02 Desember 2013

Plot dan Penokohan

Materi FLP


Plot
Plot atau alur adalah perkembangan narasi dan tema dari sebuah cerita, susunan peristiwa yang berhubungan membentuk suatu situasi, ketegangan, emosi, dan sebagainya. Secara singkat Aristoteles mengatakan bahwa plot adalah susunan dari sekumpulan kejadian (arrangement of incidents), yang harus menyatu, lengkap, dan memadai derajat kepentingannya.
Ada beberapa plot yang pernah digunakan para penulis dunia. Pertama, plot episodik. Novel yang menggunakan plot ini dibangun sedemikian rupa sehingga bila pembaca melewati satu episodenya, ia masih bisa mengikuti jalan ceritanya. Kedua, plot kompleks, yaitu novel yang punya lebih dari satu karakter utama, atau punya beberapa alur cerita. Ketiga, plot yang berfokus kepada karakter atau tokoh. Ia lebih mengutamakan apa yang si tokoh rasakan mengenai kejadian yang menimpanya.
Kita mengenal pula plot eksperimen, di mana penulis di era komputer ini menggunakan computer untuk membuat karya hypertext yang menghubungkan file computer yang terpisah dengan sebuah link, sehingga pembaca bisa melompat dari satu file ke file lain. Pembaca juga dipersilakan menentukan plot dari alternatif plot yang sudah disediakan.


Penokohan
Tokoh (karakter) adalah tokoh yang digunakan oleh pengarang untuk menggerakkan cerita. Ia puny naa, wajah, cara bicara, cara berpakaian, cara melucu, latar belakang, dan ciri lain yang harus dijelaskan dan dijaga konsistensinya oleh si pengarang. Misal, untuk ciri fisik, jika pada bagian awal kita menyebut si A berhidung mancung, tentu kasihan dia jika kita teledor dan menulis bahwa A pesek sejak lahir.

Ciri-ciri karakter di atas (cara bicaranya, latar belakangnya, dan seterusnya) membuat karakter menarik buat pembaca. Namun sesungguhnya yang lebih menarik lagi adalah apa yang karakter atau tokoh ini inginkan, seberapa kuat keinginannya, dan dengan apa ia akan mencapai keinginannya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda