Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan

09 Juli 2018

KISAH JILBAB HATI

KISAH JILBAB HATI....

Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, “Insyaallah.... Yang penting hati dulu yang berjilbab.”
Sudah banyak orang yang menanyakannya maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga suatu malam...
Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang indah. Rumputnya sangat hijau. Berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga airnya kelihatan, melintas di pinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.

“Assalamu’alaikum saudariku.”
“Wa’alaikumsala m.. selamat datang, saudariku...”
“Terimakasih. Apakah ini syurga?” Wanita itu tersenyum.
“Tentu saja bukan saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum Syurga.”
“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya syurga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini..”
Wanita itu tersenyum lagi. “Amalan apa yang bisa membuatmu kemari saudariku?”
“Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah.”
“Alhamdulillah. .”

Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.
“Ayo, kita ikuti mereka” kata wanita itu sambil setengah berlari.
“Apa di balik pintu itu?” katanya sambil mengikuti wanita itu.
“Tentu saja syurga saudariku” larinya semakin cepat.
“Tunggu.. tunggu aku..” ia berlari namun tetap tertinggal.
Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya. Meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, “Amalan apa yang telah engkau lakukan hingga engkau begitu ringan?”
“Sama denganmu, saudariku” jawab wanita itu sambil tersenyum.

Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yang kau lakaukan yang tidak aku lakukan?”
Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, “ Apakah kau tak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?”

Ia sudah kehabisan nafas, tak mampu lagi menjawab.
“Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk kesyurganya tanpa jilbab penutup auratmu?”

Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata, “Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki syurga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan syurga ini untuk dirimu. Cukuplah syurga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”

Ia tertegun.. lalu terbangun.. beristigfar lalu mengambil wudhu. Ia tunaikan shalat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu.. berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.

Semoga Bermanfaat

05 Mei 2018

Asiknya Membaca Buku Totto Chan



Saya ingin nge-share tulisan Yustia Hapsari tentang resensi buku Totto Chan yang menurutku sangat menarik, sebab bisa menginspirasi dan memotivasi para guru dan orangtua untuk bisa mendidik anak menjadi lebih baik lagi. Berikut resensinya:

Buku Totto Chan, karangan Tetsuko Kuronayagi, yang ternyata terjemahan dari Bahasa Jepang ini (barusan tahu setelah baca versi pdf), menceritakan bagaimana seorang kepala sekolah di Tomo Gakuen mendidik dengan hati.

Pak Kepala Sekolah Sosaku Kobayashi yang ternyata memang tokoh nyata, bukan orang sembarangan, di akhir buku Totto Chan diceritakan beliau juga pernah menjadi staf menteri pendidikan Jepang.

Nah, poin menariknya dari keseluruhan Buku Totto Chan, ya Pak Sosaku tadi. Kalau saya rangkum ini poinnya:

1. Beliau hampir tidak pernah memarahi anak-anak di depan teman-temannya. Kalaupun terpaksa beliau seperti mengajak diskusi.

2. Beliau menghormati semua anak, layaknya sesama orang dewasa. Sehingga timbul kepercayaan diri mereka sebab dianggap.

3. Diskusi dari hati ke hati dengan anak-anak juga dilakukan. Ini disebutkan dalam bagian, saat Totto Chan menggunakan pita impor untuk bajunya. Kemudian anak Pak Sosaku juga sangat menginginkannya. Maka dengan bijak, Pak Kepala sekolah memohon pada Totto Chan untuk tidak mengenakan pita tersebut ke sekolah. Gaya bahasa komunikasinya dengan Totto Chan tidak mendikte, tapi memberikan pengertian.

4. Keseimbangan dalam segala aspek kehidupan sangat diperhatikan. Anak-nak membawa bekal yang berisi makanan dari gunung dan laut, mencoret-coret bagian aula juga boleh-kemudian juga dibersihkan bersama, dan ada saat pelajaran mendengarkan musik ritmis.

5. Kesalahan yang dilakukan anak-anak, dimaafkan dengan cara membuat mereka bertanggung jawab atas kesalahannya. Ini ada di bagian Totto Chan menjatuhkan dompet cantiknya ke toilet tradisional. Kemudian Totto, memaksa untuk mengambilnya dengan membersihkan toilet. Pak Kepala, tahu tersenyum dan kemudian berpesan "kembalikan semua seperti semula ya". Totto melakukannya dan menjadi ingatan yang kuat bahwa melongok-longok ke toilet adalah sangat tidak dibenarkan.

Sedangkan keseluruhan Buku menarik sebab menceritakan kepolosan masa kanak-kanak Totto Chan dan teman-temannya. Ceritanya membuat saya seperti kembali menjadi kanak-kanak. Seperti saat Totto Chan menguburkan logam di dekat stasiun kereta api, dan kemudian ditengoknya di esok hari namun hilang, entah sebab totto chan yang pelupa atau bagaimana. Jelasnya jaman dahulu saya juga sering mengubur sesuatu di tanah, dan kemudian beberapa hari atau bulan kemudian saya cari kembali tidak ada.

Buku ini cocok sekali untuk ibu-ibu dengan anak kecil, pendidik dan tentunya semua orang. Saat mendidik anak terasa melelahkan, buku Totto Chan seperti multivitamin penyemangat. Kembali sebagai orang tua atau pendidik seperti ditegur dengan buku ini. Teguran halus seperti Pak Sosuke terhadap Totto Chan. Jadilah kita makin mencintai anak-anak dan murid kita, serta yakin mereka semua terlahir di muka bumi untuk menjadi orang baik dan sukses, asal orang sekitarnya memiliki harapan yang sama.

Mumpung masih baru aja lewat Hari Pendidikan Nasional.

Bagi yang penasaran ingin membaca isi buku Totto Chan, bisa unduh e-booknya di sini.

01 Mei 2018

Jika Lupanya Kebangetan




Saya menulis ini sebenarnya karena sedang bingung dan malu. Beberapa kali saya melakukan kesalahan, yaitu melanggar janji. Tapi jika saya harus disalahkan, rasanya juga tidak adil. Mau marah sendiri juga tidak ada gunanya. Mau meminta maaf dan memohon  belas kasihan  orang yang telah kubuat kecewa juga itu tidak akan bisa menghilangkan rasa kecewanya. Ya sudahlah, hanya ini yang bisa kuceritakan. Mudah-mudahan yang membacanya bisa mengerti dan memaafkanku. Aamiin..
Kemarin saya baca berita di WA grup FLP Tegal, bahwa ayah Sutono (ayahnya Sutono loh yah, bukan Bp. Sutono) sakit akibat terpeleset. Sutono adalah Ketua FLP Tegal, jadi sudah selayaknya saya sebagai anggota FLP Tegal dan teman-teman anggota lain berniat menjenguknya. Saya sendiri yang mengajak mereka untuk menjenguknya keesokan harinya, Senin sore pukul 16.00 WIB.

Waktu itu hari Minggu, jadi saya berencana keluar rumah pada hari Senin siang selepas mengajar ba’da dhuhur, sekitar jam 1-an. Agendaku hendak ke Kantor Pos untuk mengirim buku dan dilanjut ke perpusda Slawi untuk urusan buku juga. Setelah itu berlanjut ke counter HP, hendak servis HP, sebab HP-ku dari pagi error dan tidak bisa digunakan. Saya muter-muter cari counter HP yang menurutku pas dengan seleraku.  Di counter cukup lama, karena kondisi HP-ku yang cukup parah, jadinya banyak dialog dengan pemilik counter. Menurutnya, HP harus ditinggal kira-kira sehari, besoknya sudah bisa diambil. Saya pun langsung pamit pulang. Sebelum pulang, saya sempat berpikir, jam 4 sore ada janji apa yah? Dalam perjalanan pulang tetap tidak ingat juga. Ya sudahlah, pulang saja, sholat asar.

Hingga esoknya, yaitu hari ini, Selasa, kebetulan hari libur Nasional, yaitu  Hari Buruh, saya memang berniat mau liburan di rumah saja, sebab banyak baju setrikaan yang numpuk minta digosok, selain pekerjaan lain yang sudah menunggu. Bagiku, kemarin Minggu sudah berlibur ke Guci bersama keluarga sudah lebih dari cukup untuk refreshing. Saat sedang menyeterikalah tiba-tiba teringat janjiku dengan Eka (Endirah Ekaningrum) untuk ketemu di GOR Trisanja hari Senin jam 4 sore. Deg, saya pun kaget luar biasa. Astaghfirullah al-‘Adhiim… Ini hari apa??? Ini sudah Selasa… Tak bisa kubayangkan Eka pasti nunggu di GOR berjam-jam menanti kedatanganku kemarin sore. Ya Allah, kok saya lupanya kebangetan banget sih??? Mau SMS Eka untuk meminta maaf tapi tidak ada HP, mau ke rumahnya memohon maaf ya pasti hanya bikin malu… Ampun Gusti…. Saya hanya bisa istighfar berkali-kali. Entahlah, apa dosaku ini bisa diampuni oleh Eka???

Saya jadi ingat, dulu saya juga pernah bikin kecewa Bu Nening Mahendra, gara-gara janji juga… Saya ingat betul, saat Beliau minta ijin hendak silaturrahim ke rumahku, bisanya jam berapa. Saya pun menentukan jam-nya. Namun, esoknya saya baru ingat, jika jam sebelumnya saya sudah janji mau kondangan bersama teman-teman sepulang ngajar, sehingga saya pun membatalkan perjanjianku dengan Bu Nening melalui WA. Sepertinya Bu Nening marah dan kecewa berat membaca penjelasanku, sebab Beliau sudah berdandan hendak pesan Go-jek dan tinggal berangkat tapi dikecewakan olehku. Saya jadi bingung, tidak enak hati, serba salah, dan entah apa lagi rasanya. Yang jelas, rasa tidak nyaman sangat menggangguku.

Dulu, saat ada woro-woro kegiatan kopdar FLP Tegal di TBM Pelangi, saya juga lupa mendadak. Acaranya hari Minggu pukul 10.00 WIB kalau tidak salah. Berhubung tiap Minggu pagi saya rutin berenang di Slawi, jadi saya berencana setelah renang mau langsung ke Tegal, menghadiri acara FLP tersebut. Keasikan berenang sampai lupa waktu. Pukul 09.30 WIB saya baru ingat kalau saya harus selesai karena ada acara. Tapi sayang, saat ambil motor di parkiran, saya berusaha mengingatnya hendak ke mana, tetap saja memoriku tidak muncul. Ya sudahlah, pulang saja. Menjelang dhuhur, sekitar jam 12-an saya buka HP dan membuka WA. Saya baca japrian Mba Yustia, “Mba Puput di rumah?”. Saya jawab saja, “Iya Mba, ni lagi di rumah.” Deg! Saat itu baru saya ingat, kalau pagi jam 10 harusnya saya pergi ke Tegal. Hufftt!!! Kok ingatnya sekarang sih?? Jam 12 kan acaranya pasti sudah bubar… Saya pun hanya bisa meminta maaf ke Mba Yustia karena lupa. Astaghfirullah…  Saya jadi merasa tak punya muka lagi kalau harus lupa lagi alasannya. Maafkan aku Mba Eka, Bu Nening, Mba Yus….


29 April 2018

Lukisan di Atas Cappucino



Saya tertegun sekaligus takjub melihat lukisan di atas minuman cappucino yang disuguhkan pelayan cafe tadi siang, Ahad, 29-4-2018 saat perjalanan pulang dari tempat wisata Guci-ku. Lukisan itu mirip burung merak, menurutku..

Mau diaduk takut rusak dan jadi tidak indah lagi bentuknya. Tapi karena aromanya menggoda, saya aduk juga akhirnya. Ada rasa kecewa ketika tidak tampak lagi bentuk burung meraknya. Kata adikku, ada trik tersendiri cara memberi gula dan mengaduk minuman cappucino biar tidak merusak bentuk lukisan di atasnya, yaitu dengan memberi gula sedikit demi sedikit di bagian pinggirnya, pun dalam mengaduk, harus dari pinggir muter pelan-pelan, sebab ada sensasi tersendiri ketika meminum minuman yang ada lukisan di atasnya. Mau coba???

06 April 2018

Kisah Tragis di POM Bensin


Hati-hati saat membawa anak kecil turun di POM bensin, jangan jongkok sembarangan. Akibat kelalaian orangtua, anak terlindas mobil tanpa disengaja. Lalu, siapa yang harus disalahkan?

18 Maret 2018

Kenangan Saat Registrasi Ijasah


Kemarin, Ahad, 18 Maret 2018 saya ke kampus STAI Cirebon bareng Mba Masruroh, sehubungan dengan info yang dishare oleh teman kuliahku via whatsapp grup. Begini infonya:

 [2/3 14.41] Tamrin: [22/2 15.11] ‪+62 898-4314-922‬: Dear mahasiswa dan alumni mahasiswa,
Jika Anda Kuliah tahun 2000 dan sesudahnya namun nama Anda tidak tercantum pada PDPT Ristekdikti, silakan laporkan ke https://lapor.go.id/. Untuk memastikan nama Anda ada atau tidak, silakan kunjungi https://forlap.ristekdikti.go.id/mahasiswa  terlebih dahulu (tanpa harus login). Laporan Anda akan disampaikan ke Pusdatin dan Tim PDPT.

Jika nama Anda tidak terdaftar, ijazah Anda akan dianggap aspal. Mohon bantu sebar info ini, terutama ke alumni, dari D-3 hingga S-3

[22/2 15.12] ‪+62 898-4314-922‬:
[2/3 14.41] Tamrin: [1/3 10.02] ‪+62 877-4973-1297‬: Mhon di info kan kpd tmn2 yg lulusan STAI CIREBON.Jika nama kita tdk trdftr untuk sgra dtg ke kampus.Dgn membawa AKTE kelahiran.paling lambat tanggal 10

[1/3 10.30] ‪+62 877-4973-1297‬: Ijazah & akta IV nya jg harus di bawa

klik tautan
https://forlap.ristekdikti.go.id/mahasiswa

Persyaratan registrasi ijazah
1. F cpy. Ijazah akta IV & trkip @1lembar
2. F cpy ktp, akte, dan kk. @1lembar
3. Nama orang tua:
a. Ayah: nama, NIK, Pend, pekerjaan & penghsilan ayah
b. Ibu :nama, NIK, Pend, pekerjaan & penghsilan ibu.
4. Tanggal ijazah
5. Jumlah total SKS.
6. NILAI IPK
7. NO SERI IJAZAH
8. NO NIM.
9 JUDUL SKRIPSI
10. TANGGAL WISUDA.
11. Ijazah ajkta dan trkip nilai asli. Yg lain fcpy.

Format formulirnya seperti ini:


Saya pun langsung bergegas ke kampus untuk registrasi ijasah. Saya ajak teman kuliahku yang dulu selalu bersama, duduk sebangku, dan selalu berbagi cerita.

Kami pun janjian, di mana kita bertemu untuk menunggu bus jurusan Cirebon. Setelah sepakat, akhirnya kita pun bertemu. Yang membuat kami heran, kok warna jilbabnya bisa sama yah? Padahal kami gak janjian dalam urusan busana yang akan dipakai. Tapi subhanallah... ternyata kami benar-benar sehati, bahkan kami pun sama-sama sedang udzur saat itu alias sedang datang bulan. Kok bisa kompak banget yah? Hehe...

Setibanya di kampus, kami menemui Bp. Harris, dan menyodorkan formulir dan berkas registrasi. Alhamdulillah diterima dengan baik.



Usai urusan registrasi, kami sepakat menuju tempat kuliner kesukaan kami, yaitu Empal Gentong, yang menjadi ciri khas makanan Cirebon. Kami pun menuju ke kedainya H. Apud. Wuiiihh, ramainya minta ampun. Hampir di tiap kursi sudah diduduki orang-orang yang sedang lahap memakannya.




Alhamdulillah kenyang. Usai makan-makan pun kami sempat berfoto-foto ria kembali, sebagai kenang-kenangan, hihi...


SALAH SATU SUDUT SURGA

Kisah Inspiratif:

SALAH SATU SUDUT SURGA

Oleh : Irene Radjiman

Dipanggilnya umi Fatma. Isteri dari seorang buruh bangunan. Tinggal dirumah kontrakan yang ia sewa 500rb/bulan. Dibelakang rumah kontrakannya ada tanah ukuran 4m2 = 2m×2m yang ia tanami cabai, dan beberapa sayuran.

Tidak banyak yg tahu kalo umi Fatma seorang hafidzah. Ia memiliki 5 orang anak dan sekarang sedang mengandung anak yg ke-6. Sudah banyak bidan yg menyuruhnya STOP hamil, gunakan kontrasepsi ! Namun bagi umi Fatma anak adalah Rizki, dan rizki tidak boleh di stop. Adalah kebanggaan, Allah berkenan menganugerahi amanah anak-anak yang banyak.

Di rumahnya tidak ada tv, tidak ada kulkas dan tidak ada kipas angin. Saat saya mendatangi rumahnya, banyaaaakkk makanan yang ia suguhkan. Dari kue kering, bolu (kue basah), sampai bakso ikan pun keluar.

Anak-anaknyapun sehat-sehat. Tidak ada tanda-tanda anak kurang gizi. Anak pertamanya berusia 16 th sudah hafidz, Anak ke-2 usia 13 th hafal 15 juz, sedang dibimbing oleh kakaknya, anak ke-3 usia 9 th hafal 5 juz, anak ke -4 & ke-5 kembar usia 7th sudah qatam Al-Quran.

WOW !!! Saya terperangah mendengar ceritanya. Tidak ada suara tv dari rumah itu. Setiap hari sambil menunggu adzan terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran bersahut-sahutan.

"Alhamdulillah, Allah sangat sayang pada kami mba Iren. Abinya pulang kerja 1 minggu sekali, bawa uang banyak 500rb. Kami tiap hari bisa makan seperti ini" Ujarnya sambil tangannya menunjuk ke arah hidangan yang ia hidangkan untukku.

Lagi-lagi aku terperangah ! 500rb ?! 1 minggu sekali ?! Artinya dalam 1 bulan kurang lebih penghasilannya 2jt. Itupun masih dikurangi bayar kontrakan perbulan. Dan ia bilang banyak ? Subhanallah....!!! Serasa ditampar wajahku.... maluuuu rasanya.

Aku tersenyum kecut, tenggorakanku tercekat. Silahkan berhitung dengan logikanya Robert.T.Kiyosaki yang katanya pakar bisnis. Bisakah ia menjelaskan ini semua dengan logikanya ?  Sementara banyak diantara kita yang sering melontarkan kata-kata :

"500rb mah sekarang dapet apaan ?!!!"

Allahu akbar....!!! Bagaimana dg 2jt/bulan mereka hidup berkecukupan ?

● "Abinya selalu puasa sunah."
" Apa kuat umi ? Kerjaan abi kan berat ?"
"Pekerjaan itu sudah abi lakoni sejak kelas 4 SD. Puasa sunah pun sudah dilakoni sejak abi mulai sekolah. Jadi udah biasa dan ga berat lagi mba Iren. Kami teman mengaji dari kecil. Kami berdua lulusan SMP. Alhamdulillah lulus SD abi sudah hafidz. Saya malah telat, lulus SMP baru hafidzah."

● "Umi, mohon maaf. Setiap hari kalo umi belanja rata-rata habis berapa ?" Karena penasaran, akhirnya kepoku keluar juga.

Umi Fatma tersenyum. Sebelum akhirnya menjawab:

"Kalo dapat pertanyaan ini saya bingung jawabnya mbak. Saya jarang belanja. Bahkan pernah 1 bulan penuh saya ga belanja. Karena tiap hari adaaa aja yang nganterin makanan, entah itu makanan mentah atau makanan mateng. Seperto baso ikan ini, kemarin ada yg ngasih ikan & telur. Kebetulan masih ada tepung, akhirnya saya buat bolu dan baso. Masih bisa berbagi sama tetangga dan bisa untuk menjamu tamu. Saya mah, dikasih kesempatan bisa berbagi sama tetangga dan menjamu tamu tiap hari, udah bersyukur mbak."

Umi Fatma.... dirimu memang bukan manusia kebanyakan. Dirimu bukan orang rata-rata. Perhatikan tutur kata yang terucap dari bibirnya. Tidak ada 1pun pemberian Allah yang ia kecilkan.

Saat orang kebanyakan berkata : "Yah walaupun hanya buruh bangunan dan tiap minggu cuma bawa uang 500rb, saya sih udah bersyukur bisa makan tiap hari. Yang penting adaa aja buat jajan anak-anak."

Perhatikan kata-kata yang keluar dari wanita sholeha itu : "Suami saya buruh bangunan mbak. Alhamdulillah tiap minggu abinya pulang bawa uang banyak 500rb. Saya sih bersyukur banget mba kalo tiap hari dikasih kesempatan berbagi dengan tetangga dan menjamu tamu."

Terlihatkah bedanya ? Rata-rata orang bersyukur "just lips service" tapi umi Fatma bersyukur dengan kesungguhannya.

Salah satu keluarga sakinah, yang Allah perkenankan menempati salah satu sudut Surga didunia, yang tidak akan tampak oleh mata-mata nanar penghamba riba dan para pemburu harta dunia. Subhanallah.....😭

31 Juli 2016

Roti Panggang Gosong

🌀 *INSPIRING STORY*

*"Roti Panggang Gosong"*

"Ketika saya masih kecil, Ibu suka membuat sarapan dan makan malam. 

Suatu malam, setelah ibu bekerja keras sepanjang hari, ibu menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah. 

Saat itu saya menunggu apa reaksi ayah.? 

Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah.

Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya. 

Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu. 

Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan,

“Sayang, jangan khawatir, aku suka roti panggang yang gosong”. 

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ucapan selamat tidur pada ayah.
Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong? 

Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, “nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah.

Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun".  

"Tahu kah kamu nak apa yang menyakiti hati seseorang? 
*"KATA KATA KASAR".* 

Lalu ayah melanjutkan, "kamu tahu, hidup itu penuh dengan *_hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna_*

Ayah juga bukan orang yang terbaik dalam segala hal.

Yang ayah pelajari adalah *_menerima kesalahan orang lain dan memilih untuk menghormati perbedaan._*

Ini adalah kunci terpenting untuk mewujudkan *_hubungan yang sehat dan harmonis._*

Hidup itu terlalu pendek untuk diisi dengan *_penyesalan dan kebencian_*. 
Cintai mereka yang memperlakukanmu dengan baik dan sayangi yang lainnya...". 

Sahabat dan saudaraku...., 

Yang indah hanya sementara. 

Yang abadi adalah kenangan. 

Yang ikhlas hanya dari hati. 

Yang tulus hanya dari sanubari. 

Tidak mudah mencari yang hilang. 

Tidak mudah mengejar impian. 

Namun yang lebih susah *_mεmpεrtahankan yang sudah ada_*
Karεna walaupun tεrgεnggam bisa tεrlεpas juga. 

Ingatlah pada pepatah,
*"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"*

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif.... 

Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan dan jabatan yang luar biasa, namun...
*_Ketika nafas terakhir tiba,_* sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi, 
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki, .

Apalagi yang mau 
diperebutkan! 
Apalagi yang mau disombongkan! 

Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani. 

Jangan terlalu perhitungan. 

Jangan hanya mau menang sεndiri. 

Jangan suka sakiti sesama.

Belajarlah, tiada hari tanpa kasih sayang. 

Belajarlah, selalu berlapang dada dan mengalah. 

Belajarlah, lepaskan beban  hidup dengan ceria. 

*Tak ada yang tak bisa diikhlaskan...*

*Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan... *

*Tak ada dendam yang tak bisa terhapus... *

Sahabat dan saudaraku.... 
*_Setiap detik hidup ini_* adalah berkah dari Allah SWT. 

*Tak ada satupun hal jelek yang dikaruniakan-Nya. *

*Tapi sudahkah kita bersyukur?  *
Selamat pagi
Selamat beraktifitas
Semoga bermanfaat
Baarakallahu fiikum

13 Mei 2010

Kisah Katak Tuli

Abdul Hakim 14 Mei jam 7:21


~~ Kisah ini mungkin seringkali, sahabat dengar... Namun kisah ini sangat dibutuhkan oleh salahsatu sahabat kita di grup 'Kisah-kisah Motivasi'. Tidak ada salahnya untuk mengirim kisah ini ke semuanya. Semoga bermanfaat...!


Cerita tentang katak kecil....

Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil,… yang menggelar lomba lari.Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi .

Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta…

Perlombaan dimulai…
Secara jujur, tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara.

Terdengar suara:
“Oh, jalannya terlalu sulitttt!!
Mereka TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak.”
atau:
“Tidak ada kesempatan untuk berhasil…Menaranya terlalu tinggi…!!

Katak2 kecil mulai berjatuhan. Satu persatu…

… Kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi…dan semakin tinggi..
Penonton terus bersorak

“Terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!” Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah……Tapi ada SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi…Dia tak akan menyerah!

Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali satu katak kecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak!

SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya?
Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan?

Ternyata…
Katak yang menjadi pemenang itu TULI!!!!

Kata bijak dari kisah ini adalah:………
Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis…
Karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu. Selalu pikirkan kata2 bertuah yang ada. Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu!.Karena itu:

Tetaplah selalu….POSITIVE!

Dan yang terpenting:
Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu!

Selalu berpikirlah:I CAN DO THIS!

Teman yang baik adalah teman yang bisa saling mendukung satu sama lain. (kataktuli.blogspot.com)

08 Mei 2010

Kisah Burung Puyuh Muda

Abdul Hakim 08 Mei jam 9:49


Di sebuah tepian hutan, seekor burung puyuh muda sedang termenung. Tiap hari, ia menghabiskan siangnya untuk hanya tergolek

di atas bayang dahan. Ia kerap membandingkan dirinya dengan siapapun yang tertangkap lewat penglihatannya.

Suatu kali, serombongan anak itik berlalu bersama induknya. Mereka begitu asyik menikmati pagi yang cerah. Satu persatu,

rombongan keluarga itik itu menceburkan diri ke telaga. Mulai dari sang induk, hingga semua anak itik tampak berenang penuh

riang.

"Andai aku seperti itik...," ucap si puyuh miris. Itulah komentar pertama dari tangkapan penglihatannya. Sontak ketidakpuasan

pun menyeruak. "Enak sekali jadi itik. Bisa berenang. Bisa mencari makan sambil bersantai!" keuh kesah puyuh pun tak lagi

terbendung. Ia sesali keadaan dirinya. Jangankan berenang, tersentuh air pun tubuhnya bisa menggigil.

Tak jauh dari telagayang rimbun, seekor burung kutilang tiba-tiba hinggap di sebuah dahan. Ia seperti memakan sesuatu.

Setelah itu, sang kutilang pun terbang tinggi ke udara.

Puyuh muda lagi-lagi berandai. "Andai aku bisa seperti kutilang!" keluhnya pelan. "Enaknya bisa melihat bumi dari atas sana.

Bisa menemukan makanan sambil menikmati indahnya udara lepas." ucap si puyuh sambil tetap tak beranjak dari duduknya. Ia pun

melirik sayap kecilnya. Sayap itu ia gerakkan sebentar, dan puyuh duduk lagi. "Ah, tak mungkin aku bisa terbang!"

Masih dalam posisi agak berbaring, si puyuh mendongak. Ia seperti menatap langit. "Tuhan, kenapa Kau ciptakan aku tak berdaya

seperti ini! Tak mampu berenang, tak bisa terbang!" ucap sang puyuh mengungkapkan isi hatinya.

Entah datang dari mana, tiba-tiba pemandangan sekitar telaga penuh dengan asap hitam. Udara menjadi begitu panas. Pengap.

"Api! Api! Hutan terbakar!" teriak hewan-hewan bersahutan. Tanpa aba-aba, semua penghuni telaga menyelamatkan diri. Ada yang

berenang. Ada yang terbang. Dan ada yang berlari kencang. Kencang sekali.

Menariknya, dari sekian hewan yang mampu berlari kencang justru si puyuhlah yang di barisan depan. Langkah cepatnya seperti

tak menyentuh bumi. Ia berlari seperti terbang. Saat itulah ia tersadar. "Ah, ternyata aku punya kelebihan1 ucap si puyuh

menemukan kebanggaan.

Sahabat,
Hidup dalam kerasnya belantara dunia kadang membuat seseorang tak ubahnya seperti burung puyuh di atas. Merasa diri tak

berdaya. Tak punya sayap untuk terbang meraih cita-cita. Tak punya sirip untuk berenang melawan badai kehidupan. Tak punya

taring untuk melindungi diri dari bahaya yang mengancam. Ia pasrah. Tak berdaya apa-apa. Hanya mengeluh. Tak pandai

bersyukur.

Kalau saja ia menggali. Karena pada kaki kecil poteni diri. Boleh jadi, di situlah ada kekuatan besar. Sekali lagi, gali dan

kembangkan. Perlihatkan kegesitan kaki potensi yang teranggap kecil itu. Dan jangan pernah menunggu hingga 'kebakaran'

datang. Karena bisa jadi, api bisa lebih dulu sampai dan membakar. (Ahad, 8 Mei 2010)

30 April 2010

Kisah Hidung

Afiani Gobel 29 April jam 20:39


Salam penuh energi.. Apa kabar sahabat.. semoga masih erat berjabat tangan dengan kebaikan.. dan terus berpelukan dengan kebenaran.. Amiin..

Kali ni ingin membagi satu kisah.. semoga sanggup memotivasi pada satu hal yang lain lagi..

***** @ *****

Konon, dahulu pernah hidup seorang Raja yang mempunyai kegemaran berburu. Kisah ini bermula ketika suatu saat raja dan rombongan pengawalnya pergi beruburu. Sang raja berhati-hati membidik sasarannya. Ketika itu, saat paNah akan di lepas, tiba-tiba ada sebusur panah melayang dan menancap di hidung Sang raja . . SeNtak kaget Sang Raja berteriak, ternyata sang pengawal salah membidik sasaran.! Alhasil, terlukalah Sang raja, cukup parah.! Semua tabib dikerahkan namun hasilnya nihil, hidung Sang Raja tak lagi dapat di obati. "Harus segera diPOTONG.!", Sang tabib memberi kesimpulan. Raja pun putus asa dan singkat cerita hidungnyapun dipotong.

Namanya seorang Raja, ia selalu mengkontrol rakyatnya. Memantau koNdisi rakyatnya, serta aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan. Saat memasuki suatu wilayah, terlihatlah beberapa anak-anak yang sedang ramai bermain di halaman. Ketika itu seketika seorang anak tertawa, ia tak tahu baHwa itu adalah Sang Raja, " Hahaha . . lihat teman-teman, masa ada orang tanpa hidung.! Aneh . .!", teriak dan tawa aNak tersebut memaNcing teman-teman yang lain melihat dan ikut pula mereka semua akhirnya mentetawakan Sang Raja. Marah campur malu Raja saat itu. Rajapun geram dan segera kembali ke istana.

Sebagai pembalasan dendam, Raja akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk memotong hidung semua rakyatnya, termasuk setiap bayi yang baru lahir pun harus segera di poTong hiDungnya.
Dipotonglah semua hidung rakyat negara itu dan kejadian ini terjadi dari generasi ke generasi hingga akhirnya semua rakyat termasuk keturunan-keturunannya taNpa hidung.!

Suatu hari, ada seorang pendatang, dia niat berdagang di negara tersebut dan memasuki pasar. Si pedagang kaget, sesampainya di pasar semua orang disitu menertawakannya,,,
Ternyata, dia jadi ejekan dan bahan tertawaan karena DIA PUNYA HIDUNG.! Satu hal yang kini dianggap aneh dan lucu di negeri tersebut..

***** @ *****

~*~Dulu.. banyak hal dinilai tabu.. pelan-pelan ia sering hadir di hadapan kita. Lama kelamaan.. hal itu menjadi biasa.. dimana-mana ia ada.. Banyak yang diam.. sedikit yang bicara.. Hal tabu.. kini menjadi laku..~*~

Semoga.. kita masih bisa bicara.. menolak setiap hal yang tak benar. Dan Allaah beri kita petunjuk untuk senantiasa menjadi pewarna.. bukanlah orang2 yang terwarnai.. Amiin

Sungguh.. yang salah itu tetap salah..

Wassalam..

*Be Inspiring.. or Be Inspired.. Amiin

01 April 2010

KISAH BELALANG

Abdul Hakim 29 Maret jam 11:53

~Kisah lama yang cukup memberikan kita pelajaran~

Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.
Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya
tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati
kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain.
Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat
lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya,
“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh,
padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk
tubuh ?”.

Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan,
“Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang
yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang
aku lakukan”.

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak
itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi
belalang lain yang hidup di alam bebas.

Renungan :
Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah
juga mengalami hal yang sama dengan belalang.

Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan
yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga,
seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang
membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai
mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita
tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu?
Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai
mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa
Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda
mau menyingkirkan “kotak” itu?
Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai
sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan
Anda?

Beruntung sebagai manusia kita dibekali Allah Swt kemampuan
untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa
yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai
apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang,
tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan
itu pasti akan terbayar.

Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup
pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan
untuk Anda.

KISAH LAKI-LAKI BRSAUDARA

Abdul Hakim 29 Maret jam 19:44
Hiduplah dua orang laki-laki bersaudara. Mereka sudah yatim piatu sejak remaja. Keduanya bekerja pada sebuah pabrik kecap.Mereka hidup rukun, dan sama-sama tekun belajar agama. Mereka berusaha mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Untuk datang ke tempat pengajian, mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah Sang ustadz. jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan orangtua mereka.

Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, jabatannya naik, dia menjadi kepercayaan sang direktur. Dan tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki. Dia mendapatkan bonus karena omzet perusahaannya naik. Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.

Kemudian berturut-turut sang kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu.

Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji ke rumah guru mereka.

Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a.

Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, ” Dik, sesungguh ketidak mampuan kita menghapal quran, hadits dan bacaan doa. bisa jadi karena hati kita kurang bersih.. “ Sang adik mengangguk, hatinya terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.

Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul.

Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do’a untuk guru mereka, do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya:

“Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu,
Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do’a kakak ku,
Jadikan Kakakku selalu dalam lindungan dan cinta-Mu,
Bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku
di dunia dan akhirat.”

Sang kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya.Dia telah salah menilai adiknya. Tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya.

Kekayaan, kemiskinan, kebaikan, keburukan dan setiap musibah yang menimpa manusia merupakan ujian dari Allah swt. yang diberikan kepada hambanya. Itu bukan ukuran kemuliaan atau kehinaan seseorang. Janganlah bangga karena kekayaan dan janganlah putus asa karena kemiskinan.

KISAH BUAYA


KISAH BUAYA

"Mo bikin status apa ya?", pikirku lama. Dari tadi aku cuma muter-muter aja nyari sesuatu di facebook, tapi nggak tahu apa yang harus kucari. Terlalu banyak tulisan di pesan masuk dan catatan teman, membuatku tambah bingung aja. Semuanya bagus-bagus dan panjang-panjang, sampai aku bosan membacanya. Jadi nggak masuk ke hati sama sekali.
"Huh! Bebal banget sih otak!", gerutuku sendiri. Duhai…., jenuhnya hati ini…. Tak berapa lama, nongol chat dari temanku, Reza namanya. Sebenarnya aku nggak terlalu mengenal Reza, karena dia jarang kirim pesan atau komentar di statusku.
"Hai!", begitu sapanya.
"Hai juga!", balasku.
"Gi ngapain?", tanya Reza.
"Gi tidur!", jawabku ketus.
"Loh, masak lagi tidur bisa nyambi chattingan?", tanya dia heran.
"Ya lagi chattingan lah! Udah tau nanya!", jawabku sewot.
"Dih, gitu aja marah…. Cepet tua loh!", ledek Reza.
"Biarin! Abis, pertanyaannya nggak mutu! Hehe………, jawabku sekenanya.
"Eh, aku mau cerita, boleh ya?", tanya Reza.
"Cerita apaan? Silahkan aja! Tapi yang lucu ya? Biar bete-ku ilang! Hehe……", pintaku.
"Di suatu sungai yang dalam, luas, tapi airnya tenang, terdapatlah sarang buaya.. Sungai itu memang dikenal angker, karena buaya-buaya di sana sudah banyak memakan korban, dari manusia hingga makhluk-makhluk hidup lainnya. Nah, dikisahkan ada segerombolan ayam yang lewat di sana. Ayam-ayam itu baru pertama kali lewat sungai itu. Tanpa pikir panjang, buaya-buaya itu segera menyerbunya, dan melahapnya beramai-ramai. Benar-benar pesta yang menyenangkan. Dah dulu, ya Put? Cape nih tanganku…. Pegel tau!", potong Reza.
Aku jadi senyum-senyum. Lagi chatting apa lagi bikin naskah?, pikirku.
"Loh, kan belum selesai ceritanya……… Gimana sih?!", tanyaku.
"Ah kamu! Nggak sabaran amat! Ntar, mo minum dulu! Hehe…", kata Reza. Ada-ada aja! Baru ngetik sebentar aja dah kehausan. Payah!, pikirku.
"Ayo dong, lanjutin….", pintaku 'tuk melanjutkan chattingku sama Reza. Reza pun segera membalasnya.
"Nah, keesokan harinya, datang pula segerombolan kambing yang lewat di sungai itu. Kira-kira ada lima ekor. Ya, lima ekor!!", kata Reza. Aku langsung memotongnya,
"Heh, kok kayaknya sih? Aneh deh! Kalau boleh tahu, yang kemarin itu ayam kampung apa ayam sayur? Emang pemiliknya lagi ke mana sih?", tanyaku.
"Lagi istirahat sama istrinya di rumah!", jawab Reza.
"Hah? Emang ayamnya nggak dikandang?", tanyaku heran.
"Sengaja dikeluarin, biar cari makan sendiri, katanya! Hehe…..", jawabnya.
"Masak bisa nyampai ngelayab ke sungai?", tanyaku bingung
"Ya…. Namanya juga ayam! Mana bisa mikir! Mungkin pengin mandi di sungai kali! Hehe…….", jawab dia.
"Hah? Emang ayam suka mandi ya?", tanyaku bingung.
"Ah, sudahlah! Mo dilanjutin nggak ceritanya?", Tanya Reza kesel.
"Ya deh! Dari pada bingung……….", jawabku.
"Nah, kambing-kambing itupun tak luput dari sergapan buaya-buaya itu. Dengan kejamnya mereka membantai kambing-kambing itu tanpa belas kasihan sedikitpun. Dan mereka pun berpesta pora. Setelah kenyang, mereka pun istirahat, tidur karena kekenyangan. Rupanya buaya-buaya itu sedang beruntung, tiap hari ada saja yang lewat. Benar-benar lagi banyak rejeki. Besoknya pun datang pula segerombolan kerbau. Entah kerbau siapa yang berani-beraninya lewat sungai itu. Mungkin nggak ada pemiliknya. Mereka pun habis dibantai oleh buaya-buaya yang selalu kelaparan itu. Na'as benar nasib kerbau-kerbau itu. Meskipun badannya besar-besar dan gemuk-gemuk, tapi tidak bisa melawan buaya-buaya itu.".
"Ya iya lah! Orang gemuk aja nggak bisa lari, apalagi berkelahi dengan buaya! Bukannya dilawan, malah dimakan! Hehe…..", potongku.
"Berisik ah! Mo lanjut nggak?", Tanya Reza kesal.
"Lanjut……..!", jawabku.
"Nah, keesokan harinya, datang pula segerombolan babi.. Bahkan lebih banyak dari ayam, kambing, dan kerbau yang kemarin abis dimakannya. Rupanya babi-babi itu sudah tahu tentang berita angkernya sungai itu, yang katanya banyak buayanya, dan selalu menerkam manusia dan hewan-hewan yang lewat di sana. Karena penasaran, babi-babi itu sepakat untuk ke sana dan ingin membuktikan benarnya berita itu. Sengaja lebih banyak jumlahnya, biar buayanya kewalahan menerkam mereka. Ternyata babi-babi itu sangat jantan, tidak takut mati sedikitpun. Nah, saat melewati sungai itu, babi-babi itu heran, karena buaya-buaya itu diam saja, tidak menerkam mereka.
"Kenapa buaya-buaya itu tidak menerkam kita? Kok mereka cuma menonton dan memperhatikan kita? Seperti sedang menonton karnaval saja….", tanya babi-babi itu heran. Hingga kepala gerombolan babi itu bertanya kepada buaya-buaya dengan nada tinggi.
"Hai buaya! Kenapa kalian tidak menerkam kami?"
Dengan spontan buaya-buaya itu menjawab,
"Kami muslim, bro………!" ^_^

***Puput Happy***

25 Desember 2009

The Lesson from Life



Ada seorang anak dari teman, sudah setengah tahun lulus Wisuda, tidak pergi mencari kerja, pagi tidur sampai siang, malam pergi main internet sampai tengah malam.


Belakangan ini meminta uang kepada orang tuanya, mau pergi ke Amerika menuntut ilmu lebih dalam lagi. Teman ini bertanya kepada saya, mesti tidaknya dia membiarkan dia pergi. Saya menatap rambut teman saya yang banyak putihnya dalam dalam & berkata:

"Jika kamu berniat agar anak kamu baik nantinya, biarkan dia pergi, tapi jangan kasih dia uang". Saya terpikir cerita keponakan saya. Dia adalah warga Amerika, dari kecil selalu berpikir mau jadi pengembara, ingin berkelana melihat lihat dunia luar, jadi ingin pergi berkeliling dunia, nanti setelah kembali mau melanjutkan sekolah di Universitas. Biarpun ayahnya seorang dokter, ekonomi keluarga memungkinkan, tetapi ayah ibunya tidak memberinya uang dan dia juga tidak memintanya dari mereka. Sesudah tamat SMA, maka dia segera pergi ke hutan Alaska untuk memotong kayu untuk menabung.


Karena di Alaska saat musim panas siang hari sangat panjang, matahari baru terbenam kira² tengah malam dan sebentar kemudian jam 3 subuh sudah terbit lagi. Jika dalam sehari dia bisa bekerja 16 jam, memotong kayu selama 1 musim, maka dia bisa menabung untuk keliling dunia selama 3 musim.


Maka setelah keliling dunia 2 tahun akhirnya kembali ke sekolah untuk meneruskan pelajaran di Universitas. Dan karena hal ini adalah dirinya sendiri yang memikirkan matang² & secara mendalam, maka jurusan pilihannya yang semestinya perlu 4 tahun untuk lulus, diselesaikannya dalam waktu 3 tahun. Setelah itu mulai mencari pekerjaan.


Karirnya cukup baik, bisa dibilang searah dengan arah angin, lancar naik terus sampai ke posisi Kepala Insinyur/ Manajer Teknik. Pada suatu saat dia bercerita kepada saya dan mengatakan hal di bawah ini yang mempengaruhinya seumur hidup.


Ketika dia bekerja paruh waktu di Alaska, pernah sekali dia dan temannya mendengar teriakan erangan serigala di atas gunung. Mereka sangat cemas dan mulai mencari cari, akhirnya menemukan seekor serigala betina terjerat jebakan dan sedang merintih kesakitan. Terus dia memperhatikan alat jebakan besi yang unik dan tahu bahwa itu adalah milik seorang Pak Tua.


Pak Tua ini adalah amatiran, menggunakan waktu luangnya untuk menangkap binatang, kemudian menjual kulitnya untuk menambah kebutuhan dapurnya.
Tetapi setahu mereka, si Bapak Tua tadi beberapa hari lalu karena serangan jantung telah diangkut pakai helikopter ke rumah sakit Ancrukhy untuk mendapatkan pertolongan dan dirawat sekarang.


Dan serigala betina ini bakal mati kelaparan karena tidak diurus. Timbul keinginan dia melepaskan serigala betina itu tetapi serigala itu sangat ganas & garang sehingga dia tidak dapat mendekat. Dia juga mengamati ada tetesan susu dari serigala betina ini dan ini menandakan bahwa di sarangnya pasti ada anak² srigala. Dia & temannya menghabiskan banyak sekali tenaga & waktu untuk mencari sarang srigala, sampai menemukan 4 ekor anak serigala dan membawa mereka ke tempat serigala betina tadi untuk diberikan susu. Dengan demikian bisa menghindarkan mereka dari bahaya mati kelaparan. Dia mengeluarkan bekal makanan sendiri untuk diberikan ke serigala betina sebagai makanan & mempertahankan hidupnya.



Malam hari masih harus berkemah di sana dekat serigala betina untuk menjaga serigala & keluarganya dari serangan binatang lain karena ibu serigalanya terjerat tidak bisa membela keamanan diri sendiri maupun anak anaknya. Hal ini terus berlangsung sampai hari kelima, saat dia mau memberi makan serigala betina, tiba² dia memperhatikan serigala tadi mulai meng- goyang²-kan ekornya. Kemudian dia tahu kalau dia sudah mulai mendapatkan kepercayaan dari serigala betina ini.



Akhirnya setelah berlalu 3 hari lagi, baru serigala betina mengizinkan dirinya didekati, membuka jeratan jebakan yang men jepitnya dan melepaskannya bebas kembali. Setelah bebas, serigala betina ini kemudian menjilat tangannya dan membiarkan dia memberikan obat luka di kakinya.


Terakhir serigala betina ini membawa anak² pergi, dengan sesekali memutar balikkan kepalanya melihat ke belakang ke arah dia.

Dia terduduk di atas batu dan berpikir, jika seorang manusia bisa membuat seekor binatang buas seperti serigala menjilat tangannya dan menjadi temannya, apakah bisa tidak mungkin seorang manusia membuat manusia lain meletakkan senjatanya & berkawan?
Dia bertekad di kemudian hari untuk berbuat baik & menunjukkan ketulusan hati kepada orang lain, karena dari kasus ini dia mempelajari bahwa dia terlebih dahulu menunjukkan ketulusan hati, maka lawan pasti akan membalasnya dengan ketulusan juga. (Sambil bergurau dia berkata, jika demikian saja tidak bisa, maka kalah sama binatang.)


Karenanya setelah masuk bekerja, di perusahaan dia berbaik hati kepada orang lain. Per-tama² selalu menganggap orang lain berniat baik, kemudian sendiri bersikap tulus, sering kali suka menolong orang lain, tidak berhati sempit & mengingat kesalahan kesalahan kecil orang lain.

Oleh karena ini setiap tahun dia selalu naik jabatan, promosinya cepat sekali. Yang paling penting adalah dia setiap hari melewati kehidupannya dengan sangat gembira, katanya orang yang membantu orang lain adalah lebih gembira dibandingkan dengan orang yang menerima bantuan, memberi lebih baik daripada menerima.

Dia berkata kepada saya bahwa dia selalu berterima kasih atas pengalaman dia di Alaska dulu, karena ini membuat dia menerima rejeki kebajikan yang tak habis habisnya seumur hidup ini. Dan ini benar sekali, hanya sesuatu hal yang kita mau, yang bisa kita hargai, strawberry yang sudah mendapatkan embun baru akan manis, manusia yang sudah diasah kesulitan baru menjadi dewasa dan matang.


Jika ada seseorang yang tamat Universitas dan tidak tahu mau bekerja apa, maka harus membiarkan dia pergi keluar untuk diasah oleh sang kehidupan, tidak perlu memberikan dia uang, biarkan dia mencari makan dengan tenaganya, berikan dia 1 kesempatan untuk membuktikan kekuatan dirinya & mencicipi kehidupan, percaya dia pasti bisa mendapatkan sebuah pengalaman yang berguna seumur hidup.


Salam
Yudistira Ardy