Keresahan Negeri
Langit berawan, jalanan penuh teriakan,
bendera berkibar, namun hati bergetar.
Suara rakyat pecah di udara,
bagai ombak menghantam karang yang lelah.
Di persimpangan kota, api marah membara,
menyulut resah yang lama tersimpan.
Janji manis yang dulu dilontarkan,
kini hanyalah gema di lorong yang sunyi.
Anak bangsa berteriak dalam peluh,
menuntut hak, menagih janji yang tertunda.
Namun di kursi kuasa, telinga seakan beku,
mata terpejam di balik tabir gemerlap dunia.
Negeri ini haus akan keadilan,
luka menganga di tubuh persatuan.
Jika suara rakyat terus dipadamkan,
akankah bangsa ini tetap berdiri,
atau runtuh di bawah beratnya keresahan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda