17 Juli 2017

UBAH PERMAINAN, YANG PENTING MENANG, MIRIP ANAK KECIL

Beritaislamterbaru.org - *UBAH PERMAINAN, YANG PENTING MENANG*
(gak tau malu dan gak punya lagi rasa malu)

_Anda tau bagaimana tabiat "anak kecil" jika kalah bermain ?_

_Atau, anda tau dalam filem-filem laga jika penjahat kalah dalam pertempuran ?_

Ya, anak kecil taunya menang dan hanya mau menang. Penjahat bahkan mengubah permainannya dengan cara main kayu, main kasar, menghalalkan segala cara. Yang penting menang. Begitulah permisalannya.

1⃣ Kalah telak di Ibu Kota, ubah permainannya : pindahin saja ibu kotanya... 😜

2⃣ Kalah perang 2 : 0 di dunia maya dan pengadilan, ubah permainannya : serang dan kriminalisasi ulama dan tokoh-tokohnya.. 😜

3⃣ Kalah diskusi, gak mungkin menang jika dialog dengan ormas yang dituduh radikal, ubah permainannya : lakukan persekusi, ganggu kegiatannya, halangi aktifitasnya.. 😜

4⃣ Gagal menjerat ormas Islam dengan UU Ormas, ubah permainannya : terbitkan Perppu Pembubaran Ormas rasa diktator.. 😜

5⃣ Kalah di semua polling media survey, ubah permainannya : hapus semua jejak polling, lalu lakukan polling lagi dan lagi. Pokoke sampai menang.. 😜

6⃣ Merasa pasti akan kalah di persidangan dan jalur hukum, ubah permainannya : bacok saksi ahlinya.. 😜

7⃣ Merasa akan terbongkar skenarionya, begitu tertangkap pelaku pembacokan, ubah permainannya : serang keluarga korban, tuduh dan lempar fitnah, framming via media.. 😜

8⃣ Ngotot nanya dalil, sudah dijawab. Ternyata kalah berdalil dalam diskusi langsung di televisi, ubah permainannya : kita debatnya diluar saja.. 😜

9⃣ Dilaporkan ke pihak berwajib dengan pasal menebar kebencian ala "ndeso", ubah permainannya : tangkap dan tahan pelapornya.. 😜

🔟 Kalah perang opini di dunia maya, ubah permainannya : blokir telegram, ancam blokir facebook, youtube dan media social yang ada.. 😜

Bahkan, anak kecil pun tidak sebegitu konyolnya. Tidak sebegitu arogannya. Tidak sebegitu ngototnya. Tidak sebegitu kelakuannya. *Memalukan, memalukan, memalukan...!*

عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ.[رواه البخاري ]

Dari Abu Mas’ud, ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshari Al Badri radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya di antara ungkapan yang dikenal manusia dari ucapan kenabian terdahulu ialah : Jika engkau tidak malu, berbuatlah semaumu." [HR. al-Bukhari]

_Eh, memang mereka punya rasa malu??

JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN

Setelah IQ, EQ, SQ, sekarang muncul AQ...

SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN

By : Elly Risman
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)

Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran,
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.

ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,

Anda bukan anggota tim SAR!
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.
Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!".

#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja".

#Tali sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan".

#Kecipratan sedikit minyak
"Sudah sini, Mama aja yang masak".

Kapan anaknya bisa?

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,
Apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?

Berikan anak2 kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.

Kemampuan menangani stress,
Menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.

Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,
Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.

Tampaknya sepele sekarang...
Secara apalah salahnya kita bantu anak?

Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.

Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.
,
Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.

AQ?
Apa itu?
ADVERSITY QUOTIENT

Menurut Paul G. Stoltz,
AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.

Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?

Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.
Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.

So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup...

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,
sedikit menangis,
sedikit kecewa,
sedikit telat,
dan sedikit kehujanan.

Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan.
Ajari mereka menangani frustrasi.

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,
Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?

Bisa2 anak anda ikut mati.

Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.

Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.

Tapi sadarilah,
hidup tidaklah mudah,
masalah akan selalu ada.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak bisa dihindari.

_Selamat berjuang untuk mencetak pribadi yg kokoh dan mandiri....

Anak-Anak Subuh

Ada anak lelaki yang hampir setiap subuh ikut berjamaah, ia berdiri dan duduk persis di sebelah Ayahnya. Meniru semua gerakan Ayahnya, si Ayah sholat sunnah ia ikut, begitu seterusnya.

Ada anak usia sekitar tiga tahun yang kadang-kadang ikut Ayahnya ke masjid. Wajahnya terlihat baru bangun tidur, masih pakai diapers pula. Berdiri persis di samping Ayahnya mengikuti Ayahnya sholat sunnah sebelum subuh. Sampai gerakan sujud nggak bangun lagi, hingga Ayahnya selesai sholat, ternyata ia tertidur sambil sujud.

Ada lagi anak yang usianya juga sekitar tiga tahun. Juga berdiri di sebelah Ayahnya, namun pada saat sholat subuh tak berapa lama setelah takbir dan Imam membaca alfatihah, ia ngeloyor meninggalkan barisan. Hingga sholat subuh usai, biasanya ia duduk di pojok masjid menunggu Ayahnya selesai.

Ada pula Ayah yang membawa anaknya ke masjid dalam kondisi masih terlelap. Di gendong turun dari mobilnya, sampai ke masjid dan bahkan hingga jamaah bubar si anak tetap terlelap. Meski sang Ayah sudah mencoba membangunkannya. Maklum, masih usia dua tahun.

Yang menarik ada anak yang rajin ke masjid padahal tidak ada Ayahnya. Entah bagaimana ibunya mendidik, menarik pastinya. Meski tanpa Ayah yang sudah lama meninggal, ia tetap rajin ke masjid.

Selama masih ada barisan anak-anak yang berangkat ke masjid di subuh hari, meskipun dengan berbagai kepolosan perilakunya, maka masih jelas masa depan agama ini.

Selama masih ada orang tua, terutama para Ayah yang berupaya mengajak serta anak-anaknya sholat subuh berjamaah di masjid, akan kokohlah barisan pejuang agama Allah. Negara pun akan selamat.

Khawatir lah bila sudah tidak ada kalangan muda dalam barisan jamaah subuh di masjid-masjid, bagaimana nasib ummat ini di masa datang?

Ada riwayat yang terbaca, salah satu rahasia kehebatan para pejuang Aceh, yang membuat penjajah kesulitan mengalahkan rakyat Aceh adalah, Teuku Umar dan para panglima memilih pasukannya dari masjid-masjid di waktu subuh.

Mereka yang bangun subuh adalah para pejuang. Orang-orang yang bersungguh-sungguh, yang telah bisa mengalahkan rasa lelah dan malasnya, tak turuti kantuknya, menguasai egonya.

Kagum kepada para orang tua yang tak lelah mengenalkan, mengajarkan dan memberi contoh kepada anak-anaknya untuk sholat berjamaah subuh di masjid. Kelak anak-anak ini menjadi pribadi yang tangguh raga dan jiwanya.

Tak perlu khawatir, bila subuh saja bisa dikuasai, kelak masa depan bisa digenggam.

@bayugawtama

Didiklah Anak Sesuai Fitrah

"Mumpung anak masih kecil, jangan sampai salah seperti saya ya.
Anak pertama usia 22 thn hafal 18 juz.
Anak kedua dan ketiga semua hafidz dan hafidzah.
Tuntas 30 juz.
Tapi ...
saya sedih karena untuk sholat saja mereka masih diingatkan dan disuruh. Saya menangis saat saya baru sadar bahwa ada yg terlewat kala itu.

***
Fitrah keimanan (dibahas saat workshop) yg harusnya ditanam di 7 tahun pertama hidupnya ternyata lupa saya kawal lebih ketat dan belum tuntas. Dan sekarang kami harus "restart" dari awal untuk mengulang proses yg terlewat".
Hmm,,, Jazakumullah khairan katsira nasehat berharganya pak,
Satu hal lagi yg saya dapat saat mengikuti worshop home education based fitrah and tallent di semarang bbrp waktu lalu bersama ust harry.
Didiklah anak sesuai fitrah.
Fitrah apa?
Ada bbrp fitrah.
Diantaranya fitrah iman, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah seksualitas.
Fitrah seksualitas?
Wow, , ,
gimana itu?

***
Mendidik anak sesuai fitrah seksualitas artinya mengenalkan anak bagaimana bersikap, berpikir, dan merasa seperti gendernya.
Jika ia anak perempuan, maka kita bangkitkan fitrah seksulitasnya sbg perempuan.
Jika ia laki2, maka kita bangunkan fitrah seksualitasnya sebagai laki2.
Pertanyaan berikutnya yg muncul, bagaimana tekhnis membangkitkan fitrah seksualitas ini ?
Ada beberapa tahap yg perlu kita kawal di tiap fasenya.

***
Usia 0 - 2 tahun
Pada usia ini anak harus dekat dengan bundanya.
Pendidikan tauhid pertama adalah menyusui anak sampai 2 tahun.
Menyusui, bukan memberi asi.
Langsung disusui tanpa pumping dan tanpa disambi pegang hp.

***
Usia 3 - 6 tahun
Pada usia ini anak harus dekat dengan kedua orang tuanya.
Dekat dengan bundanya, juga dekat dengan ayahnya.
Perbanyak aktivitas bersama.

***
Usia 7 - 10 tahun
Pada usia ini dekatkan anak sesuai gendernya.
Jika anak laki2, maka dekatkan dengan ayahnya.
Ajak anak beraktifitas yg menonjolkan sisi ke-maskulin-annya.
Nyuci motor, akrab dg alat2 pertukangan, dsb.
Jika anak perempuan, maka dekatkan dengan bundanya.
Libatkan anak dalam aktifitas yg menonjolkan ke-feminin-annya.
Stop katering dan banyak utak atik di dapur bersama anak, melibatkan saat bersih2 rumah, menjahit dsb.

***
Usia 11 - 14 tahun
Usia ini sudah masuk tahap pre aqil baligh akhir dan pada usia ini mulailah switch/menukar kedekatan.
Lintas gender.
Jika anak laki2, maka dekatkan pada bundanya.
Jika anak perempuan, maka dekatkan pada ayahnya.

*
Ada sebuah riset yg menunjukkan jika seorang anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada fase ini maka data menunjukkan anak tsb 6x lebih rentan akan ditiduri oleh laki2 lain.
Di sebuah artikel parenting, dulu saya juga menemukan hal senada.

Jika tdk dekat dg ayahnya, maka anak perempuan akan mudah terpikat dengan laki2 yg menawarkan perhatian dan cinta meski hanya untuk kepuasan dan mengambil keuntungan semata.
Logis juga sih.

Saat ada laki2 yg memuji kecantikannya, mungkin ananda gak gampang silau krn ada ayahnya yg lebih sering memujinya.
Kalau ada laki2 yg memberikan hadiah, ananda tak akan gampang klepek2 krn ada ayahnya yg lbh dulu mencurahkan perhatian dan memberi hadiah.
Pada fase ini jika anak perempuan harus dekat dg ayahnya, maka sebaliknya, anak laki2 harus dekat dengan bundanya.

Efek yg sangat mungkin muncul jika tahap ini terlewat, maka anak laki2 punya potensi lebih besar untuk jadi suami yg kasar, playboy, dan tidak memahami perempuan.
Ada yang tanya, lho kalau ortunya bercerai atau LDR bagaimana?

Hadirkan sosok lain sesuai gender yg dibutuhkan.
Misal saat ia tak punya ayah, maka cari laki2 lain yg bs menjadi sosok ayah pengganti.
Bisa kakek, atau paman.
Sama dengan rasulullah.
Meskipun tak punya ayah dan ibu, tapi rasulullah tak pernah kehilangan sosok ayah dan ibu.
Ada kakek dan pamannya.
Ada nenek, bibi dan ibu susunya.

***
Fase berikutnya setelah 14 thn bagaimana? Sudah tuntas. Krn jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh
Artinya anak kita sudah "bukan" anak kita lagi.
Ia telah menjelma menjadi orang lain yg sepadan dengan kita.

Maka fokus dan bersabarlah mendampingi anak2, karna kita hanya punya waktu 14thn saja.
Saling mengingatkan, saling menguatkan, saling mendoakan ya teman2.

Moga allah mampukan dan bisa mempertanggungjawabkan amanah ini kelak di hari penghitungan..
Selamat berkumpul dan merajut cinta bersama keluarga.
Apapun keadaannya, jangan lupa bersyukur dan bahagia.

Semoga bermanfaat

(Euis kurniawati)

Sultan Jogja Tolak Tol

Keren... Sultan Jogja tolak Tol, kenapa??

Jalan itu tanggung jawab pemerintah yang bisa dinikmati rakyat secara gratis bukan dibangun swasta tapi harus bayar mahal. Lalu apa guna pemerintah?

"Di Yogya tak ada jalan tol. Pemerintah pusat juga sepakat, Saya tidak setuju adanya jalan tol karena rakyat tidak akan mendapatkan apa-apa, diperlebar silakan tetapi jangan ditol. Tol sing untung ming (menguntungkan) yang membuat tol, tetapi rakyat di sekelilingnya (tak dapat apa-apa) karena jalan ditutup, Kalau di luar Yogya silakan, seperti di Bawen sampai Salatiga karena geografisnya jurang," tambah dia.

Mantap pak sultan Yogyakarta, jalan TOL itu adalah sebagai bentuk penjajahan ekonomi rakyat, bagaimana tidak lewat jalan di tanah airnya sendiri kok harus bayar.

TOL itu di lakukan oleh pihak swasta dan nantinya orang yg lewat jalan TOL di kenai tarif, Lah berarti selama ini pemerintah bangun apa dong, kan semua kendaraan juga sudah di kenai pajak, dan pajak kendaraan itu juga gak dikit Loh, masak lewat jalan masih juga di suruh bayar pula, Lah uang pajak khusus kendaraan itu kemana, di makan gayus ya padahal gayus cuma makan  pajak dari perusahaan2 besar bukan pajak kendaraan.

Jogja, memang selalu Istimewa...

16 Juli 2017

PERPU NO. 2 TAHUN 2017 LEBIH LEBIH KEJAM DARI PENJAJAH BELANDA, ORLA DAN ORBA

Oleh Yusril Ihza Mahendra

Masih banyak warga masyarakat dan bahkan pimpinan Ormas Islam yang gembira dengan terbitnya Perpu No 2 Tahun 2017. Mereka mengira Perpu ini adalah Perpu tentang Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia.

Padahal Perpu No. 2 Tahun 2017 ini adalah Perpu tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang isinya norma atau aturan tentang berbagai hal tentang organisasi kemasyarakatan. Perpu ini berlaku umum terhadap ormas apun juga di negara kita ini.

Perpu No. 2 Tahun 2017 ini memberikan peluang seluas-luasnya kepada Pemerintah, khususnya Mendagri dan Menkumham untuk menilai apakah suatu ormas itu antara lain "menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila" sebagaimana diatur dalam Pasal 59 ayat (4) huruf c Perpu ini.

Terhadap ormas yang melanggar pasal di atas dijatuhi sanksi administratif dan/atau sanksi pidana. Jadi bisa dikenakan salah satu atau kedua-duanya. Sanksi administratif bagi ormas berbadan hukum yang terdaftar di Kemenhumkam sebagaimana diatur dalam Pasal 61 ayat (1) Perpu ini adalah "pencabutan status badan hukum" oleh Menkumham. Pencabutan status badan hukum tersebut, menurut Pasal 80A Perpu ini sekaligus disertai dengan pernyataan pembubaran ormas tersebut.

Semua proses di atas berlangsung cukup dilakukan oleh Menkumham, baik sendiri ataupun meninta pendapat pihak lain. Tetapi proses pembubaran ormas tersebut dilakukan Menkumham tanpa proses pengadilan. Inilah esensi perbedaan isi Perpu ini dengan UU No. 17 Tahun 2013, yang mewajibkan Menkumham untuk lebih dulu meminta persetujuan pengadilan jika ingin membubarkan ormas. Ormas yang akan dibubarkan itu berhak untuk membela diri di pengadilan.

Dengan Perpu yang baru ini, Menhumkam dapat membubarkan ormas semaunya sendiri. Ini adalah ciri pemerintahan otoriter. Dalam praktiknya nanti, Presiden bisa secara diam-diam memerintahkan Menkumham untuk membubarkan ormas, tanpa Menkumham bisa menolak kemauan Presiden.

Selain sanksi administratif seperti di atas,  diberi sanksi pidana dapat dikenakan kepada "setiap orang yang menjadi anggota dan/atau pengurus Ormas yang dengan sengaja dan secara langsung atau tidak langsung menganut faham yang bertentangan dengan Pancasila dan melanggar ketentuan Pasal 59 ayat (4) tadi dapat "dipidana seumur hidup atau pidana penjara penjara paling singkat 5 (lima tahun) dan paling lama 20 (dua puluh) tahun" dan dapat pula dikenai dengan pidana tambahan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ini diatur dalam Pasal 82A ayat (2) dan ayat (3). Ketentuan seperti ini sebelumnya tidak ada dalam UU No. 17 Tahun 2014 tentang Ormas.

Jadi kalau ormas itu punya anggota 1 juta orang, maka karena organisasinya dianggap bertentangan dengan Pancasila dan melanggar ketentuan Pasal 59 ayat (4) Perpu ini, maka 1 juta orang itu semuanya bisa dipenjara seumur hidup atau paling minimal penjara 5 tahun dan maksimal 20 tahun. Ketentuan seperti ini sepanjang sejarah hukum di negeri kita sejak zaman penjajahan Belanda sampai zaman Orla, Orba dan Reformasi belum pernah ada, kecuali di zaman Presiden Jokowi ini.

Terhadap parpol yang dibubarkan di zaman Orla seperti Masyumi dan PSI, atau PKI yang dibubarkan di awal zaman Orba, ketentuan untuk memenjarakan semua anggota parpol yang bertentangan dengan dasar negara Pancasila itu, tidak pernah ada. Kalau kepada partai yang dibubarkan saja, anggota-anggotanya tidak otomatis dipidana, apalagi terhadap anggota ormas yang dibubarkan di zaman Orla dan Orba.

Karena itulah saya mengingatkan ormas-ormas Islam yang sangat antusias dengan lahirnya Perpu ini, karena mengira Perpu ini adalah Perpu pembubaran HTI atau ormas-ormas Islam "radikal" agar hati-hati dalam mengambil sikap. Sebab, dengan Perpu ini, ormas manapun yang dibidik, bisa saja diciptakan opini negatif, lantas kemudian diberi stigma sebagai ormas "anti Pancasila" untuk kemudian secara sepihak dibubarkan oleh Pemerintah.

Ormas-ormas Islam dan juga ormas-ormas lain, termasuk yayasan dan LSM, justru harus bersatu melawan kehadiran Perpu yang bersifat otoriter ini, tentu dengan tetap menggunakan cara-cara yang sah dan konstitusional. Kepada partai-partai politik yang punya wakil di DPR, saya berharap mereka akan bersikap kritis terhadap Perpu ini. Telaah dengan mendalam isi beserta implikasi-implikasinya jika Perpu ini disahkan DPR menjadi undang-undang.

Belitung, 14 Juli 2017.

Ketika Hambatan dan Tantangan Dakwah Semakin Berat

Ustadz Budi Azhari LC:

Ketika hambatan dan tantangan dakwah semakin berat, insya Allah itu pertanda kemenangan Islam akan segera tiba. Bersabarlah wahai saudara kami Hizbut Tahrir Indonesia yang telah Allah pilih untuk diuji. Kami bersama kalian dan tidak akan pernah meninggalkan sedikitpun. Terimakasih telah mendakwahkan perkara khilafah yang diwajibkan Allah dan RasulNya.

Sungguh kami pun rindu kehidupan Islam. Rindu syariat Islam diterapkan secara menyeluruh, rindu melihat berbagai kebaikan yang ditebarkan baik pada muslim maupun non muslim.

Dan kini mata kami terbuka dengan semua realita yang ada, bahwa memang hanya Islam yang akan memberikan kebaikan dan keberkahan.

Ya Allah ampunilah kami yang pernah mengabaikan perkara khilafah ini.
Ya Allah kini saudara kami, HTI bersama ulama dan aktivis lainnya sedang didzalimi.

Kami serahkan semua keputusan padaMu.

Mungkin inilah waktunya memang, kemenangan Islam akan segera datang. Kami yakin ya Allah.

Ampunilah, sebab kami hanya kuasa untuk berdoa dan menggalang dukungan.

Dan Ya Allah siapapun yang berniat buruk pada hamba-hambaMu, maka hancurkanlah di dunia dan siksalah kelak di akhirat.

Sungguh kami yakin akan janjiMu dan RasulMu ya Allah.

"...Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam” (Musnad Imam Ahmad, hadits no.17680, juga musnad al Bazzar no. 2796)

MENUJU MASA TUA

*1. Sisa umur ini pendek,*
'Selagi selera,.. makanlah
'Selagi layak,.. pakailah
'Selagi manfaat,.. belilah
'Selagi bisa,.. berbagilah
'Silaturahmi,.. lakukanlah
*Nikmati hidup apa adanya.*

*2.* Dulu kita berusaha, untuk memiliki. Kini saatnya untuk melepas, harta, tahta, anak, istri/suami karena semua akan kembali kepadaNYA. *Bahagia itu terletak pada keikhlasan.*

*3.* Sehari berlalu, umur berkurang, berbuat baiklah.. karena.., *kita tidak tahu kapan akan dipanggil.*

*4.* Hidup ini sangat singkat dalam sekejap kita mulai tua dan *pasti masuk pusara..*

*5.* Jangan lihat keatas, karena.. kita akan merasa selalu kurang, lihat kebawah kita akan merasa cukup dan mensyukuri yang kita punya.. *Jadi Bersyukurlah..*

*6.* Yang kita lakukan  sekarang adalah berusaha berbuat baik pada siapapun *Jangan iri dan menyakiti, latih diri dgn berbaik sangka , agar sehat lahir batin.*

*7.* Kasih orang tua tidak ada batas. Sadarlah, bila anak sakit, orang tua bagai teriris, bila orang tua sakit anak cuma tengok dan bertanya.
Anak-anak memakai uang orang tua seperti keharusan, tetapi orang tua memakai uang anak pasti rikuh.. itulah Orang Tua *Cukupilah diri sendiri jangan berharap pemberian anak.*

*8.* Rumah orang tua adalah rumah anak, tetapi rumah anak bukanlah rumah orang tua. *Sadarilah.*

*9.* Orang tua selalu mendoakan anak, tapi anak jarang  mendoakan orang tua. Maka *Bekali kubur kita dengan amal yang banyak, jangan bergantung pada doa anak.*

*10.* Kebaikan dan keburukan sebagai ujian dan tidak akan berakhir sampai kita mati. *Sikapi dengan banyak syukur dan selalu sabar.*                                                                                                                                                                                 Kalau anak anak sudah berkeluarga dan meninggalkan kita, giliran kita untuk kembali memikirkan diri kita sendiri...

*Renungan Menjelang Tua . . .*

*Bila kita tua* ...
Luangkan waktu bersama pasangan.. karena salah seorang dari kita akan pergi lebih dahulu dan yang masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan yang indah.

*Bila kita tua* ...
Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah, sementara jika sekarang masih berkemampuan, jalan2 lah kebeberapa banyak tempat dg tujuan untuk mengingat
kan kita tentang kebesaran Allah, untuk mengagumi keindahan ciptaan NYA.
*Yaitu..., dengan tanda syukur..  dengan memperbaiki  ibadah kita..*

*Bila kita tua* ...
Jangan susahkan  diri *memikirkan anak2 secara berlebihan*.
Mereka akan mampu berusaha sendiri.
Cuma tentukan hutang anda Lunas sebelum meninggal dunia supaya mereka tidak menanggung beban yang anda tinggalkan.

*Bila kita tua* ...
Luangkan waktu  bersama rekan2 lama karena peluang untuk bersama itu akan berkurang dari waktu ke waktu.

*Bila kita tua* ...
Terimalah penyakit apa adanya.  Karena Semua sama,  kaya atau miskin akan melalui proses yang sama, yaitu: lahir bayi, kanak2, dewasa, tua, sakit & mati

*Kata2 nasihat* ...
"Cari teman yang seperti cermin, jika kita gembira dia gembira, jika kita sedih dia ikut sedih.
Yang selalu mengajak kita pada kebaikan dan yang mengingatkan kita     hidup di akhirat nanti..

Selamat menikmati Masa Tua dengan Bahagia .....

15 Juli 2017

Rapat Pengukuhan Bunda PAUD Tingkat Desa

Rabu, 12 Juli 217
Di aula Dikbud kabTegal

Acara:
1. Pembukaan
2. Lagu Indonesia Raya
3. Sambutan2:

a. Kepala UPTD dikbud kab Tegal (diwakili oleh sekretarisnya)
Man jadda wa jada, siapa yg bersemangat pasti ada solusi
Komunikasi yg baik itu lebih segalanya.

Mudah-mudahan Bunda Paud yg akan datang akan lebih baik lagi.

b. Sambutan Bunda Paud, Ibu Nurlaela:
Dg terealisasinya bunda paud desa, akan menunjang penyelenggaraan paud.

Diharapkan semua elemen bisa mendobrak kemajuan paud, bisa melayani paud menjadi lebih baik. Yang penting ada keikhlasan, sebab tanpa keikhlasan tidak akan berjalan dengan baik.

c. Sambutan kabid paudni, Bp. Agus Sugiono:
Istilah Bunda Paud adalah predikat yg diberikan kepada kepala pemerintahan. Jika presiden, maka Ibu/istri presiden, jika gubernur, maka bunda paudnya Bu Gubernur.
Krisis karakter, masalah yg tengah kita hadapi bangsa ini. Penuh etika, itu Indonesia, yg seharusnya.

Bunda paud yg menaungi anak usia dini, dari usia 0-6 tahun.
Kadang kita dg juragan aja gak mau salaman. Anak sekarang kalau mau keluar cuma good bye saja, gak pamitan, apalagi salaman.

Tujuan adanya bunda paud hanya itu, yaitu menumbuhkan karakter bangsa.
Dinas hanya alat saja untuk menaungi paud.
Budaya antri hingga kini tidak bisa tertib. Karena tidak sabar, sehingga tidak mau antri.
Untuk itu nanti ada pembinaan dari bunda paud.

Bonus demografi (pertambahan penduduk yg sangat luar biasa) akan terjadi, bahkan mungkin nanti bisa terpecah-pecah. Ini yg dikhawatirkan.

0-2 th usia TPA
2-4 th usia KB
4-6 th usia TK

Kab Tegal sudah punya bunda paud, yaitu bu Nurlaela. Kecamatan juga sudah punya bunda paud. Tinggal desa yg belum punya Bunda paud.
Kegiatan pos paud itu sama dg posyandu.

Satu desa satu bunda paud.
PKBM itu binaan kecamatan. Diharapkan semua aud usia 0-6 th bisa tertampung semua di pendidikan paud.

KabTegal belum menganggarkan Bunda paud.
Agar tahun ini sudah ada pengukuhan bunda paud.

Anggarannya ada Rp 92.561.000.
Konsumsinya ada 26 jutaan dari kab, dibagi 18 kecamatan yg merupakan subsidi dari dinas
66jt untuk slempang.
287 desa/kelurahan berarti harus ada 287 slempang dan pin. Berarti perdesa menanggung 230rb untuk slempang plus pin (dibebankan desa), swadaya desa.

Untuk kegiatan pengukuhan bunda paud pada tanggal 19 Juli 2017, biar BOP segera cair di awal Agustus. BOP tahun ini naik 100%, untuk kelompok bermain dan TK.
Syarat cair: jumlah siswa tidak kurang dari 12 anak, dan sudah masuk dapodik. Persiswa 600rb.

Bunda paud yg dikukuhkan pertama kali adalah di desa Kramat, terdiri dari: Kramat, Suradadi, Tarub dijadikan 1 pada tanggal 19-7-2017. 

Kedua tgl 20-7-2017: desa Pangkah, jatinegara, kedungbanteng. Tempatnya di Pangkah.

Ketiga tgl 22-7-2017: adiwerna, dukuhturi, Talang. Tempatnya di adiwerna.

Keempat tgl 24-7-2017: Slawi, dukuhwaru, lebaksiu. Tempatnya di slaw.

Kelima tgl 25-7-2016: margasari, balapulang, pagerbarang. Tempatnya di balapulang.

Keenam tgl 26-7-2017: bumijawa, bojong. Tempatnya di bumijawa.

Masa bakti bunda paud sesuai masa jabatannya, atas nama pemerintahan, sbg inventaris desa.

Besok pagi harus sudah ada laporannya, kalau bisa langsung diadakan slempangnya. Anggaran bisa mengambil dari kas PKK dulu. Perkawedanan bisa kumpul untuk rembugan.

Keputusannya:
- semua desa mendapatkan slempang
- pelaksanaan tanggal tersebut di atas
- Teknik pelaksanaan seperti tersebut di atas

PENYEBAB SAKIT

Seorang Profesor di Jepang melakukan Riset yang Mengejutkan:

1.  Maag bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan, tapi justru lebih didominasi karena *stress*

2. *Hypertensi* bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan yang asin, tapi lebih dominan karena kesalahan dalam me manage *emosi*.

3.  *Kolesterol* bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa *malas berlebih* yang lebih dominan menimbun lemak.

4. *Asthma* bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, tapi sering merasa *sedih* yang membuat kerja paru-paru tidak stabil.

5.  *Diabetes* bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, tapi sikap *egois dan keras kepala* yang mengganggu fungsi pankreas.

6.  Penyakit *liver* bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat *suudzon* kepada orang lain yang justru merusak hati kita.

7. *Jantung koroner* bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi *jarang sedekah* membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil.

Faktor penyebab penyakit adalah karena masalah 

- *Spiritual* 50%  
- *Psikis*     25%  
- *Sosial*    15%  
- *Fisik*     10%  

Jadi kalau kita ingin selalu sehat,  perbaiki diri kita,  pikiran kita,  terutama hati kita dari segala jenis penyakit  hati : hasad,  hasud,  iri,  dengki,  pendendam,  fitnah,  ghibah,  riya,  ujub,  benci, amarah terpendam, sombong, pelit, su'udzon, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya.

Perbanyak istighfar dan mudah memaafkan.
Lembutkan hati dan ikhlas kan yang sudah terjadi.
Banyak bersyukur dan nikmati kebahagiaan sekecil apapun.
Jalin persaudaraan yang mengajak dan selalu mengingatkan dalam kebaikan.

Serap ilmu dari arah mana saja.
Dari kawan maupun lawan.

Karena seringkali ada ibrah tersembunyi dari kejadian yang menimpa orang-orang di sekitar kita.

Semoga Bermanfa'at

*Tebar Aura Positif*
*Serap Aura Positif*

13 Juli 2017

Yang Harus Dilakukan pada Kegiatan MOM (Masa Orientasi Murid) untuk Peserta Didik TK

Untuk  Pengelola PAUD, silahkan dibaca dan dishare dari FB-nya bunda Nina Herlina *Pengawas TK di Sukabumi* :

Yang harus dilakukan pada kegiatan *MOM  ( Masa Orientasi Murid) untuk Peserta Didik TK ( versi Pengawas TK)*

1. Siapkan Perencanaan kegiatan MOM yg akan dilakukan selama 1 minggu.

2.siapkan ID tanda pengenal untuk anak baik Kelompok A maupun Kelompok B yg berbeda, berupa kalung dengan hiasan yg menarik sekaligus untuk masing2 Guru.

3. Siapakan *Ice Breaker* yg dapat menarik perhatian anak, supaya anak fokus dan tdk selalu ingin dekat dengan ibunya.

4. Pertama masuk sekolah ketika bel berbunyi, semua anak dikumpulkan dihalaman kelas, berdiri sesuai tanda pengenal masing2 kelas. Berilah anak ice breaker berupa permainan tepuk, bernyanyi, tebak gerakan. dll. Sebaiknya dipimpin oleh *Kepala TK*.

5. Setelah anak terkondisikan dengan baik, Kepala TK  memperkenalkan masing2 Guru yg ada di sekolahnya, dengan disampaikan pula kelebihan Guru2nya.
Apa guru itu pintar bercerita, apa pintar menyanyi, apa sabar, dll.

6. Sebelum masuk kelas, Kepala TK memberikan penguatan kepada anak2, siapa yg berani masuk kelas tanpa ditemani sama mamahnya...

7. Materi MOM, antara lain:

* ) Hari pertama memperkenalkan nama guru dan teman2nya, ditambah memberikan lagu *Kawan Baru*.

*) Hari ke - 2 memperkenalkan barang2 yg ada di dalam kelas.
Seperti meja, kursi, papan tulis. Alat peraga edukatif, dll. Ditambah dgn cerita yg menarik buat anak.

") Hari ke - 3, memperkenalkan Alat2 permainan di dalam maupun diluar kelas/ruang,  sekaligus cara / aturan bermainnya.

*) Hari ke - 4 memperkenalkan ruangan2 yg ada disekolah. ( ruangan belajar, ruang kantor, ruang PSB, ruang UKS, dapur, kamar mandi, dll.

*) Hari ke - 5. toilet training.

*) Hari ke - 6. menyusun peraturan kelas bersama anak2 dan disepakati aturan yg disusun..

Kegiatan MOM. hari ke 1 & 2 bisa dimulai pukul.07.30' s.d. 9.00.

Hari ke 3 & 4. mulai pukul.07.30.s.d. 10.00.

Hari ke 5 & 6.mulai pukul.07.30.-s.d.10.30.

NB:
Bagi TK/RA binaan yg belum merencanakan.
Mudah2an tulisan ini bisa bermanfaat terimaksih. 🤗😊

Cabe Pun Bisa Dimasukin Itu

Aneka Kreasi Finger Painting

Apa Kabarmu Pagi Ini, Saudaraku?

♥Jabir bin Abdillah pernah bertanya: Apa kabar pagi ini ya Rasulullah?
Rasul menjawab: Baik, dari seseorang yg pagi ini tidak puasa dan tidak menjenguk yg sakit.

♥Abu Bakar ditanya: Apa kabarmu pagi ini?
Dia menjawab: Pagi ini aku hamba yg rendah di hadapan Robb yg agung, menjalankan perintah Nya.

♥Ali ditanya: Apa kabarmu pagi ini?
Dia menjawab: Pagi ini aku lemah dan berdosa, memakan rizkiku dan menanti ajalku.

♥Aisyah ditanya: Apa kabarmu pagi ini?
Dia menjawab: Sholehah, alhamdulillah.

♥Umar berkata kepada Hudzaifah: Apa kabarmu pagi ini?
Hudzaifah menjawab: Pagi ini aku mencintai fitnah dan membenci kebenaran.
Umar bertanya: Apa ini?
Hudzaifah: Aku mencintai anakku dan membenci kematian

♥Ali bin Abi Thalib suatu Sabtu bertemu Salman Al Farisi dan bertanya: Apa kabarmu pagi ini, Abu Abdillah?
Salman menjawab: Pagi ini wahai amirul mu'minin, aku dalam empat kegundahan.
Ali bertanya: Apa itu wahai Abu Abdillah?
Salman berkata:
- Kegundahan keluarga yg menuntut roti dan syahwat
- Sang Pencipta yg menuntut ketaatan
- Syetan yg memerintahkan maksiat
- Malaikat maut yg meminta ruh

Begitulah masa generasi terbaik. Saling menyapa di pagi hari. Untuk memupuk rasa peduli. Agar keberkahan selalu membersamai.

Dan lihatlah jawaban mereka yg tdk biasa. Tak hanya berkata baik, tapi mengungkap rasa. Tentang jiwa yg tak selalu sama. Di setiap paginya.

Karena hari-hari mereka memandangi akhirat. Bukan sekadar dunia yg akan segera lewat.

Karena mereka tahu saudaranya yg sedang bertanya tentang kabar mereka, benar-benar sedang ingin tahu keadaan mereka. Bukan pemanis bibir yg direka.

Maka dengan tulus, pun saya bertanya. Utk semua saudaraku:
Apa Kabarmu Pagi Ini, Saudaraku?

(Ust. Budi Ashari)

Cara Melacak Lokasi dengan No HP

12 Juli 2017

Cara Mengetahui Password Wifi Orang Lain

Cara Bikin AC dari Kipas Angin

hidayah

Ulumul Hadits Ilmu Ilmu yang Berkaitan Dengan Hadits Disc 2

Huru Hara Akhir Zaman Juli 2015 Disc 2 Ust Zulki

Ulumul Hadits Ilmu Ilmu yang Berkaitan Dengan Hadits Disc 1

Bikin Bunga Tulip dari Kertas

Dongeng Kak Tedi

Lagu Wajib Pertama Masuk Sekolah

Cara Mencuci Tangan

Kreasi Menganyam & Mencap

09 Juli 2017

Tari Assalamu'alaikum - TK

Lomba Gerak & Lagu 5

Lomba Gerak & Lagu 3

Lomba Gerak & Lagu 2

Lomba Gerak

Lomba Gerak & Lagu 2

Asah Kecerdasan Anak dengan Mendongeng

Mendongeng merupakan cara termudah dan termurah dalam menstimulasi tumbuh kembang anak. Dengan mendongeng, banyak manfaat yang dapat diterima oleh anak-anak, pendongeng itu sendiri, orangtua maupun guru. Disamping itu, mendongeng dapat mengasah kecerdasan anak. Mendongeng merupakan bentuk kegiatan sederhana yang efektif untuk menstimulasi beberapa aspek kecerdasan anak terutama saat usia dini.

Saat kita mendongeng cukup dilakukan 10 hingga 15 menit walau persiapan sebagai pendongeng lebih lama. Sebelum mendongeng perlu melakukan latihan sebagai bagian tanggungjawab. Paling tidak, pendongeng harus memiliki dua karakter suara yang sederhana yakni suara besar dan kecil. Kemudian mampu mengekspresikan karakter yang dibawakan melalui tokoh yang diceritakan dan harus menguasai bahan cerita itu sendiri.

Dokter Spesialis Anak yang juga Konsultan Tumbuh Kembang Anak, dr. Ahmad Suryawan SpA(K) mengatakan : "peran stimulasi dan nutrisi sangat penting dalam masa periode emas anak-anak". Karena ini hanya terjadi satu kali di masa kehidupan anak dan sangat menentukan perkembangan fisik serta tingkat kecerdasannya di masa dewasa.

Nutrisi yang ditegaskan dr. Ahmad, merupakan bagian yang sangat penting. Dan pemberian stimulasi dengan mendongeng yang dilengkapi nutrisi baik serta seimbang akan mempengaruhi perkembangan otak anak sebelum usia 6 tahun.

Perkembangan otak anak, bisa distimulasi saat anak disusui ibunya selama 6 bulan sejak lahir. Karena saat ibu menyusui, secara naluriah si bayi akan mendengar, menatap dan melihat ibunya. Dimana saat anak usia 0 bulan struktur otak mencapai 25%. Ketika anak usia 2 tahun, struktur otak menjadi 80% dan di usia 6 tahun menjadi 95%.

Implikasi masa otak sangat reaktif terhadap rangsangan dari luar baik positif maupun negatif. Jadi satu-satunya waktu terbanyak memberi stimulasi adalah sebelum anak usia 6 tahun sehingga apabila anak mengalami gangguan masih bisa diperbaiki. Jika kekurangan nutrisi, saat anak usia dini akan berdampak negatif dan meningkatkan risiko terhambatnya perkembangan otak maupun fisik yang bersifat permanen.

Salah satu contoh nutrisi yang diperlukan oleh tumbuh kembang anak usia dini adalah protein, mineral, vitamin dan karbohidrat sebagai energi untuk tubuh maupun otaknya dalam mengenal lingkungannya dan berkegiatan. Sementara itu, mendongeng sebagai nutrisi pendorong keterampilan orangtua kepada anak-anaknya diutamakan sebelum tidur untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak terutama pada usia 0-6 tahun.

Pada kenyataannya, saat ini mendongeng sudah mulai ditinggalkan orangtua yang digantikan dengan tontonan di televisi parahnya tanpa pendampingan orangtua. Diharapkan orangtua untuk memberikan apresiasi pada setiap momen kecerdasan yang ditunjukkan oleh si kecil, salah satunya dengan cara mendongeng tersebut. Untuk mengoptimalkan stimulasi pada anak yang dilakukan lewat mendongeng, sangat berperan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan (intelektualitas) anak kelak.

(Sumber : Meity H. Idris)

06 Juli 2017

KAMPANYE IMUNISASI MEASLES – RUBELLA (IMUNISASI MR)

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua... 🙏🏻🙏🏻

Tahukah semuanya 😉😉… ADA  APA DI BULAN AGUSTUS – SEPTEMBER 2017.? 🤔🤔🤔

Ayooo siapa yg sdh tauuu...?? 😁😁☺😊

Yaituu... 🤗🤗🤗🤗

KAMPANYE IMUNISASI MEASLES – RUBELLA (IMUNISASI MR) 😎😎😎

Apa Itu Kampanye Imunisasi MR.?🤔🤔

Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. 🎉🎊

Campak & Rubella berbahayakah.?🤔🤔

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.😪😪

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. 🤒🤕😷

Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus.👏👏👏

Siapa aja yang beruntung mendapatkan imunisasi kampanye MR.? 🤔🤔

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan usia kurang dari 15 tahun selama kampanye Imunisasi MR bulan Agustus – September 2017.

Dimanakah bisa mendapatkan Kampanye Imunisasi MR.? 🤔🤔

BULAN AGUSTUS : Imunisasi MR diberikan untuk Anak Usia Sekolah 7 tahun s.d <15 tahun (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat) di semua Sekolah, sedangkan kalau ada yang berusia 15 tahun sudah bersekolah di SMU/sederajat harus juga yaa diberikan imunisasi MR(nanti bisa ke Puskesmas atau bisa juga ke Posyandu).

BULAN SEPTEMBER : Imunisasi MR diberikan untuk Bayi Usia 9 bulan s.d anak usia <7 tahun dilaksanakan di Posyandu, Puskesmas dan Sarana/Pos Pelayanan Imunisasi lainnya.

Ayo, lindungi buah hati
Anda dari kesakitan,
kecacatan, dan kematian
karena penyakit Campak
dan Rubella... 😉😉😉😍😘😍

Cegah penyakit Campak
dan Rubella dengan Imunisasi... 🖐🖐🖐

Sayangi buah hati Anda
dengan Imunisasi
Campak-Rubella (MR)... 👦👧👨‍👩‍👧‍👦

GRATiiiiiiiiiiiiiiSSSSS lhooo.....😁😁👏🏻👏🏻

Kegiatan ini merupakan program pemerintah untuk menyehatkan Anak – anak Indonesia dari penyakit Campak dan Rubella...

Kontak kami :

Seksi Surveilans dan Imunisasi
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)
Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal

05 Juli 2017

Antri di Loket Tilang

Kamis, 06 Juli 2017, pukul 07.00 WIB

Seperti ini diriku di sini, menunggu waktu namaku dipanggil. Ini kali pertama aku berada di sini, di kantor Kejaksaan Negeri Slawi. Aku harus disidang, kata polwan yang menilangku waktu itu. Meski sekarang faktanya berbeda, tidak ada sidang-sidangan. Penggunaan bahasa pada kata "sidang" menurutku sangat berlebihan, dan itu cukup membuat takut orang yang kena tilang. Padahal hanya cukup ngantri dan nunggu dipanggil, dari nomor urut 1-10, 10-20, dan seterusnya untuk mengambil miliknya kembali. 

Nomor urutku 26, jadi tidak terlalu lama menunggu dipanggil untuk mengambil STNK-ku kembali.

Aku tak sendiri. Aku bersama warga lain pun sudah mengantri sejak pagi, bahkan aku sendiri berangkat dari rumah pukul 06.30 WIB. Hebat kan? Di saat teman-temanku sedang santai di rumah atau pun bersenang-senang menikmati liburan, aku sudah berada di sini, menanti panggilan, bak layaknya berada di penampungan, duduk suka-suka di bawah, di pinggiran kantor, di samping loket tilang. Kedengarannya lucu, tapi inilah yang terjadi. Jangan tertawa ya temans, tertawa karena mengasihaniku, hehe... biar aku tak tersinggung.

Sebulan yang lalu aku ditilang di depan SMK YPE Slawi, pukul 07.30 WIB, gara-gara SIM-ku ternyata sudah kadaluarsa. Hufftt...! Ini pelajaran buatku, karena tak pernah ngecek SIM, masih aktif atau tidak. Teman-teman jangan sepertiku yah? Hehe..

Tapi jangan khawatir, sebab aku sudah bikin SIM baru lagi. Meski habis 500 ribu, tapi langsung jadi pada hari itu juga. Alhamdulillah...

Nomor 21-30 dipanggil. Aku pun segera beranjak dari tempat dudukku. Kusodorkan kupon nomor urutku kepada petugas. Setelah membayar 80 ribu, STNK-ku pun dikembalikan. Alhamdulillah, masih ada kembalian 20 ribu. Lumayan, bisa untuk beli bensin, hehe ....


Pengalamanku Saat Pemeriksaan IVA


Rabu, 05 Juli 2017

Tahu tidak, rasaku saat ini? Saat mengantri di puskesmas Dukuhwaru hendak mengikuti pemeriksaan IVA, karena didesak rasa penasaranku seperti apa nantinya. Dag dig dug, menggemuruh tiada henti. Semoga segera terhenti setelah namaku dipanggil nyaring oleh suara petugas.

Hari ini Puskesmas Dukuhwaru menggelar acara Pemeriksaan IVA secara gratis dalam rangka memperingati HUT IBI yang ke-66 tahun.

Cukup lama aku dan Umi Chulsum menunggu dipanggil. Hampir mau satu jam. Sambil menunggu, kuambil gambar suasana di Puskesmas yang cukup ramai. Suaranya berisik, tapi kunikmati saja.

Sedang asik-asiknya jeprat-jepret, terdengar namaku dipanggil dengan suara nyaring, suara perempuan, seorang bidan. Dengan gugup ku segera beranjak dari tempat dudukku. Kukira suara dag dig dug yang sedari tadi menghentak-hentak di dada akan segera berhenti, tapi ternyata tidak. Duh Gusti .... Tenangkan hatiku, ya Allah... Begitu doaku sepanjang waktu.

Kumasuki kamar pemeriksaan. Ada 3 bidan di sana yang siap "mengeksekusiku". Bu Titin, nama bidan yang kukenal, karena dia adalah saudaraku dari jalur ibuku, segera menyuruhku naik ke "singgasana". Melihat bentuk tempat duduk yang tinggi disertai dua "sayap" tempat kakiku harus diletakkan, serasa aku mau dieksekusi olehnya. Sebelum naik, aku disuruh membuka celana dalamku. Ya Allah, aku mau diapain???

"Malu Bu Titin ..." Jawabku ragu.
"Gak pa-pa Mbak ... Tenang saja..."
Akhirnya aku menyerah. Kuturuti saja permintaannya. Lalu aku pun segera naik ke "pelaminan".
Saat kakiku disuruh diangkat dan diletakkan pada kedua "sayap" kursi, dengan rasa malu kuangkat kakiku dengan pasrah. 

"Astaghfirullah ..." ucapku tiada henti. Aku malu sekali milikku dilihat oleh orang lain. Bertahun-tahun tak ada yang berani melihat punyaku, kini ada seorang wanita yang tanpa jijik sedikitpun menyaksikan di dalamnya. Astaghfirullah ... Ampuni aku Gusti ...

Saat aku disuruh untuk lebih membuka lagi, aku semakin malu, tapi apa daya?? Aku sudah terlanjur ada di sini ... Bismillah, ucap Bu Titin sembari memasang sebuah alat. Entah alat apa namanya. Aku tak berani menatap alat itu. Aku hanya berani menatap langit-langit yang sedang menyaksikanku.

"Tenang aja Mbak, gak usah tegang.. Kalau tegang nanti malah terasa sakit," kata Bu Titin. Aku pun berusaha sebisa mungkin untuk rileks. Serasa digigit semut, cetittt.... Aku hanya bisa mengucap istighfar berkali-kali. Aku benar-benar pasrah.

"Mbak suka keputihan yah? Aku bersihin sekalian ya Mbak?" tanya Bu Titin.
"Iya Bu ... Biasanya muncul kalau lagi capek dan stres banget," jawabku.
Cukup lama milikku diubek-ubek olehnya. Astaghfirullah ....

Tiba-tiba Bu Titin memanggil partnernya, bidan satunya, Bu Indah namanya. Beliau kebetulan wali muridku juga yang kukenal.

"Tolong fotoin ini ..." perintah Bu Titin.
"Astaghfirullah! Jangan difoto Bu ... Malu ..." seruku spontan.
"Gak pa-pa Mi... Ini untuk laporan saja, jika ada pasien yang bermasalah..." jawab Bu Indah.
Aku pun semakin memperbanyak istighfar. Duh Gusti .... Ampuni Hamba... batinku, serasa ingin menangis saja. Aku pun pasrah saja. Mau lari juga gak mungkin ...

Selesai dibersihkan, alat itu pun segera diambil lagi. Plong banget rasanya. Lalu Bu Indah menunjukkan gambar milikku saat masih kotor dan setelah dibersihkan.
"Hiiiiiiii..." seruku jijik. Aneh, padahal itu milikku sendiri, tapi jijik ngeliatnya. Makanya aku tak berani lihat lama-lama.

Setelah keluar dari ruangan, aku serasa ada di dunia lain, sampai bingung nyari-nyari di mana Umi Chulsum. Aku diberinya obat, supaya keputihanku segera sembuh. Alhamdulillah ... Aku sudah keluar dari ruangan "eksekusi". Setelah menemukan Umi Chulsum, aku pun segera menuju Ruang Obat. Sambil menunggu giliran dipanggil, aku masih membayangkan kejadian tadi. Aku juga membayangkan, saat Bu Titin melihat aurat-aurat kaum hawa dan "mengeksekusinya". Aku bakal malu nanti jika ketemu Bu Titin dan Bu Indah, pikirku ... Ah, sudahlah, sama-sama perempuan ini ...

Temans, itulah pengalamanku saat mengikuti pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Mungkin kalau aku gak keputihan, aku gak bakalan memberanikan diri ke sini. Aku hanya teringat Jupe, dan tidak ingin seperti dia yang meninggal karena menderita kanker serviks. Setidaknya, aku jadi tahu kondisiku dan bersyukur, sebab kata Bu Indah aku masih sehat, hanya keputihan ringan saja. Alhamdulillah ....

 

Tips Mengatasi HP Lemot Gara-Gara Group WA

*Buat yg HP nya berat karena banyak  tergabung  di grup WA nih tips buat ringanin nya 👇*

*TIPS SINGKAT SUPAYA HP TIDAK LEMOT KARENA WA GROUP*

Tips HP tidak hang dan lelet tanpa delete/clear chat adalah:

*1. Buka WA*
*2. Masuk ke setelan*
*3. Pilih "Penggunaan data"*
*4. Pilih "Penggunaan jaringan"*, kelihatan berapa Kb yang terpakai
*5. Pilih  "Atur Ulang Statistik",* paling bawah.

*JREENG ..*
Langsung semua jadi 0 Kb,
terasa lebih cepat lg.

Tak ada data yg hilang.

PERLU DICOBA..... 😉
*Jangan keluar / leave group krna hp lemot,...Monggo Buktikan!!
SEMOGA BERMANFAAT..*

Senam Anak Indonesia Versi Dewasa

02 Juli 2017

Jangan Sepelekan Kesemutan

Usianya 55 thn lebih, berat badan lumayan over lah atau agak gemuk terutama perutnya kelihatan buncit. Ia orangnya ceria, suka becanda, banyak menolong teman juga. Sering Nraktir teman2nya di SMAN .

Tadi pagi setelah bangun tidur ia melakukan aktifitas biasa di rumahnya di Cikarang Bekasi.
Mandi, sarapan, pamit kepada istri untuk pergi ke kantor nya di Krawang.

Ketika melangkahkan kaki sebenarnya sudah tidak merasa enak ..kakinya agak kaku dan miring jalannya..
Ah, biasanya asam urat kambuh...
Tapi diingat-ingat sudah sebulan ini tidak makan yang bersantan Spt Soto Betawi atau Coto Makassar ataupun berkolesterol spt makanan Nasi Padang..
Rasa tidak enak di kaki pun tidak ia indahkan.
Tetap ia berjalan menuju kantor, walau kaki tidak terasa enak.
Biasanya hanya kaki kiri tapi kali ini dua-duanya terasa sakit termasuk kaki kanannya.

Ia ke kantor naik mobil manual dan dia nyopir sendiri, biasa jalanan macet.

Ketika sedang nyopir.. keringat mulai berkucuran, padahal AC mobil cukup dingin..
Apalagi semalam habis hujan deras..

Teman saya jadi gelisah.
Apakah ini gejala stroke ?
Apakah ini tanda-tanda serangan jantung ?

Gelisah mulai merayap dihatinya.
Teman saya pun memutuskan belok ke Rumah Sakit Prima Medika terdekat.

Dengan berjalan agak susah, ia pun menuju UGD.
Ia menceritakan masalahnya.
Dokter dan perawat melakukan tindakan..
Tensi darah di cek,
Ambil darah untuk periksa laboratorium
22 menit kemudian hasil keluar,
Ternyata semuanya Normal.

Teman saya semakin gelisah,
Apakah dirinya di Santet ?!
Padahal ia merasa tidak punya musuh.
Keringat dingin mulai bercucuran.

Dokter melakukan pemeriksaan dengan teliti mulai dari :
Mata,
Telinga,
Mulut - Tenggorokan,
Jantung,
Perut,
Kandung kemih,
Lutut,
sampai ke Kaki.

Kemudian dia melihat Dokter berbisik-bisik sambil menunjuk ke arah kakinya.
Dirinya semakin deg-degan, kemudian Dokter itu menghampiri dan berbisik :

"Pak, penyakitnya sudah ditemukan. Bapak *PAKAI SEPATUNYA TERBALIK*. Jadi bapak bisa pulang..."

Ternyata umur 55 thn  penyakitnya adalah mulai pikun...
Pakai sepatu kebalik..

Obatnya  mudah ...adalah sering Ber WA ria. di Grup WA ini. agar tdk cepat pikun......serius banget bacanya 😀😀😀...

SIAPAKAH YANG MENDAPATKAN KEUTAMAAN LAYLATUL QODR?

Oleh :
Ustadz Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Kapan lailatul qodar?
Di 10 hari terakhir pada bulan ramadhan..

Seringnya terjadi di malam ganjil. Walaupun tidak menutup kemungkinan di malam genap.

Berapa lama rentang waktunya?
lailatul qadar terjadi sepanjang malam, sejak maghrib hingga subuh.
Allah ta’ala berfirman

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ . سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.
(QS. Al-Qadr: 3 – 5)

Karena lailatul qadar berada pada rentang dari maghrib sampai subuh, maka peristiwa apapun yang terjadi sepanjang rentang itu berarti terjadi pada lailatul qadar.

Sehingga :

1. Orang yang shalat maghrib di malam itu berarti dia shalat maghrib ketika lailatul qadar

2. Orang yang shalat isya di malam itu berarti dia shalat isya ketika lailatul qadar

3. Orang yang shalat tarawih di malam itu berarti dia shalat tarawih ketika lailatul qadar

4. Orang yang sholat sunnah apa saja dimalam itu berarti ia sholat sunnah dimalam lailatulqodar

5. Orang yang membaca Alqur’an dimalam itu maka ia berarti membaca Alqur’an dimalam lailatulqodar.

6. Orang yang sedekah atau wakaf di malam itu berarti dia sedekah atau wakaf ketika lailatul qadar

7. Dll

Sungguh Menakjubkan begitu besar kasih sayang Allah kepada kaum muslimin…

Beramal sekali tapi pahalanya SERIBU (1000) bulan setara dengan 83 tahun lebih

Berapa tahun umur anda ? Apa jika diberi umur 83th pasti bisa beramal selama rentang waktu sepanjang itu?

Rahmat Allah disini bukanlah hanya omong kosong belaka namun ini langsung Allah firmankan dalam Alqur’an surat Al Qodar..

Berfikirlah apa saja yang akan engkau siapkan untuk 10 hari terakhir itu.

-

Sumber : http://bbg-alilmu.com/archives/13667

*****

Cerita Tentang Pengasuh Kambing

Yang sering ngikutin ceramahnya ustadz Adi Hidayat pasti tau kisah yg beliau sampaikan di beberapa kajian tentang seorang pengasuh kambing di sebuah tempat di pelosok Jawa Tengah.
Beliau bercerita, ketika mengunjungi bapak yg bekerja merawat kambing ini, ust Adi menjumpai kambing2nya ditutupi gelas air mineral di moncongnya. Ditanya oleh ustadz kenapa mulut kambing itu diikat ditutupi begitu. Dijawab oleh si bapak bahwa kambing itu baru datang. Selama perjalanan membawa pulang ke rumah mulut kambing itu ditutup supaya tidak makan rumput dan daun yg bukan haknya di jalan.

Ma sya Allah..

Jawaban yg sangat menyentak ust Adi. Tadinya dikira kambing itu sakit ato ada kondisi lain. Ternyata alasan ditutupnya itu supaya ga makan daun di jalan yg bukan haknya. Padahal logikanya namanya kambing ya wajar kalo di pinggir jalan ada rumput atau semak yg bisa dimakan daunnya dia akan berhenti untuk makan.  Tapi bapak yg merawat kambing ini tidak berpikir seperti itu. Dia sedemikian ketatnya menjaga apa yg masuk ke dalam mulut kambing.

Seorang tukang merawat kambing, hidup sederhana di tempat pelosok, hidup dg uang 100rb sebulan, masih mikirin apa yg masuk ke perut kambingnya.

Bagaimana dg kita yg gajinya besar tapi tak mampu menjaga apa yg masuk ke mulut keluarga kita? #PLAK!

Keberkahan itu tak dilihat dari berapa besar uang yang bisa kita hasilkan. Tapi dilihat dari seberapa kuat kita menjaga ketaqwaan kita pada Robbal'alamin. Bisa jadi yg gajinya kecil tapi hidupnya bisa berkah dan tenang. Karena semuanya halal. Bener2 dijaga.

Tak ada larangan bagi muslim untuk menjadi kaya. Karena ada ibadah2 yg memang butuh harta utk mengerjakannya. Sedekah, zakat, qurban, umroh, haji. Namun memahami keberkahan itu bukan dari sudut pandang besar kecilnya harta yg kita punya. Yang gajinya ratusan juta dan hidupnya bisa maksimal dalam beribadah, itu luar biasa bagus. Alhamdulillah.
Yg gajinya pas2an namun hidupnya nyaman penuh berkah dan mudah mendekat pada Allah, itu juga bukan berarti menderita.
Apa yg terlihat mengenaskan bagi kita belum tentu semenderita yg kita bayangkan. Bisa jadi kita lebih "menyedihkan" dari mereka bila kita tak mampu memanfaatkan harta yg kita peroleh utk kemaksimalan ibadah kita pada Allah.

#mindset
#selfreminder

KALIAN TELAH MENJUAL AGAMA KALIAN LALU KAMI MEMBELINYA !

Disalah satu pojok kota Paris seorang wanita muslimah melangkahkan kakinya memasuki sebuah mini market. Pakaiannya yang menutup rapat seluruh tubuhnya dilengkapi Burqa’ yang menutup wajahnya menunjukkan kepercayaan diri dan konsistensi yang tinggi terhadap agama Islam yang dianutnya. Apalagi di tengah tekanan kebijakan pemerintah negara tersebut yang memberangus kebebasan berpakaian yang sesuai syariat.

Setelah memindahkan barang-barang yang diperlukan dari beberapa rak mini market ke dalam keranjang belanjaan diapun segera menuju kasir. Seorang wanita dengan dandanan dan riasan kosmetika ala pramuniaga bertanggung jawab di sana. Wajah dan rambutnya yang terbuka menegaskan wanita kasir ini seorang imigran dari salah satu negara Islam. Dapat dipastikan di juga seorang muslimah.

Wanita kasir mini market menghujamkan pandangan sinis kepada saudari muslimah bercadar tersebut. Satu persatu tangannya merenggut belanjaan yang diletakkan muslimah bercadar itu, kemudian mendekatkan alat scanning mini ke label kode barang. Begitu scanning  yang hanya sekejap mata selesai, kasir wanita dengan kasar meletakkan, tepatnya menghempaskan, barang belanjaan tersebut di atas meja stainless steel mengkilap disamping kirinya. Seakan hendak meremukkan barang-barang tersebut.

Muslimah berniqab tersebut tidak bereaksi, dia tetap tenang mengeluarkan barang belanjaan dari keranjang. Tidak ada reaksi negatif yang diperlihatkannya, bahkan dia terlihat semakin menujukkan sikap sebagai wanita terhormat.

Ketenangan dan kedewasaan sikap wanita tersebut membuat si kasir semakin gusar dan kesal hati. Kata-kata tak enak pun menyerapah dari mulutnya, “Kita menghadapi banyak masalah dan tekanan dari negara Prancis ini. Anda seharusnya sadar niqab ini adalah salah satu sumber utama masalah yang membuat situasi semakin sulit. Saya juga beragama islam, tetapi saya datang ke sini untuk berbisnis, bukan untuk beragama atau bernostalgia dengan sejarah masa lalu. Jika Anda bermaksud seperti ini sebaiknya pulang saja ke negara anda. Di sana anda bisa beragama sesuai ketentuan negara Anda itu.”

Sampai disini muslimah bercadar berhenti mengeluarkan belanjaannya dari keranjang. Ditatapnya kasir itu lekat-lekat, kemudian disapukannya pendangan ke seluruh area mini market. Masih sepi, dan tidak ada seorang pun laki-laki. Dia kemudian beranjak ke hadapan kasir wanita. Tangannya melepas cadar yang menutupi wajah, lalu sedikit melonggarkan jilbabnya. Kasir wanita itu dapat melihat degan jelas, dia berambut pirang dan bermata biru. Ditariknya nafas dalam-dalam kemudian berkata ”Saya orang Prancis, ayah dan kakek-kakek saya juga orang Prancis, Islam adalah agama saya, Prancis negara saya…! Anda? Kalian telah menjual agama kalian lalu Kami membelinya !” Nada bicaranya tetap tenang tetapi tegas”.

Allah Maha Besar.
Kata-kata yang diucapkannya menunjukkan tingginya kepercayaan diri dan betapa bangganya dia dengan agamanya.
Segala Puji bagi Allah yang telah menciptakan wanita seperti ini di tengah umat ini.

Sumber: Majalah Qiblati Edisi 09 Tahun VII, Sya’ban 1433 (oleh. Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi)

Inilah Naskah Full Khotbah Idul Fitri di Gunungkidul yang Menjadi Viral

http://sangpencerah.id/2017/07/inilah-naskah-full-khotbah-idul-fitri-di-gunungkidul-yang-menjadi-viral/

Inilah naskah full Khotbah Idul Fitri yang menjadi #viral yang dilaksanakan di Lapangan Pemda Alun-alun Wonosari Gunungkidul

Pelaksanaan:

Ahad, 1 Syawal 1438 H / 25 Juni 2017

Tempat: Lapangan Alun2 Pemda Wonosari

Waktu: Pukul 06.30 WIB – selesai

Judul: Persatuan dan kesatuan Indonesia

Oleh: Ustadz Dr. H. Muhammad Ichsan Lc, MA ( Dosen UMY)

====================================

Ma’ashiral muslimin dan muslimat hafizakumullah. Pagi hari ini, kita umat Islam bergembira menyambut hari raya Idul Fitri. Pagi hari ini, kita bersyukur kepada Allah ta’ala karena berkat taufik dan hidayahnya kita dapat menyempurnakan ibadah puasa dan serangkaian ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadan yang baru saja meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Pagi ini kita memuji Allah, memuliakan Allah, mengagungkan Allah, antara lain dengan salat hari raya Idul Fitri dan meluangkan takbir: Allah Akbar, Allah Akbar.

Alangkah indahnya hari ini. Alangkah mulianya hari ini. Alangkah gembiranya kita pada hari ini, karena sebulan penuh kita telah dibina dan dididik dalam madrasah Ramadan. Diharapkan, pendidikan dan pengajaran yang kita peroleh pada bulan Ramadan tersebut dapat kita jadikan sebagai bekal untuk menjadi umat yang besar lagi bermartabat.

Para hadiri dan hadirat rahimakumullah.

Marilah kita bersyukur kepada Allah. Sadar atau tidak sadar, bangsa Indonesia yang kita cintai ini dikaruniai Allah dengan berbagai macam anugerah. Mulai dari pulau yang banyak jumlahnya, tanah yang subur, iklim yang tidak ekstrim, hingga suku bangsa, bahasa, budaya, dan agama yang berbeda-beda. Dengan kurnia Allah ta’ala semua itu dapat disatukan olehfounding fathers atau pendiri bangsa kita, sehingga menjadi satu bangsa yaitu bangsa Indonesia, menjadi satu negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nenek moyang kita, para pendiri dan pahlawan bangsa, telah berkorban dengan keringat mereka, darah mereka, harta mereka dan bahkan dengan jiwa raga mereka untuk mempersatukan bangsa ini dan memerdekakannya dari para penjajah yang telah merampas kemerdekaan kita berabad-abad lamanya.
Sesudah merdeka, kita bangsa Indonesia, menikmati hasil perjuangan, pengorbanan dan keringat serta darah para pahlawan tersebut. Kita menghirup udara bebas dan berusaha membangun kembali bangsa itu dari kebodohan, kemiskinan, dan keterpurukan dalam berbagai bidang. Presiden demi presiden silih berganti memimpin negeri ini. Pemerintah demi pemerintah bertukar, kita tetap hidup aman, damai, tenteram, dan sentosa sebagai sebuah bangsa yang besar. Namun sayangnya, banyak orang merasakan, selama ini kita belum pernah khawatir terhadap persatuan bangsa ini sebagaimana (terjadi) dalam rezim ini. Selama ini kita belum pernah cemas terhadap kesatuan negara ini seperti dalam pemerintahan ini. Hal ini karena nikmat persatuan dan kesatuan bangsa ini beberapa waktu yang lalu hampir terkoyak dengan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur Jakarta sewaktu itu. Keadaan tersebut diperparah dengan adanya pesta demokrasi yaitu Pilkada Jakarta.

Masyarakat terpecah menjadi dua, pendukung Ahok atau Ahokers, dan masyarakat yang menghendaki supaya Ahok dihukum seberat-beratnya karena menistakan agama. Meskipun yang anti Ahok banyak sekali jumlahnya, baik dari Jakarta maupun luar Jakarta, namun karena Ahok jelas-jelas didukung oleh para taipan, partai pemerintah dan Polri, maka terjadilah perlawanan yang seru. Aksi Bela Islam 411 dan 212 adalah buktinya. Belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia, umat Islam berkumpul di suatu tempat sebanyak 7 juta orang lebih dalam aksi super damai untuk menuntut ditegakkannya hukum terhadap penista agama.

Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah.

Meskipun Ahok telah divonis bersalah dalam kasus penistaan agama, dan telah kalah dalam Pilkada Jakarta, namun kegaduhan nasional masih terasa. Luka permusuhan dan perpecahan masyarakat masih menganga. Apalagi dua tahun lagi suasana akan semakin memanas lagi dengan adanya Pemilu. Hingga hari ini masih ada usaha-usaha membenturkan umat Islam dengan dengan Pancasila. Umat Islam yang berbeda pendapat dengan pemerintah dan penegak hukum dianggap anti-pancasila, anti-bhineka tunggal ika dan anti-NKRI. Masih ada pembunuhan karakter terhadap tokoh-tokoh Islam, meskipun selalu dinafikan dan dibantah. Masih terasa hukum selalu tajam terhadap ulama, tokoh, dan aktivis Islam, dan terhadap umat Islam pada umumnya, tapi tumpul terhadap Ahok dan para pendukungnya.

Sebagai contoh, ketika Aksi Bela Islam 212 masih berdemo setelah maghrib mereka langsung dibubarkan secara paksa dengan gas air mata, sementara para pendukung Ahok dibiarkan berdemo sampai larut malam di depan LP Cipinang. Ketika bendera kita ditulis kalimah laa ilaaha illallah, penulisnya langsung diciduk, sementara bendera mereka sering ditulisi tulisan-tulisan lain tapi dibiarkan. Ketika akan berdemo sebagian tokoh Islam ditangkap dengan tuduhan makar, sementara yang terang-terang akan makar di Papua atau memakai atribut PKI yang terlarang justru dibiarkan bebas.

Kaum muslimin dan muslimathafizakumullah.

Sekarang adalah era keterbukaan. Masyarakat hari ini sudah cerdas. Masyarakat hari ini susah untuk dibohongi. Jika pemerintah korup dan bertindak sewenang-wenang, pasti mereka mengetahuinya. Jika penegak hukum tidak adil dan tebang pilih, pasti mereka merasakannya. Meskipun pemerintah dan penegak hukum pandai menyulap fakta, memelintir kata dan membuat rekayasa, pasti rakyat akan menyadarinya. Meskipun media massa, baik cetak maupun elektronik, dikuasai oleh para taipan dan konglomerat, umat Islam masih mempunyai senjata lain yaitu medsos atau media sosial. Umat Islam dipimpin oleh para ulama dan aktivis Islam akan bergerak dengan satu kata, lawan! Lawan kezaliman! Lawan kebohongan! Lawan pembodohan!

Allah Akbar, Allah Akbar, laa ilaaha illallah, Wallah akbar, Allah akbar, Wa lillahil hamd.

Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah.

Apakah kebencian antara sesama masyarakat akan kita biarkan? Apakah permusuhan antara pemerintah dan rakyat akan kita biarkan? Apakah permusuhan antara pemerintah dan rakyat akan kita diamkan? Apakah boleh perpecahan antara umat kita biarkan? Tidak! Kita tidak boleh membiarkannya! Sungguh kita tidak boleh membiarkannya! Karena kita di Indonesia ini bersaudara. Kita adalah saudara sebangsa. Kita adalah saudara sesama manusia. Lebih dari itu, kebanyakan kita adalah saudara seagama.

Orang-orang yang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah supaya kamu mendapat rahmat (QS. Al-Hujurat ayat 10).

Kaum Muslimin dan Muslimat hafizakumullah.

Jangan pertanyakan kecintaan umat Islam terhadap Indonesia. Jangan ragukan betapa umat Islam sangat cinta kepada agamanya, tanah airnya, bangsanya, negerinya, budayanya. Jangan ragukan betapa umat Islam sangat cinta kepada persatuan, perdamaian, dan keamanan. Sejarah membuktikan demi kemerdekaan Indonesia, umat Islam bangun mengorbankan jiwa raganya melawan penjajah. Demi persatuan dan kesatuan Indonesia, umat Islam membuang 7 kata sakti dalam Piagam Jakarta. Demi menjaga NKRI dan merangkul umat lainnya, umat Islam mau menerima pancasila sebagai dasar negara.

Maka sungguh menyakitkan tuduhan-tuduhan yang mengatakan bahwa kita umat Islam anti-pancasila, anti-NKRI, anti-kebinekaan, radikal dan teroris. Bagaimana umat Islam anti-pancasila sementara pancasila adalah hadiah umat Islam untuk bangsa ini? Apakah berbeda pendapat dengan presiden bisa dianggap anti-pancasila? Apakah berbeda pendapat dengan pemerintah bisa disebut anti-NKRI? Apakah berbeda pendapat dengan penegak hukum bisa dituduh anti-kebinekaan?

Tuduhan-tuduhan ini menyakitkan. Tuduhan-tuduhan ini membangkitkan amarah. Tuduhan-tuduhan ini memicu perpecahan. Marilah kita akhiri kegaduhan nasional ini. Marilah kita akhiri kebencian ini. Marilah kita akhiri permusuhan ini. Sungguh masyarakat yang gaduh, saling membenci dan bermusuhan tidak akan bisa membangun, tidak akan bisa maju, tidak akan mampu bersaing di era persaingan ketat antara negara-negara dunia seperti sekarang ini. Berpecah belah itu mudah. Bersatu padu itu susah. Oleh karena itu, persatuan itu mahal harganya. Persatuan itu perlu diusahakan. Persatuan itu perlu dijaga. Bersatu padu itu adalah perintah Allah dan bercerai berai itu adalah larangan Allah.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. Ali Imran ayat 103)

Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah.

Marilah kita sadari dengan sesadar-sadarnya, Indonesia adalah rumah besar kita. Di dalamnya ada orang Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan lainnya. Di dalamnya ada penduduk beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Di dalamnya ada beragam bahasa, adat istiadat, dan kebudayaan. Keragaman dan perbedaan ini marilah kita rawat agar menjadi nada simfoni yang harmonis dan saling melengkapi. Keragaman dan perbedaan ini marilah kita pelihara agar menjadi aneka bunga di taman yang indah. Keragaman dan perbedaan ini jangan dimusuhi dan jangan dijadikan sebagai sumber permusuhan.

Hal terpenting untuk merawat keragaman dan perbedaan ini ialah hendaknya kita semua saling menghormati, saling menghargai dan menjaga diri dari fitnah,namimah atau adu domba, hasad, ujaran kebencian, penghinaan, dan kata-kata keji serta caci maki, baik secara langsung maupun media sosial. Selain itu, hukum harus ditegakkan dengan seadil-adilnya. Hukum harus menjadi panglima. Hukum harus ditaati baik oleh rakyat maupun penegak hukum itu sendiri. Pemerintah dan penegak hukum hendaknya berlaku adil terhadap seluruh masyarakat dan tidak tebang pilih. Seharusnya sudah tidak ada lagi kriminalisasi dan pembunuhan karakter terhadap para ulama dan aktivitas Islam. Semestinya sudah tidak boleh ada lagi tuduhan semena-mena terhadap umat Islam bahwa mereka makar, radikal, teroris, anti-Pancasila, anti-NKRI dan anti-kebinekaan.

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah.

Kita tidak ingin apa yang terjadi di Timur Tengah terjadi di Indonesia. Kita tidak ingin Indonesia berperang sesama sendiri dan terpecah belah menjadi negara-negara kecil yang mudah dikuasai asing dan aseng. Justru kita bangsa Indonesia sebagai bangsa dan umat Islam besar dunia, seharusnya menjadi contoh dan teladan untuk negara-negara lainnya. Kita adalah bangsa besar yang seharusnya dikagumi oleh bangsa-bangsa lain, karena melaksanakan prinsip-prinsip toleransi dan keadilan dalam kebinekaan.

Hal ini senada dengan lirik lagu Indonesia Pusaka berikut:

Indonesia tanah air beda

Pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala

Tetap dipuja-puja bangsa

Di sana tempat lahir beta

Dibuai dibesarkan bunda

Tempat berlindung di hari tua

Sampai akhir menutup mata

Marilah kita bersatu padu menjadikan Indonesia ini sebagai negeri makmur yang diridai Allah ta’ala. Marilah kita pelihara persatuan dan kesatuan Indonesia agar menjadi “baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur”.

Hiduplah negeriku, hiduplah bangsaku, hiduplah Indonesia!

Allah akbar, Allah akbar. Laa ilaaha illalLah. Wallah akbar. Allah akbar. Wa lilLahil hamd.

Kaum muslimin dan muslimat hafizakumullah.

Pagi ini kita boleh bergembira, tapi ingatlah bahwa di antara sanak keluarga kita atau sahabat kita sekarang ini ada yang sedang menderita. Pagi ini kita boleh bersuka ria, tapi ketahuilah bahwa di antara tetangga atau masyarakat kita hari ini banyak yang sedang sengsara. Pagi ini kita boleh tersenyum bahagia, tapi sadarilah bahwa umat Islam di seluruh pelosok dunia masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Saudara-saudara kita di Palestina, Syria, selatan Thailand, selatan Filipina, dan Myanmar masih memerlukan bantuan dan solidaritas kita. Sungguh saudara-saudara kita di Gazza dan Rohingya sekarang ini memerlukan uluran tangan kita semua.

Bergembiralah, bersukarialah dan berhiburlah sekedarnya, tanpa melampaui batas dan melanggar tuntutan agama. Pergunakanlah peluang Hari Raya ini untuk mencapai keridaan Allah dengan mengunjungi kedua ibu bapak, sanak keluarga, jiran tetangga, para sahabat dan rekan-rekan. Pereratkan silaturrahim dan marilah kita saling memaaf-maafkan. Hiburlah mereka yang kini sedang menderita. Santunilah anak-anak yatim, kaum fakir miskin, para janda,ibnu sabil dan mereka yang menyambut hari raya kali ini dalam keadaan daif lagi susah. Hargailah warga tua. Hormatilah jiran tetangga. Perkokohkan persaudaraan dan perpaduan. Jadilah umat yang mursali lagi penyayang. Umat yang dikagumi lagi diperhitungkan.
Akhirnya wahai kaum muslimin dan muslimat sekalian, marilah kita sama-sama berdoa kepada Allah, semoga kehidupan kita di dunia ini semakin baik dan berkualitas, dan kelak kita dipanggil menghadap Allah dalam keadaanhusnul khatimah. Ya Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pemaaf, kami adalah hamba-hambaMu yang banyak membuat dosa. Bahkan kami adalah hamba-hambaMu yang bangga dengan dosa-dosa dan senantiasa bandel dan menangguhkan taubat. Kini kami mengakui segala dosa-dosa kami. Kini kami menghalalkan hati kami menengadahkan tangan kami. Memanjatkan doa kami untuk memohon keampunan-Mu. Oleh karena itu, ya Allah, ampunkanlah dosa-dosa kami, maafkanlah keterlanjuran kami dan terimalah taubat kami.

Ya Allah Yang Maha Menyatukan hati, sucikanlah hati kami, terangilah hati kami, dan rukunkanlah di antara hati kami. Kokohkanlah persatuan kami, perbaikilah hubungan di antara kami. Jadikalah kami kumpulan anak muda yang menghormati orang tua, dan kumpulan orang tua yang menyayangi anak muda. Jadikanlah kami penduduk negeri yang saling menghormati, menyayangi dan bertoleransi.

Ya Allah Yang Maha memelihara sesama jiwa, peliharalah kami dari benih-benih kebencian, kedengkian dan perpecahan. Hindarkan kami dari kezaliman, kefasikan, dan kemunafikan. Dan jauhkan kami daripada sifat sombong, kasar dan sifat-sifat tercela lainnya.

Ya Allah Yang Maha Bijaksana, kurniakan kepada kami pemimpin-pemimpin negeri yang takut kepadaMu dan menyayangi kami. Pemimpin-pemimpin yang membawa kami kepada kesejahteraan duniawi dan menunjukkan kepada kami jalan menuju sorgaMu. Pemimpin-pemimpin yang bekerja untuk masalahat kami dan kebahagian kami dan bekerja untuk menggapai kasih sayangMu.

Ya Allah Yang Maha Pengasih tiada pilih kasih. Maha Penyayang sayangNya tiada terbilang, berilah kami jalan keluar bagi semua krisis dan masalah yang membelenggu kami. Angkatlah kami dari keterpurukan, kemiskinan, dan kebodohan. Peliharalah kami dari segala maksiat terhadapMu.

Ya Allah yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya, yang menyambut orang berdosa apabila kembali dengan taubatnya, yang mengijabah segala doa hambaNya, kabulkanlah doa kami. Perkenankanlah permohonan kami. Penuhilah harapan kami.