Negeri Bernama Luka
Di atas tanah subur penuh doa
tumbuh undang-undang tanpa nyawa
hukum seperti tirai tipis
tembus pandang bagi si berkuasa,
tapi baja dingin bagi jelata.
Di ruang sidang, keadilan tergelak
jaksa dan hakim menari di atas fakta
bukti dihitung dengan rupiah
bukan kebenaran, tapi siapa yang menyuap
yang menang, adalah yang membungkam.
Negeri ini cacat hukum,
seperti rumah tanpa tiang,
atau cahaya yang kehilangan arah
kami rakyat, hanya bisa menunduk
dalam sunyi yang panjang dan pekat.
Kuhapus air mata dengan doa
semoga masih ada segenggam cahaya
seorang jujur yang tak dibeli,
suara kecil yang tetap berdiri
meski badai kekuasaan menghantamnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda