Tegak di Padang Sunyi
Di bawah langit biru yang luas,
kaktus berdiri, menjulang tegas,
duri-duri tajam jadi penjaga,
menyimpan rahasia hidup di tanah kering.
Ia tak gentar pada terik yang membakar,
tak mengeluh pada sepi yang panjang,
akar menghujam, meneguk sisa embun,
mengajarkan sabar dalam kesunyian.
Betapa tabah kau, wahai kaktus,
menyentuh langit dengan tangan hijau,
meski sunyi, kau tetap indah,
meski perih, kau tetap tegar.
Engkau adalah doa yang diam,
ketabahan yang tak bersuara,
pelajaran tentang bertahan,
dan tentang indahnya sederhana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda