anak superior itu pengecualian, dan ini perlu advokasi (pendampingan)
Guru dan orangtua hanya memfasilitasi saja. Keingintahuan anak jangan dipupus, seperti: “Kamu kok Tanya terus?”
Jangan sekali-kali menipu atau membohongi anak. (Lihat pada tabel Pengaruh Kemiskinan…)
Kalau anak banyak minum susu, maka yang dikurangi nasinya.
Anak indigo yaitu: anak yang beraura ungu (pandai, punya kelebihan tertentu), namun jangan dimanfaatkan untuk berprofesi sebagai dukun.
Otak à bekerja bagaiamana menyediakan media pembelajaran yang baik untuk anak didik.
Sekolah dapat menyiapkan proposal berupa APE/BOP (Bantuan Operasi Pendidikan) jika ingin meendapatkan dana.
Tentang bantuan APBN, bikin proposal baru dan dikumpulkan di kantor walikota/bupati, baru dikirim ke propinsi.
Untuk ke depannya, TK yang tidak ada KB-nya atau KB yang tidak ada TK-nya tidak akan diberi bantuan.

C.    Kurikulum TK
Oleh: Bp. Supomo Pudji Atmoko (Seksi PAUD dan Kesetaraan Bidang PNF-PT Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah)
Jangan membangkitkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dengan menanamkan kebencian kepada Negara lain, seprti terhadap Malaysia, Amerika, dll.
Tentang penyelenggaraan TK:
Jangan suka memelesetkan lagu kepada anak didik yang membuat anak didik tidak santun.
Jangan larut dengan aturan yayasan atau orangtua yang tidak mengenal psikologis anak, sehingga jangan mengajari anak hafal angka 10 dan  seterusnya, karena dianggap memperkosa hak anak, dan ini dianggap sebagai guru yang tidak berkompeten. Sangat tidak boleh sebuah lembaga pendidikan TK yang mempromosikan keunggulan TK-nya terhadap calistung, karena itu sama saja membodohi masyarakat.
Pendidikan formal itu terstruktur dan berjenjang.
Apakah TK itu berjenjang? Tidak! Terstrukttur mungkin, karena itu merupakan suatu keharusan. Makanya ada kesatuannya.
Dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional yang berfungsi: mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi warga Negara yang :
-          demokratis serta bertanggung jawab
-          beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
-          berakhlak mulia
-          sehat
-          berilmu
-          cakap
-          kreatif
-          mandiri
Lingkungan itu meningkatkan potensi/kemampuan, namun membatasi.
Ada kisah tentang keteladanan orangtua: Sebuah keluarga yang memiliki seorang anak usia dini, yang di dalamnya dihuni seorang kakek manula yang sudah pikun dan sering membuat masalah, seperti menumpahkan air. Karena orangtua anak tersebut merasa kesal dengan sang kakek, akhirnya mengisolir bapaknya yang sudah pikun tersebut dengan membuatkan meja kayu khusus untuk makan kakek dan diletakkan di pojok ruangan. Melihat meja kayu milik sang kakek, sang anak mencoba membuat meja kayu dari ranting-ranting yang dirakit. Sang ayah bertanya, “Untuk apa meja kayu itu?” Sang anak pun menjawab, “Ini untuk Bapak kalau nanti Bapak sudah tua dan sering menumpahkan air dan makanan di meja makan….” (^_^)
Pendidik disebut tong sampah, tapi yang isinya baik-baik, yang menampung bermacam-macam masalah di sekolah.
Masalah kesehatan, orangtua juga harus disadarkan dengan iklan kesehatan yang tidak logis. Contoh: apel itu bagus, tapi jika dipromosikan secara berlebihan dan tidak rasional, akan menjadi tidak bagus lagi.
Seperti promosi tentang manfaat obat sarang semut yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Atau seperti buah naga yang dipromosikan berlebihan, mampu menyembuhkan banyak penyakit. Atau gelang ajaib, dan buah merah dari Papua.
Pemberian obat dengan dosis tinggi itu tidak baik, meski mungkin langsung sembuh.
Tentang HIV, virus yang menyebabkan turunnya imunitas, tidak bias dibunuh. Bentuk mutasi virus itu sangat cepat. Penyakit yang disebabkan oleh virus jangan menggunakan obat secara berlebihan. Mengkonsumsi jamu jangan berlebihan. Gelang keseimbangan yang dapat menyembuhkan juga merupakan bentuk penipuan. Jangan sampai keliru dalam menyikapi iklan-iklan yang ada. Segala sesuatu jangan dikaitkan dengan hal-hal tahayul pada anak, sebab faktor Tuhan yang berkehendak adalah yang terpenting. Kesurupan sebenarnya peristiwa/tekanan kejiwaan, pelarian tekanan kejiwaan, sehingga banyak dialami oleh kebanyakan remaja. Ada cerita tentang orang yang pertama kali mendarat di atmosfir. Meski hal itu diragukan. Perlu pendidikan ke-orangtuaan. Tunjukkan secara proporsional pada anak.
Pendekatan system input dalam pembinaan TK: sistem input dan output. Inputnya: anak merupakan bagian dari problem masyarakat. Beberapa anak yang lingkungannya tidak baik, itu juga problem masyarakat yang masuk ke dalam sebuah lembaga. Bahkan beberapa lembaga membawa beberapa problem. Secara individual bias dikembangkan secara kognitif. Ajarkan afektif/perilaku yang baik pada anak dalam bentuk kelompok. Yang namanya sopan santun bisa dikatakan mutlak, tapi perilaku tertentu bisa bergeser. Dulu kalau menyanyi diajarkan menghadap pada penonton. Tapi kini banyak penyanyi yang membelakangi penonton dengan alasan kreasi, padahal itu tidak pantas/saru. Ini bernuansa keprihatinan. Seperti kasus Rhoma Irama yang mengkritisi Inul, dan beliau dihantam publik dengan dianggap menyaingi, sehingga tidak mau kalah. Dibalik kebebasan berekspresi, tata nilai yang begitu bebas mungkin dapat menimbulkan hal-hal aneh. Mungkin 100 tahun yang lalu, hormat kepada orangtua hingga menunduk-nunduk, mungkin generasi sekarang berubah, dan mungkin 50 tahun ke depan bias berubah tata cara hormat kepada orangtua.
Tugas kita adalah mencegah pergeseran itu secara revolutif, karena jika terlalu cepat orangtua bisa tersinggung. Berikan perubahan secara evolutif, sehingga bisa diterima masyarakat. Sebab, kadang ada beberapa orang yang merasa sopan tapi tidak bagi orang lain.
Didik anak untuk bisa bekerja sama. Pengecualian bagi anak yang autis. Terapi perilaku adalah solusi untuk anak autis. Autis tidak bisa disembuhkan, tapi perilakunya bisa dirubah.
Jalur pendidikan formal adalah terstruktur dan berjenjang, terdiri atas:
-          Pendidikan Dasar
-          Pendidikan Menengah
-          Pendidikan Tinggi
Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal, yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.
Guru TK itu berkarakter, seperti kisah seorang guru TK yang hidup terpisah dengan suami, yang menyewakan kamarnya untuk biaya hidup.
TK adalah bentuk salah satu bentuk satuan AUD pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak berusia 4-6 tahun.
Budaya lokal perlu dilestarikan, tapi disampaikan kepada anak secara rasional, tidak memunculkan hal-hal tahayul, sseperti pohon rindang yang ditungggui jin hingga harus diberi sesajen.
PAUD bertujuan: membangun landasan bagi berkembangnya peserta didik agar…..(lihat pada tabel)
Tanamkan mindset yang benar pada anak didik, seperti: keberhasilan anak bukan hanya dipengaruhi IQ saja yang hanya 20%, tapi dipengaruhi juga oleh kecerdasan lainnya.
Atau seperti ketika guru TK memperkenalkan angka 4 pada anak didik, si anak menunjukkan 5 jari, katakan itu salah.
Upacara di TK tetap harus dilaksanakan, meski tidak harus baris rapi, karena anak TK tidak mungkin bisa berbaris rapi atau sesuai dengan aturan yang ada.
Ajarkan anak untuk mematuhi peraturan yang berlaku.
1 Juli adalah hari susu nasional, sedangkan hari Rabu minggu terakhir bulan September adalah hari minum susu anak sekolah. Semua itu harus diperingati!
TPA (Tempat Penitipan Anak)/KB (Kelompok Bermain) boleh menerima anak usia TK (4-6 tahun), jika di sekitarnya tidak ada lembaga TK, atau sebaliknya, TK boleh menerima anak usia KB jika di sekitarnya tidak ada KB.
PAUD terpadu boleh melayani anak usia 0-6 tahun.
Untuk saling mengingatkan, jika ada 2 KB berdekatan, harap disatukan.
6-7 tahun à SD
0-4 à SPS (Satuan Pendidikan Sejenis)/TPA/KB
4-6 tahun à TK

D.    Pendidikan Budaya Karakter Bangsa
Oleh: Ibu Suliyem


“Sumpah TK! Gembira!!” à sosialisasikan!
Antara guru dengan murid harus seperti teman. Yang namanya guru TK harus memiliki kompetensi sosial yang tinggi. Guru dengan anak harus bersikap seperti bocah/anak kecil. Guru TK itu harus menyenangkan. Tidak peduli ada uang atau tidak, kerjanya tetap nyanyi dan senyum terus di sekolah.

*Lagu untuk yang datang terlambat*

Sopo kae e e…
Sopo kae…..
Sopo kae e e ngawe-ngawe
Soko adoh ngguya-ngguyu karo aku
Tak cedaki jebul Ibu Guruku
Seneng banget roso atiku
Seneng banget aku ketemu
Seneng banget roso atiku
Ibu Guru sing ndidik aku

Sopo kae e e….
Sopo kae …..
Sopo kae e e ngawe-ngawe
Soko adoh ngguya-ngguyu karo aku
Tak cedaki jebul Bapak Guruku
Seneng banget roso atiku
Seneng banget aku ketemu
Seneng banget roso atiku
Bapak Guru sing ndidik aku


Sopo kae e e….
Sopo kae …..
Sopo kae e e ngawe-ngawe
Soko adoh ngguya-ngguyu karo aku
Tak cedaki jebule kanca-kancaku
Seneng banget roso atiku
Seneng banget aku ketemu
Seneng banget roso atiku
Kanca-kancaku tresno aku

Mengapa pendidikan karakter bangsa perlu ditanamkan pada anak didik? Ini dilatarbelakangi banyaknya koruptor di negeri ini. Guru TK pun sering korupsi waktu dengan alasan: ada rapat mendadak, repot di rumah, dll.
Jika guru menuntun murid-murid jalan dan tidak ada guru pendamping, jalan mundur sambil mengawasi anak.
Saat salaman dengan anak, tatap mata anak, kemudian sentuh kepala anak.
Jangan menyerahkan anak pada penjemput hingga guru berhadapan langsung dengan penjemput. Itu guru yang dipercaya masyarakat.
Negara kita baru diuji dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang korupsi, dari kalangan bawah hingga atas.
Calistung yang terlalu tinggi jangan diberikan kepada anak didik.
Tugas kita hanyalah mengenalkan huruf dan angka melalui permainan, karena usia TK adalah usia bermain. Jika melalui permainan, anak akan merasa senang, tidak terasa bahwa ia sedang belajar. Orantua yang tidak paham pendidikan usia dini adalah yang marah jika anaknya tidak mau belajar. Yang perlu ditekankan pada anak adalah cara belajar bersosialisasi, belajar berbahasa, dan belajar berdisiplin.

Tepuk disiplin! Plok Plok Plok!
Bangun pagi….. Plok Plok Plok!
Tepat waktu! Plok Plok Plok!
Mandi pagi….Plok Plok Plok!
Tepat waktu! Plok Plok Plok!
Ke sekolah…. Plok Plok Plok!
Tepat waktu! Plok Plok Plok!
Makan….juga tepat waktu! Plok Plok Plok!
Anak disiplin! Plok Plok Plok!
Tepat waktu! Ok?! (sambil mengangkat jempol/ibu jari ke atas)

Kognitif, afektif, dan psikomotorik merupakan 3 aspek yang dikembangkan melalui 5 ruang lingkup perkembangan.
Supaya anak memiliki 7000 perbendaharaan kata, maka cara pembelajaran di TK harus tematik. Kalau tanpa tema, guru akan bingung saat mau melakukan kegiatan. Dan agar pembelajaran di TK bermakna, pegang tingkat standar perkembangan-perkembangan itu.
Anak-anak di TK perlu motivasi, perlu fasilitas, perlu dirangsang, perlu dibimbing, perlu dikembangkan.
Model-model pembelajaran di TK bermacam-macam, bisa dipilih: model kelompok, model area, model sentra/BCCT, model sudut, terserah, yang penting sesuai dengan perkembangan anak.
Jangan mengorupsi usia anak dengan membebani yang berat-berat yang belum waktunya. Bukan kewajiban guru TK untuk membuat anak TK menjadi anak dewasa kecil, sebab anak bisa stress. Jangan dijejali macam-macam, seperti: jarimatika, computer, bahasa Inggris, dll, sebab saat besarnya nanti lebih suka main-main, karena waktu mainnya telah disita orangtuanya. Wali murid beri pengertian!!
Saat rapat wali murid, copy-kan kurikulum TK pada wali murid, agar mereka tidak menuntut yang bukan hak anak. Tidak memaksa anak untuk bisa calistung. Jika kecilnya hanya belajar terus tanpa diberi kesempatan untuk bermain, maka besarnya nanti kerjanya main terus. Anak tidak bakalan buta huruf, hanya masalah waktu saja.
Model pembelajaran jangan klasikal terus, tapi harus ada irama perkembangan. Bisa individu, bisa kelompok, bisa juga klasikal.
Menanamkan pembiasaan yang baik pada anak. Jika sudah tebiasa disiplin, memiliki rasa sayang kepada orang lain, tidak akan menjadi orang yang bermasalah, yang memiliki perilaku menyimpang maupun kekerasan. Sangat bagus juga jika wali murid dikarakteri. Kasus perilaku perkosaan di angkot menjadi fenomena yang meresahkan.
Sebetulnya kesadaran kita dan seluruh masyarakatlah yang paling penting. Tawuran yang marak terjadi perlu diperhatikan. Proses hukum yang kuat perlu ditegakkan jika ingin tenteram negeri ini. Harus ada alat, sarana dan prasarana. Tanpa biaya sekolah tidak akan jalan. Jangan sampai anak didik tidak hafal lagu Indonesia Raya, sementara lagu Barat sangat hafal. Menyanyi lagu-lagu kebangsaan, lagu-lagu wajib, nyetel kaset lagu-lagu nasional di kelas. Lengkapi kaset dan tape di kelas untuk nyetel lagu-lagu itu dan pasang foto-foto garuda dan para pahlawan di kelas. Mencintai tanah air bentuknya apa? Kan ada muatan local, pengembangan diri di daerahnya, anak-anak harus tahu kelebihan dari daerahnya sendiri. Seperti anak Brebes belum tahu rasanya telor asin, belum tahu cara bikin telur asin, berarti belum pantas jadi anak Brebes. Mestinya dikenalkan!
Wingko babat  di Semarang juga harus diketahui oleh anak Semarang.
Pendidikan akan berhasil jika mengunakan bahasa induk (kata pakar pendidikan). Jangan bangga dengan bahasa Inggris jika bahasa daerah saja tidak bisa. Sangat ironis, ketika mendengar ada sebuah kampung yang hharus menggunakan bahasa Inggris., dan ini kebangetan. Gunakan bahasa yang sopan.
Dalam TK wisuda harus dihilangkan!
RKH hanya merupakan penyusunan dan format saja, isinya pasti beda, karena ada juknisnya. Tema pendidikan TK untuk anak dari yang dekat ke yang jauh. Misal: Apa gunanya pintu? Lalu, apa gunanya jendela? Dan lain-lain.
4 kompetensi yang garus dikuasai guru dan bisa melaksanakannya.
-          Paedagogik
-          Professional
-          Sosial
-          Kepribadian
Selain itu, guru harus menguasai materi ke-TK-an, bisa menenangkan anak, tidak suka membantah, dll, karena kurikulum jantungnya pendidikan. Sebaik apapun jika tidak berkarakter, tidak punya sopan-santun, tidak ada rasa kebersamaan, tidak ada kepedulian, dan hanya mengejar nilai, tidak pernah dipraktekkan, maka semua itu tidak ada artinya.
Anak juga perlu diajarkan wira usaha/interpreuneur, seperti melatih tanggung jawab dan disiplin. Sejak dini harus ditanamkan. Sebab pendidikan nasional salah satunya berfungsi untuk membentuk watak bangsa.
Pengertian PBKB (Pendidikan Budaya Karakter Bangsa):
Budaya itu hasil dari pikiran dan nilai masyarakat. Jadi budaya Jawa Tengah dan Jawa Timur juga berbeda.
Karakter: watak kepribadian Bangsa. Susah dirubah, tapi bisa dirubah sedikit demi sedikit. 18 nilai akan selalu berulang dan berkelanjutan terus hingga mahasiswa. Tanamkan! Dan tidak mesti 18 nilai tersebut. 15 juga boleh.
Fungsi PBKB:
-          Pengembangan: pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi pribadi berperilaku baik yang mencerminkan budaya dan karakter bangsa.
-          Perbaikan: memperbaiki pendidikan nasional lebih berfokus pada pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermanfaat.
-          Penyaring: untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain. Mendidik anak dengan membiasakan anak seperti menyampaikan sesuatu dengan tangan kanan. Ini mengajarkan sopan-santun pada anak didik. Seperti: pada saat minum, minum air dengan menggunakan gelas.
Tujuan PBKB: (Lihat pada makalah)
Dibiasakan anak bertanggung jawab, seperti merapikan bahan-bahan kegiatan.

