04 September 2025

Simfoni Jembatan Malam



 Simfoni Jembatan Malam

Di bawah langit biru yang perlahan menua,
lampu-lampu kota menyala,
seperti bintang jatuh,
mendarat di tubuh beton yang menjulang.

Jalan layang berkelok,
menulis puisi diam di udara,
setiap lengkungnya
adalah janji perjalanan yang tak pernah usai.

Sungai berpantul cahaya,
menyimpan bisik malam yang setia,
sementara kota bernafas pelan,
diapit tiang-tiang megah
yang menyangga mimpi manusia.

Malam ini,
beton, baja, dan cahaya berpadu
menjadi orkestra,
dan kita hanyalah pendengar kecil
yang terpesona pada simfoni raksasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda