28 August 2011

Resensi: BENARKAH ORANG MATI BISA HIDUP LAGI?




1314599180901066227

Judul                    : Menguak Fenomena Mati Suri
Penulis                 : F. Arifah
Penerbit               : Leutika, Yogyakarta
Cetakan               : I,  April 2011
Tebal                    : 102 hlm. ; 13×19 cm
ISBN                    : 978-602-8597-68-5
Harga                  : Rp 25.000,-

Melihat gambar cover depan pada buku “Menguak Fenomena Mati Suri” karya F. Arifah seolah tengah mengajakku untuk memasuki pintu kematian menuju keabadian. Namun, benarkah orang mati bisa hidup kembali? Mungkin itu yang membuat kita bertanya-tanya. Ditambah lagi dengan kisah-kisah tentang mati suri yang simpang siur di tengah masyarakat yang kadang hanya berdasarkan pendapat subjektif dari beberapa pihak hingga membuat kita bingung, apa dan bagaimana sebetulnya mati suri itu.

Buku setebal 102 halaman tersebut berisi tentang kematian dan seluk-beluknya. Dilengkapi juga dengan perbedaan mati suri, koma, dan kematian sesungguhnya, serta kisah-kisah orang yang mati suri.
Mati masih menjadi misteri yang oleh kebanyakan orang belum bisa dipahami. Bahkan, mati itu pun sebenarnya hal yang tak bisa diketahui secara pasti, karena termasuk rahasia Tuhan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, mati didefinisikan sebagai sudah tidak bernyawa lagi.

Pada sebagian orang mungkin membaca buku tersebut berasa berat, karena seperti sedang membaca buku kedokteran atau buku biologi, yang cenderung ilmiah dan membosankan. Namun buku ini sangat pas bagi kalangan ilmuan, orang-orang medis, orang-orang cerdas, atau yang memiliki jiwa serba ingin tahu alias pemasaran dengan yang namanya kematian, terutama mati suri. Dan buku ini adalah jawabannya, dari pendefinisian mati klinis, mati biologis, mati serebral (otak), hingga mati sosial (sindroma apalika).
Menurut buku itu, berdasarkan pengamatan para ahli, ada beberapa tanda kematian sebelum kematiannya, yakni:
  1. Menarik diri dan lebih senang sendiri
  2. Mrerasa gelisah, tidak tenang, serta sulit tidur
  3. Kehilangan nafsu makan
  4. Sering mengantuk
  5. Mengalami jeda saat bernapas
  6. Luka yang sulit sembuh
  7. Pembengkakan
Jadi, jika kita mengalami salah satu dari tanda-tanda di atas, berarti kita sedang menuju pada kematian.
Pada hakekatnya, seseorang yang sudah dicabut nyawanya tak akan bisa dikembalikan lagi tanpa izin-Nya, kecuali pada kisah Nabi Isa a.s. yang mampu menghidupkan orang yang sudah mati atas izin Tuhannya, sebagai mukjizat dari Tuhan, saat ditantang orang kafir untuk menghidupkan orang yang sudah mati.

Mati suri adalah suatu kondisi untuk menjelaskan keadaan seseorang yang menurutnya sudah divonis mati oleh pihak tertentu (dalam hal ini dokter), namun setelah beberapa waktu dapat hidup kembali. Dan beberapa orang yang mengaku pernah mengalami mati suri mengalami keadaan yang menakjubkan, yang dijelaskan secara gamblang dalam buku tersebut. Juga penjelasan secara lengkap tentang keadaan orang-orang yang mengalami koma yang hampir mirip dengan mati suri, hanya saja koma biasanya dialami oleh penderita penyakit kritis atau yang mudah pingsan.

Yang paling menarik dari buku tersebut menurut saya adalah pada bab IV halaman 76 yang menceritakan kisah-kisah orang yang mati suri. Kisah Aslina dan pengalaman mati surinya membuat kulitku merinding dan ingin segera membersihkan diri dari dosa. Perjalanan hidup Aslina yang penuh cobaan dan penderitaan hingga mengalami mati suri, membuat penampilan Aslina berubah menjadi bersih setelah melalui proses panjang selama mati suri pada tanggal 24 Agustus 2006. Kemudian kisah mati surinya Dr. George Rodonaia selama 3 hari di ruang mayat setelah dinyatakan mati karena tertabrak mobil. Juga kisah-kisah mati suri dari orang-orang yang pernah mengalaminya.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah-kisah orang yang pernah mengalami mati suri tersebut. Dan sepertinya kita harus membaca isi buku tersebut supaya tidak simpang siur dalam memaknai mati suri, juga ibrah yang didapat dari kisah-kisah orang yang pernah mati suri.

-Puput Happy (Futicha Turisqoh)-

No comments:

Post a Comment

Komentar Anda