15 November 2013

MAKAN TANAH




1384532148330577745
By: Futicha Turisqoh

Mungkin bagi yang pernah mendengar namanya tidak akan asing lagi, sebab di TV juga pernah ditayangkan. Tapi bagi saya yang baru melihat secara langsung, bahkan di depan mata saya sendiri muridku memakannya, memaksaku untuk terbengong-bengong hampir tak percaya. Tanah dimakan??
“Kamu makan apa? Bukannya itu tanah?” tanyaku.
“Iya, emang tanah ….” jawabnya polos.
“Tanah apaan?” tanyaku lagi.
“Tanah dari kuburan … hehe” jawabnya sambil ketawa. Becanda.
“Beneran tanah? Ah, Umi gak percaya” tanyaku masih tak percaya. Saya biasa dipanggil “Umi” oleh murid-muridku.
“Beneran Umi …. Ini tanah …. Nih, Umi mau gak? Enak tau!” jawabnya tegas sambil nyodorin tanah itu. Lalu saya perhatikan baik-baik, dan memang benar tanah, warnanya coklat, seperti tanah-tanah pada umumnya. Karena masih tak percaya, kudekati ibunya yang masih ada di sekolah. Kutanyakan padanya, itu tanah asli atau bohongan? Dan ia pun membenarkannya. Kata dia, itu namanya kue angpao atau kue tanah, karena terbuat dari tanah, tapi harus tanah yang bersih dan jarang diinjak-injak. Dia bahkan menjelaskan cara pembuatannya: tanah dicampur air dan dipadatkan, lalu disisir pakai bambu yang dipotong tipis. Kue tanah atau angpao banyak dikonsumsi orang-orang kampung, terutama kaum ibu yang sedang hamil dan sedang ngidam. Mereka menyukainya karena baunya yang sedap dan bisa menghilangkan rasa asam ataujeleh di mulut. Yang sudah terbiasa memakannya akan jadi ketagihan untuk mengkonsumsinya. Ibu itu bilangnya sih enak, bahkan dia nawarin aku untuk mencobanya, enak apa tidak. Tapi karena saya merasa “jijik” memakan sesuatu yang aneh, membuatku enggan memenuhi permintaannya. Tanah kok dimakan?? Hanya itu yang ada di benakku saat itu, bahkan sampai sekarang pun aku masih bertanya-tanya dalam hati: masak tanah dimakan sih? Apa enaknya??

1384532297543547646

1384532394324053345

1384532482750160743


No comments:

Post a Comment

Komentar Anda