30 November 2013

Cerita Fantasi

Materi FLP

Cerita Fantasi 
a.       Cerita Fantasi adalah sebuah karya yang dibangun dalam alur penceritaan yang normal namun bersifat imajinatif dan hayali. Biasanya dalam setting, penokohan, maupun konflik tidak realistis bahkan terkesan dilebih-lebihkan dan tidak mungkin terjadi di dunia nyata.
b.      Karakteristik Cerita Fantasi
·   Ide cerita terbuka terhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi oleh realita atau kehidupan nyata.
·   Terkadang bersifat sederhana namun mampu menitipkan pesan yang menarik.
·   Memiliki setting dan perangkat cerita yang jauh dari kenyataan. Bahkan mungkin tidak pernah nyata dan mungkin irisan dari kehidupan nyata dan hayali.
·   Menguatkan unsur fantasi tersebut dengan logika cerita dan konflik yang dijalani tokoh.
·   Penokohan  terkesan berlebihan, baik dalam hal karakter, jenis, dan dinamika sosialnya.
c.       Proses Menulis Cerita Fantasi
·   Menentukan tema cerita
·   Menentukan Genre (aliran) cerita : Contohnya, Petualangan;kisah hidup;pertempuran.
·   Memilih setting yang tepat : Contohnya, Tempat: Kota Ionsight (Sebuah kota hijau); Waktu: Tahun 4300 OT dalam hitungan mekarnya bunga tulip;dll
·   Membangun karakteristik tokoh yang menarik :
1.      Memilih nama yang unik. Contohnya: Rutrar, Meksha si kodok periang, Zambla, Popin si badut kerdil, Nahura, dan berbagai macam nama yang mungkin bisa didapatkan dengan merangkai kata atau bisa juga menanamkan ideologi dengan memilihkan nama tokoh dalam sejarah yang huruf-hurufnya dipindah-pindahkan ^_^.
2.      Sikap dan kelebihan tokoh. Contohnya:
a.       Rutrar, lelaki pendiam dan selalu waspada. Karena lahir dari darah campuran manusia dan roh hiyena dia mampu lebih cepat bergerak dari manusia biasanya, bahkan lebih cepat dari bayangan.
b.      Popin, badut yang selalu tersenyum  memperlihatkan gigi kelincinya dalam kondisi separah apapun konflik yang tengah terjadi. Selalu bertindak goblok.
c.       Dan lain sebagainnya yang mungkin membedakan tokoh satu dengan lainnya : Kata-kata yang sering diucapkan; Tingkah laku yang sering dilakukan; kebiasaan yang sering ditunjukkan.
·   Mengemas unsur cerita dengan menarik, alur, konflik, suspen, pesan moral dan spiritual.
d.      Contoh Cerita Fantasi:
·   Barat:
1.      Spiderwick
2.      Herry Potter
3.      Peter Pan
4.      Lord Of The Ring
·   Indonesia :
1.      Gundala Putra Petir
2.      Si Buta dari Gua Hantu
3.      Wiro Sableng
4.      Saras 008

5.      Panji Manusia Milenium

Science Fiction

Materi FLP

Science Fiction
a.       Science Fiction atau Cerita Rekaan Ilmu yaitu suatu cerita dalam bentuk fantasi berdasarkan hipotesis yang masuk akal, dimana keilmun ilmiah, data-data mutakhir yang konsekwen dikemas secara hayal.
b.      Karakteristik Cerita Science Fiction:
a. Memiliki alur penceritaan yang normal, atraktif,  dan logis (mendekati realita).
b. Gaya bercerita mengalir dengan landasan pengetahuan dan bersifat membangun.
c. Gaya penyampaian selalu mengaitkan dengan data dan keilmuan ilmiah.
d.                        Karakter tokoh dibangun dalam tataran intelektual yang mapan. Kalaupun tidak, alur menuntut tokoh untuk terlibat dalam proses intelektual cerita.
c.       Proses menulis Cerita Science Fiction:
a. Menentukan tema cerita : Tema cerita sangat menentukan dalam membantu penulis untuk mencari referensi dalam menguatkan ceritanya
b.Menentukan Genre (aliran) cerita : Contohnya, Petualangan;kisah hidup;pertempuran.
Aliran cerita sangat berpengaruh terhadap gaya penyampaian penulis, baik dalam pemilihan diksi, konflik, dan karakter tokoh.
c. Menambah referensi pengetahuan yang dapat mendukung terhadap genre dan tema cerita yang diangkat. (Ensiklopedia, Buku pintar, dan buku pengetahuan lainnya; intinya banyak baca!)
d.                        Membangun karakter tokoh dalam alur intelektual cerita. Contoh : Jos adalah seorang hacker muda yang bekerja dalam sebuah lembaga pengembangan keamanan data sebuah negara.

e. Pengolahan gaya penyampaian cerita dengan data-data dan keilmuan dikemas konsisten hingga akhir cerita. 

Cerita Horror / Triller

Materi FLP

Cerita horror/ Triller 
a.       Cerita horror/ Triller adalah cerita fiksi atau rekaan yang  bersifat memberikan kengerian, ketakutan, dan ketegangan pada pembacanya.
b.      Membangun karakteristik cerita horor atau Triller yang tidak mendangkalkan Aqidah :
1)      Munculkanlah objek ketakutan tokoh dalam cerita : Jin, hantu, pembunuh, psikopat, pemburu, hewan aneh, benda menakutkan atau mistis dsb.
2)      Munculkanlah tokoh yang beragam : Penakut, intelek, cerewet, dan berbagai karakter (Catatan : Jangan lupakan tokoh yang menyeimbangkan dan mampu menjelaskan ketakutan dan kejutan-kejutan yang ada. Munculkan di akhir, hanya muncul di tengah dsb)
3)      Selalu berikan solusi terhadap ketakutan dan ketegangan yang dimunculkan cerita, walaupun berupa suspen.
c.       Karakteristik cerita Horror/Triller:
a. Alur cerita dipenuhi dengan kejutan-kejutan.
b.Selalu ada Objek sebagai sumber kejutan dan ketakutan bagi pembaca.
c. Klimaks biasanya oleh penulis dijadikan puncak Horror dalam cerita, bahkan terkadang suspen dalam klimaks memberikan nilai lebih pada cerita.
d.      Proses penulisan Cerita Horror/ Triller:
a. Menentukan tema
b.Memilih opening cerita, metode cerita flash back atau Mengalir. Menambahkan kejutan atau misteri diawal dapat memancing pembaca untuk mengikuti cerita lebih jauh lagi.
c. Siapkan segala kemungkinan dalam penceritaan, membelokkan konflik pada hal penyelesaian yang tidak dipikirkan pembaca.
d.                        Ada penjelasan logis dari cerita Horor tidak sekedar mistis.
e. (Sepertinya masih butuh tambahan dan refisi lagi untuk ini)


Bedah Karya dan Diksi

Materi FLP

Transfer Ilmu
Ilmu adalah kekayaan alam pikir yang perlu untuk disampaikan kepada orang lain. Apabila ilmu yang dimiliki kita sampaikan kepada orang lain, maka akan menjadi ladang amal bagi kita. Salah satu amal jariah yang bisa kita peroleh adalah ilmu yang bermanfaat.

Analisis karya
Menganalisis karya merupakan hal penting yang harus dimiliki pembaca dan penulis. Dengan demikian, kita bisa memberikan keunggulan dan kekurangan atas karya yang telah dibuat orang lain. Tentu ini menjadi masukan yang berharga agar karya yang dibuat bisa menjadi lebih baik. Dan karya tersebut juga bisa menjadi media pembelajaran bagi kita saat menulis.

DIKSI:
a.       Definisi Diksi
·         Diksi adalah gaya berkata atau pemilihan kata untuk mengemukakan ide atau artikulasi pembicaraan kata-kata yang jelas maknanya.
b.      Beberapa alasan mengapa diksi dibutuhkan dalam kepenulisan sebuah karya fiksi:
                                                              i.      Menghidupkan tulisan
                                                            ii.      Memudahkan penyampaian gagasan pada pembaca
                                                          iii.      Membangun karakteristik bahasa penulis
                                                          iv.      Memikat pembaca pada isi tulisan
                                                            v.      Menjamin kedalaman makna dalam tulisan
                                                          vi.      Mengayakan bahasa dan gaya tutur penulis
c.       Langkah-langkah untuk mengayakan diksi:
                                                              i.      Selalu siapkan buku catatan khusus untuk mencatat kata-kata baru yang inspiratif dan memiliki kekuatan bahasa
                                                            ii.      Selalu tumbuhkan rasa ingin tahu terhadap kata-kata baru yang kita dengar
                                                          iii.      Membacalah! Dan catatlah setiap kata yang menarik dari pengarang lainnya
                                                          iv.      Gunakanlah kata-kata tersebut dalam penulisan karya

Menulis Buku

Materi FLP

Arti penting menulis buku
“verba valent scripta manent,(Ucapan cepat akan hilang, sedangkan tulisan abadi terkenang.)”
Kalimat di atas sangat tepat menggambarkan betapa pentingnya arti tulisan. Jasad boleh jadi telah terkubur dalam tanah, namun pemikiran dan gagasan tak akan hilang dalam tulisan (buku). Inilah yang membuat Jalaluddin Rumi, Soekarno, Hatta, Pramoedya, seakan masih berada di sekitar kita dengan karya-karya yang memberikan manfaat.
Sebagaimana kisah tentang dituliskannya ayat-ayat Al Qur’an dalam mushaf karena kekhawatiran akibat semakin banyaknya penghafal Al Qur’an yang telah wafat. Sama halnya dengan hadis Rasulullah yang pada akhirnya dituliskan untuk menjaga agar tetap abadi dan dapat menjadi pedoman hidup bagi manusia. Dengan begitu hingga saat ini kita masih dapat hidup bersama Al Qur’an yang akan selalu terjaga kebenarannya dan juga bersama hadis sebagai pengikut Rasulullah.
Berbagai contoh di atas tentu menunjukkan bahwa menulis merupakan aktivitas yang penting untuk dilakukan. Dengan menulis, gagasan dan pemikiran kita akan bisa tersampaikan kepada banyak orang. Apalagi jika kita menulis sebagai syiar dan sarana dakwah, Insya Allah akan bernilai pahala di sisiNya. Semua orang ingin mendapat pahala kan?!

Kerangka penulisan buku
Pilih Tema à buat deskripsi umum tema à kembangkan tema menjadi sub tema à buat kisi-kisi pembahasan masing-masing sub tema à Buat pemetaan kebutuhan data sesuai kisi-kisi à Menulislah!

Tips Praktis menulis buku
9 Langkah singkat untuk penulisan buku (O. Solihin):
1.   Eksplorasi tema yang akan diangkat; aktual, kreatif, dan inovatif.
2.   Menentukan judul; singkat dan menarik
3.   Membuat outline; agar pembahasan tidak melebar ke mana-mana
4.   Pastikan dalam pembuatan outline itu terdiri dari formula standar; pemaparan fakta, pembahasan terhadap fakta, dan solusi Islam (baik praktis maupun sistemik).
5.   Penelusuran fakta yang akan dijadikan sebagai bahan/data penulisan.
6.   Menuliskannya sesuai outline dan data yang diperoleh.
7.   Selama penulisan, update data terbaru tetap dilakukan; agar terasa tetap hangat.
8.   Jangan lupa, tentukan deadline penulisan.
9.   Menerbitkan buku; mencari penerbit tanpa putus asa.

Menerbitkan buku
Setelah rancangan buku yang kita tuliskan menjadi naskah jadi, maka menerbitkan buku menjadi sasaran berikutnya. Menerbitkan buku dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain:
-          Melalui penerbit, kita mengirimkan naskah ke penerbit disertai dengan gambaran umunya.

-          Menerbitkan sendiri (indie), kita juga dapat menerbitkan sendiri buku kita

Teknik Meresensi Buku

Materi FLP

Teknik Meresensi Buku
Ada beberapa langkah umum yang bisa dilakukan siapa saja yang akan membuat resensi buku. Diantaranya;
1.      Tahap Persiapan
a. Memilih jenis buku
b. Usahakan buku baru
c. Membuat anatomi buku. Yaitu informasi awal mengenai buku yang akan diresensi. Contoh formatnya sebagai berikut;
- Judul Karya Resensi
- Judul Buku :
- Penulis :
- Penerbit :
- Harga :
- Tebal :

2.      Tahap Pengerjaan
a. Membaca dengan detail dan mencatat hal-hal penting.
b. Setelah membaca, mulai menuliskan karya resensi buku yang dimaksud. Dalam karya resensi tersebut, setidaknya mengandung beberapa hal;
-   Informasi awal buku (seperti format di atas).
-   Tentukan judul yang menarik dan “provokatif”
-   Membuat ulasan singkat buku. Deskripsi garis besar isi buku.
-   Memberikan penilaian buku. (substansi isinya maupun cover dan cetakan fisiknya) atau membandingkan dengan buku lain. Inilah sesungguhnya fungsi utama seorang peresensi yaitu sebagai kritikus sehingga bisa membantu publik menilai sebuah buku.
-   Menonjolkan sisi yang beda atas buku yang diresensi dengan buku lainnya.
-   Mengulas manfaat buku tersebut bagi pembaca.
-   Mengkoreksi karya resensi. Mengoreksi kelengkapan karya, EYD dan sistematika jalan pikiran resensi yang telah dihasilkan. Yang terpenting tentu bukan isi buku itu apa, tapi apa sikap penilaian peresensi terhadap buku tersebut.


REFERENSI
  • Nurudin. 2009. Kiat Meresensi Buku di Media Cetak. Jakarta: Murai Kencana.

Pengertian Feature

Materi FLP

Pengertian feature
Feature adalah cerita khas kreatif yang berpijak pada jurnalistik sastra tentang suatu situasi, keadaan, atau aspek kehidupan, dengan tujuan untuk memberi informasi dan sekaligus menghibur khalayak media massa. Fungsi feature mencakup lima hal:
  1. Melengkapi sajian berita
  2. Pemberi informasi tentang suatu situasi, keadaan, atau peristiwa yang terjadi.
  3. Penghibur dan pengembangan imajinasi yang menyenangkan.
  4. Wahana pemberi nilai dan makna terhadap suatu keadaan atau peristiwa.
  5. Sarana ekspresi yang paling efektif dalam mempengaruhi khalayak.

Jenis Feature
Menurut Wolseley dan Campbell terdapat enam jenis feature:
1. Feature minat insani (human interest feature)
2. Feature sejarah (hystorical feature)
3. Feature biografi (biografical feature)
4. Feature perjalanan (travelogue feature)
5. Feature yang mengajarkan keahlian (how to do feature)
6. Feature ilmiah (scientific feature)

Gaya kepenulisan feature
Sedangkan jenis tulisan FEATURE NEWS memilik ciri-ciri sebagai berikut:
1. Gaya penulisannya merupakan gabungan antara bahasa artikel dengan bahasa sastra, sehingga cenderung enak dibaca.
2. Inti berita tersebar di seluruh bagian tulisan.
3. Asas 5 W + 1 H masih digunakan, tetapi tidak terlalu penting.
4. Gaya penulisan ini biasanya dipakai oleh majalah/tabloid yang terbit secara berkala

Tips menulis feature
Singkatnya, ada resep yang bisa Anda tuliskan sebagai berikut:
-    Tulislah lead yang “bicara” dan cukup singkat,
-    Bila pikiran mulai agak kacau ketika menulis, pilah-pilah lead Anda yang rumit itu dalam dua/tiga kalimat,
-    Gunakan kata-kata sederhana, bukan yang berkabut.
-    Hindarkan kata-kata teknis, atau istilah asing yang kurang perlu,
-    Usahakan kata-kata konkret, “Jangan katakan, tapi tunjukkan”,
-    Sebanyak mungkin pakai kata kerja yang aktif, yang menggembarkan tindakan, gerak. Sebisa mungkin hindari kata-kata sifat.

-    Berkisahlah untuk pembaca dan berkisahlah seperti melukis

Pengertian Reportase

Materi FLP

Pengertian reportase
Reportase adalah kegiatan meliput, mengumpulkan fakta-fakta tentang berbagai unsur berita, dari berbagai sumber/ narasumber dan kemudian menuliskannya dalam bentuk berita (produk) jadi.

Reportase sebagai ruh penulisan berita (proses kerja jurnalistik)
Reportase adalah ujung tombak proses kerja jurnalistik. Tak lain karena proses pencarian dan akurasi berita didapatkan melalui reportase. Sejauh mana reporter mendapatkan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Apabila berita-berita yang dihasilkan telah diakui kebenarannya oleh pembaca, maka surat kabar tersebut memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan surat kabar lainnya.

Tahap Reportase
Reportase dibagi menjadi 3 tahap atau tingkat, yaitu:
1.   Reportase Dasar adalah peliputan berita tahap dasar atau awal. Reportase jenis ini akan menghasilkan berita langsung (straight news).
2.   Reportase Madya adalah reportase yang lebih luas cakupannya dan lebih lengkap dibandingkan dengan reportase dasar. Peliputan berita menengah ini menghasilkan berita kisah (feature).
3.   Reportase Lanjutan adalah reportase yang dilakukan untuk mendapatkan berita yang mendalam. Reportase tingkat akhir yang akan menghasilkan berita analisis atau laporan mendalam (indepth report).

Langkah reportase
Meliput Berita
-       Mencari informasi awal tentang peristiwa yang bernilai berita
Informasi awal mengenai peristiwa dapat diperoleh dari berbagai sumber, bisa dari media massa (internet, koran, televisi, radio) maupun dari narasumber (personal) yang mengetahui tentang peristiwa yang terjadi.
-       Memastikan peristiwa yang akan diliput
Mengecek kepastian peristiwa tersebut sekaligus melakukan konfirmasi.
-       Mendokumentasikan seluruh infromasi yang didapatkan
Informasi yang telah berhasil diperoleh, lalu dikumpulkan sehingga siap diolah menjadi sebuah berita yang menarik. Infomasi dapat berupa keterangan unsur 5W+1H, foto-foto dokumentasi, press release, profil lembaga, pidato, wawancara 2-3 narasumber, dan kesaksian saksi mata.
Hard News/ Straight News
STRAIGHT NEWS merupakan teknik penulisan berita yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Menggunakan gaya bahasa to the point alias lugas.
2. Inti berita, yaitu masalah terpenting dalam berita tersebut, tertulis pada alinea pertama.
Makin ke bawah, isi berita makin tidak penting.
3. Jenis tulisan ini cenderung mentaati asas 5 W + 1 H.

4. Gaya penulisan ini biasanya digunakan oleh surat kabar yang terbit harian.