01 August 2011

Tips Lomba LMCR dari Dodi Prananda

Perkenalkan saya Dodi Prananda, 18, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. Dalam kesempatan ini, saya ingin berbagi pengalaman dan sedikit ilmu pada kalian semua untuk yang berminat mengikuti Lomba Menulis Cerpen Remaja (LMCR) yang tahun ini kembali diselenggarakan. Saya ikut LMCR 2010, Kategori B, tepat ketika saya masih duduk di bangku kelas XII SMA Negeri 1 Padang. Alhamdulillah, menjadi Juara I LMCR 2010 Kategori B dengan judul cerpen 'Perempuan Simpang'. Ini sedikit tips-tips untuk kalian biar cerpennya bias jadi juara;



1. Pastikan semua kelengkapan persyaratan sudah Anda penuhi, mulai dari CD Soft Copy naskah, kemasan produk PT Rohto Laboratories, kelengkapan administrasi naskah (yaitu naskah harus dalam 3 rangkap), dan syarat lainnya. Bila ada satu item saja yang tidak lengkap, maka pihak pemeriksa naskah yang posisinya di awal, akan mengeleminasi naskah Anda. Artinya, naskah Anda akan gugur sebelum masuk medan perang. Pernah kejadian, rekan saya, Maghriza Novita Syahti (Juara I LMCR Kategori C tahun 2008 dan Juara III LMCR Kategori C tahun 2009), lupa memasukkan fotokopi KTPnya. Untung saja, ia mengirimkan surat keterangan ulang bahwa KTPnya belum disertakan. Ini akan jadi masalah, sebab naskah yang diurusi oleh panitia itu jumlahnya ribuan. Sehingga, kalau ternyata setelah dibuka amplopnya, ada syarat yang terlupa oleh Anda, maka kemungkinan besar naskah Anda tidak akan melalui tahap berikutnya, yaitu penjurian. Jadi, saran saya, pastikan semuanya benar-benar telah kalian lengkap dalam amplop pengiriman naskah.


2. Perhatikan juga kembali EyD cerpen Anda sebelum dikirim. Sebab, EyD tanpa disadari juga menjadi penilaian lain oleh juri, sebab ini pada dasarnya tidak lagi menjadi bahasan juri. Karena sudah selayaknya cerpen yang diikutsertakan dalam lomba, benar-benar telah mengikuti kaidah baku tersebut, sehingga juri kadang mengabaikan penilaian untuk ini. Ternyata, tidak. Ketika pihak Rayakultura suatu kali berkunjung ke Padang (dalam sebuah gelaran Creative Writing Workshop), saya mendengar cerita bahwa; kelemahan yang tidak pernah terpikirkan yaitu banyak naskah yang mengabaikan penulisan baku untuk cerpen, dalam kata lain, penulisannya berantakan. EyD main tabrak, penulisan tanda baca berantakan. Hal lain yang juga berkenaan dengan ini yaitu kesalahan pengetikan karena mungkin terlalu terburu-buru, tidak lagi melakukan kroscek naskah, atau karena ngirim pada hari-hari dekat deadline sehingga lupa mengedit naskah. Untuk itu, jangan sampai, karena terlalu banyak salah ketik (padahal cerpen kamu berpotensi juara), gagal hanya karena faktor itu.


3. Hindari penulisan dengan kata-kata prokem. Sebisa mungkin, jangan terlalu banyak menulis dengan membubuhkan kata prokem, slang dan sejenisnya karena hal ini bias saja mengurangi poin penilain kamu. Setahu saya, dewan juri yang diketuai oleh Dra.Naning Pranoto, hanya memberikan lampu hijau untuk penulisan prokem di bagian dialog, dan sangat ‘haram’ bila menuliskan dibagian narasi cerita. Patuhi ini, sebab dewan juri dari tahun ke tahun memang bukan orang sembarangan. Mereka punya background sastrawan baik yang akademisi (seperti Ibu Dra.Naning Pranoto, Bapak Sides Sudryanto) dan sastrawan praktisi seperti Kurniawan Junaedhi dan sejumlah juri lainnya. Sehingga, naskah yang terlalu banyak menggunakan akan membuat mereka risih. Kamu harus perhatikan estetika (keindahan) bahasa yang dimunculkan melalui diksi-diksi yang indah.


Oh ya, biar kalian tidak bosan membacanya, kali ini saya bagi 3 tips yang paling urgen dulu ya, saya janji akan saya sambung lagi. Masih banyak rambu-rambu kecil yang kadang terabaikan.



Salam hangat,

Dodi Prananda

(dodiprananda@gmail.com)
081977576329


http://lmcr.rayakultura.net/blog/perempuan-simpang/

PEREMPUAN SIMPANG | Lomba Menulis Cerita Pendek Remaja

lmcr.rayakultura.net

Lomba Menulis Cerita Pendek Remaja - LMCR 2010

Yuka Haryanto Calon Penulis

1 comment:

  1. bagus banget tipsnya.. makasih ya kak dodi prananda. God Bless U :)

    ReplyDelete

Komentar Anda