Tampilkan postingan dengan label FLP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FLP. Tampilkan semua postingan

15 April 2018

Pertemuan FLP Tegal 15-4-2018



Pertemuan FLP Tegal 15-4-2018
Di TBM Pelangi pk. 10.00 WIB

Pertemuan FLP kali ini dihadiri anggota baru, namanya Siti Mukhlisoh, dengan nama pena Lish Adnan, usia 25 tahun, beralamat di Tembok Lor RT 15 RW 03. Meski masih muda sudah menghasilkan karya 3 buku solo, dengan judul:
1. Superkidz Science Story Keajaiban Alam Sekitar, Visi Mandiri, 2017
2. Superkidz Science Story Keajaiban Tubuh Manusia, Visi Mandiri, 2017
3. 20 Cerita Terbaik Anak Muslim Membentuk Kepribadian Muslim Sejati, Quanta Kids, 2018.

Pengalaman pertama nulis tahun 2015 akhir. Berawal dari menunggu wisuda di Universitas Pancasakti Tegal. Setelah berteman dengan beberapa penulis di FB seperti Teh Tethy Ezokanzo, akhirnya mulai tertarik. Kemudian berlanjut gabung di grup Forum Penulis Bacaan Anak kemudian termotivasi untuk menulis buku cerita anak.

Yang mendorong gabung di FLP Tegal setelah mengenal Sutono dan Mbak Isti di FB, yang membuat termotivasi ingin gabung dan belajar menulis lebih baik lagi.


Sambutan Sutono:
Sebelum puasa Ramadhan akan ada pemutaran film 212 The Power of Love, yang diambil dari novel karya Helvi Tiana Rosa dan Beny Arnas, kemungkinan tanggal 13 Mei 2018,  sekitar pertengahan Mei 2018.

Buka puasa bersama in sya Allah akan diadakan, tanggal menyusul. Kemudian halal bihalal yang in sya Allah nanti dibahas saat buka puasa bersama.

Sebenarnya banyak agenda yang akan dibahas, tapi berhubung yang hadir hanya 5 orang, akhirnya sekedar ngobrol-ngobrol saja.

Sambutan dari Mba Yustia:
Nanti anggota baru FLP harus setor data, supaya mendapatkan kartu anggota FLP.

Rencananya nanti juga akan mengunjungi panti asuhan, sekolah2 atau kampus untuk mengadakan acara kepenulisan dan rekreutmen anggota.

FLP butuh penggerak yang konsisten.
Anggota FLP harus memahami AD ART FLP, terutama 3 pilar yang harus ada dalam diri anggota FLP, yaitu: kepenulisan, keorganisasian, dan keislaman.

24 Desember 2017

Upgrading Kepenulisan Forum Lingkar Pena Jawa Tengah 2017

Catatan belum diedit:




Upgrading Kepenulisan Forum Lingkar Pena Jawa Tengah
Tema: Jateng Mendunia dengan Pena
Magelang, 24-25 Desember 2017
Acara mulai pk. 13.00 WIB
1. Sambutan Rahman Hanifan (Ketua FLP Jateng):
Nama asli Surahman, asli Magelang, tinggal di Pemalang.
Ikut FLP th. 2003 di Jogja, jadi sudah 20 th berjuang dg tulisan.
FLP dibentuk hingga ke luar negeri, spt hongkong, jepang, saudi, mesir, dll.
Jateng yg aktif 10 cabang: magelang, solo, tegal, pemalang, ...
Keg ini utk upgrading wilayah, baik kepenulisan, keorganisasian, dan keislaman kita.
Supaya tulisannya lebih lancar dan bagus, lebih matang keislaman kita.
FLP Pemalang pernah yg aktif cuma pak Rahman Hanifan sendiri.. Setelah rajin sms mengajak orang2 alhamdulillah mulai banyak yg gabung.
Keinginannya, setelah acara ini FLP makin semangat lagi menulis dan berdakwah melalui tulisan.

2. Materi: Agung Sugiarto a.k.a Sinyo Egie (founder yayasan peduli sahabat, kaderisasi FLP Magelang)
Tema: Tulisan non fiksi , Agar tulisan kita dirindukan
Asal Magelang. Sebelum di FLP rajin nulis di MOP. Pertama nulis cerpen di MOP.
Setelah sdh mulai bekerja th 2005 ia maniak game, berfikir knp gak nulis ttg game sj, shg nulis di Hotgame. Setelah bosen nulis di majalah, pindah nulis parenting, di antaranya buku Tetap Gaul Tapi Syar’i, Anak Saleh-Salihah, anak keren!, dan yg terbaru LGBT (Lo Gue Butuh Tau)
Author & writer bedanya lbh pd penulis non fiksi atau fiksi.
Menulis non fiksi berdasarkan data.
Bedanya: fiksi berdasarkan keinginan, non fiksi berdasarkan kebutuhan.
Niat kita menulis apa dulu? Apa utk cari uang?
Kalau di FLP ada nilai plusnya, yg utama adalah berdakwah melalui tulisan.
Jika kita sudah diakui, akan diberi harga. Prosesnya panjang.
Praktek menulis, pre writing:
1. Ide.
Cari ide nulis non fiksi.
Contoh, liat batu besar hingga dibelah
2. Tentukan target pembaca kita, utk anak2 atau orang dewasa? 10 detik
3. Tentukan goalnya. Si emak2 hrs paham mndidik itu tdk boleh kasar.
4. Siapkan data2nya. Tidak boleh nulis sembarangan. Bisa dari omongan orang atau yg lain
Setelah menentukan itu, upload/posting di medsos.
Draft itu semacam jalan pikiran kita.
Misal mau nulis ttg paud, media pelajarannya apa, temanya apa, topiknya apa, deskripsinya apa..
Menulis novel pun hrs ada draft-nya
Menulis bisa berdasarkan:
- Fakta menarik
- Salah satu poin utama
- Pertanyaan menarik
- Pertanyaan atau kutipan
- Cerita singkat
Eksposisi: informasi2
Definisi: arti2, terminologi bahasa
Argumentasi: fakta benar atau salah pendukung
Deskripsi: detail, spesifikasi
Persamaan: fakta atau contoh sebagai persamaan
Perbedaan: fakta atau contoh sbg perbedaan.
Contoh, home schooling cocok tdk di indonesia?
Penutup:
- Reminder utama
- Ringkaskan
- Ungkapan arahkan ke ide utama
- Pengulangan tujuan penulisan
- Pertanyaan
Setelah pre writing dan menulis, lakukan:
Cek idenya, menarik atau tidak
Cek logikanya, masuk akal atau tidak
Cek ekspresi pribadinya
Cek style tulisan. Sinyo lbh suka menggabungkan fiksi dan non fiksi dlm tulisannya, shg pembaca tdk bosan membacanya.
Cek aliran kalimatnya. Pilihan kalimatnya.. Sebab ada penulis yg suka nulis “dan” berulang-ulang.
Cek editingnya. Tulisan menarik kalau penulisannya semrawut, biasanya langsung dieject oleh editornya.
Never give up!
Kirim tulisan via fb atau email. Tag nama Sinyo: Sinyo Egie
Tanggal 26 Desember hrs sdh ngetag ke Sinyo.
Contoh judul: Mobil SMK ini akan jadi mobil nasional kalau saya jadi presiden (Jokowi 2017)
Media: internet, television, radio, newspapers, magazines.
Jika mau membandingkan sesuatu hrs ganti paragraf, kasih jeda dulu.
Solusi malas melanjutkan tulisan: simpan aja filenya, jgn dibuang, siapa tau suatu saat bermanfaat, karena itu mmg penyakit penulis, suka mood2an.
Tumbuhkan semangat menulis, berusaha tidak minta uang ke ortu, tapi berusaha menulis hingga menghasilkan uang. Kalau utk kebutuhan dakwah, akan jd pahala. Jd tdk hrs melulu karena uang.
Memunculkan motivasi, kenali diri sendiri.. Mood-nya saat apa? Saat sepi, atau hrs dengerin radio.. Kalau Sinyo sendiri bisa menulis dlm kondisi apapun, rame atau sepi bisa. Kadang ada yg bisa nulis kalau ada di pinggiran pantai. Ada juga yg nulis hrs ditemenin secangkir kopi, meski kopinya gak diminum2 hingga selesai nulis. Ada juga yg suka nulis puisi saat belum nikah, tapi setelah nikah tidak suka.
Femina tutup, Gramedia yg dulu ngejual 2rb judul buku, sekarang berkurang, bahkan sampe ngemis2 ke penulis.
Ghost writer, 1 tulisan 500rb, tdk mencantumkan nama penulisnya.
Harga buku LGBT 39rb di toko, penulis mendapatkannya sdh diskon 45%

3. Materi dari Rianna Wati, S. S, M. A (dosen FIB UNS, penulis, staff kaderisasi Badan Pengurus Pusat FLP) pk. 15.30 WIB
Agar tulisan kita dirindukan
Pertama gabung di FLP Solo th 2002
Karyanya: Jatuh cinta pada bunga
Cinta? Katakan saja!
Elegi Cinta di Karimunjawa
Kata orang aku mirip nabi yusuf
Luka adalah cinta
Novel Arvayuna
Artikel Menggugat Para Ibu di Solo Pos
Jangan suka menyingkat-nyingkat tulisan. Jangan pelit menulis, harus lengkap.
Pengalaman nulis masih minim, karena kurang pede.
Menulis adalah proses yg perlu dilatih, bukan bakat atau sim salabim langsung bisa nulis.
Menulis bisa dilakukan oleh siapa saja, baik, mahasiswa, guru, dokter, usahawan, dll.
HP sekarang sudah canggih, bisa utk merekam pembicaraan dan dituliskan.
Menulis adalah kemampuan dasar setelah membaca.
Tulisan anggota FLP harus yang mencerahkan, atau setidaknya tidak mengajak kepada kemaksiatan, seperti mengajak pembaca utk pergi ke dukun dll.
Menulis itu bisa nencerdaskan otak, karena bisa menghubungkan wawasan2 yg dimilikinya. Misal, bercerita dg setting Belanda. Itu membuat kita trampil menulis.
Proses standar menulis :
- prewriting => think and plan
Bakar sate => bahas karya sambil telaah
- drafting => write and draw
- revising => make your writing better
- editing => fix your mistakes
- publishing => share your writing
Maimon herawati kalau ngetik diblok warna putih hingga selesai nulis, supaya tdk tergoda utk membacanya yg membuat tersendat ingin ngedit.
Intinya, jangan merevisi saat melahirkan ide.
Jika sudah selesai, barulah kita edit. Memang, editing penting, tapi jika tulisan sdh selesai dibuat.
Proses editing di penerbit itu lama, bahkan setelah dilayout pun hrs diedit lagi.
Cerpen yang dipanjangkan itu isinya, bukan pada penutupnya/endingnya.
Jadi penulis jangan malu tulisannya dibaca orang.
Sumber ide
Merenung
Jalan2
Mengamati sekitar
Imajinasi/berkhayal
Pengalaman pribadi
Pengalaman teman/orang lain
Bacaan/referensi
Dsb
Tulisan Pak Hattohari kental dg nuansa sejarah, seperti budaya Ronggeng.
Pak Nasirun, dg kisah Aryo Penangsang-nya.
Referensi/bacaan yg dirangkai dg kepiawaiannya menulis.
Menulislah! Ikatlah ilmu dg menuliskannya. Mulai dari mana?
Kuliah di sastra harus menghasilkan. Ternyata bahasa indonesia menjadi pelajaran terberat bagi mahasiswa di fakultas2 selain sastra indonesia.
Banyak mahasiswa yg tidak bisa menulis, jika ditugasi menulis ambil di internet, bukan karyanya sendiri.
Pengalaman => tuliskan di buku diary
Membaca buku => komentari => tuliskan => resensi
Mengamati keadaan => komentari => tuliskan => opini atau artikel
Menemukan cara => tuliskan => tips
Perkembangan diri => tuliskan => biografi
Buku2 yg terkenal berangkat dari biografi.
Tokoh2 besar tidak sempat nulis, dan yg menuliskannya orang lain.
Menulis skenario FTV kekurangan.
screen play dibikin utk menghasilkan naskah2 skenario ftv.
Saat menulis, posisikanlah diri kita dalam tiga peran:
1. Sebagai penulis, tuangkan segala ide yg ada di kepala
2. Sebagai editor, mengedit kembali layak/tidaknya jika karya tersebut dimuat.
3. Sebagai pembaca
Beberapa kendala
- kurangnya wawasan kita ttg hal yg akan kita tulis
- terbatasnya kosa kata yg kita miliki shg saat akan menuliskan adegan ini misalnya, kita tak bisa menuliskannya
- muncul hal baru lain yg juga menarik utk ditulis.
Unduh KBBI online  di play store, utk mengetahui benar tidaknya kosa kata
Outbond itu bahasa indonesianya mancakrida
Lantatur, layanan tanpa tutur
Dalam cerpen hrs fokus, agar cerita yg akan kita buat juga fokus, tidak campur2 dg ide2 lain.
Ide2 baru jangan sampai ngrecoki cerita yg sdh kita buat.
Bacaan2 itu kita jadikan bekal/referensi
Dg menulis kita bisa jadi psikologi, bisa membaca pikiran orang.
Atasi dengan:
- banyak membaca sbg bekal kita menulis
- banyak membuka kamus (KBBI) dan sering mencari2 kata2 asing/tdk akrab dg telinga kita.
- ketika membaca karya orang lain, kunyahlah lebih dulu
- buatlah mind mapping (peta pikiran) lbh dulu
Beberapa hal yg membuat karya kita kurang menarik:
- pembukaan bertele-tele
- komposisi tdk tepat antara eksposisi, konflik dan ending (dlm cerpen)
Jika koran atau majalah yg kita tuju, lakukanlah hal berikut ini:
Lihatlah/pelajari media yg kita tuju
- media umum atau religi
- jenis tulisan apa yg dituju (lihat kolomnya)
- buat tulisan kita dg melihat contoh pd beberapa edisi terbitan yg telah kita pelajari.
- kirimkan naskah kita berupa ketikan/print out. Bisa jg melalui email.
Tuliskan identitas diri kita pd lembar belakang naskah (terpisah)
Jika penerbitan buku yg kita tuju, lakukanlah hal berikut ini:
- lihatlah buku2 yg kira2 senafas dg karya kita
- catatlah alamat penerbit tsb dan emailnya
- kirimkan karya kita dg pengantar diri kita yg menunjukkan kelebihan karya kita.
- jangan menunggu karya anda dimuat/ditolak, tetap saja menulis
Ada 2 kemungkinan setelah kita mengirimkan karya:
- diterima
- ditolak

4. Materi Saresehan oleh Rahman Hanifan pk. 20.00 WIB
Ketua FLP Jateng yg pertama Intan Safitri
Manfaatkan kesempatan menulis buku antologi yg diselenggarakan FLP.
Dinamika FLP memang begitu ... (?)
Sharing2 dg FLP cabang:
FLP Karanganyar mulai hadir th...Didominasi oleh ibu2 rumah tangga.
5. Materi Ganjar Widhiyoga, Ph. D pk. 21.00 WIB
Bikin kelompok dan melaksanakan tugas: bikin bentuk segilima dan segiempat dari tali rafia tanpa suara
Makna tugas itu: tujuan dan visi organisasi tdk akan tercapai jika tdk ada komunikasi dan kerjasama.
Bikin kotak permasalahan, akar permasalahan, dan solusinya di FLP wilayah dan FLP cabang, masing2 dipresentasikan.
Semua pengurus dan anggota FLP harus tahu Visi FLP, yaitu menulis untuk mencerahkan.
Evaluasi: tujuan kepengurusan FLP wilayah ngapain aja? komunikasi kurang, implementasi kesibukan pengurus dan luas wilayah.
Tujuan kepengurusan => kaderisasi: keislaman, sosialisasi visi ke anggota, regenerasi, jika malas harus dimotivasi.
Perbaiki kaderisasi bersama2.
Akan bikin modul keislaman sebagai pembinaan
Untuk organisasi dan materi akan dibina oleh FLP pusat.
Literasi peradaban sedang digalakkan
Jenjang keanggotaan itu urusannya cabang
Jika ada permasalahan di cabang, konfirmasikan ke wilayah
FLP Kids itu bagian dari pelayanan, tapi bukan sbg anggota FLP secara internal, karena syarat jadi anggota FLP berusia minimal 17 tahun.
Setelah tanggal 7 Des FLP pusat akan bikin SOP yg akan disampaikan kepada wilayah.

Senin pagi, pk. 05.00 WIB jalan pagi mengitari kota Magelang.
Pk. 09.00 WIB materi dari Rahman Hanifan, bercerita tentang pengalamannya menulis, dari yang awalnya tidak bisa nulis lama-lama bisa.
Punya komputer langsung punya ide untuk menulis bikin buku. Naskah langsung ditolak oleh penerbit, tapi tidak putus asa, bikin lagi, kirim lagi, alhamdulillah diterima dan diterbitkan. Judul buku pertamanya “Hidup Kaya Raya, Mati Masuk Surga”.
Buku keduanya “Power of Smile”
Hikmahnya: jangan menyerah, apalagi putus asa, sebab ditolak itu hal biasa bagi penulis. Naskah harus tembus ke penerbit.
Kalau belum beruntung, coba lagi.
Pernah dengar cerita Aries Denata? Pernah kirim cerpen sampai ratusan dan ditolak. Tapi sekarang punya jurnal sendiri..
Jadi, ditolak sekali dua kali itu tidak apa-apa..
Belum beruntung juga? Coba lagi! Sampai ketidakberuntungan menghampirimu..
PD aja! Kirimkan...
Jadi apa strateginya?
- tulis karya terbaik
- tulis karya yg berbeda
- tuntaskan naskahmu
- kenali penerbit
- kenali naskahmu
Tulis karya terbaik:
Curahkan segala energi utk karya terbaikmu, pastikan menjadi karya terbaik yg dapat kau persembahkan kali ini.
Banyak baca, banyak riset, perbanyak aktivitas amal shalih, terus menulis.
Orang yg sibuk dan makin sibuk justru paling rajin menulis.
Makin banyak yg dituliskan, dan makin berisi/nendang.
Penulis yg bisa terjun langsung akan lebih kena dan berkesan.
Seperti buku Laskar Pelangi, Ayat2 Cinta, dll karena diambil dari pengalaman.
Maksimalkan karya kita. Bandingkan dg karya2 sebelumnya, jangan membandingkan dg karya2 orang lain.
Tulis karya yg beda:
Beda kontennya
Yg ketika orang lain baca kontennya memang beda, belum pernah ditulis orang lain.
Beda sudut pandangnya
Beda gaya bertuturnya
Beda penyajiannya
Tuntaskan naskahmu:
- revisi
- edit
Revisi:
AR3:
- adding (tambahkan)
- rearranging (menyusun ulang)
- replacing (diganti/dirubah)
- removing (dihapus)
Edit:
- gaya bertutur
- konsistensi bahasa
- efektifitas kalimat
- EYD/ PUEBI
- dll
EDIT
- apakah sudah kamu gunakan tanda baca yg tepat?
- apakah kamu gunakan kata yg sama berulang-ulang pada satu paragraf?
- apakah ada tulisanmu yg sulit dipahami?
- apakah susunan kalimat sudah tepat?
- apakah sudah kamu gunakan diksi paling tepat?
- apakah gaya tulisanmu sudah konsisten?
- kata2 mana yg mungkin dibuang agar tulisanmu lebih tajam?
Tidak menggunakan kata2 yg bertele-tele, seperti: aku sangat sedih sekali...
Kelengkapan naskah:
- kata pengantar
- daftar isi
- biodata penulis
Kenali penerbit:
- baca buku dari sebanyak-banyak penerbit
- sering2 ke toko buku
- cek online
Browsing, ketik: cari naskah
Kenali naskahmu:
- apa beda karyamu dg karya2 orang lain?
- apa keunggulan karyamu?
- mengapa orang lain ingin membaca karyamu?
Kirimkan naskahmu! Jangan lupa, banyak doa dan terus menulis.


















23 November 2013

Dua Noura Terlahir



Hari ini adalah hari bahagiaku, karena akhirnya aku bisa menjenguk dua jundiah milik Mbak Yustia Hapsari, setelah menunggu-nunggu sejak dua bulan yang lalu, kapan aku bisa menyempatkan diri ke Kota Tegal, menyaksikan si kembar cantik buah hati Yustia Hapsari – Fikri Hidayatullah. Alhamdulillah, kesampaian juga …. ^_^

Mereka diberi nama Noura Nadzira dan Noura Asy-Syifa. Nadzira terlihat lebih agresif dan lincah dibanding adiknya, Asy-Syifa. Maklum, mereka pun lahir dengan berat badan yang berbeda. Nadzira 2,7 kg, sementara Asy-Syifa hanya 2 kg beratnya. Nadzira lebih banyak mengonsumsi ASI, sementara Asy-Syifa cenderung susah makan. Tapi Alhamdulillah keduanya sehat dan menggemaskan. Aku sampai terpana melihatnya. Aku memang paling suka melihat anak kembar yang lucu-lucu dan unik. Kok bisa kembar ya? Itu yang selalu ada di benakku setiap melihat dua anak manusia dengan wajah dan tubuh yang sama. Pertanyaan konyol. Tapi memang begitu adanya. Aku hanya bisa berucap: subhanallah… Sungguh Maha Indah ciptaan-Mu …

Mereka lahir di tanggal yang sama: 18 September 2013 pada hari Rabu pukul 14.16  WIB (Nadzira) dan 14.18 WIB (Asy-Syifa). Dua putri cantik yang terlahir di Desa Randugunting – Kota Tegal. Siapa tak menyangka, seorang Yustia Hapsari yang mungil dan imut-imut bisa melahirkan dua anak kembar sekaligus, padahal dalam keturunannya tidak ada yang punya saudara kembar.

Kini Mbak Yus harus pending dulu dari aktivitasnya yang seabreg, sebagai  pengurus organisasi seperti FLP, pengelola TBM, sebagai penulis, juga sebagai dosen. Dia harus mengurus si kembar  dulu hingga satu semester lamanya. Ini ibadah wajib yang harus ia jalankan sementara ini. Mudah-mudahan mereka tumbuh menjadi anak yang sholihah dalam buaian Ibunda tercinta.

Dua anak perempuan sekaligus. Ini amanah yang sangat berat bagi seorang ibu. Aku jadi ingat sabda Rasulullah SAW:
Dari Anas Radiyallahu'anhu dari Nabi Shalallahu'alaihiwasallam bersabda, "Barangsiapa yang menanggung dua orang anak perempuan hingga keduanya baligh maka akan datang pada hari kiamat aku dan dia seperti ini (Beliau menghimpit dua jarinya)."



Dari Aisyah Radiyallahu'anha ia berkata seorang wanita datang menemuiku dengan membawa dua putrinya sambil meminta, ia tidak dapati padaku selain buah kurma saja, lalu aku memberikan kurma tersebut kepadanya, iapun membaginya untuk dua putrinya sedang ia sendiri tidak makan, kemudian ia bangkit lalu keluar. Nabi Shalallahu'alaihiwasallam masuk menemui kami dan aku memberitahukan hal tersebut kepada Beliau maka Beliau bersabda, "Barangsiapa yang diuji dengan diberikan anak-anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada mereka, niscaya mereka akan menjadi tirai baginya (untuk tidak tersentuh) api neraka."



Dari Aisyah Radiyallahu'anha ia berkata seorang wanita miskin datang kepadaku sambil membawa kedua anaknya lalu aku memberikan kepadanya tiga buah kurma.  Satu untuknya dan masing-masing dari kedua anaknya sebuah kurma.  Ketika ia hendak memakan kurma tersebut, kedua anaknya meminta kurma yang ada padanya.  Wanita itupun membelah kurma yang hendak dimakannya untuk diberikan kepada kedua anaknya.  Hal tersebut membuat aku heran , akupun menceritakan hal yang dilakukannya kepada Rasulullah, maka Rasulullah Shalallahu'alaihiwassalam bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan surga baginya karena perbuatannya itu atau membebaskannya dari neraka karena perbuatannya itu."



Dan dari Hadits Ayyub bin Basyir Al-Anshari dari Abu Said Al-khudri Radiyallahu'anhu bahwa Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam bersabda, "Tidak ada seorangpun yang memliki tiga anak perempuan atau dua anak perempuan atau dua orang saudara perempuan lalu ia bertakwa kepada Allah dalam urusan mereka dan ia berbuat baik kepada mereka kecuali ia akan masuk surga."



Al Humaidi juga meriwayatkan dari Sufyan dari Abu Shalih dari Ayyub bin Basyir dari Said Al A'sya dari Abu Said dari Nabi bersabda, "Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan lalu ia memperbaiki pergaulannya terhadap mereka dan bersabar serta bertakwa kepada Allah dalam urusan mereka niscaya ia akan masuk surga."



Dari Abu Hurairah Radiyallahu'anhu bahwa Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam bersabda, "Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan lalu ia tetap bersabar menanggung mereka atau terhadap kesusahan dari mereka niscaya ia akan masuk surga."


Dalam sebuah riwayat disebutkan, iapun bertanya, "Wahai Rasulullah bagaimana kalau hanya dua?",  Beliau menjawab, "Duapun juga".  Ia lalu bertanya, "Wahai Rasulullah bagaimana kalau hanya satu?" Beliau menjawab, "Satupun juga."



Al-Baihaqi mengatakan dari Auf bin Malik bahwa Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam bersabda, "Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan lalu ia beri nafkah mereka hingga baligh atau bermimpi maka mereka akan menjadi tirai atau penghalang dari neraka."



Bersyukurlah Mbak Yus, surga akan menjadi tempatmu jika kau ikhlas mengasuhnya, merawatnya hingga menjadi mujahidah sejati yang akan kaubanggakan kelak.







Ketua FLP Tegal Menikah



Sabtu, 23 November 2013 pk. 13.00 WIB putri Bp. Karso – Ibu Nasripah, Eri Fitniati (Ketua FLP Tegal) menikah dengan Teguh Sutrisno, putra Bp. Sadirun (Rahimahullah) – Ibu Istinah, di kediamannya, Jl. Kramat No. 12 Pacul RT 26/06 Talang – Tegal.

Aku dan teman-teman dari  FLP Tegal diundang untuk menghadiri pesta pernikahannya. Sebelum pukul 13.00 WIB aku pun berangkat bersama Eka, Dewi, dan Puspa menuju ke rumahnya dengan menggunakan sepeda motor. Cukup asing bagiku tempat yang baru pertama kali kutuju, yaitu Desa Pacul. Dan cukup jauh juga dari rumahku, sehingga yang seharusnya jam satu sudah tiba di sana, terpaksa jadi sedikit molor, hampir jam dua.

Dengan gaun pengantinnya yang berwarna putih, membuat Mbak Eri bak seorang ratu dari surga. Dia bahkan terlihat manglingi, seperti bukan Mbak Eri. Bisa dimaklumi, karena Mbak Eri yang selama ini kami lihat tidak pernah ber-make-up,  kini terlihat jadi sangat berbeda. Subhanallah …..


Dengan berdiri di samping lelaki ganteng yang kini jadi suaminya, Mbak Eri tersenyum ramah menyambut tamu undangan. Para tamu undangan pun bergantian memberi  selamat dan bersalaman disertai doa untuk kedua mempelai. Baraakallahu fiik… wa baarak ‘alaik wajam’u bainakumaa fii khoir. Amin ^_^

Ini kenang-kenangan dari Mbak Eri:

12 November 2013

MENULIS ITU MEMBAHAGIAKAN



Baca juga di: http://edukasi.kompasiana.com/2013/11/12/menulis-itu-membahagiakan-607326.html


1384250049698921434
By: Futicha Turisqoh from Ali Irfan

Ahad, 10 November 2013 pk. 14.00 WIB, Forum Lingkar Pena menggelar acara Dialog Interaktif Bersama Pak Cahyadi Takariawan dengan Tema “Menulis Itu Membahagiakan Hati” di BMT BUM Tegal, Jl. Perintis Kemerdekaan, Kota Tegal.

Menurut Pak Cah (panggilan akrab Pak Cahyadi), masyarakat kini terbagi menjadi 2, yaitu masyarakat dengan 2 dunia kegiatan, yakni masyarakat yang didominasi dengan dunia tonton menonton dan masyarakat yang didominasi dengan dunia tulis menulis. Masyarakat yang didominasi dengan dunia tonton menonton memiliki ciri khas, yaitu: obrolannya tidak pernah ilmiah akademis, yang istilahnya diskursus public. Cara bicaranya terpotong-potong, pola pikirnya terfragmentasi dan tidak logis cara berpikirnya. Di dunia tontonan penuh impossible, contoh: hidup kaya raya, mobil mewah, tiba-tiba saja kaya, yang gak jelas dari mana kekayaannya. Tapi kebalikannya, jika masyarakat didominasi budaya membaca dan tulis menulis cara bicaranya jadi lebih ilmiah.

Neil Postman anti televisi, karena ia merasa TV itu tidak ada nilai positifnya. Ia benci bukan main dengan televisi. Jadi sebaiknya kita harus berhenti nonton TV. Salah satu kemanfaatan dari menulis adalah terbentuknya karakter masyarakat yang suka membaca, berkata logis, urut,  ilmiah, dan suka menuangkan gagasan ekspresi. Di Indonesia budaya tulis menulis belum kuat, tapi tontonannya yang kuat sekali.

Kita jarang melihat orang Indonesia di tempat public baca buku. Padahal menulis itugak ada matinya. Bandingkan dengan industry. Industry penerbitan dan percetakan ada masanya, karena dunia semakin paperless. Isu Go Green menyebabkan penghematan kertas. Budaya kertas semakin lama semakin hilang, yang pada akhirnya masyarakat dunia semakin paperless. Efeknya banyak pemotongan pohon. Industry percetakan bisa tutup sekaligus.

Dulu ketika cetak foto lama, sekarang menemui kebangkrutan, karena lama-lama mengalami titik jenuh. Ada masa dimana ketika koran-koran sudah tidak lagi seperti koran konvensional. Semua beralih di dunia cyber. Jadi, yang tak pernah mati adalah penulisnya. Jika dikaitkan dengan industry kepenulisan, maka tak akan pernah mengalami kebangkrutan. Penulis bisa dilakukan oleh profesi apapun. Jika berhasil tembus, penghasilannya melebihi gaji polisi, dokter, bahkan professor. Pada akhirnya menjadi penulis itu menyehatkan dan membahagiakan, karena berdampak panjang. Saat Pak Cah muda, sempat membayangkan bisa keluar negeri, gimana caranya bisa kesana ya? Tapi berkat undangan buku, bedah buku karyanya dan sebagainya, seperti buku ke-33 yang berjudul Wonderful Husband, juga buku ke-44 yang berjudul Wonderful Couple dan buku-buku wonderful lainnya, membuat ia tidak hanya keliling Indonesia, tapi juga bisa keliling dunia. Kini seluruh provinsi di Indonesia sudah pernah disambangi. Semuanya berkat bedah buku dan pelatihan-pelatihan.

Penulis membahagiakan. Memang bahagia, karena begitu diundang semua ditanggung panitia. Menulislah, dan lihatlah apa yang akan terjadi.

“Usahakan jangan menggunakan nama pena,” kata beliau. “Pede aja punya nama, sebab Anda tidak tahu jalan hidup seperti apa nantinya. Anda boleh  merencanakan sesuatu, tapi Allah yang akan memutuskan. Men propose. Allah disposes.”

Kenapa jangan pakai nama pena? Kita lihat saja contohnya, Afifah Afra, seorang penulis terkenal, tapi begitu jadi caleg ternyata yang diperlukan nama aslinya, sementara masyarakat banyak yang tidak tahu nama aslinya. Begitu juga nama pak Cah. Orang lebih mengenal nama Cahyadi Takariawan, padahal  nama asli beliau adalah Tjahyadi Takariawan.

Ada kemanfaatan-kemanfaatan dari menulis. Ada orang terkenal, dan ada orang yang dikenal. Kita perlu dikenal, sebab  dengan kita dikenal tidak akan sulit menjelaskan siapa kita.
Menulis itu dunia tanpa batas, karena kita bisa melakukan apapun, sebagai apapun. Suatu saat jika kita jadi pejabat, pidato gak perlu dibuatkan, tapi tulis sendiri. Sebagai pejabat public, guru, dokter, RT, bisa nulis itu bagus. Jadi semua yang kita lakoni ini bisa nulis. Sampai saat ini orang terkaya gara-gara nulis contohnya JK Rowling dengan Harry Potter’s Mom-nya.

Ada cara untuk mengetahui sejauh mana nama kita dikenal. Tulis nama Anda di Google, adakah muncul nama Anda di dunia maya? Jika ada, itu artinya Anda dikenal. Dikenal itu penting. Yang bisa membuat diundang kemana-mana ya karena dikenal. Pak Cah pernah diundang mahasiswa Kairo Mesir karena dikenal, karena tulis menulis.

Ada 3 langkah untuk menulis:

Pertama, memiliki modal menulis. Bukan bakat, sebab bakat hanya dibutuhkan untuk jenis-jenis tertentu. Contoh menulis puisi. Tapi menulis secara umum tak perlu bakat. Menurut Nening Pranoto, paling pertama adalah tekad menulis. Begitu ada waktu, menulislah. Pak Cah lebih tersegmentasi pada tema keluarga dan pernikahan. Hampir 13 tahun jadi konselor, setiap hari mendapatkan konsultasi masalah keluarga.
Menurut beliau, buku sekarang beda banget dengan buku yang dulu.dulu awal lebih banyak merujuk karena takut salah. Di buku Wonderful Family saat ini tidak satupun memakai referensi. Etikanya gak boleh pakai nama klien. Menulis kasus secara umum untuk mengambil hikmahnya. Buku-buku beliau lahir dari aktivitasnya sebagai konselor. Nulis bukan karena bakat, tapi mau apa tidak menulis? Semua orang punya rasa bahasa yang berbeda, yang penting mau menulis. Banyak membaca akan membantu tulisan. Penulis akan lebih sering ke toko buku. Baca, lalu beli buku. Beli buku bisa jadi inspirasi untuk bikin buku bagus.

Banyak hal yang bisa kita jadikan bahan tulisan. Sebagai contoh, Kusamaryanti gara-gara nganterin dan nungguin anaknya setiap hari di sekolah, berinteraksi terus dengan ibu-ibu, banyak ngobrol, dan masing-masing cerita tentang anaknya, dan celoteh anak-anak bisa ia jadikan buku. Simple, apa saja bisa jadi tulisan.

Tulisan yang ditolak media jadikan buku! Memang itu ide konyol, tapi sah-sah saja, dan bisa jadi buku. Yang penting punya tekad, apa yang kita tulis terbitkan di media. Ditolak media nasional, bisa dikirim ke media wilayah. Ditolak juga, dikirim ke media lokal. Jika gak dimuat juga, koran apapun gak apa-apa. Jika gak dimuat juga, muat di bulletin sendiri. Pokoknya diterbitkan! Tekad itu penting. Baca tak kalah penting. Berinteraksi dengan siapapun juga penting.

Lebih mudahnya, buatlah akun di kompasiana. Apapun tulisannya pasti dimuat. Menulislah di kompasiana, dan lihatlah apa yang terjadi.

Kedua, memulai menulis. Apa saja. Tentang apapun.

Pak Cah sering menulis dari pengalaman, seperti ketika ia sering kesal dengan Lion Air yang sering delay sampai 6 jam. Lion Air melatih kesabaran. Jika ada penumpang marah-marah di kantor Lion Air, berarti itu penumpang pemula. Kalau penumpang senior, sabar  menunggu. Mengawali  menulis itu sulit, tapi kalau sudah menulis, susah mengakhirinya. Contoh ringan yang bisa kita jadikan tulisan, misal kita sedang transit, bikin tulisan judulnya “Transit”. ^_^

Ketiga, sosialisasikan tulisan kita.

At least, satu hari satu tulisan. Pengalaman-pengalaman kita setiap hari  tulis saja.Publish di manapun. Social media. Media online seperti kompasiana. Tulislah setiap hari. Yang Pak Cah pelajari dari kompasiana: orang lebih suka dengan yang diminati pembaca. Kumpulan tulisan jadikan buku. Pangsa pasar tidak suka buku rame-rame (antologi). Beliau belajar banyak hal dari kompasiana. Ada judul-judul yang diminati pembaca. Belajar dari tema apa yang diminati. Jika sudah sesuai tema, jadikan buku. Sarankan buat buku sendiri. Jangan juga bikin buku kapita selekta. Kumpulkan pertema. Ketika mengumpulkan tulisan, jangan apa adanya, tapi poles lagi, ditambah-tambahi. Pada level tertentu ada saat kita bisa buat buku sungguhan. Ada saatnya begitu. Paling gampang lagi menulis lewat blog!

Buku bisa menghasilkan profit, tapi pendapatan di luar itu jauh lebih banyak. Lewat bedah buku, undangan seminar, pelatihan-pelatihan, dan lain-lain yang berkaitan dengan buku. Buku hanya jendela saja, pintu saja. Tapi, di luar itu ada peluang dapat undangan kemana-mana untuk bicara. Buku itu pintu kita, jendela untuk mengenal kita.
Tema undangan adalah tulisan yang pernah dibuat Pak Cah di kompasiana. Simple. Semua request dari judul tulisan untuk bicara di undangan ceramah dan seminar.

Semakin pinter, semakin gak bisa nulis. Kenapa? Karena standar ilmiahnya tinggi. Ia tahu, menulis itu untuk memberikan kemanfaatan, jadi perlu kehati-hatian saat menulis ilmiah. Bagi orang biasa nulis ilmiah itu bagus, tapi kalau professor nulis ilmiah yang biasa-biasa saja tentu saja itu dianggap tidak bagus, sehingga merasa kesusahan saat menulis.

Konselor itu ada 2, konselor professional dan konselor social. Konseling professional itu konselor yang dibayar, karena bisa buka legalitasnya. Sedangkan konselor social bisa siapa saja. Fakultas tulis menulis itu tidak ada. Semakin maju Negara, semakin renik ilmunya. Itu namanya universitas kehidupan. Fakultas kepercayaan.

Pesan beliau:

- Kalau nanti Anda  menulis, yang pertama-tama jangan meributkan soal royalty. Dalam segala hal jangan menentukan fee. Mumpung masih muda, pastikan bisa jadi apa saja, jangan terpaku pada satu profesi.

- Gunakan nama asli di setiap tulisan kita. Hargai nama pemberian orangtua. Bagi yang sudah terlanjur menggunakan nama pena di setiap karyanya, jika cetak ulang gunakan nama asli. Mulai sekarang!

- Menulis itu jendela kita untuk mengenal dunia dan segalanya. Jadi, menulislah! ^_^

****

1384250297398766383

1384250389991443481

1384250481552571279

1384250595250870707

13842506921043903258

13842507801083694208

13842508701718317944

02 Desember 2012

KETIKA MENULIS TERSENDAT



Oleh: Puput Happy




Ahad, 2 Desember 2012 pk. 09.00 WIB FLP Tegal mengadakan pertemuan rutin di rumah kediaman Ali Irfan, ketua FLP Tegal. Setelah lama vakum sejak bulan puasa kemarin, kini FLP Tegal kembali mengadakan pertemuan guna membahas beberapa agenda yang hendak digarap para anggotanya.
Yang dibahas pertama kali yaitu tentang kesibukan menulis para anggotanya selama vakum dari pertemuan rutin FLP Tegal. Dan ternyata banyak tugas menulis yang tengah digarap oleh mereka, seperti yang sedang dikerjakan Ali Irfan selaku ketua FLP Tegal, dengan seabreg garapan buku, seperti membuat buku mapel Bahasa Indonesia, buku biografi alm. Abdullah Faqih, ayahanda Bp. Fikri Faqih, serta buku terbarunya yang sebentar lagi terbit.
Kemudian Sutono, anggota FLP yang paling rajin hadir ini juga aktif menulis di beberapa surat kabar dan media cetak lainnya. Anggota FLP Tegal yang satu ini semangatnya memang luar biasa, tak pernah berhenti berkarya dalam menggoreskan penanya. Beberapa buku antologi sudah ia miliki, dan beberapa karyanya yang sebagian besar cerpen dan cernak, sudah banyak yang dimuat di tabloid dan surat kabar.
Anggota FLP Tegal yang lain seperti Futicha Turisqoh alias Puput Happy juga tengah sibuk menggarap beberapa even lomba menulis dan menerbitkan buku-buku dengan Puput Happy Publishingnya. Begitu juga dengan anggota FLP Tegal yang lainnya, seperti Eri dan Triana yang sibuk menulis di Media Online, di berita99.com. Di tengah aktivitas rutinnya setiap hari, mereka tetap menulis dan menulis. Dan ketika aktivitas menulis mereka tersendat, selalu saja ada yang memotivasi mereka untuk tetap menulis, sebab menulis mampu menghilangkan kejenuhan yang menyelimuti mereka.
Agenda selanjutnya adalah rencana pemberangkatan anggota FLP tegal yang hendak mengikuti workshop menulis di Pemalang yang diselenggarakan oleh FLP Pemalang, Ahad depan, 9 Desember 2012. Semua anggota FLP Tegal dianjurkan sang ketua untuk mengikuti acara tersebut, sebab narasumber acaranya yaitu Gol A Gong, yang populer dengan cerita “Balada Si Roy”, dan ini sangat penting, katanya.
Agenda lain yang dibahas yaitu untuk mencoba menulis sebanyak-banyaknya di media, berusaha untuk bisa tembus media, seperti  Radar, Suara Merdeka, Kompas, dan lain-lain. Langkah awal, kita dianjurkan oleh Ali Irfan untuk rajin menulis di beberapa rubrik surat kabar, seperti di Tele Kampung, yang terbit di Suara Merdeka tiap hari Senin. Atau bisa juga menjadi kontributor/admin di Media Online. Kita bisa membuka jasa media, misalnya. Kesibukan jangan dijadikan alasan ketika kita tidak bisa menulis, kata Ali Irfan. Sebab, selalu ada jalan untuk bisa menulis selama kita mau. ^_^

*****