Tepuk tanggung jawab! Plok plok plok!
Habis main! Plok plok plok!
Dirapikan! Plok plok plok!
Habis makan! Plok plok plok!
Dibersihkan! Plok plok plok!
Yes! Yes! Ok!

Anak diajarkan mandiri dan kreatif. Children Learning! Maksudnya: muridnya yang bekerja, bukan gurunya. Bercakap-cakap berbeda dengan bercerita.
Anak harus berwawasan kebangsaan, karenanya: anak dibiasakan nyetel lagu-lagu wajib dari Senin – Sabtu. Sesekali sisipi lagu dolanan, seperti lagu “Yo prokonco”

Yo prokonco dolanan ing njobo
Padang wulan wulane koyo lino
Rembulane ne sing awe-awe
Ngelingake ojo podo turu sore

Aku melu aku melu dolanan
Ayo konco-konco ojo podo tinggal
Oyak-oyakan sopo sing menang
Menang kalah ojo podo jejutakan

Kenalkan anak tentang anggota keluarga, seperti: simbah, paman, budhe, dll.
Ajarkan kejujuran pada peserta didik. Bikin kotak kejujuran di kelas, untuk meletakkan barang yang ditemukan.
Anak dianjurkan bawa uang hanya untuk ditabung, bukan untuk beli jajan.
Landasan nilai-nilai PBKB:
-          Agama
-          Pancasila
-          Budaya
-          Tujuan pendidikan nasional
Karena kita Negara beragama, maka pendidikan agama menjadi prioritas utama. Harus mencerminkan kepribadian bangsa. Yang disayangkan, media lebih banyak menyajikan keburukan-keburukan bangsa, bukan prestasi bangsa, maka kini lebih banyak kasus criminal yang marak terjadi.
Walaupun anak tidak tahu artinya, anak akan belajar menghafal urutan kata, seperti hafal pancasila. Etika sopan-santun merupakan budaya. Di Jawa Tengah yang mulai dilupakan adalah tayangan wayang.
Tujuan pendidikan nasional adalah membentuk manusia seutuhnya, dan ini jelas! Nilai-nilai yang ada di dalam PBKB:
1.      Religius                                                           10. Semangat Kebangsaan
2.      Jujur                                                                11. Cinta Tanah Air
3.      Toleransi                                                          12. Menghargai Prestasi
4.      Disiplin                                                            13. Bersahabat/Komunikasi
5.      Kerja Keras                                                     14. Cinta Damai
6.      Kreatif                                                             15. Gemar Membaca
7.      Mandiri                                                           16. Peduli Lingkungan
8.      Demokrasi                                                       17. Peduli Sosial
9.      Rasa Ingin Tahu                                              18. Tanggung Jawwab
Pilih di antara nilai-nilai tersebut, lalu masukkan ke dalam Dokumen 2, tidak harus 18. Jangan lupa memasang bendera merah putih tiap pagi. Ajarkan disiplin, seperti buang sampah jangan sembarangan, meletakkan kursi di tempat semula setelah makan. Jika murid masih suka terlambat, berarti guru belum mampu menanamkan karakter bangsa tent
ang kedisiplinan.
Prinsip dan pendekatan dalam pengembangan PBKB:
1.      Berkelanjutan: proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang, dimulai dari awal hingga selesai dari suatu satuan pendidikan.
2.      Melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah. Proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui setiap kegiatan.
3.      Nilai-nilai diajarkan tapi dikembangkan
Konsekuensinya nilai PBKB tidak ditanyakan dalam ulangan ataupun ujian.




























































                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 


No comments:

Post a Comment

Komentar Anda